<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com &#187; manfaat uang</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/tag/manfaat-uang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 00:45:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 17:59:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anggara belanja keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[cara menabung]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat uang]]></category>
		<category><![CDATA[menabung di bank]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[uang saku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/</guid>
		<description><![CDATA[Like father like son
Like mom like daughter
Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan jua 
Peribahasa ini tampaknya berlaku hampir di setiap aspek kehidupan, termasuk pengelolaan keuangan pribadi ataupun keluarga.
Pernahkan Anda menyadari bahwa pola pengeluaran, pembelanjaan, dan investasi yang Anda lakukan saat ini sedikit banyak dipengaruhi oleh pola perencanaan keuangan orang tua Anda.
Adalah tugas orang tua mengajarkan pada [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengenalkan-konsep-uang-pada-anak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenalkan konsep uang pada anak'>Mengenalkan konsep uang pada anak</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Like father like son<br />
Like mom like daughter<br />
Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan jua </em></p></blockquote>
<p>Peribahasa ini tampaknya berlaku hampir di setiap aspek kehidupan, termasuk pengelolaan keuangan pribadi ataupun keluarga.</p>
<p>Pernahkan Anda menyadari bahwa pola pengeluaran, pembelanjaan, dan investasi yang Anda lakukan saat ini sedikit banyak dipengaruhi oleh pola perencanaan keuangan orang tua Anda.</p>
<p>Adalah tugas orang tua mengajarkan pada anak untuk memahami arti uang, anggaran belanja, investasi ataupun tabungan; konsep keuangan secara umum.</p>
<p>Apa yang bisa kita ajarkan pada anak? Definisi investasikah? Apa kita harus mengajarkan anak membuat neraca keuangan?<br />
<em>When the time comes, may be you should&#8230;</em> **grin**</p>
<p>Caranya sedehana.<br />
<strong>Ajak anak menyusun anggaran belanja keluarga.</strong><br />
Mengapa hal ini harus dilakukan? Agar anak dapat melihat pola belanja dan prioritas keuangan keluarga. Hal yang jadi pertimbangan, tentunya usia anak dan sampai sejauh mana anak perlu tahu rahasia dompet Anda:-)</p>
<p>Jalan yang paling mudah mengajarkan anak mengelola keuangan adalah dengan memberikan uang saku. Rentang dan besarannya tentunya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak. Tentunya uang saku yang berikan harus cukup memenuhi kebutuhan anak dalam rentang waktu yang telah disepakati; harian, mingguan, ataupun bulanan.<br />
<em>(note: saya mulai diberi uang saku mingguan oleh orang tua sejak kelas 5SD)</em></p>
<p>Apa saja yang dapat Anda ajarkan melalui pemberian uang saku ini:<br />
- setiap usaha baik akan mendapatkan reward<br />
- dibutuhkan anggaran untuk mengatur pengeluaran<br />
- ada resiko/konsekuensi yang diterima sebagai akibat dari keputusan-keputusan yang mereka ambil</p>
<p>Tidak ada salahnya dengan memberi reward berupa uang jajan atau barang, jika anak telah melakukan pekerjaannya dengan baik. Dari sini anak belajar bahwa diperlukan kerja untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Tidak ada kata terlalu dini untuk mengajarkan anak bekerja keras kan?</p>
<p>Ambil contoh untuk anak usia balita, jika mereka berhasil makan tanpa tercecer, kita dapat memberikan reward berupa uang receh untuk dimasukkan ke dalam celengan ayamnya.<br />
Atau untuk kakak yang lebih besar. Jika mereka membantu Anda mengerjakan pekerjaan rumah yang menjadi tugasnya (mencuci piring) tanpa perlu diberi komando selama seminggu, tidak ada salahnya kalau Anda meluluskan permintaannya membeli vcd penyanyi favoritnya.</p>
<p>Selanjutnya dengan memberikan uang saku, kita dapat mengajarkan anak menyusun anggarannya 1minggu atau 1bulan ke depan. Berapa banyak yang dihabiskan untuk ongkos ke sekolah. Seberapa besar yang dapat mereka habiskan untuk jajan.</p>
<p>Dari sini, merekapun belajar akan konsekuensi dari setiap keputusan mereka. Jika mereka menghabiskan seluruh uang saku yang Anda berikan, tentunya anak Anda tidak bisa membeli komik lebih banyak dari jatah yang Anda berikan untuknya bulan ini.</p>
<p>Mengenalkan pengelolaan keuangan pada anak tidaklah lengkap, jika kita hanya menekankan pada <strong>pemasukan</strong> dan <strong>perencanaan/anggaran</strong>. Hal lain yang sama pentingnya adalah mengenalkan konsep <strong>tabungan</strong>.</p>
<p>Banyak anak yang tidak menangkap keterkaitan dari tiga hal tersebut. Tugas orang tualah untuk mengajarkan anak bagaimana memperlakukan uang untuk memenuhi kebutuhan harian, tabungan, dan investasi. Memberikan uang saku pada anak merupakan cara konstruktif mengenalkan ketiga konsep di atas.</p>
<p>Mengajarkan anak menyisihkan sedikit uang sakunya, secara sadar Anda telah mengajarkan pada mereka konsep tabungan dan investasi. Sebagai contoh (yang sedang saya lakukan), saat ini putri kecil saya (2,5tahun) sedang menunggu tabungan penuh sehingga dapat membeli sepeda yang diinginkannya.</p>
<p>Apa tidak terlalu kecil? Entahlah:-)<br />
Tapi kami berharap dengan mengajarkannya menabung untuk mendapatkan sesuatu, anak kami belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan ada prosesnya; mengumpulkan uang, menunggu, dan menahan keinginan impulsif untuk sesegera mungkin memenuhi keinginannya.</p>
<p>Untuk anak yang lebih besar, tentunya bukan sekedar proses memasukkan uang ke dalam tabungan yang diperkenalkan. Harus lebih dari itu, misalkan anak harus dapat menahan diri untuk tidak jajan sebanyak biasa, sehingga uang sakunya dapat disisihkan untuk membeli sesuatu yang diinginkannya, baik itu komik kesukaannya atau barang-barang konsumtif yang lebih mahal.</p>
<p>Secara tidak sadar, anak juga belajar mengenai prioritas keuangan. Setelah kebutuhan hariannya terpenuhi, anak baru dapat menyisihkan uang sakunya untuk hal-hal lain yang tidak cukup penting.</p>
<p>Banyak cara mengajarkan anak mengenai konsep keuangan. Ini hanya salah satu cara, mungkin cara Anda sedikit berbeda. Jadi, mulai kenalkan konsep keuangan keluarga pada anak sekarang juga!</p>
<p>Happy Parenting:-)</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengenalkan-konsep-uang-pada-anak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenalkan konsep uang pada anak'>Mengenalkan konsep uang pada anak</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2007 15:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[cara menabung]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat uang]]></category>
		<category><![CDATA[menabung di bank]]></category>
		<category><![CDATA[uang saku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/</guid>
		<description><![CDATA[“Aduh, kecil-kecil sudah tahu uang…” terkadang pendapat itu sering kita dengar jika ada anak yang sudah tahu dengan uang berwarna apa ia bisa membeli sesuatu. Entah mainan atau makanan. Komentarnya terdengar agak miring, mengingat tidak pada tempatnya seorang anak kecil pandai ‘jajan’. Padahal, ungkapan itu bisa saja bernilai positif jika kita bisa membimbing anak-anak kita [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengenalkan-konsep-uang-pada-anak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenalkan konsep uang pada anak'>Mengenalkan konsep uang pada anak</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="piggy bank" src="http://i271.photobucket.com/albums/jj124/tokodea/keuangan/piggy_bank02.jpg" alt="" width="240" height="186" />“Aduh, kecil-kecil sudah tahu uang…” terkadang pendapat itu sering kita dengar jika ada anak yang sudah tahu dengan uang berwarna apa ia bisa membeli sesuatu. Entah mainan atau makanan. Komentarnya terdengar agak miring, mengingat tidak pada tempatnya seorang anak kecil pandai ‘jajan’. Padahal, ungkapan itu bisa saja bernilai positif jika kita bisa membimbing anak-anak kita untuk lebih bisa memahami bagaimana membelanjakan uang dengan cara yang bijak dan pandai menyimpannya. Berikut adalah beberapa tips bagaimana membuat anak memperlakukan uang dengan cara bijak:</p>
<ol>
<li>Sediakanlah celengan dengan bentuk yang unik. Perkenalkanlah aktifitas memasukkan uang ke dalam celengan sebagai kegiatan yang menyenangkan. Pada akhirnya nanti anda tidak bisa menaruh uang receh di sembarang tempat, karena pasti langsung raib dimasukkan ke dalam celengan oleh si kecil. Menabung menyenangkan!</li>
<li>Ajak si kecil berbelanja. Biarkan mereka melihat cara kita berbelanja dengan disiplin pada catatan. Nantinya mereka akan mengerti, bahwa dengan berpegangan pada catatan, kita belajar untuk tidak ‘lapar mata’.</li>
<li>Perkenalkan suasana bank. Ajak mereka menabung di bank, sehingga mereka tahu, bahwa tempat menabung tidak hanya di celengan. Bahkan dengan suasana bank yang relatif asing tapi nyaman, mereka akan merasakan suasana baru yang menyenangkan saat menyimpan uang.</li>
<li>Saat anak menginginkan suatu mainan, buatlah mereka berfikir bahwa mereka harus mengumpulkan uang. Berilah mereka uang jajan, dan ajak mereka membuat suatu pilihan, apakah akan memuaskan nafsu sesaat dengan jajan, atau mau mengorbankan kesenangan sesaat itu dengan menabung, demi dapat membeli mainan.</li>
</ol>
<p>Pada akhirnya, semua berpulang kepada kita sebagai orangtua, apakah kita mau memanjakan anak kita dengan segala kemudahan hidup, atau mau sedikit menahan diri demi menjadikan anak kita bijak memandang hidup.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengenalkan-konsep-uang-pada-anak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenalkan konsep uang pada anak'>Mengenalkan konsep uang pada anak</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

