<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com &#187; mengatur keuangan keluarga</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/tag/mengatur-keuangan-keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 07:54:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perencanaan Keuangan Keluarga</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/perencanaan-keuangan-keluarga/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/perencanaan-keuangan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2012 07:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[mengatur keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/menjadi-menteri-keuangan-di-rumah/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, ada seorang kawan, sebut saja si Asri, datang berkunjung ke rumah. Awalnya sih sekedar melepas kangen sambil ngobrol ngalor-ngidul. Asri ini memang baru menikah 4 bulan yang lalu. Lepas bulan madu, dia dihadapkan pada masalah-masalah domestik yang sekilas tampak bukan hal yang besar untuk diributkan, tapi ternyata cukup bikin pusing kepala. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-melakukan-perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga'>Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/keuangan-keluarga-mari-berhemat-bagian-satu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!'>Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami'>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, ada seorang kawan, sebut saja si Asri, datang berkunjung ke rumah. Awalnya sih sekedar melepas kangen sambil ngobrol ngalor-ngidul. Asri ini memang baru menikah 4 bulan yang lalu. Lepas bulan madu, dia dihadapkan pada masalah-masalah domestik yang sekilas tampak bukan hal yang besar untuk diributkan, tapi ternyata cukup bikin pusing kepala. Setidaknya kepala si Asri;-)</p>
<p>Ada masalah pengaturan tugas rumah tangga (mereka belum punya pembantu di rumah), masalah adaptasi kepribadian masing-masing, dan yang paling pusing adalah mengatur keuangan keluarga yang cuma segitu-segitunya.<br />
Yang terakhir ini, total dibebankan semua ke Asri, karena sang suami setelah menyetorkan gajinya, cukup nggak cukup harus cukup. Memang mereka berdua bekerja, hanya Asri bingung, kenapa saldo akhir bulan selalu nol. Padahal mereka kan harus menabung untuk mencicil rumah, untuk persiapan kelahiran bayi yang beberapa bulan lagi akan lahir, mencicil mobil, dan persiapan menabung untuk sekolah si kecil.</p>
<p>&#8221; Pusing aku, mbak&#8230;&#8221; Aku senyam-senyum aja mendengar curhatnya&#8230;. hal klasik yang sering kudengar. Tapi gara-gara itu, aku jadi pengen share ke orang-orang. Bukan untuk membuka aibnya si Asri ini.</p>
<p>Sekedar bahan perenungan, bahwa kadang tanpa sadar kita mengambil jalan yang kurang bijak dalam hal keuangan, lalu akhirnya merasa sesak sendiri karena terbelit hutang ke sana-sini. Padahal hidup ini sendiri sudah susah lho. Ngapain ditambah susah dengan hadirnya cicilan-cicilan ini-itu?</p>
<p>Sebenernya hidup itu simpel kok. Nggak perlu kebanyakan gaya. Jalani aja semampu kita. Kalo kita mampunya nyicil rumah tipe 45, ngapain maksain diri untuk punya rumah di Pondok Indah?<br />
Kalo kita mampunya punya motor, kok ngoyo pengen punya mobil?<br />
Berdalih karena mereka dibutuhkan?<br />
Coba ukur kantong kita, bakal bolong nggak kalo kita ambil cicilan-cicilan tsb?<br />
Mau dianggap makmur? Mending dikira kere daripada dikira kaya.</p>
<p><strong>Gaya butuh modal!</strong><br />
<strong></strong><br />
<em>Trus, gimana dong caranya kita bisa mengatur uang di rumah?</em><br />
Yang paling awal adalah, <strong>menganalisa pengeluaran rumah tangga bulanan</strong>.<br />
Mana belanja yang penting, mana yang kurang penting, mana yang tidak penting. Misalnya, apa benar kalo nggak merokok rasanya pengen mati. Wah, bukannya kalo merokok malah cepet mati?<br />
Atau anggaran makan di restoran. Perlu dilestarikan gak nih, kebiasaan makan di restoran, atau perlu diliburkan dulu untuk saat ini?<br />
Atau tiba-tiba ada penawaran hp baru yang harganya kira-kira 3-5 jutaan. Diambil nggak ya? Sesuai nggak antara kebutuhan kita berkomunikasi dengan fitur yang tersedia? Kalo perlunya cuma terima telpon dan sms, ngapain punya hp yang ada fasilitas e-mail dan PDA?</p>
<p>Selanjutnya, <strong>buatlah pos-pos tabungan</strong>. Isi terlebih dahulu kantong andas ebelum mengisi kantong pengusaha supermarket, kantong pengusaha salon, kantong pengusaha butik. Malah bagus kalau anda bisa menganggap tabungan adalah <strong><span style="font-size:130%;">&#8220;pos&#8221; yang harus dibayar awal</span></strong>. Kebanyakan orang berfikir,tabungan adalah pos yang bisa dibayar belakangan.</p>
<p>Percaya aja, kalau model berfikir anda begini, nggak akan pernah uang anda terkumpul di tabungan. Pepatah &#8216;bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian&#8217; memang masihberlaku.</p>
<p>Coba bayangkan, tanpa harus kerja, uang datang sendiri ke anda. Emang bisa? Kenapa nggak? Ini bukan sulap-bukan sihir kok. Mulailah berfikir untuk memiliki passive income, di mana uang datang tanpa anda harus bekerja.</p>
<p>Caranya gimana? Ya&#8230; kumpulkanlah aset. Aset, adalah hal-hal yang membuat kekayaan kita bertumbuh.<br />
<strong><span style="font-size:130%;">Rumah adalah aset?</span></strong> Hati-hati dengan pemikiran itu. Coba bayangkan, rumah besar berarti overhead besar. Perlu listrik berdaya tinggi, perlu pembantu lebih dari satu untuk membersihkan, PBB yang dibayarkan juga besar.Pokoknya semuanya serba besar. Tapi apakah ia mendatangkan uang lebih banyak?<br />
Lalu juga, apakah mobil itu aset? Yang ini jelas bukan. Wong setiap tahunnya nilainya menyusut. Tapi itulah kita, biar dikira kaya dan sukses, bela-belain nyicil mobil. Milihnya yang harganya selangit, lagi. Bukannya tambah kaya malah tambah melarat&#8230;</p>
<p>Ternyata kita perlu lebih teliti lagi dalam menganalisa, mana yang membuat kekayaan kita bertambah, mana yang bikin kita bangkrut. Tidak ada salahnya kita mempelajari bermacam-macam investasi.</p>
<p><em>Contoh klasik investasi</em> adalah tanah dan emas. Rumah atau bangunan bisa menjadi aset kalau kita gunakan, misalnya untuk membangun rumah kontrakan, yang jika dimanfaatkan, antara pemasukan dan biaya pemeliharaan, itu masih lebih besar pemasukan.</p>
<p><em>Contoh lain investasi</em> adalah surat hutang, saham, reksadana. Kalau masih asing sama yang ini, tidak ada salahnya cari tahu kanan-kiri atau di media-media komunikasi. Tentunya setiap aset memiliki resiko kerugian juga. Maka dari itu, berusahalah untuk memvariasikan aset, sehingga resiko yang mungkin diterima juga tidak membuat kita bangkrut.</p>
<p>Intinya, kita juga perlu menahan emosi dan mendinginkan kepala untuk melihat lebih jelas lagi, langkah mana yang bijak agar keuangan rumahtangga kita bertumbuh positif setiap tahunnya.</p>
<p>Selamat menjadi menteri keuangan&#8230;</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-melakukan-perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga'>Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/keuangan-keluarga-mari-berhemat-bagian-satu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!'>Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami'>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/perencanaan-keuangan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/keuangan-keluarga-mari-berhemat-bagian-satu/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/keuangan-keluarga-mari-berhemat-bagian-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 03:03:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[cara hemat]]></category>
		<category><![CDATA[mengatur keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[tips hemat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/keuangan-keluarga-mari-berhemat-bagian-satu/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang berpikir hemat itu, benar-benar mengencangkan ikat pinggang. Awalnya pun, saya berpikiran yang sama. Tapi ternyata banyak hal di sekitar kita yang bisa dimulai sebagai proyek hemat:-)
Saya mulai dengan beberapa hal yang saya lakukan ya&#8230;

Membuat Daftar Belanja bulanan
Ketimbang harus belanja tiap minggu, atau setiap stok habis&#8230; Ada baiknya jika kita melakukan belanja reguler. Bulanan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami'>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perencanaan Keuangan Keluarga'>Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-keuangan-keluarga-untuk-tahun-2008/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008'>Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang berpikir hemat itu, benar-benar mengencangkan ikat pinggang. Awalnya pun, saya berpikiran yang sama. Tapi ternyata banyak hal di sekitar kita yang bisa dimulai sebagai proyek hemat:-)<img class="alignright" title="kereta belanja" src="http://i271.photobucket.com/albums/jj124/tokodea/keuangan/trolley_belanja.jpg" alt="" width="240" height="186" /></p>
<p>Saya mulai dengan beberapa hal yang saya lakukan ya&#8230;</p>
<ul>
<li>Membuat Daftar Belanja bulanan<br />
Ketimbang harus belanja tiap minggu, atau setiap stok habis&#8230; Ada baiknya jika kita melakukan belanja reguler. Bulanan atau dua mingguan.<br />
Sebelum belanja, selalu gunakan catatan. Ide klasiknya adalah berusaha disiplin dengan daftar belanja yang kita buat. Dengan adanya daftar belanja, kalaupun melenceng, tidak terlalu jauh&#8230; ketimbang belanja tanpa daftar.</li>
<p>Hal lain yang saya lakukan adalah tidak melakukan penimbunan terlalu banyak:-)<br />
Misalnya dalam 1 bulan, kami sekeluarga membutuhkan 1tube besar pasta gigi. Di dalam lemari stock, saya selalu menyediakan 1tube sebagai stok.<br />
Jadi, untuk beberapa barang&#8230; jika dalam lemari jumlah persediaan adalah 1, artinya harus membeli.</p>
<li>Merencanakan menu satu minggu.<br />
Dengan merencanakan menu keluarga untuk satu minggu, kita akan lebih mudah dan irit ketika belanja.</li>
<p>Memasak untuk keluarga, kadang menjadi beban tersendiri bagi seorang ibu. Saran saya, ketika merencanakan menu satu minggu&#8230; Olah-lah bahan-bahan mentah seperti ikan, ayam, atau daging menjadi menu siap masak.</p>
<p>Kebiasaan saya setiap habis belanja, semua bahan mentah saya potong2 sesuai dengan rencana menu, dan dimasukkan dalam plastik untuk menu satu kali masak. Jika memungkinkan langsung saya beri bumbu, sebelum dimasukkan ke dalam freezer.</p>
<li>Beralih ke produk yang lebih ekonomis<br />
Terkadang, kita sebagai konsumen tergiur untuk membeli produk-produk yang iklannya ditayangkan di media. Padahal, produk yang melakukan iklan besar2an&#8230; bisa dipastikan harganyapun lebih tinggi.</li>
<p>Tidak ada salahnya jika kita beralih ke produk2 non-premium untuk beberapa kebutuhan rumah tangga. Beda harga produk ini mungkin hanya beberapa ratus rupiah, tapi itupun penghematan kan?</p>
<p>Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, sesuai dengan pepatah lama:-)</p>
<li>Beli dalam kemasan besar<br />
Produk-produk rumah tangga, biasanya tersedia dalam beberapa kemasan. Produk dengan kemasan jumbo, harganya sedikit lebih murah dibandingkan dengan produk dengan kemasan standard</li>
<p>Gak perlu malu untuk menghitung harga per 100gr atau per piece tiap produk untuk membandingkannya. Untuk hal ini, biasanya saya minta tolong suami <img src='http://keuangankeluarga.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<li>Jangan fanatik pada satu merk (kalau bisa&#8230;)</li>
<p>Suami saya sering bilang&#8230; &#8220;Kalau semua konsumen seperti kamu, pasti banyak perusahaan yang bingung mencari <em>target market</em>&#8221;</p>
<p>Kenapa beliau berpendapat demikian?<br />
Saya tidak fanatik dalam membeli diaper untuk anak:-) Menurut saya pribadi, saya cukup fanatik karena target saya hanya 3merk tertentu.<br />
Hanya saja, jika bulan ini saya beli produk A, belum tentu bulan depan juga membeli produk yang sama. Bisa jadi B atau C. Tergantung produk mana yang sedang melakukan promo. Hihihi&#8230;</ul>
<p>Next time saya akan menulis tentang cara hemat lain ya&#8230;<br />
Selamat berhemat!!!</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami'>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perencanaan Keuangan Keluarga'>Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-keuangan-keluarga-untuk-tahun-2008/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008'>Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/keuangan-keluarga-mari-berhemat-bagian-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 11:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan syariah]]></category>
		<category><![CDATA[mengatur keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kaidah fikih, ekonomi keluarga mutlak tanggung jawab suami. Jika istri bekerja hasilnya untuk diri sendiri. Bila ditujukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, maka bernilai sedekah.
JAKARTA&#8211;Pos apa yang pertama kali kita sisihkan saat pertama kali menerima gaji? Banyak ibu rumah tangga, lajang, dan para bapak menulis belanja rutin. Menurut perencana keuangan keluarga Achmad Ghazali, jawaban itu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/keuangan-keluarga-mari-berhemat-bagian-satu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!'>Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perencanaan Keuangan Keluarga'>Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-melakukan-perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga'>Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kaidah fikih, ekonomi keluarga mutlak tanggung jawab suami. Jika istri bekerja hasilnya untuk diri sendiri. Bila ditujukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, maka bernilai sedekah.</p>
<p>JAKARTA&#8211;Pos apa yang pertama kali kita sisihkan saat pertama kali menerima gaji? Banyak ibu rumah tangga, lajang, dan para bapak menulis belanja rutin. Menurut perencana keuangan keluarga Achmad Ghazali, jawaban itu kurang benar. &#8220;Yang benar adalah sisihkan dulu untuk zakat, infak dan sedekah (ZIS), bayar utang, menabung baru belanja rutin.&#8221;</p>
<p>Mengapa demikian, menurut dia karena belanja adalah pos yang paling fleksibel. Besar atau kecilnya tergantung kebiasaan dan kemauan personal.</p>
<p>ZIS menurut dia berurutan dengan dunia dan akhirat. Utang berkaitan dengan urusan dunia sehingga jika telat dibayar, maka orang yang bersangkutan harus membayar denda, bunga, dan diteror debt collector. Tabungan berkaitan dengan masa tua sehingga harus dikeluarkan lebih dahulu sebelum uang gaji dibagikan untuk pos belanja rumah tangga.</p>
<p>Pada seminar &#8220;Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami&#8221; yang digelar Muamalat Institute di Jakarta akhir pekan lalu, pria yang bekerja pada Saafir Senduk dan Rekan serta mengelola rubrik konsultasi keuangan keluarga di beberapa media termasuk Republika itu mengatakan pengelolaan keuangan keluarga tak pernah diajarkan di bangku sekolah. &#8220;Kita belajar keuangan negara, perusahaan, dan koperasi mulai bangku SMP hingga kuliah. Tapi tak satupun pelajaran manajemen kuangan keluarga.</p>
<p>Secara berkelakar ia mengutarakan barangkali karena itu, banyak korupsi di Indonesiaa. &#8220;Karena belajarnya keuangan negara, maka uang negara bercampur dengan uang rumah tangga. Begitu juga yang belajar keuangan perusahaan juga bercampur dengan keuangan pribadi.&#8221;</p>
<p>Mengulas bukunya yang berjudul Cashflow for Woman, Ghazali mengatakan banyak orang datang padanya meminta bantuan mengelola keuangan yang bermasalah karena utang kartu kredit dan belanja berlebihan. &#8220;Banyak kita salah kaprah belanja karena diskon. Padahal diskon yang perlu dicermati karena tak semua sesuai dengan diskon yang diiklankan.&#8221;</p>
<p>Hadir pula pada acara itu Nurhayati, pemilik PT Pusaka Tradisi Ibu, produsen kosmetika Wardah dan Zahra, Anne Rufaidah, perancang busana dan Claudia Massie, penulis dan pengusaha. Ketiganya memaparkan kisah mereka mulai dari perempuan biasa hingga menjadi pengusaha dan tokoh dengan produk yang dikenal kaum Muslimah.</p>
<p>Menurut ketiga perempuan itu, menjadi ibu rumah tangga biasa tidak menutup peluang untuk berusaha. &#8220;Justeru dengan berkarya dari rumah kita bisa mengawasi anak-anak.&#8221; Nyatanya, karya mereka diakui karena mereka tidak setengah-setengah dalam berkarya dan tentu saja mengalami jatuh bangun dalam menjalankan bisnisnya.</p>
<p>Managing Director Muamalat Institut, Nurul B Djaafar mengatakan seminar tentang masalah aktual sehari-hari dan mendatangkan orang yang bisa menginspirasi keluarga dan kaum perempuan akan menjadi kegiatan rutin dari Muamalat Institute. Dia berharap kegiatan seperti ini akan menyosialisasikan ekonomi rumah tangga dalam konsep Islami.</p>
<p>Pada sesi pembuka, para ibu rumah tangga juga menyimak ekonomi keluarga menurut fikih. Dalam kaidah fikih yang dipaparkan Ahmad Nuryadi Asmawi, ekonomi keluarga mutlak tanggung jawab suami. Malah merujuk pada sebuah riwayat dia menyebut seharusnya belanja minimal untuk istri saja per hari sekitar 84 ribu. Hanya saja saat ini angka tersebut mungkin tak semua suami bisa memenuhi.</p>
<p>Mengenai cakupan nafkah yang menjadi tanggung jawab suami adalah semua jenis kebutuhan baik primer, sekunder, maupun komplimenter. Yang dimaksud primer adalah makan, minum, pakaian, dan semua perlengkapan termasuk tempat tinggal, kesehatan dan fasilitas yang layak dan pendidikan. Biaya sekunder termasuk pendidikan, kecantikan baik kosmetika dasar maupun kosmetika pelengkap. &#8220;Jika istri bekerja hasilnya untuk diri sendiri. Tapi boleh disedekahkan untuk keluarga,&#8221; ujar Ahmad. (tid)</p>
<p><span style="font-style: italic;">Republika, 2/2/2007</span></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/keuangan-keluarga-mari-berhemat-bagian-satu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!'>Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perencanaan Keuangan Keluarga'>Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-melakukan-perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga'>Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

