Posted on 25th January 2008No Responses
Resensi: Lunch Money (Andrew Clements)

Sinopsis

Greg mulai melihat-lihat ke sekeliling kantin, dan ke mana pun dia memandang, dia melihat koin 25 sen. Di bagian makanan pencuci mulut, beberapa anak terlihat sedang membeli roti berlapis es krim, kue mangkuk, dan kue-kue kering dengan menggunakan pecahan koin 25 sen. Di toko sekolah, dia melihat beberapa anak membeli pulpen neon dan pensil berkilau serta hiasan pensil, berupa miniatur bola sepak dari bahan karet atau kupu-kupu dari bahan plastik �� Koin 25 sen ada di mana-mana.

Pada saat itu juga, Greg memandang sekolahnya dengan cara yang jauh berbeda. Sekolah menjadi tempat yang paling menyenangkan di muka bumi karena dia sudah memutuskan, di situlah tempat yang paling tepat untuk mencari kekayaan.

Greg Kenton memiliki bakat bisnis alami�meski kerap merasa terganggu oleh persaingan dari tetangganya Maura Shaw. Kemudian, beberapa saat sebelum duduk di kelas enam, Greg menemukan sebuah fakta:� Hampir setiap anak di sekolahnya memiliki kelebihan uang jajan sebesar 25 hingga 50 sen setiap hari.

Coba hitung, jika beberapa puluh sen dikalikan dengan beberapa ratus siswa, maka bagi Greg, sekolahnya terlihat seperti sebuah celengan raksasa. Yang dia butuhkan hanyalah sebuah palu yang tepat untuk memecah celengan tersebut. Permen dan permen karet? Mainan? Anak-anak sekolah pasti suka membeli benda-benda semacam itu. Tapi apakah para guru dan kepala sekolah akan mengizinkan? Sepertinya tidak.

Bagaimana dengan buku komik? Ini mungkin bisa berhasil. Apalagi buku komik mini yang dikarang dan digambar oleh Greg sendiri. Toh di sekolah anak-anak selalu dianjurkan untuk terus membaca dan menulis serta mengembangkan kreativitas dan inisiatif, kan?

Di dalam cerita yang lucu dan cocok dengan situasi saat ini, Andrew Clements kembali mengajak pembaca dari kalangan remaja untuk merenungkan satu cerminan dari kehidupan nyata, terutama yang berhubungan dengan uang, sekolah, persahabatan, dan arti kesuksesan.


Dibutuh waktu sekitar 3jam sejak saya menerima buku ini, hingga halaman terakhir selesai dibaca dan tulisan ini mulai dibuat. Tentunya diselingi dengan menyusui, menerima telpon dan sesekali becanda dengan para krucil.

Lunch Money (Uang Jajan) sebuah buku fiksi karangan Andrew Clements yang bercerita tentang pandangan Greg Kenton (anak laki-laki) tentang uang. Tidak ada yang berat dalam buku ini, cerita dibuat mengalir dan begitu mudah dipahami oleh pembaca cilik sekalipun.

Agaknya, kita (para orang dewasa) perlu belajar dari seorang Greg Kenton. Di usianya yang relatif muda, Greg telah memutar otaknya untuk dapat menghasilkan uang, bahkan menggandakan uangnya. Di buku ini, Greg juga belajar melakukan analisa pasar, riset produk, dan merancang produk, serta melakukan pemasaran produknya. Tidak hanya itu, kita juga diajak untuk mengikuti kisah Greg menghadapi persaingan, perjanjian bisnis, dan belajar arti penting berbagi.

Di buku setebal 342halaman ini begitu banyak pelajaran bisnis Greg yang dapat kita ambil dan tiru. Good book to read, 3.5stars.

Penerbit: Little Serambi

Related posts:

  1. Seminar Money Money Money
Comments
Leave a Response
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>