<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com &#187; tips menabung</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/tag/tips-menabung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 07:22:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Beberapa Pilihan Investasi</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jan 2007 07:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[cara investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi emas]]></category>
		<category><![CDATA[reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[tips menabung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/investasi-dan-tabungan/</guid>
		<description><![CDATA[Tabungan, idealnya 40-50% dari income. Tapi kalau dirasa terlalu memberatkan, sah-sah aja kok kita sisihkan 10-20% aja.
Kalau masalah memilih di mana kita menabung, paling tepat adalah memilih sesuai karakter investasi kita.
Ini beberapa pilihan investasi:
Deposito dan Pasar Uang, ini cocok untuk orang-orang yang konservatif, tidak mau ada resiko. Lebih baik hasilnya kecil daripada kehilangan uang
Obligasi Pemerintah, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Reksadana'>Tentang Reksadana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tabungan, idealnya 40-50% dari income. Tapi kalau dirasa terlalu memberatkan, sah-sah aja kok kita sisihkan 10-20% aja.</p>
<p>Kalau masalah memilih di mana kita menabung, paling tepat adalah memilih sesuai karakter investasi kita.</p>
<p>Ini beberapa pilihan investasi:<br />
<strong>Deposito dan Pasar Uang</strong>, ini cocok untuk orang-orang yang konservatif, tidak mau ada resiko. Lebih baik hasilnya kecil daripada kehilangan uang<br />
<strong>Obligasi Pemerintah</strong>, cocok untuk orang-orang yang mau menerima resiko sedikit.<br />
Saham, cocok untuk orang-orang mau menerima resiko besar, untuk mendapatkan keuntungan besar juga.</p>
<p>Paling enak, kalau kita buta sama sekali tentang investasi, masuk aja di reksadana.</p>
<p><strong>Reksadana</strong> adalah kumpulan saham atau obligasi pilihan, yang biasanya dipilih dan dikelola oleh satu manajer investasi.<br />
Kita serahkan resiko salah memilih alokasi kepada manajer investasi, juga tidak perlu uang puluhan juta, 1 juta juga bisa. Beda kalau kita main di perusahaan sekuritas. Selain, perlu uang yang banyak (minimal puluhan juta), kita sendiri yang harus pinter memilih saham mana yang prospektif, karena resiko ditanggung sendiri, sehingga kemungkinan loss juga tinggi kalau kita nggak ngerti apa-apa.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Reksadana'>Tentang Reksadana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menabung</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jan 2007 07:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[cara menabung]]></category>
		<category><![CDATA[menabung di bank]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[tips menabung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang/</guid>
		<description><![CDATA[Menabung. Adalah sebuah kata yang selalu kita dengar mulai kita masuk TK sampai kita punya anak di TK. Mungkin saat kita kecil, orangtua kita selalu mengingatkan bahwa dengan menabung kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.
Instrumennya tentu berkembang sesuai usia kita. Saya jadi ingat waktu kecil dulu punya celengan ayam yang dari gerabah. Lalu waktu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG'>SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-hemat-bbm/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Hemat BBM'>Tips Hemat BBM</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="piggy bank" src="http://i271.photobucket.com/albums/jj124/tokodea/keuangan/piggy_bank.jpg" alt="" width="180" height="180" />Menabung. Adalah sebuah kata yang selalu kita dengar mulai kita masuk TK sampai kita punya anak di TK. Mungkin saat kita kecil, orangtua kita selalu mengingatkan bahwa dengan menabung kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.</p>
<p>Instrumennya tentu berkembang sesuai usia kita. Saya jadi ingat waktu kecil dulu punya celengan ayam yang dari gerabah. Lalu waktu saya SMP, saya mulai memberanikan diri masuk ke bank untuk mendaftar jadi nasabahnya karena iming-iming hadiah 1 milyar.<br />
Tentu bukan jumlah yang kecil, sehingga saya yang waktu itu tidak mengerti gunanya kartu pelajar nekad tanya ke customer service untuk apply. Sayangnya&#8230; ditolak mentah-mentah karena yang saya punya cuma buku penghubung orangtua-guru!<br />
Tapi tentunya sekarang saya sudah punya rekening di bank. Hanya yang saya belum punya&#8230; hadiah 1 milyarnya! <img src='http://keuangankeluarga.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Alasan utama kenapa kita harus menabung adalah karena kita masih hidup di dunia. Coba kalau sudah mati, apa kita masih perlu uang? Cuma tuyul yang mata duitan. Setan gentayangan juga nggak doyan uang.</p>
<p>Manusia tentu mengalami beberapa fase dalam kehidupannya. Fase saat tumbuh kembang, dewasa, tua, lalu mati. Saat kita beranjak dewasa, kita ingin punya uang untuk sekolah, beli sandang, pangan, rumah, mobil, perhiasan&#8230;semua untuk kenyamanan hidup. Harta dapat menghampiri selama badan masih sehat wal afiat. Saat kita tua, atau malah terkena kecelakaan dan penyakit, bukan uang yang mengejar kita, tapi malah kita yang mengejar uang. Kata orang, hidup seperti roda berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Kita selalu merasa lebih siap untuk di atas ketimbang ada di bawah. Padahal hidup selalu menawarkan resiko sukses-gagal yang sama besarnya.</p>
<p>Berani sukses, berarti berani gagal. Lalu, bagaimana kita bersiap mengalami kegagalan atau krisis finansial di masa makmur? Tentunya dengan menyisihkan sebagian penghasilan untuk kita tabung. Hanya perlu diingat,ada beberapa strategi yang harus disusun agar sasaran kita menabung dapat tercapai. Di bawah ini ada beberapa tips menabung yang dapat<br />
anda praktekkan:</p>
<p>1. Susunlah rencana anda<br />
Coba anda fikirkan, mau punya apa anda 3 tahun, 5 tahun, bahkan 20 tahun lagi? Apa yang ingin anda capai? Tulis dalam agenda anda</p>
<p>2. Sesuaikan penghasilan anda<br />
Mimpi boleh tinggi, hanya perlu realistis. Sulit mewujudkan mimpi anda punya pesawat jet pribadi kalau income anda cuma 1 juta rupiah sebulan. Mungkin ideal jika anda bisa menyisihkan 50% penghasilan anda untuk menabung. kalau tak bisa, 5% pun jadi. Dan disiplinlah dengan mimpi anda</p>
<p>3. Bayarlah diri anda sebelum membayar orang lain<br />
Anda seorang pribadi yang layak dibayar. Maka saat anda gajian, anda harus membayar diri anda sendiri sebelum uang anda lari ke kantong pengusaha supermarket, atau pengusaha butik. Masukkan uang itu ke rekening anda.</p>
<p>4. Pilih instrumen menabung sesuai target yang anda ingin capai, dan resiko yang sanggup anda tanggung<br />
Saat ini instrumen menabung sudah sedemikian beragamnya. Ada yang di tabungan, deposito, emas,properti (tanah dan gedung), reksadana, dll. Dengan memecah uang anda, berarti anda juga membagi resiko dalam berinvestasi, sehingga tujuan anda dapat cepat tercapai.</p>
<p>5. Jangan lupa untuk berjaga-jaga dengan asuransi<br />
Saat kita sakit atau tua dan tak berpenghasilan, instrumen yang ini akan sangat berguna.</p>
<p>6. Yang terpenting…mulai dari sekarang!<br />
Makin cepat anda mulai, makin besar hasil yang anda dapat di kemudian hari. Percayalah, karena ini sudah hukum alam berinvestasi</p>
<p>Oke&#8230;.selamat menabung!</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG'>SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-hemat-bbm/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Hemat BBM'>Tips Hemat BBM</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
