<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com &#187; keuangan keluarga</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/tag/keuangan-keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 07:54:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kiat Menambah Penghasilan Keluarga</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 13:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan tambahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Eko Endarto (Perencana Keuangan)
Dikutip dari Majalah Bahana
Salah satu e-mail yang pernah saya terima dari pembaca Bahana menanyakan bagaimana caranya agar dia bisa mencari penghasilan tambahan, sementara dirinya dan keluarganya hidup pas-pasan sehingga tidak memiliki modal untuk menjalankan usaha.
Masalah ini mungkin pernah terlintas di pikiran Anda. Saya mau berusaha dan mencari penghasilan tambahan, tapi bagaimana [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-keuangan-keluarga-untuk-tahun-2008/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008'>Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-mengurangi-pengeluaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Mengurangi Pengeluaran'>Kiat Mengurangi Pengeluaran</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami'>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Eko Endarto (Perencana Keuangan)<br />
<a href="http://www.perencanakeuangan.com/files/kiatmenambahpenghasilan.html" target="_blank">Dikutip dari Majalah Bahana</a></p>
<p>Salah satu e-mail yang pernah saya terima dari pembaca Bahana menanyakan bagaimana caranya agar dia bisa mencari penghasilan tambahan, sementara dirinya dan keluarganya hidup pas-pasan sehingga tidak memiliki modal untuk menjalankan usaha.</p>
<p>Masalah ini mungkin pernah terlintas di pikiran Anda. Saya mau berusaha dan mencari penghasilan tambahan, tapi bagaimana bila tidak punya modal? Apakah mungkin mendapatkan penghasilan tambahan tanpa keluar modal?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
TIDAK SELALU UANG</p>
<p>Semua orang pasti mengenal yang namanya Bill Gates, J.K. Rowling atau David Beckham. Mereka terkenal sebagai orang yang kaya di bidang masing-masing. Tetapi bagaimana mere­ka bisa sukses dan kaya? Saya yakin pasti Anda akan berkata Bill Gates kaya karena memiliki Microsoft, J.K. Rowling karena bisa menulis buku laris Harry Potter, dan David Beckham karena ahli dalam permainan sepak bola.</p>
<p>Mereka mendapatkannya bukan karena memiliki modal uang. Mereka bukan anak orang kaya yang mewariskan banyak uang. Bahkan J.K. Rowling adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang telah berkali-kali keluar masuk tempat kerja karena selalu tidak beres kerjanya.</p>
<p>Jadi, apa yang membuat mereka berhasil? Mereka memiliki sesuatu yang diberikan Tuhan yang membuat mereka berbeda dari yang lain.</p>
<p>Ada 4 langkah yang bisa Anda kembangkan:</p>
<ol>
<li>Pergunakan Keahlian<br />
Untuk mencari penghasilan tambahan, jangan terpaku dengan uang. Kita semua diberi kelebihan oleh Tuhan. Apa keahlian Anda? Kalau Bill Gates bisa membuat program, mungkin Anda pintar mereparasi atau membetulkannya. Kalau David Beckham pintar bermain bola, mungkin Anda ahli bermain tenis. Kenapa semua keahlian itu tidak dikembangkan? Ingat, keberhasilan mereka bukan karena memulainya dengan uang tapi dari keahlian yang mereka kuasai.<br />
Jadi, langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah <span style="font-weight:bold;">gunakan keahlian Anda</span>.</li>
<li>Kembangkan Hobi<br />
Punya hobi menarik? Kenapa tidak menjadikannya sebagai dasar untuk mendapatkan penghasilan? Seorang ibu di tempat saya tinggal sangat menyenangi bunga. Ia selalu merawat bunga-bunga tersebut dengan cermat sehingga bunga-bunga peliharaannya menjadi sangat indah dilihat. Tiap minggu ia mempersembahkan sebagian hasil kebunnya itu untuk menjadi bunga penghias altar gereja. Tanpa diduga, bunga itu menarik perhatian seorang pedagang bunga, dan saat ini ibu tersebut menjadi salah satu pemasok bunga di toko tersebut.<br />
Jadi, langkah kedua adalah dengan <span style="font-weight:bold;">memanfaatkan hobi</span>.</li>
<li>Manfaatkan Aset<br />
Mungkin Anda akan berkata bahwa saya tidak kaya sehingga tidak bisa menggunakan aset untuk menambah penghasilan. Tapi coba perhatikan apa yang ada di sekitar Anda. Tetangga saya memanfaatkan petak tanah 1&#215;3m di depan rumahnya untuk berjualan nasi kuning. Apakah berhasil? Tentu saja. Sebab aset yang dia miliki hanya sebagai pendukung. Pelayanan, rasa, dan keramah­an penjual menjadi nilai jualannya yang utama. Langkah ketiga yang bisa Anda gunakan adalah manfaatkan aset.</li>
<li>Manfaatkan Waktu<br />
Waktu adalah kekayaan yang diberikan Allah. Kita semua diberikan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Tapi, seberapa besar kita telah memanfaatkan pemberian Allah itu? Pergunakan waktu luang Anda. Kalau Rowling bisa menggunakan waktunya untuk mengkhayal dan kemudian menjadikannya sebuah buku, kenapa Anda tidak bisa? Kalau Beckham bisa menggunakan waktu luangnya untuk meningkatkan keahliannya bersepak bola, kenapa Anda tidak? Cobalah pergunakan waktu Anda dengan maksimal. Mengajar, melatih tenis atau mungkin menjadi broker, adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan.<br />
Jadi, langkah keempat adalah <span style="font-weight:bold;">maksimalkan waktu</span> Anda</li>
</ol>
<p>Akhirnya, mendapatkan <a href="http://www.dbc-network.com/?id=pureskin&amp;s1=webKK-post-kiat" target="_blank">penghasilan tambahan</a> bukanlah masalah berapa besar uang yang harus dimiliki. Dengan keahlian, hobi, aset, dan waktu yang kita kelola dengan maksimal, penghasilan tambahan bisa kita ciptakan. Raja Salomo berhasil mengembangkan dan membesarkan kerajaannya bukan dari kekayaan, tapi dari hikmat yang dilimpahkan kepadanya. Anda pun bisa!<br />
Selamat mencari penghasilan tambahan.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-keuangan-keluarga-untuk-tahun-2008/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008'>Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-mengurangi-pengeluaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Mengurangi Pengeluaran'>Kiat Mengurangi Pengeluaran</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami'>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 11:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan syariah]]></category>
		<category><![CDATA[mengatur keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kaidah fikih, ekonomi keluarga mutlak tanggung jawab suami. Jika istri bekerja hasilnya untuk diri sendiri. Bila ditujukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, maka bernilai sedekah.
JAKARTA&#8211;Pos apa yang pertama kali kita sisihkan saat pertama kali menerima gaji? Banyak ibu rumah tangga, lajang, dan para bapak menulis belanja rutin. Menurut perencana keuangan keluarga Achmad Ghazali, jawaban itu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/keuangan-keluarga-mari-berhemat-bagian-satu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!'>Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perencanaan Keuangan Keluarga'>Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-melakukan-perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga'>Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kaidah fikih, ekonomi keluarga mutlak tanggung jawab suami. Jika istri bekerja hasilnya untuk diri sendiri. Bila ditujukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, maka bernilai sedekah.</p>
<p>JAKARTA&#8211;Pos apa yang pertama kali kita sisihkan saat pertama kali menerima gaji? Banyak ibu rumah tangga, lajang, dan para bapak menulis belanja rutin. Menurut perencana keuangan keluarga Achmad Ghazali, jawaban itu kurang benar. &#8220;Yang benar adalah sisihkan dulu untuk zakat, infak dan sedekah (ZIS), bayar utang, menabung baru belanja rutin.&#8221;</p>
<p>Mengapa demikian, menurut dia karena belanja adalah pos yang paling fleksibel. Besar atau kecilnya tergantung kebiasaan dan kemauan personal.</p>
<p>ZIS menurut dia berurutan dengan dunia dan akhirat. Utang berkaitan dengan urusan dunia sehingga jika telat dibayar, maka orang yang bersangkutan harus membayar denda, bunga, dan diteror debt collector. Tabungan berkaitan dengan masa tua sehingga harus dikeluarkan lebih dahulu sebelum uang gaji dibagikan untuk pos belanja rumah tangga.</p>
<p>Pada seminar &#8220;Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami&#8221; yang digelar Muamalat Institute di Jakarta akhir pekan lalu, pria yang bekerja pada Saafir Senduk dan Rekan serta mengelola rubrik konsultasi keuangan keluarga di beberapa media termasuk Republika itu mengatakan pengelolaan keuangan keluarga tak pernah diajarkan di bangku sekolah. &#8220;Kita belajar keuangan negara, perusahaan, dan koperasi mulai bangku SMP hingga kuliah. Tapi tak satupun pelajaran manajemen kuangan keluarga.</p>
<p>Secara berkelakar ia mengutarakan barangkali karena itu, banyak korupsi di Indonesiaa. &#8220;Karena belajarnya keuangan negara, maka uang negara bercampur dengan uang rumah tangga. Begitu juga yang belajar keuangan perusahaan juga bercampur dengan keuangan pribadi.&#8221;</p>
<p>Mengulas bukunya yang berjudul Cashflow for Woman, Ghazali mengatakan banyak orang datang padanya meminta bantuan mengelola keuangan yang bermasalah karena utang kartu kredit dan belanja berlebihan. &#8220;Banyak kita salah kaprah belanja karena diskon. Padahal diskon yang perlu dicermati karena tak semua sesuai dengan diskon yang diiklankan.&#8221;</p>
<p>Hadir pula pada acara itu Nurhayati, pemilik PT Pusaka Tradisi Ibu, produsen kosmetika Wardah dan Zahra, Anne Rufaidah, perancang busana dan Claudia Massie, penulis dan pengusaha. Ketiganya memaparkan kisah mereka mulai dari perempuan biasa hingga menjadi pengusaha dan tokoh dengan produk yang dikenal kaum Muslimah.</p>
<p>Menurut ketiga perempuan itu, menjadi ibu rumah tangga biasa tidak menutup peluang untuk berusaha. &#8220;Justeru dengan berkarya dari rumah kita bisa mengawasi anak-anak.&#8221; Nyatanya, karya mereka diakui karena mereka tidak setengah-setengah dalam berkarya dan tentu saja mengalami jatuh bangun dalam menjalankan bisnisnya.</p>
<p>Managing Director Muamalat Institut, Nurul B Djaafar mengatakan seminar tentang masalah aktual sehari-hari dan mendatangkan orang yang bisa menginspirasi keluarga dan kaum perempuan akan menjadi kegiatan rutin dari Muamalat Institute. Dia berharap kegiatan seperti ini akan menyosialisasikan ekonomi rumah tangga dalam konsep Islami.</p>
<p>Pada sesi pembuka, para ibu rumah tangga juga menyimak ekonomi keluarga menurut fikih. Dalam kaidah fikih yang dipaparkan Ahmad Nuryadi Asmawi, ekonomi keluarga mutlak tanggung jawab suami. Malah merujuk pada sebuah riwayat dia menyebut seharusnya belanja minimal untuk istri saja per hari sekitar 84 ribu. Hanya saja saat ini angka tersebut mungkin tak semua suami bisa memenuhi.</p>
<p>Mengenai cakupan nafkah yang menjadi tanggung jawab suami adalah semua jenis kebutuhan baik primer, sekunder, maupun komplimenter. Yang dimaksud primer adalah makan, minum, pakaian, dan semua perlengkapan termasuk tempat tinggal, kesehatan dan fasilitas yang layak dan pendidikan. Biaya sekunder termasuk pendidikan, kecantikan baik kosmetika dasar maupun kosmetika pelengkap. &#8220;Jika istri bekerja hasilnya untuk diri sendiri. Tapi boleh disedekahkan untuk keluarga,&#8221; ujar Ahmad. (tid)</p>
<p><span style="font-style: italic;">Republika, 2/2/2007</span></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/keuangan-keluarga-mari-berhemat-bagian-satu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!'>Keuangan Keluarga: Mari Berhemat!!!</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perencanaan Keuangan Keluarga'>Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-melakukan-perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga'>Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

