Posted on 18th May 2008No Responses
Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?

Menyiapkan dana pendidikan anak terkadang tidak semudah yang dipikirkan. Dibutuhkan komitmen dari orangtua untuk disiplin menyisihkan sebagian dana dari penghasilannya. Semakin dini Anda memutuskan untuk ikut program dana pendidikan anak, semakin maksimal dana yang terkumpul.

Ada dua jenis pilihan wahana finansial yang bisa dipilih oleh orangtua untuk mencapai target biaya yang dibutuhkan, yaitu tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan.

Asuransi pendidikan biasanya memberikan dua fungsi yaitu fungsi proteksi (melindungi) dan fungsi investasi. Produk ini memberi fungsi proteksi dengan menanggung resiko kematian atas diri Anda dengan jumlah pertanggungan sesuai dengan biaya pendidikan anak yang sudah disepakati dalam polis.

Sedangkan fungsi investasinya adalah mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang telah Anda bayarkan. Nantinya perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah dana sebesar yang sudah disepakati dalam polis dan dibayarkan pada saat anak akan masuk sekolah.

Menurut Head of Business Development AXA-Life, Priyadi Setiawan, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan mengikuti asuransi pendidikan, antara lain :

1. Besarnya target dana pendidikan dan kapan dana itu akan diperlukan.
2. Risiko apa saja yang akan diproteksi dengan asuransi ini, misalnya kematian, kecelakaan, sakit, cacat, dan sebagainya.
3. Dengan asumsi bunga yang didapat melalui polis, berapa premi yang harus dibayar dan apakah jumlah tersebut terjangkau.
4. Reputasi dan kinerja perusahaan asuransi yang akan dipilih.
5. Kredibilitas dan profesionalitas agen penjual (jangan sampai Anda diberi informasi yang tidak benar).

Selain asuransi pendidikan, kini banyak bank yang menawarkan program tabungan pendidikan yang hampir mirip dengan asuransi pendidikan. Berbeda dengan tabungan biasa, Anda harus menabung sejumlah uang tertentu secara rutin dihitung dari dana yang Anda targetkan. Beberapa jenis tabungan pendidikan kini juga memiliki unsur proteksi, seperti halnya asuransi.

Dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, sebaiknya Anda memilih wahana finansial untuk pendidikan sesuai dengan skala prioritas dan penghasilan Anda. Semakin penting pendidikan anak untuk Anda, maka semakin besar Anda perlu menyiapkan diri untuk menabung untuk dana pendidikan

Secara umum sebaiknya pembagian persentase tabungan rutin sebagai berikut 5% untuk simpanan arus kas (financial buffer), 10% untuk tabungan jangka panjang termasuk dana pendidikan (menggunakan wahana berisiko rendah), 5% untuk investasi jangka panjang (menggunakan wahana berisiko sedang-tinggi). Jadi Total tabungan rutin sebesar 20% dari penghasilan.

Penulis: Anna
sumber: Kompas Cyber Media

Related posts:

  1. Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?
  2. Tabungan atau Asuransi Pendidikan
  3. Asuransi pendidikan
  4. Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis
  5. Siapkan Dana untuk Membeli Rumah
Comments
Leave a Response
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>