Perhitungan Tarif Listrik Baru
Adakah cara menyiasatinya?
oleh: Alois Wisnuhardana
Pemakaian listrik akan menggunakan penghitungan tarif cara baru. Ada istilah insentif dan disinsentif (denda). Untuk sebagian pelanggan, penghitungan cara baru ini barangkali akan sedikit memusingkan; yang bisa dipastikan akan bermuara pada keluh kesah dan umpat.
Selama ini, tarif listrik untuk pengguna rumah tangga dibagi menurut beberapa golongan dengan kode awalan R. Terendah adalah Rl dengan daya 450 VA. Untuk golongan R1 ada daya 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA. Golongan R2 dimulai dengan 3.500 VA, 4.400 VA, dan 6.600 VA, hinga R3 terbesar adalah 95.000 VA. Penggolongan yang mirip juga dilakukan pada golongan bisnis.
Dari daya yang ditawarkan itu, pemerintah (dalam hal ini PLN) melalui keputusan terbaru yang akan diterapkan pada bulan April 2008 mendatang, membuat batas maksimum pemakaian untuk sebuah rumah tangga. Tabel di bawah memperlihatkan rata-rata pemakaian listrik nasional untuk setiap golongan dan batas maksimum pemakaian listrik (dalam KWh) untuk setiap jenis pelanggan. Batas maksimal pemakaian untuk pelanggan pemerintah tidak dimasukkan dalam tabel ini karena tidak relevan.
Peraturan baru menyebutkan, Anda akan mendapatkan insentif bila pemakaian listrik kurang dari 80% rata-rata pemakaian secara nasional dan akan mendapatkan denda (bahasa halusnya disinsentif) bila pemakaiannya melebihi 80% dari rata-rata nasional. jadi, dengan berpegangan pada tabel tadi, Anda akan mendapatkan insentif pembayaran listrik bila pemakaian setiap bulannya tidak melebihi kolom paling kanan dari tabel tersebut.
| Gol Tarif | Rata-rata Nasional | Batas Maks |
| R(umah)1 1-450 VA | 75 kWh | 60 kWh |
| R1-daya 900 VA | 115 kWh | 92 kWh |
| R1-daya 1300 VA | 197 kWh | 158 kWh |
| R1-daya 2200 VA | 354 kWh | 283 kWh |
| R2-daya 3500 VA | - | 445 kWh |
| R2-daya 2201-6600 VA | 159 jam menyala | 127 jam menyala |
| R3-daya 6601-197ribu VA | 122 jam menyala | 98 jam menyala |
| B(isnis)1 -450 VA | 70 kWh | 56 kWh |
| B1-daya 900 VA | 131 kWh | 105 kWh |
| B1-daya 1300 VA | 187 kWh | 150 kWh |
| B1-daya 2201-197ribu VA | 118 jam menyala | 94 jam menyala |
Rumus insentif dan disinsentifnya sendiri menggunakan formula sebagai berikut.
Formula Insentif
Ins = 20% x kWhins x He
Formula Disinsentif
Dis = 1,6* X kWhdis x He
Keterangan:
*Penalti 1,6 untuk di atas 6.600 VA
0,8 untuk 2.200 VA – 6.600 VA
0,35 untuk 1300 VA
0,3 untuk 450 VA – 900 VA
kWhins = (kWhRN – kWhPP)
kWhdis = (kWhPP – 80% kWhRN)
kWhRN: kWh pemakaian rata-rata nasional
kWhPP: kWh pemakaian pelanggan
He: harga tertinggi tarif pada golongan pelanggan
Mengingat “kecilnya” angka rata-rata pemakaian nasional pada setiap golongan, bisa dipastikan pelanggan di kota-kota besar yang selama ini terbiasa menggunakan listrik lebih besar dibandingkan pelanggan di kota kecil atau di pedesaan yang paling terimbas dari peraturan baru ini. Maka, yang diperlukan sesungguhnya adalah menyiasatinya supaya dapat keluar dari “jebakan” baru, yang sebenarnya lebih tepat dikatakan “kenaikan tarif listrik” ini.
sumber: tabloid Rumah VI/132
Republished by Blog Post Promoter
Related posts:


