<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com &#187; mengelola keuangan.</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/tag/mengelola-keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 00:45:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/mengajarkan-anak-mengelola-keuangan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/mengajarkan-anak-mengelola-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 14:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[boros]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan.]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[rekening]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah keluarga, pos pengeluaran untuk anak termasuk pos yang nilainya cukup besar. Di luar pengeluaran pokok untuk pendidikan, makan dan pakaian serta transportasi , pengeluaran sampingan untuk jajan atau membeli mainan seringkali juga cukup menguras kantong. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan penghematan pada pos ini adalah dengan mengajarkan  kepada anak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengenalkan-konsep-uang-pada-anak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenalkan konsep uang pada anak'>Mengenalkan konsep uang pada anak</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah keluarga, pos pengeluaran untuk anak termasuk pos yang nilainya cukup besar. Di luar pengeluaran pokok untuk pendidikan, makan dan pakaian serta transportasi , pengeluaran sampingan untuk jajan atau membeli mainan seringkali juga cukup menguras kantong. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan penghematan pada pos ini adalah dengan mengajarkan  kepada anak kita untuk mengelola keuangan sendiri. Beberapa cara yang bisa diterapkan kepada anak agar ia belajar mengelola keuangan sendiri antara lain:</p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>1. Beri Contoh</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Beri contoh secara konsisten dalam tindakan Anda sehari-hari yang menghargai uang dan tidak boros. Anak lebih mudah menyerap pelajaran melalui contoh ketimbang nasihat.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>2. <strong>Ajarkan Anak untuk Menghargai Uang &amp; Barang yang Dimilikinya</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Anak yang memperoleh sesuatu dengan mudah, biasanya mudah pula mencampakkannya. Misalnya mainan yang dengan mudah Anda berikan, anak biasanya tidak berusaha untuk merawatnya. Ia berpikir &#8220;toh, kalau rusak, nanti dibelikan lagi!&#8221; Karena itu, tanamkan pada anak, ia harus menghargai uang dan barang yang ia punya.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>3. <strong>Membiasakan anak untuk menyusun skala prioritas</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Anak seringkali menginginkan beberapa barang sekaligus. Tanamkan pada anak bahwa mereka tidak mungkin mendapatkan semuanya, mereka harus memilih mana yang paling dibutuhkan sesuai dengan dana yang tersedia.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong><strong>4. <strong>Berikan Anak Uang Saku dan Ajar Mereka untuk Mengatur Penggunaannya</strong></strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">Begitu usianya memadai, mulai berikan ia uang saku untuk jangka waktu tertentu dan ajarkan ia untuk mengaturnya sendiri.  Katakan pada anak, uang itu harus ia kelola dengan baik karena jika boros, ia tidak akan mendapat tambahan uang saku. Dengan begitu pelan-pelan anak bisa mengatur pengeluarannya. Selain itu, anak juga akan terpaksa menyusun prioritasnya. Ajarkan juga kepada anak untuk menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, misalnya untuk memberi barang-barang yang selama ini diinginkan anak dikemudian hari.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>5. <strong>Ambil Keputusan</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Biasakan anak mengambil keputusan atas masalah keuangan sedini mungkin. Uang saku yang Anda berikan, diharapkan dapat mengajarkan anak mengelola uangnya dengan baik. Besarnya uang saku bergantung banyak hal, misalnya usia anak. Uang saku yang berlebihan tidak mendidik anak untuk hemat.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong><strong>6.<strong>Ajarkan Perbedaan antara Kebutuhan dan Keinginan</strong></strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Sedini mungkin ajarkan pada anak tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan. Tanamkan bahwa barang kebutuhan mereka dibeli orangtua dari hasil bekerja dan menabung, tidak asal beli saja, agar anak mengerti bahwa untuk mendapatkan uang harus usaha (bekerja). Dan karenanya, sayang jika uang dihamburkan begitu saja.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>7.<strong>Buka Rekening</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong><span style="font-weight: normal">Beri anak motivasi untuk menyimpan uang. Bukakan rekening tabungan dan beri sejumlah uang untuk &#8220;modal&#8221; awal. Diskusikan dengan mereka untuk menetapkan suatu tujuan tertentu yang akan mereka penuhi dari hasil tabungan, yang nilai nominalnya cukup besar. Beri mereka semangat untuk terbiasa menabung dan tunjukkan saldo tabungannya setiap bulan untuk membuat mereka terpacu menambah terus agar tujuannya bisa tercapai.</span></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>8. Dorong Anak untuk Kreatif dan Berhemat</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Anak juga bisa didorong untuk kreatif mendapatkan uang atau menghemat pengeluaran mereka dengan, misalnya, membuat sendiri mainannya, mendapatkan upah dengan mencuci mobil, atau menyewakan koleksi bukunya kepada teman-temannya.</p>
<p>Bila anak telah terbiasa untuk mengelola keuangannya sendiri, maka ia akan menjadi anak yang lebih bijaksana dalam membelanjakan uangnya dan tentu hal ini akan membantu orang tua dalam mengendalikan salah satu pos pengeluaran keluarga.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengenalkan-konsep-uang-pada-anak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenalkan konsep uang pada anak'>Mengenalkan konsep uang pada anak</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/mengajarkan-anak-mengelola-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

