Jadilah Orang Beriman
Apa hubungannya investasi dengan iman ya? Coba aja kita cermati. Tapi jangan sampe kita beriman sama uang, bisa celaka.
Oya, beberapa hari ini emang keliatan ya, ada trend positif dari indeks BEI. Kayaknya sih gak mau ketinggalan sama bursa-bursa dunia yg responsnya positif terhadap penurunan (kembali) suku bunga the Fed minggu lalu. Mudah2an memang naik terusss… amin
Lagi puyeng2, ah, ngoceh aja sama seorang Om pelaku pasar modal. Beliau cerita, bahwa inflasi bulan ini sangat mengkhawatirkan. Menurut beliau, hal termudah untuk melihat besarnya inflasi adalah dengan melihat harga cabe. Ha? Hanya cabe? Iya! Lalu dia berargumen,”Kapan inflasi tertinggi sepanjang tahun? Menjelang lebaran. Kok tau? Karena harga cabe pasti melambung. Coba lu sensus orang Indonesia yg gak hobi makan cabe. Semua suka pedes!”
Hmmm…..boleh juga teorinya…..
Dan memang bulan ini harga cabe gila-gilaan… sayangnya, petani cabe kok ya gak kaya-kaya…
Yah, di dunia kapitalis ini, yg pegang permainan ya yang punya uang banyak….dan sepertinya ini memang permainan ‘orang atas’. Au ah, gelap! Pesan sponsor: kalo berbisnis, pake nurani lah…
Tapi memang ya, buat kita2 (setidaknya buat saya) yg kerjanya di dunia perduitan, sepertinya gak ada rasanya tuh, inflasi yg katanya menghebohkan. Yg keliatan hanya angka2 yg (katanya) mengandung arti mengerikan. Tapi pas nonton TV, duh, rasanya , miris banget ya. Ada ibu hamil 7 bulan ditemukan meninggal berdua dengan anaknya. Indikasi: kelaparan. Anak yg lain, masuk UGD karena kelaparan juga. Bapaknya hanya tukang becak. Duh…duh… inflasi memang kurang kerasa buat kita2 yg mampu, tapi untuk golongan menengah ke bawah… mencekik sekali…
Jadi mesti inget kalo di harta kita ada bagian orang gak mampu…
Terakhir, si Om tadi punya kata2 mutiara,”Dalam berinvestasi, jadilah orang beriman. Tau kunci orang beriman? Sabar dan bersyukur. Sabar, nunggu naiknya harga unit yg beberapa bulan ini mencemaskan… lalu bersyukurlah saat naik. Waktu kita perlu uang dan unitnya kita cairkan, maka besar-kecilnya hasil yg kita dapatkan harus disyukuri. Jangan juga jadi orang rakus. Mentang2 trend naik terus, lalu menunda-nunda pencairan dengan harapan besok dapet untung lebih gede lagi. Belum tentu juga, harga besok naik lagi. Lha kalo turun?”
Yang penting juga, kata si Om, jangan sombong karena merasa pinter. Dunia ini bukan kita yg mengendalikan. Jadi saat kita merasa pinter, justru di situlah awal jatuhnya kita. Banyak faktor2 eksternal yg menentukan besaran hasil investasi.
Yang paling penting, last but not least, jangan berinvestasi dari hasil utangan!!
Makasih buat wejangannya ya Om…
Republished by Blog Post Promoter
Related posts:


