<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com &#187; tabungan</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/tag/tabungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 07:54:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 12:40:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[hasil.]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik bagi putra/putri kita, termasuk dalam hal pendidikan. Mampu menyekolahkan mereka di sekolah yang berkualitas baik sampai mencapai jenjang tertinggi tentu merupakan mimpi setiap orang tua. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut di tengah biaya pendidikan yang semakin mahal tentu membutuhkan strategi khusus.
Biaya pendidikan anak sebetulnya merupakan jenis biaya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tabungan atau Asuransi Pendidikan'>Tabungan atau Asuransi Pendidikan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi pendidikan'>Asuransi pendidikan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik bagi putra/putri kita, termasuk dalam hal pendidikan. Mampu menyekolahkan mereka di sekolah yang berkualitas baik sampai mencapai jenjang tertinggi tentu merupakan mimpi setiap orang tua. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut di tengah biaya pendidikan yang semakin mahal tentu membutuhkan strategi khusus.</p>
<p>Biaya pendidikan anak sebetulnya merupakan jenis biaya yang sudah dapat diprediksi sejak jauh hari. Karena itu, kita juga bisa mempersiapkannya sejak jauh hari sehingga pada saat dibutuhkan nanti kita tidak lagi kebingungan mencari sumber pembiayaan untuk membayar uang sekolah anak kita. Cara yang paling umum untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak adalah dengan menabung di tabungan pendidikan atau dengan membeli asuransi pendidikan.  Apa sih yang membedakan antara keduanya? Mana yang akan anda pilih tentu sangat tergantung pada kecocokan karakteristik masing-masing dengan tujuan dan penghasilan anda.</p>
<p><strong>Tabungan Pendidikan</strong></p>
<p>Tabungan pendidikan adalah jenis tabungan berjangka, yaitu tabungan yang memiliki jangka waktu tertentu sampai si penabung dapat mempergunakannya. Biasanya, jangka waktu tabungan disesuaikan dengan peruntukan jenjang pendidikan yang akan dibiayai. Misalnya, bila tabungan akan digunakan untuk masuk SD maka bila orang tua mulai menabung saat anak lahir, jangka waktu tabungan pendidikan tersebut cukup 6 tahun saja.</p>
<p>Karakteristik Tabungan Pendidikan</p>
<ol>
<li>Tabungan pendidikan biasanya merupakan produk tambahan dari rekening tabungan utama.</li>
<li>Penabung harus menabung secara periodik dan dananya otomatis didebit/dipindahkan dari rekening tabungan utama ke dalam sebuah rekening, dalam jangka waktu yang telah dipilih.</li>
<li>Selama jangka waktu tersebut, dana di tabungan ini tidak boleh ditarik. Apabila ditarik akan dikenakan pinalti sebesar nilai tertentu.</li>
<li>Karena dana tabungan ini tidak dapat diambil (kecuali dengan penalti), biasanya bank akan menawarkan hasil investasi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa.</li>
<li>Tabungan pendidikan tidak dikenakan biaya administrasi.</li>
<li>Tabungan pendidikan juga dilengkapi dengan asuransi. Artinya, jika Anda sebagai penabung meninggal dunia dan tidak bisa lagi menabung untuk biaya pendidikan anak-anak, maka asuransi akan menggantikan setoran tabungan itu hingga biaya pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.</li>
</ol>
<p><strong>Asuransi Pendidikan</strong></p>
<p>Asuransi pendidikan adalah asuransi plus investasi untuk pendidikan. Fungsi asuransinya akan menanggung risiko bila terjadi kematian atas Anda, sedangkan fungsi investasinya akan mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang Anda bayarkan. Hasil yang diperoleh dari pengelolaan uang Anda itu, akan dibayarkan dalam bentuk sejumlah dana yang besarnya sudah disepakati dalam polis. Waktu pembayarannya pun sudah dijadwal, disesuaikan dengan tahapan sekolah anak Anda.</p>
<p>Karakteristik Asuransi Pendidikan</p>
<ol>
<li>Karena produk dasarnya adalah asuransi jiwa, maka asuransi pendidikan sebetulnya tidak berbeda jauh dengan produk asuransi jiwa lainnya. Asuransi pendidikan akan memberikan keluarga Anda manfaat jika terjadi resiko kematian berupa santunan dan hasil investasi untuk biaya pendidikan. Namun jika tidak terjadi resiko kematian, maka asuransi akan memberikan sejumlah beasiswa pendidikan yang tidak lain berasar dari investasi Anda berupa premi yang sudah dibayarkan.</li>
<li>Investasi ini tidak bisa dicairkan setiap saat. Investasi ini baru bisa dicairkan bila terpenuhi salah satu dari dua kondisi, yaitu : pertama, apabila telah jatuh tempo, dan yang kedua apabila terjadi resiko kematian. Jatuh temponya sendiri bisa diatur dan disesuaikan dengan saat anak-anak kita masuk ke suatu jenjang pendidikan tertentu.</li>
<li>Biasanya hasil investasi di asuransi pendidikan relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan pendidikan. Namun asuransi tidak bisa sefleksibel tabungan. Ada kurun waktu minimum tertentu yang harus terpenuhi sampai ada  nilai tunai untuk diuangkan, umumnya sekitar 3 tahun. Dan biasanya, prosesnya pun lebih sulit dan perlu waktu lebih lama dibandingkan dengan tabungan pendidikan.</li>
</ol>
<p>Dari karakteristik di atas, dapat disimpulkan bahwa tabungan pendidikan sesuai untuk Anda yang ingin menyiapkan dana pendidikan dalam jangka pendek, sedangkan asuransi pendidikan lebih sesuai untuk dana pendidikan jangka panjang. Bila memang Anda memiliki dana yang berlebih, maka tak ada ruginya untuk melakukan investasi keduanya, yaitu tabungan pendidikan untuk membiayai pendidikan anak Anda dalam jangka waktu dekat (tingkat SD-SMA) dan membuat asuransi pendidikan untuk persiapan dana pendidikan anak saat memasuki perguruan tinggi nanti.</p>
<p><em>Dirangkum dari berbagai sumber.</em></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tabungan atau Asuransi Pendidikan'>Tabungan atau Asuransi Pendidikan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi pendidikan'>Asuransi pendidikan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2012 18:43:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Bancassurance adalah suatu produk asuransi yang memberikan perlindungan sekaligus produk investasi untuk memenuhi kebutuhan finansial jangka panjang yang ditawarkan melalui bank kepada nasabahnya.
Beberapa keuntungan berinvestasi dalam bancassurance antara lain:

Dapat digunakan untuk berbagai tujuan investasi, misalnya untuk dana pendidikan, tabungan atau dana hari tua. Produk ini dapat memenuhi kebutuhan untuk menabung, perencanaan keuangan, proteksi sekaligus untuk [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bancassurance</em> adalah suatu produk asuransi yang memberikan perlindungan sekaligus produk investasi untuk memenuhi kebutuhan finansial jangka panjang yang ditawarkan melalui bank kepada nasabahnya.</p>
<p>Beberapa keuntungan berinvestasi dalam <em>bancassurance</em> antara lain:</p>
<ul>
<li>Dapat digunakan untuk berbagai tujuan investasi, misalnya untuk dana pendidikan, tabungan atau dana hari tua. Produk ini dapat memenuhi kebutuhan untuk menabung, perencanaan keuangan, proteksi sekaligus untuk investasi.</li>
<li>Pilihan dana investasi yang beragam, disesuaikan dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang diinginkan oleh nasabah.</li>
<li>Jumlah perlindungan jiwa dapat dipilih sesuai kebutuhan, dan dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.</li>
<li>Kebebasan untuk melakukan penambahan maupun penarikan dana sewaktu-waktu dan perlindungan asuransi nasabah tetap berjalan.</li>
<li>Pertumbuhan dana investasi dapat dipantau setiap hari.</li>
</ul>
<p>Layaknya sebuah instrumen investasi, selain memberikan keuntungan <em>bancassurance</em> juga mengandung risiko. Karena potensi hasilnya yang lebih tinggi maka risiko investasinya pun lebih besar, dan hasil investasinya tidak dijamin oleh bank. Dalam hal ini, nasabah menentukan jenis investasi yang sesuai dengan rencana keuangannya.</p>
<p>Melalui produk <em>bancassurance</em>, nasabah akan mendapatkan manfaat antara lain adanya  rekomendasi atau advise yang diberikan oleh <em>financial adviser </em>di cabang-cabang bank. Bagi bank, <em>bancassurance</em> dapat memaksimalkan potensi penjualan dan <em>costumer data based</em> yang ada di cabang atau di bank. Manfaat lainnya adalah untuk mendapatkan pendapatan <em>fee based</em> dan <em>product holdings ratio</em>.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 06:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[info keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[aman]]></category>
		<category><![CDATA[ATM]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bank umum]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[BPR]]></category>
		<category><![CDATA[BPR Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[rekening]]></category>
		<category><![CDATA[syarat]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki tabungan itu perlu. Salah satu cara agar kita bisa menabung dengan aman dan disiplin adalah dengan memiliki tabungan di bank. Tapi seringkali kita menghadapi kendala untuk menabung. Kendala yang mungkin dihadapi oleh sebagian orang antara lain adalah sulitnya menyisihkan sejumlah uang tertentu untuk ditabung dan juga malasnya menghadapi persyaratan yang diajukan bank ketika akan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memiliki tabungan itu perlu. Salah satu cara agar kita bisa menabung dengan aman dan disiplin adalah dengan memiliki tabungan di bank. Tapi seringkali kita menghadapi kendala untuk menabung. Kendala yang mungkin dihadapi oleh sebagian orang antara lain adalah sulitnya menyisihkan sejumlah uang tertentu untuk ditabung dan juga malasnya menghadapi persyaratan yang diajukan bank ketika akan membuka tabungan. Namun sekarang kendala ini bisa diatasi karena sejumlah bank telah menerbitkan TabunganKu.</p>
<p><strong>Apa itu TabunganKu?</strong></p>
<p><strong>TabunganKu </strong>adalah produk tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan oleh bank-bank di Indonesia secara bersama-sama untuk menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Saat ini TabunganKu dapat dibuka di 70 bank yang ada di Indonesia baik Bank Umum, Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah, ataupun di lebih dari 700 BPR dan BPR Syariah.</p>
<p><strong>Bagaimana caranya untuk membuka TabunganKu ?</strong></p>
<p>Cukup datang ke bank dengan membawa identitas diri (KTP/SIM) dan uang setoran awal Rp10 ribu bila akan menabung di BPR/BPR Syariah atau Rp20 ribu di bank umum. Pembukaan TabunganKu untuk anak-anak yang masih dibawah perwalian ditemani orang tuanya dan menggunakan identitas diri orang tuanya serta dilengkapi dengan kartu keluarga.</p>
<p><strong>Fitur Produk TabunganKu</strong></p>
<p>Fitur produk TabunganKu dibedakan menjadi dua, yaitu:</p>
<p style="padding-left: 30px">1. Fitur <em>Standard (Mandatory) </em>adalah fitur produk TabunganKu yang harus diterapkan secara seragam oleh seluruh bank yang meluncurkan produk TabunganKu, sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui bersama. Fitur ini meliputi:</p>
<p style="padding-left: 60px">1. Nama produk adalah TabunganKu.</p>
<p style="padding-left: 60px">2. Tanpa biaya administrasi bulanan.</p>
<p style="padding-left: 60px">3. Setoran awal pembukaan rekening minimum Rp20.000,00.</p>
<p style="padding-left: 60px">4. Setoran tunai selanjutnya minimum Rp10.000,00.</p>
<p style="padding-left: 60px">5. Saldo minimum rekening (setelah penarikan) adalah Rp20.000,00.</p>
<p style="padding-left: 60px">6. Saldo dorman (tidak ada transaksi selama 6 bulan berturut–turut):</p>
<p style="padding-left: 90px">a. Biaya penaltinya adalah Rp2.000,00 per bulan.</p>
<p style="padding-left: 90px">b. Apabila saldo rekening mencapai &lt; Rp20.000,00, maka rekening akan ditutup oleh sistem dengan biaya penutupan rekening sebesar sisa saldo.</p>
<p style="padding-left: 60px">7. Biaya penutupan rekening atas permintaan nasabah adalah Rp20.000,00.</p>
<p style="padding-left: 60px">8. Jumlah minimum penarikan di <em>counter </em>sebesar Rp100.000,00 kecuali pada saat nasabah ingin menutup rekening.</p>
<p style="padding-left: 60px">9. Bunga /bonus Wadiah dihitung berdasarkan saldo harian dan tidak progresif.</p>
<p style="padding-left: 60px">10.Bunga / bonus Wadiah dibayarkan mengikuti periode pembayaran masing-masing bank.</p>
<p style="padding-left: 60px">11.Suku bunga / bonus Wadiah:</p>
<p style="padding-left: 90px">a. Bank Umum Konvensional, dengan saldo :</p>
<p style="padding-left: 120px">i. Rp0.00 sampai dengan Rp500.000,00 tidak diberikan bunga.</p>
<p style="padding-left: 120px">ii. Diatas Rp500.000,00 sampai dengan Rp1.000.000,00 sebesar 0.25%/tahun.</p>
<p style="padding-left: 120px">iii. Diatas Rp1.000.000,00 sebesar 1%/tahun.</p>
<p style="padding-left: 90px">b. Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah:</p>
<p style="padding-left: 120px">i. Menganut skema Wadiah, dengan ketentuan dan perhitungan bonus diserahkan kepada bank umum syariah.</p>
<p style="padding-left: 120px">ii. Bank umum syariah yang memberikan bonus maksimal setara dengan 1% per tahun.</p>
<p style="padding-left: 90px">c. BPR/BPR Syariah:</p>
<p style="padding-left: 90px">Bunga maksimum sebesar 4% dan bonus atau bagi hasil dengan <em>equivalent rate </em>maksimum 4%. Skema syariah yang digunakan adalah akad wadiah ataupun akad mudharabah.</p>
<p style="padding-left: 60px">
<p style="padding-left: 60px">12.Biaya penggantian buku/lembar <em>statement </em>apabila hilang/rusak adalah gratis. Persyaratan lain untuk penggantian buku yang hilang/rusak, mengikuti ketentuan yang berlaku di bank masing-masing.</p>
<p style="padding-left: 30px">2. Fitur <em>Customized (Optional) </em>adalah fitur tambahan atas produk TabunganKu yang dapat dipilih untuk diterapkan oleh bank yang meluncurkan produk TabunganKu selama tidak melanggar kesepakatan bersama. Fitur ini meliputi:</p>
<p style="padding-left: 30px">1. Bukti kepemilikan (format disesuaikan dengan infrastruktur masing-masing bank)</p>
<p style="padding-left: 60px">a. Buku,</p>
<p style="padding-left: 60px">b. Bukti kepemilikan tabungan, atau</p>
<p style="padding-left: 60px">c. Lembar <em>statement.</em></p>
<p style="padding-left: 30px">2. Kartu ATM.</p>
<p style="padding-left: 30px">3. Biaya bulanan kartu ATM, hilang/rusak, cetak ulang PIN dan biaya transaksi di ATM disesuaikan dengan ketentuan di masing–masing bank. Persyaratan lain untuk penggantian kartu ATM yang hilang/rusak, mengikuti ketentuan yang berlaku di masing–masing bank.</p>
<p style="padding-left: 30px">4. Layanan jasa perbankan lainnya dan biayanya mengikuti ketentuan di masing–masing bank.</p>
<p style="padding-left: 30px">5. Hal–hal lain yang tidak diatur dalam fitur <em>standard </em>(<em>mandatory</em>) adalah bersifat <em>optional </em>dan akan disesuaikan dengan ketentuan di masing–masing bank.</p>
<p><strong>Syarat dan Ketentuan Produk TabunganKu</strong></p>
<ol>
<li>Tabungan perorangan untuk warga negara Indonesia.</li>
<li>Satu orang hanya memiliki 1 rekening di 1 bank untuk produk yang sama, kecuali bagi orang tua yang membuka rekening untuk anak yang masih di bawah perwalian sesuai kartu keluarga yang bersangkutan.</li>
<li>Tidak diperkenankan untuk rekening bersama dengan status “dan/atau”.</li>
<li>Transaksi penarikan tunai dan pemindahbukuan melalui <em>counter </em>hanya dapat dilakukan di kantor bank dimana rekening dibuka.</li>
<li>Persyaratan pembukaan rekening tetap mengacu pada peraturan <em>Know Your Customer</em>:</li>
</ol>
<ul>
<li>
<ul>
<li>Formulir standar masing–masing Bank dengan menyebutkan nama produk.</li>
<li>Identitas diri yang dibutuhkan KTP/SIM/Paspor (untuk paspor berusia 17 tahun ke atas).</li>
<li>Penabung di bawah perwalian, harus menggunakan nama orang tua.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>Apa manfaat TabunganKu ?</strong></p>
<p>Dengan membuka TabunganKu, nasabah bisa mendapatkan tabungan yang bebas biaya administrasi, aman, dan mendapatkan bunga/bonus wadiah/bagi hasil mudharabah.</p>
<p>Minimum penarikan di konter adalah Rp.100.000 sebab tujuan utama TabunganKu adalah sarana masyarakat untuk menabung dan bukan untuk bertransaksi. Dengan TabunganKu masyarakat bisa lebih rajin dan rutin menabung, sampai uang terkumpul dalam jumlah besar untuk berjaga-jaga di masa depan.</p>
<p><strong>Apakah TabunganKu dapat diambil di semua bank yang meluncurkan produk TabunganKu ?</strong></p>
<p>Uang yang terkumpul dalam TabunganKu hanya dapat ditarik di kantor bank tempat nasabah membuka rekening TabunganKu.</p>
<p>Nah, ayo kita mulai menabung!</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berinvestasi di Bank Syariah</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 02:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bagi hasil]]></category>
		<category><![CDATA[bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[deposito]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman modal]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[titipan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, bank syariah boleh dikatakan ada di mana-mana. Tapi walau dapat dijangkau dengan mudah, banyak juga anggota masyarakat yang belum paham apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional sehingga belum tertarik untuk menggunakan jasa bank syariah. Malah ada yang menganggap bahwa bank syariah itu bank eksklusif khusus untuk masyarakat yang beragama Islam. Padahal, bank [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan'>TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Syariah'>Asuransi Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, bank syariah boleh dikatakan ada di mana-mana. Tapi walau dapat dijangkau dengan mudah, banyak juga anggota masyarakat yang belum paham apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional sehingga belum tertarik untuk menggunakan jasa bank syariah. Malah ada yang menganggap bahwa bank syariah itu bank eksklusif khusus untuk masyarakat yang beragama Islam. Padahal, bank syariah menawarkan jasa-jasa yang tak kalah menarik dengan bank konvensional. Oleh karenanya, bank ini dapat menjadi alternatif bagi keluarga untuk berinvestasi.</p>
<p><strong>Apa itu Bank Syariah?</strong></p>
<p>Bank syariah adalah bank yang sistem operasionalnya didasarkan pada etika Islam. Berbeda dengan sistem perbankan konvensional, pada sistem perbankan syariah tidak mengenal adanya bunga. Imbalan bagi nasabah diwujudkan dalam bentuk pembagian keuntungan antara bank dengan nasabah. Pembagian keuntungan ini didasarkan pada proporsi tertentu yang ditetapkan di awal, misalnya bank akan menerima 55% dan nasabah 45% dari keuntungan, namun nilai nominalnya sendiri baru diketahui kemudian tergantung dari keuntungan yang diperoleh bank.</p>
<p>Karakteristik yang menonjol dari sistem perbankan syariah adalah keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, serta menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Sebagai suatu  usaha bisnis, bank syariah melayani nasabah dari berbagai golongan tidak terbatas hanya pada umat Islam saja.</p>
<p><strong>Apa Saja Produk Investasi di Bank Syariah?</strong></p>
<p>Bank syariah menawarkan produk dan jasa yang lebih beragam dibandingkan dengan bank konvensional, dengan skema keuangan yang lebih bervariasi, fleksibel dan saling menguntungkan.</p>
<p>Beberapa produk investasi di bank syariah antara lain:</p>
<p>1. Tabungan</p>
<p>Bank syariah menawarkan dua jenis tabungan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan nasabah penabung.</p>
<p style="padding-left: 30px">a. Tabungan dengan skema titipan</p>
<p style="padding-left: 30px">Tabungan ini diperuntukan bagi nasabah yang mengutamakan keamanan dan kemudahan transaksi sehari-hari. Nasabah bebas mengambil uang yang ‘dititipkannya’ di bank syariah setiap saat ia membutuhkannya. Dana nasabah aman tersimpan di bank karena terbebas dari risiko pemotongan dana ketika usaha bank mengalami kerugian. Keuntungan yang diperoleh oleh penabung dengan skema ini adalah berupa bonus, yang besarnya sesuai dengan kebijakan masing-masing bank syariah.</p>
<p style="padding-left: 30px">b. Tabungan dengan skema penanaman modal</p>
<p style="padding-left: 30px">Tabungan ini diperuntukkan bagi nasabah yang menginginkan hasil investasi yang lebih tinggi. Dana yang ditabung oleh nasabah akan ditempatkan oleh bank syariah ke sektor-sektor usaha produktif yang menghasilkan profit. Profit tersebut kemudian akan dibagi antara bank (sebagai pengelola dana) dan nasabah (sebagai pemilik dana) dengan rasio bagi hasil yang telah ditetapkan. Nilai bagi hasil ini berfluktuasi, sesuai dengan imbal hasil yang diperoleh bank syariah dari invetasi yang dilakukan. Bagaimana jika investasi yang dilakukan oleh bank syariah merugi? Jangan kahawatir. Karena masyarakat yang menyimpan uangnya di bank syariah tidak akan ikut mengalami kerugian itu. Saat ini perhitungan bagi hasil antara bank syariah dan nasabah tidak didasarkan pada profit yang diperoleh (<em>profit and loss sharing</em>), namun didasarkan pada pendapatan (<em>revenue sharing</em>). Dengan pola <em>revenue sharing</em>, bagi hasil kepada nasabah diperhitungkan dari pendapatan bank, sedangkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan bank akan diambil dari bagi hasil yang menjadi hak bank. Dengan pola ini, dana nasabah yang diinvestasikan dalam tabungan bank syariah tidak akan berkurang atau hilang meskipun investasi yang dilakukan bank syariah mengalami kerugian. Tabungan yang masuk dalam kategori ini antara lain tabungan pendidikan dan tabungan perencanaan.</p>
<p>Baik tabungan dengan skema titipan maupun penanaman modal dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan Undang-Undang No.24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS hingga nilai maksimal Rp2 miliar.</p>
<p>2. Deposito</p>
<p>Ada dua jenis deposito yang ditawarkan oleh bank syariah, yaitu:</p>
<p>a. Deposito dengan skema penyertaan modal</p>
<p>b. Deposito dengan skema penyertaan modal untuk proyek tertentu sesuai dengan keinginan nasabah</p>
<p>Pada dasarnya kedua jenis deposito tersebut memiliki fitur dan mekanisme yang sama yaitu nasabah menanamkan dananya di bank untuk kemudian diinvestasikan oleh bank ke sektor-sektor usaha yang produktif yang sesuai dengan etika Islam. Perbedaannya adalah pada jenis deposito yang kedua nasabah memberikan batasan-batasan tertentu kepada bank mengenai peruntukan investasi atas dana yang didepositokannya. Hasil investasi yang dilakukan oleh bank kemudian akan dibagi bersama antara nasabah dan bank dengan proporsi/nisbah bagi hasil yang disepakati bersama.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Di Mana Layanan Bank Syariah dapat Ditemui?</strong></p>
<p>Layanan jasa perbankan syariah dapat dengan mudah diperoleh masyarakat pada tempat-tempat yang memasang logo iB (<em>Islamic Banking</em>), apakah itu di Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS)dari Bank Umum Konvensional atau pun layanan syariah (<em>office channeling</em>) di loket-loket Bank Umum Konvensional. Nasabah tidak perlu khawatir dananya akan tercampur pengelolaannya dengan dana dari bank umum konvensional karena setiap iB telah didukung oleh sistem teknologi informasi yang kredibel, yang mempunyai dua <em>user ID </em>berbeda untuk masuk ke dalam sistem pencatatan. Satu <em>user ID </em>untuk rekening konvensional dan satu <em>user ID </em>lain yang berbeda untuk rekening syariah. Setiap kali ada masyarakat yang membuka rekening syariah di cabang konvensional, petugas bank akan membuka dan membukukan transaksi nasabah di rekening dengan <em>user ID </em>syariah.</p>
<p>Lebih dari itu, seluruh kegiatan usaha dan pengelolaan dana UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang juga adalah anggota dari Dewan Syariah Nasional (DSN) dan secara berkala laporan keuangan UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah diawasi dan diperiksa oleh Bank Indonesia untuk menjamin setiap UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah mengelola dana masyarakat dan menjalankan kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.</p>
<p>Jadi, tunggu apalagi? Yuk mulai berinvestasi di bank syariah!</p>
<p>Sumber: Bank Indonesia</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan'>TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Syariah'>Asuransi Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Pilihan Investasi</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 04:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[cara investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi emas]]></category>
		<category><![CDATA[reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[tips menabung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/investasi-dan-tabungan/</guid>
		<description><![CDATA[Tabungan, idealnya 40-50% dari income. Tapi kalau dirasa terlalu memberatkan, sah-sah aja kok kita sisihkan 10-20% aja.
Kalau masalah memilih di mana kita menabung, paling tepat adalah memilih sesuai karakter investasi kita.
Ini beberapa pilihan investasi:
Deposito dan Pasar Uang, ini cocok untuk orang-orang yang konservatif, tidak mau ada resiko. Lebih baik hasilnya kecil daripada kehilangan uang
Obligasi Pemerintah, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Reksadana'>Tentang Reksadana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tabungan, idealnya 40-50% dari income. Tapi kalau dirasa terlalu memberatkan, sah-sah aja kok kita sisihkan 10-20% aja.</p>
<p>Kalau masalah memilih di mana kita menabung, paling tepat adalah memilih sesuai karakter investasi kita.</p>
<p>Ini beberapa pilihan investasi:<br />
<strong>Deposito dan Pasar Uang</strong>, ini cocok untuk orang-orang yang konservatif, tidak mau ada resiko. Lebih baik hasilnya kecil daripada kehilangan uang<br />
<strong>Obligasi Pemerintah</strong>, cocok untuk orang-orang yang mau menerima resiko sedikit.<br />
Saham, cocok untuk orang-orang mau menerima resiko besar, untuk mendapatkan keuntungan besar juga.</p>
<p>Paling enak, kalau kita buta sama sekali tentang investasi, masuk aja di reksadana.</p>
<p><strong>Reksadana</strong> adalah kumpulan saham atau obligasi pilihan, yang biasanya dipilih dan dikelola oleh satu manajer investasi.<br />
Kita serahkan resiko salah memilih alokasi kepada manajer investasi, juga tidak perlu uang puluhan juta, 1 juta juga bisa. Beda kalau kita main di perusahaan sekuritas. Selain, perlu uang yang banyak (minimal puluhan juta), kita sendiri yang harus pinter memilih saham mana yang prospektif, karena resiko ditanggung sendiri, sehingga kemungkinan loss juga tinggi kalau kita nggak ngerti apa-apa.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Reksadana'>Tentang Reksadana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menabung</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 16:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[cara menabung]]></category>
		<category><![CDATA[menabung di bank]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[tips menabung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang/</guid>
		<description><![CDATA[Menabung. Adalah sebuah kata yang selalu kita dengar mulai kita masuk TK sampai kita punya anak di TK. Mungkin saat kita kecil, orangtua kita selalu mengingatkan bahwa dengan menabung kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.
Instrumennya tentu berkembang sesuai usia kita. Saya jadi ingat waktu kecil dulu punya celengan ayam yang dari gerabah. Lalu waktu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG'>SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-melakukan-perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga'>Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="piggy bank" src="http://i271.photobucket.com/albums/jj124/tokodea/keuangan/piggy_bank.jpg" alt="" width="180" height="180" />Menabung. Adalah sebuah kata yang selalu kita dengar mulai kita masuk TK sampai kita punya anak di TK. Mungkin saat kita kecil, orangtua kita selalu mengingatkan bahwa dengan menabung kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.</p>
<p>Instrumennya tentu berkembang sesuai usia kita. Saya jadi ingat waktu kecil dulu punya celengan ayam yang dari gerabah. Lalu waktu saya SMP, saya mulai memberanikan diri masuk ke bank untuk mendaftar jadi nasabahnya karena iming-iming hadiah 1 milyar.<br />
Tentu bukan jumlah yang kecil, sehingga saya yang waktu itu tidak mengerti gunanya kartu pelajar nekad tanya ke customer service untuk apply. Sayangnya&#8230; ditolak mentah-mentah karena yang saya punya cuma buku penghubung orangtua-guru!<br />
Tapi tentunya sekarang saya sudah punya rekening di bank. Hanya yang saya belum punya&#8230; hadiah 1 milyarnya! <img src='http://keuangankeluarga.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Alasan utama kenapa kita harus menabung adalah karena kita masih hidup di dunia. Coba kalau sudah mati, apa kita masih perlu uang? Cuma tuyul yang mata duitan. Setan gentayangan juga nggak doyan uang.</p>
<p>Manusia tentu mengalami beberapa fase dalam kehidupannya. Fase saat tumbuh kembang, dewasa, tua, lalu mati. Saat kita beranjak dewasa, kita ingin punya uang untuk sekolah, beli sandang, pangan, rumah, mobil, perhiasan&#8230;semua untuk kenyamanan hidup. Harta dapat menghampiri selama badan masih sehat wal afiat. Saat kita tua, atau malah terkena kecelakaan dan penyakit, bukan uang yang mengejar kita, tapi malah kita yang mengejar uang. Kata orang, hidup seperti roda berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Kita selalu merasa lebih siap untuk di atas ketimbang ada di bawah. Padahal hidup selalu menawarkan resiko sukses-gagal yang sama besarnya.</p>
<p>Berani sukses, berarti berani gagal. Lalu, bagaimana kita bersiap mengalami kegagalan atau krisis finansial di masa makmur? Tentunya dengan menyisihkan sebagian penghasilan untuk kita tabung. Hanya perlu diingat,ada beberapa strategi yang harus disusun agar sasaran kita menabung dapat tercapai. Di bawah ini ada beberapa tips menabung yang dapat<br />
anda praktekkan:</p>
<p>1. Susunlah rencana anda<br />
Coba anda fikirkan, mau punya apa anda 3 tahun, 5 tahun, bahkan 20 tahun lagi? Apa yang ingin anda capai? Tulis dalam agenda anda</p>
<p>2. Sesuaikan penghasilan anda<br />
Mimpi boleh tinggi, hanya perlu realistis. Sulit mewujudkan mimpi anda punya pesawat jet pribadi kalau income anda cuma 1 juta rupiah sebulan. Mungkin ideal jika anda bisa menyisihkan 50% penghasilan anda untuk menabung. kalau tak bisa, 5% pun jadi. Dan disiplinlah dengan mimpi anda</p>
<p>3. Bayarlah diri anda sebelum membayar orang lain<br />
Anda seorang pribadi yang layak dibayar. Maka saat anda gajian, anda harus membayar diri anda sendiri sebelum uang anda lari ke kantong pengusaha supermarket, atau pengusaha butik. Masukkan uang itu ke rekening anda.</p>
<p>4. Pilih instrumen menabung sesuai target yang anda ingin capai, dan resiko yang sanggup anda tanggung<br />
Saat ini instrumen menabung sudah sedemikian beragamnya. Ada yang di tabungan, deposito, emas,properti (tanah dan gedung), reksadana, dll. Dengan memecah uang anda, berarti anda juga membagi resiko dalam berinvestasi, sehingga tujuan anda dapat cepat tercapai.</p>
<p>5. Jangan lupa untuk berjaga-jaga dengan asuransi<br />
Saat kita sakit atau tua dan tak berpenghasilan, instrumen yang ini akan sangat berguna.</p>
<p>6. Yang terpenting…mulai dari sekarang!<br />
Makin cepat anda mulai, makin besar hasil yang anda dapat di kemudian hari. Percayalah, karena ini sudah hukum alam berinvestasi</p>
<p>Oke&#8230;.selamat menabung!</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG'>SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-melakukan-perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga'>Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 07:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Dalam mengelola keuangan sehari-hari kita seringkali dihadapkan pada kondisi di mana uang yang kita miliki terbatas, namun pengeluaran kita seperti sulit untuk dibatasi. Idealnya, uang yang kita hasilkan harus dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, memenuhi berbagai keinginan serta disisihkan  untuk dana berjaga-jaga serta persiapan masa depan.  Supaya pengelolaan keuangan kita berhasil dengan baik, kita bisa [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-untuk-perawatan-tubuh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur pengeluaran untuk Perawatan Tubuh'>Mengatur pengeluaran untuk Perawatan Tubuh</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam mengelola keuangan sehari-hari kita seringkali dihadapkan pada kondisi di mana uang yang kita miliki terbatas, namun pengeluaran kita seperti sulit untuk dibatasi. Idealnya, uang yang kita hasilkan harus dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, memenuhi berbagai keinginan serta disisihkan  untuk dana berjaga-jaga serta persiapan masa depan.  Supaya pengelolaan keuangan kita berhasil dengan baik, kita bisa menganalogikan rumah tangga kita sebagai sebuah perusahaan. Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk mendapatkan laba. Demikian juga pada rumah tangga kita, pengelolaan keuangan yang kita lakukan seyogyanya harus dapat menghasilkan kelebihan dana untuk  digunakan sebagai tabungan masa depan untuk berbagai keperluan.</p>
<p>Pengeluaran rumah tangga-terlebih untuk yang tinggal di kota besar-umumnya tidak hanya besar dalam jumlah nominalnya tetapi juga jumlah posnya. Karena itu, sangat penting untuk mengatur pengeluaran dengan cara yang lebih bijak. Setidaknya ada 3 hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatur pengeluaran rumah tangga Anda, yaitu:</p>
<p>1. Bedakan antara kebutuhan (<em>needs</em>) dan keinginan (<em>wants</em>)</p>
<p>Perbedaan mendasar antara kebutuhan dan keinginan adalah: (i) kebutuhan harus dipenuhi saat ini juga untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, sementara keinginan adalah sesuatu yang bisa dipenuhi di lain waktu tanpa mengganggu kehidupan sehari-hari kita; (ii) kebutuhan ada batasnya, sedangkan keinginan tidak ada batasnya; (iii) tidak semua kebutuhan kita inginkan, demikian juga sebaliknya.</p>
<p>2. Lakukan prioritas pengeluaran antara wajib, butuh dan ingin.</p>
<p>Pengeluaran yang wajib contohnya adalah cicilan utang, tabungan, asuransi, zakat.</p>
<p>Pengeluaran untuk kebutuhan contohnya adalah pembelian sembako. Sedangkan pengeluaran untuk keinginan adalah pengeluaran lain yang tidak termasuk dalam kedua kategori di atas.</p>
<p>3.  Ketahui cara mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.</p>
<p>Contohnya: jangan tergoda dengan potongan harga kemudian membeli dalam jumlah banyak. Belilah sesuai dengan yang Anda butuhkan.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-untuk-perawatan-tubuh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur pengeluaran untuk Perawatan Tubuh'>Mengatur pengeluaran untuk Perawatan Tubuh</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merencanakan Biaya Pernikahan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/merencanakan-biaya-pernikahan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/merencanakan-biaya-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 07:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[adat pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[foto pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[souvenir]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[undangan pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Pernikahan merupakan peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Tentunya, setiap pasangan yang akan menikah mendambakan suatu acara pernikahan yang sesuai dengan keinginannya. Untuk mewujudkannya diperlukan perencanaan keuangan yang matang agar pernikahan yang menjadi impian dapat tercapai. Berikut dijabarkan 5 hal utama yang perlu dilakukan dalam merencanakan biaya pernikahan.
1. Saling Terbuka tentang Kondisi Keuangan Masing-masing
Sebagai [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-liburan-ekonomis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Liburan Ekonomis'>Merencanakan Liburan Ekonomis</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernikahan merupakan peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Tentunya, setiap pasangan yang akan menikah mendambakan suatu acara pernikahan yang sesuai dengan keinginannya. Untuk mewujudkannya diperlukan perencanaan keuangan yang matang agar pernikahan yang menjadi impian dapat tercapai. Berikut dijabarkan 5 hal utama yang perlu dilakukan dalam merencanakan biaya pernikahan.</p>
<p style="padding-left: 30px">1. Saling Terbuka tentang Kondisi Keuangan Masing-masing</p>
<p style="padding-left: 30px">Sebagai pasangan yang akan segera menikah, keterbukaan adalah hal yang mutlak diperlukan. Demikian pula keterbukaan mengenai kondisi keuangan masing-masing. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindarkan masing-masing pihak dari janji atau pun perencanaan acara pernikahan yang di luar kemampuan keuangan.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">2. Tetapkan Limit Anggaran untuk Acara Pernikahan</p>
<p style="padding-left: 30px">Seperti apa acara pernikahan nantinya sangat ditentukan oleh jumlah dana yang tersedia. Penetapan limit anggaran perlu dilakukan untuk menghindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak efektif, misalnya undangan pernikahan yang terlalu mahal ataupun menjahit kebaya pernikahan yang mewah padahal lebih hemat bila menyewa saja. Selain itu, penetapan limit ini juga berfungsi membantu Anda yang sedang menabung sebagai patokan berapa dana yang harus siapkan. Limit anggaraan juga berfungsi sebagai alat kontrol Anda berdua dalam melakukan persiapan acara pernikahan.</p>
<p style="padding-left: 30px">3. Tetapkan Konsep Acara Pernikahan yang Diinginkan</p>
<p style="padding-left: 30px">Berdasarkan anggaran yang telah Anda berdua tetapkan, maka Anda berdua dapat menentukan konsep acara pernikahan yang akan dilakukan. Apabila anggaran yang tersedia cukup besar, tentu alternatif konsep dan rincian acara dapat lebih banyak, misalnya menggunakan adat pernikahan dari daerah Anda berdua secara lengkap. Namun, bila anggaran Anda tidak terlalu besar, pesta yang sederhana pun dapat dibuat indah dan tak terlupakan. Yang penting Anda berdua membuat skala prioritas tentang hal-hal apa saja yang diinginkan dalam rangkaian acara pernikahan. Hal-hal inilah yang harus dipenuhi terlebih dahulu, baru bila dana masih tersedia dapat ditambahkan detail yang lainnya.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">4. Kumpulkan Informasi Sebanyak Mungkin</p>
<p style="padding-left: 30px">Anda berdua perlu melakukan <em>window shopping</em> ke berbagai penyedia barang dan jasa yang Anda perlukan dalam acara pernikahan Anda nantinya seperti misalnya: undangan, souvenir, penyedia jasa foto pernikahan serta catering. Mintalah referensi dari teman, saudara atau orang tua Anda, tak jarang mereka dapat memberikan rekomendasi penyedia barang dan jasa yang sesuai dengan keinginan Anda. Bandingkan dan carilah alternatif yang paling sesuai dengan dana yang Anda berdua miliki.</p>
<p style="padding-left: 30px">5. Berpikirlah untuk Jangka Panjang</p>
<p style="padding-left: 30px">Setelah acara pesta pernikahan Anda berdua selesai, Anda akan memasuki kehidupan pernikahan yang sesungguhnya. Akan ada banyak peristiwa-peristiwa spesial yang Anda berdua akan lalui, yang memiliki konsekuensi finansial, misalnya kelahiran anak, salah satu dari Anda berdua sakit, keinginan untuk memiliki tempat tinggal atau kendaraan sendiri, dan sebagainya. Karena itu, Anda harus ingat untuk mempersiapkan pula kebutuhan dana untuk menjalani kehidupan pernikahan Anda. Jangan terpaku untuk membuat acara pesta pernikahan yang terlalu berlebihan sehingga menghabiskan seluruh tabungan Anda berdua.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-liburan-ekonomis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Liburan Ekonomis'>Merencanakan Liburan Ekonomis</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/merencanakan-biaya-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/mengajarkan-anak-mengelola-keuangan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/mengajarkan-anak-mengelola-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 14:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[boros]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan.]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[rekening]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah keluarga, pos pengeluaran untuk anak termasuk pos yang nilainya cukup besar. Di luar pengeluaran pokok untuk pendidikan, makan dan pakaian serta transportasi , pengeluaran sampingan untuk jajan atau membeli mainan seringkali juga cukup menguras kantong. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan penghematan pada pos ini adalah dengan mengajarkan  kepada anak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengenalkan-konsep-uang-pada-anak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenalkan konsep uang pada anak'>Mengenalkan konsep uang pada anak</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah keluarga, pos pengeluaran untuk anak termasuk pos yang nilainya cukup besar. Di luar pengeluaran pokok untuk pendidikan, makan dan pakaian serta transportasi , pengeluaran sampingan untuk jajan atau membeli mainan seringkali juga cukup menguras kantong. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan penghematan pada pos ini adalah dengan mengajarkan  kepada anak kita untuk mengelola keuangan sendiri. Beberapa cara yang bisa diterapkan kepada anak agar ia belajar mengelola keuangan sendiri antara lain:</p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>1. Beri Contoh</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Beri contoh secara konsisten dalam tindakan Anda sehari-hari yang menghargai uang dan tidak boros. Anak lebih mudah menyerap pelajaran melalui contoh ketimbang nasihat.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>2. <strong>Ajarkan Anak untuk Menghargai Uang &amp; Barang yang Dimilikinya</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Anak yang memperoleh sesuatu dengan mudah, biasanya mudah pula mencampakkannya. Misalnya mainan yang dengan mudah Anda berikan, anak biasanya tidak berusaha untuk merawatnya. Ia berpikir &#8220;toh, kalau rusak, nanti dibelikan lagi!&#8221; Karena itu, tanamkan pada anak, ia harus menghargai uang dan barang yang ia punya.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>3. <strong>Membiasakan anak untuk menyusun skala prioritas</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Anak seringkali menginginkan beberapa barang sekaligus. Tanamkan pada anak bahwa mereka tidak mungkin mendapatkan semuanya, mereka harus memilih mana yang paling dibutuhkan sesuai dengan dana yang tersedia.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong><strong>4. <strong>Berikan Anak Uang Saku dan Ajar Mereka untuk Mengatur Penggunaannya</strong></strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">Begitu usianya memadai, mulai berikan ia uang saku untuk jangka waktu tertentu dan ajarkan ia untuk mengaturnya sendiri.  Katakan pada anak, uang itu harus ia kelola dengan baik karena jika boros, ia tidak akan mendapat tambahan uang saku. Dengan begitu pelan-pelan anak bisa mengatur pengeluarannya. Selain itu, anak juga akan terpaksa menyusun prioritasnya. Ajarkan juga kepada anak untuk menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, misalnya untuk memberi barang-barang yang selama ini diinginkan anak dikemudian hari.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>5. <strong>Ambil Keputusan</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Biasakan anak mengambil keputusan atas masalah keuangan sedini mungkin. Uang saku yang Anda berikan, diharapkan dapat mengajarkan anak mengelola uangnya dengan baik. Besarnya uang saku bergantung banyak hal, misalnya usia anak. Uang saku yang berlebihan tidak mendidik anak untuk hemat.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong><strong>6.<strong>Ajarkan Perbedaan antara Kebutuhan dan Keinginan</strong></strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Sedini mungkin ajarkan pada anak tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan. Tanamkan bahwa barang kebutuhan mereka dibeli orangtua dari hasil bekerja dan menabung, tidak asal beli saja, agar anak mengerti bahwa untuk mendapatkan uang harus usaha (bekerja). Dan karenanya, sayang jika uang dihamburkan begitu saja.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>7.<strong>Buka Rekening</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong><span style="font-weight: normal">Beri anak motivasi untuk menyimpan uang. Bukakan rekening tabungan dan beri sejumlah uang untuk &#8220;modal&#8221; awal. Diskusikan dengan mereka untuk menetapkan suatu tujuan tertentu yang akan mereka penuhi dari hasil tabungan, yang nilai nominalnya cukup besar. Beri mereka semangat untuk terbiasa menabung dan tunjukkan saldo tabungannya setiap bulan untuk membuat mereka terpacu menambah terus agar tujuannya bisa tercapai.</span></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>8. Dorong Anak untuk Kreatif dan Berhemat</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Anak juga bisa didorong untuk kreatif mendapatkan uang atau menghemat pengeluaran mereka dengan, misalnya, membuat sendiri mainannya, mendapatkan upah dengan mencuci mobil, atau menyewakan koleksi bukunya kepada teman-temannya.</p>
<p>Bila anak telah terbiasa untuk mengelola keuangannya sendiri, maka ia akan menjadi anak yang lebih bijaksana dalam membelanjakan uangnya dan tentu hal ini akan membantu orang tua dalam mengendalikan salah satu pos pengeluaran keluarga.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengenalkan-konsep-uang-pada-anak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenalkan konsep uang pada anak'>Mengenalkan konsep uang pada anak</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/mengajarkan-anak-mengelola-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

