<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 05:41:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/cara-bijak-menggunakan-kartu-kredit/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/cara-bijak-menggunakan-kartu-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 05:41:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/cara-bijak-menggunakan-kartu-kredit/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mendapatkan kartu kredit saat ini merupakan hal yang cukup mudah. Saat ini banyak sekali sales person kartu kredit dri berbagai bank bergerilya di mal-mal untuk mencari pelanggan baru.
Kartu kredit asal digunakan dengan tepat akan sangat membantu kita. TAPI&#8230; jika digunakan secara sembrono tentunya akan membuat kita terbelit dalam tagihan yang akin hari makin membengkak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/beberapa-kesalahan-yang-seringkali-dilakukan-oleh-pengguna-kartu-kredit-di-dunia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan oleh pengguna kartu kredit (di dunia)'>Beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan oleh pengguna kartu kredit (di dunia)</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/memilih-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Kartu Kredit'>Memilih Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/perhitungan-bunga-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perhitungan Bunga Kartu Kredit'>Perhitungan Bunga Kartu Kredit</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mendapatkan kartu kredit saat ini merupakan hal yang cukup mudah. Saat ini banyak sekali sales person kartu kredit dri berbagai bank bergerilya di mal-mal untuk mencari pelanggan baru.</p>
<p>Kartu kredit asal digunakan dengan tepat akan sangat membantu kita. TAPI&#8230; jika digunakan secara sembrono tentunya akan membuat kita terbelit dalam tagihan yang akin hari makin membengkak jumlahnya.</p>
<p>Pada tulisan kali ini, saya akan mengajak Anda untuk mempelajari bagaimana cara menggunakan kartu kredit dengan tepat dan bebas dari jeratan tagihan. Ini dia beberapa cara yang dapat menyelamatkan kita dari lilitan kartu kredit.</p>
<p><span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;">Jangan gunakan kredit sebagai pinjaman</span><br />Kartu kredit mempunyai dua sisi yang berlawanan, sisi mana yang berpihak pada Anda sangat bergantu dari cara Anda menggunakannya. Jika Anda alpa membayar tagihan, maka Anda akan &#8216;menikmati&#8217; pinjaman dengan bunga tinggi. Bahkan jika Anda membayar dengan nilai minimum yang diharuskan oleh bank penerbit kartu kredit, maka tagihan Anda akan lunas dalam jangka waktu yang cukup lama dan dengan bunga yang sangat tinggi (di atas 30% per tahun, bergantung bunga yang ditetapkan oleh bank penerbit, bisa lihat tulisan <a target="_blank" href="http://keuangankeluarga.blogspot.com/2007/07/beberapa-kesalahan-yang-seringkali.html">ini</a>). Di sisi lain, jika Anda selalu membayar tagihan Anda tepat pada waktunya, kartu kredit merupakan instrumen yang aman dan nyaman untuk digunakan berbelanja atau membayar berbagai keperluan Anda.</p>
<p>Gunakan kartu kredit sebagai pengganti uang, bukan sebagai kredit dengan bunga tinggi.</p>
<p><span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;">Belanjakan sesuai dengan kemampuan Anda membayar</span><br />Jangan gunakan kartu kredit sebagai instrumen untuk membiayai gaya hidup yang tidak sesuai dengan kantong Anda. Jika Anda tidak dapat membayar seluruh tagihan Anda tiap bulannya, artinya Anda telah menggunakan fasilitas ini secara berlebihan.<br />Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan patokan agar pengunaan kartu kredit sesuai dengan kondisi keuangan Anda
<ul>
<li>Anda memiliki uang sejumlah yang sama dengan yang Anda belanjakan. Pastikan Anda membayar seluruh tagihan Anda saat surat tagihan Anda terima</li>
<li>Anda tidak dapat membayar tagihan, namun Anda harus menggunakan kartu kredit Anda. Jika Anda tidak mampu membayar tagihan kartu kredit, namun di saat yang sama Anda menghadapi kasus emergency segera susun rencana keuangan agar Anda dapat melunasi tagihan tersebut</li>
<li>Jangan menggunakan kartu kredit untuk membelanja barang-barang yang tidak ada saat tagihan Anda terima. Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan kartu kredit adalah dengan tidak menggunakannya saat Anda berbelanja bulanan, makan di restoran, atau pergi bersenang-senang.</li>
</ul>
<p><span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);">Buat rencana keuangan<br /></span>Selalu catat pengeluaran Anda. Buat limit penggunaan kartu kredit sesuai dengan rencana keuangan Anda. Jangan belanja melebihi rencana yang telah Anda susun. Jika Anda merasa tidak disiplin dengan anggaran yang telah Anda susun, tinggal kartu kredit Anda di rumah. Gunakan hanya pada saat-saat emergency.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);">Bayar seluruh tagihan Anda tiap bulan</span><br />Satu aturan yang wajib dipatuhi oleh setiap pengguna kartu kredit: Bayar seluruh tagihan Anda tiap bulan. Jika Anda terpaksa tidak dapat membayar seluruh tagihan, bayar sebagian besarnya. Jika Anda hanya dapat membayar dengan batas minimum, karena Anda akan terlilit hutang dengan bunga tinggi. Berhenti menggunakan kartu kredit hingga seluruh tagihan Anda lunas.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);">Bayar tepat waktu</span><br />Selalu bayar tagihan Anda tepat waktu. Pembayaran yang lewat masa pembayaran akan dikenai penalti dan bunga yang tinggi.</p>
<p><span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;">Hanya miliki satu, atau dua kartu kredit</span><br />Anda hanya perlu memiliki satu kartu kredit, dua jika kartu utama Anda tidak diterima di tempat-tempat tertentu. Anda dapat memantau penggunaannya, jika Anda hanya memiliki satu atau dua kartu. Jangan gunakan kartu yang satu untuk menutupi tagihan kartu yang lain.</p>
<p><span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;">Sebisa mungkin jangan menggunakan fasilitas cash advance</span><br />Jika Anda membutuh uang segera, jangan ambil dari kartu kredit, gunakan tabungan Anda. Fasilitas cash advance yang disediakan penerbit kartu kredit hanya akan membebani tagihan Anda dengan bunga yang super tinggi.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);">Simpan bukti transaksi Anda</span><br />Selalu simpan struk transaksi penggunaan kartu kredit Anda hingga Anda menerima tagihan bulanan Anda. Cocokan angka pada lembar tagihan dengan struk transaksi yang Anda simpan. Segera laporkan ketidakcocokan angka pada lembar tagihan, jika Anda menemukan hal yang janggal.</p>
<p>Selamat berlibur!!</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/beberapa-kesalahan-yang-seringkali-dilakukan-oleh-pengguna-kartu-kredit-di-dunia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan oleh pengguna kartu kredit (di dunia)'>Beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan oleh pengguna kartu kredit (di dunia)</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/memilih-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Kartu Kredit'>Memilih Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/perhitungan-bunga-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perhitungan Bunga Kartu Kredit'>Perhitungan Bunga Kartu Kredit</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/cara-bijak-menggunakan-kartu-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Reksadana</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 04:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/tentang-reksadana/</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:Saya mendengar kawan saya berkomentar, bahwa reksadana hanya cocok untuk persiapan pensiun kita, mengingat kondisinya yang naik-turun (volatile). Saya jadi berfikir, kalau setiap hari harus memantau posisi uang saya, ya pusing dong. Apalagi kan kerjaan kita butuh konsentrasi dan perhatian juga. Tolong saya diberi pencerahan.
Terima kasih,
Fanie, Jakarta
Jawab:
Reksadana itu ada bermacam jenis:1. RD Pasar Uang , [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saham itu Halal &amp; Menguntungkan'>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />Saya mendengar kawan saya berkomentar, bahwa reksadana hanya cocok untuk persiapan pensiun kita, mengingat kondisinya yang naik-turun (volatile). Saya jadi berfikir, kalau setiap hari harus memantau posisi uang saya, ya pusing dong. Apalagi kan kerjaan kita butuh konsentrasi dan perhatian juga. Tolong saya diberi pencerahan.</p>
<p>Terima kasih,</p>
<p>Fanie, Jakarta</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Reksadana itu ada bermacam jenis:<br />1. RD Pasar Uang , portofolionya Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan deposito (pasti aman banget dong, tapi gain-nya paling kecil)<br />2. RD Pendapatan tetap, portofolionya obligasi Negara (tingkat keamanannya kurang, gain-nya lebih besar dari pasar uang)<br />3. RD Campuran, portofolionya obligasi Negara dan saham (sedikit lebih bergejoka, gain lebih besar lagi)<br />4. RD  Saham. Isinya saham-saham unggulan (biasanya). Paling bergejolak tapi paling besar gain-nya</p>
<p>Teman  yg menyarankan RD buat dana pensiun sama sekali gak salah. Mungkin yang dia ingat hanya RD saham. Nah, dari urutan yg kuuraikan di atas itu, makin ke bawah adalah instrument yg tepat utk jangka panjang. Jadi nomor 1 itu cocok utk penempatan dana dibawah setahun. Dan hukum investasi itu adalah high risk high gain. Kalo  mau resiko kecil, berarti juga harus mau dapat untung kecil. Dan RD Saham , memang cocok utk penempatan jangka panjang. Lebih safe kalau di atas 3 tahun….</p>
<p>Banyak sekarang orang muda yg sukanya main RD Saham. Uangnya cepat berkembang. Dan kalau kita percayakan pengelolaan uang kita ke <a href="http://instrumenkeuangan.blogspot.com" target="_blank">Manajer Investasi </a>yg handal, maka kita nggak perlu pusing mantau pergerakan saham tiap hari.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saham itu Halal &amp; Menguntungkan'>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuan Memiliki Rumah</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tujuan-memiliki-rumah/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tujuan-memiliki-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 02:17:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[membeli rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan membeli rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Secara garis besar ada tiga alasan yang digunakan orang saat membeli rumah.
1. Rumah pertama, membeli rumah untuk ditempati sebagai rumah tinggal
2. Rumah sebagai investasi
3. Rumah untuk menaikkan gengsi atau strata sosial.
Secara umum, ketiga alasan ini seringkali tumpang tindih. Namun jika Anda tidak cukup kuat secara finansial, tunda keputusan Anda untuk membeli rumah karena alasan gengsi.
Republished [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkan Dana untuk Membeli Rumah'>Siapkan Dana untuk Membeli Rumah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara garis besar ada tiga alasan yang digunakan orang saat membeli rumah.<br />
1. Rumah pertama, membeli rumah untuk ditempati sebagai rumah tinggal<br />
2. Rumah sebagai investasi<br />
3. Rumah untuk menaikkan gengsi atau strata sosial.</p>
<p>Secara umum, ketiga alasan ini seringkali tumpang tindih. Namun jika Anda tidak cukup kuat secara finansial, tunda keputusan Anda untuk membeli rumah karena alasan gengsi.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkan Dana untuk Membeli Rumah'>Siapkan Dana untuk Membeli Rumah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tujuan-memiliki-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 00:45:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/</guid>
		<description><![CDATA[ANAK MUDASAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu muda untuk memikirkan mengenai tabungan. Saya baru mulai dalam kehidupan dan saya juga tidak mempunyai sesuatu untuk ditabung. Saya terlalu sibuk untuk bermain. Suatu hari kelak saya akan menabung
ANAK REMAJASAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya masih muda dan masih sekolah. Saya tidak dapat menabung sementara uang saku [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ANAK MUDA<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu muda untuk memikirkan mengenai tabungan. Saya baru mulai dalam kehidupan dan saya juga tidak mempunyai sesuatu untuk ditabung. Saya terlalu sibuk untuk bermain. Suatu hari kelak saya akan menabung</p>
<p>ANAK REMAJA<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya masih muda dan masih sekolah. Saya tidak dapat menabung sementara uang saku saya masih pas-pasan. Disamping itu, ada hal lebih baik yang dapat saya lakukan dengan uang saya. Jika saya lulus sekolah dan mulai mempunyai penghasilan, maka saya akan menabung</p>
<p>DUA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya baru saja mulai bekerja. Saya harus membayar kembali pinjaman sekolah dan ada pinjaman untuk mobil juga. Saya belum siap membuat komitmen sekarang dan saya ingin bersenang-senang sementara saya dapat. Akan ada waktu kelak untuk memikirkan mengenai tabungan, pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>TIGA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya mempunyai keluarga dan pertanggungan. Biayanya mahal untuk mendidik anak-anak dan ada hipotek atas rumah juga. Seluruh penghasilan saya habis untuk segala keperluan kehidupan. Ketika saya menghasilkan lebih banyak dan anak-anak lebih tua, maka saya akan menabung.</p>
<p>EMPAT PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Anak-anak saya di universitas dan biaya-biayanya memuncak. Kemudian, ada pernikahan. Saya ingin membantu anak-anak memulai kehidupan mereka. Biaya pengeluaran sedang tinggi-tingginya.dan sekarang waktu yang sulit untuk menabung, tetapi situasi akan segera membaik. Pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>LIMA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Hal-hal ternyata tidak berjalan seperti saya perkirakan semula. Tidaklah mudah jika anda terkunci dan tidak ada kesempatan untuk naik pada tangga karier. Saya tidak dapat meninggalkan semuanya dan memulai sebuah karier baru. Saya membantu orangtua saya juga, sekarang ketika mereka memerlukan bantuan. Penghasilan saya hampir saja tidak cukup. Sesuatu akan membuka dan pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>ENAM PULUHAN<br />SAYA TIDAK BISA MENABUNG SEKARANG. Tadinya saya kira kehidupan akan lebih baik. Saya ingin mengambil pensiun lebih awal tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya mencoba membayar sisa-sisa hipotek dan ada tagihan lain yang harus ditangani, dan mereka bertmpuk-tumpuk. Memikirkan cucu-cucu dan hal-hal lain menghabiskan segala sesuatu yang saya miliki. Saya rasa memang hidup demikian. Seandainya saya dapat menabung</p>
<p>TUJUH PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu tua untuk menabung. Cek social security saya dan pensiun saya tidak mencukupi. Tagihan biaya pengobatan dan perawatan jangka panjang benar-benar mencemaskan saya. Saya tidak suka menjadi beban bagi anak-anak saya. Seandainya saya telah menabung ketika seharusnya saya melakukannya. Sekarang sudah terlambat.</p>
<p>SAYA BENAR-BENAR TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan oleh pengguna kartu kredit (di dunia)</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/beberapa-kesalahan-yang-seringkali-dilakukan-oleh-pengguna-kartu-kredit-di-dunia/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/beberapa-kesalahan-yang-seringkali-dilakukan-oleh-pengguna-kartu-kredit-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 23:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/beberapa-kesalahan-yang-seringkali-dilakukan-oleh-pengguna-kartu-kredit-di-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[
Membeli barang dengan menggunakan kartu kredit untuk hal-hal yang tidak emergency sifatnya. Seperti: membeli handphone baru atau stereo set keluaran teranyar. Dan&#8230; harus membayar SURCHARGE 3% untuk hal tersebut.

Membeli barang dengan menggunakan kartu kredit, tapi tidak memiliki cukup dana cash untuk membayar lunas saat tagihan jatuh tempo. Lebih senang melakukan CICILAN, dan membayar dengan MINIMUM [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/4-hal-jangan-dilakukan-dengan-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Hal Jangan Dilakukan Dengan Kartu Kredit'>4 Hal Jangan Dilakukan Dengan Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/cara-bijak-menggunakan-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit'>Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/perhitungan-bunga-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perhitungan Bunga Kartu Kredit'>Perhitungan Bunga Kartu Kredit</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Membeli barang dengan menggunakan kartu kredit untuk hal-hal yang tidak emergency sifatnya. Seperti: membeli handphone baru atau stereo set keluaran teranyar. Dan&#8230; harus membayar <span style="color:red;"><b>SURCHARGE 3%</b></span> untuk hal tersebut.</li>
<p>
<li>Membeli barang dengan menggunakan kartu kredit, tapi tidak memiliki cukup dana cash untuk membayar lunas saat tagihan jatuh tempo. Lebih senang melakukan <span style="color:red;"><b>CICILAN</b></span>, dan membayar dengan <span style="color:red;"><b>MINIMUM PAYMENT</b></span>.</li>
<p>
<li>Tarik Tunai dengan menggunakan kartu kredit.<br />Pernah memperhatikan bunga tarik tunai kartu kredit Anda? Bunga Tarik Tunai Kartu Kredit <span style="color:red;"><b>Mandiri sebesar 45%</b></span>, <span style="color:red;"><b>BNI 39%</b></span>, <span style="color:red;"><b>Citibank 48%</b></span>. (Punya data mengenai Kartu Kredit lainnya?)</li>
<p>
<li>Saat tagihan tiba, lebih memilih membayar <span style="color:red;"><b>MINIMUM PAYMENT</b></span>, ketimbang <span style="color:red;"><b>melunasinya</b></span> dengan dana cash di tabungan Anda.<br />Sebagai perbandingan bunga tabungan dan/atau deposito sekitar 3 &#8211; 9%. Sedang bunga kartu kredit <span style="color:red;"><b>Mandiri 39%</b></span>, <span style="color:red;"><b>BNI 30.6%</b></span>, <span style="color:red;"><b>Citibank 42%</b></span>.</li>
<p>
<li><span style="color:red;"><b>Tidak membaca dengan teliti</b></span> tagihan yang diterima tiap bulannya.<br />Jangan percaya 100% dengan sistem komputerisasi Bank Penerbit Kartu Kredit Anda. Cocokkan lagi dengan catatan Anda. Jangan pernah buand slip pembayaran, sebelum Anda menerima lembar tagihannya.</li>
</ol>
<p>Mari kita sama-sama mengurangi jumlah kesalahan yang selama ini kita lakukan.</p>
<p><i>Tulisan ini saya ambil dari sebuah artikel menarik yang ditulis oleh seorang Praktisi &amp; Perencana Keuangan,</i> <b>Freddy Pieloor</b></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/4-hal-jangan-dilakukan-dengan-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Hal Jangan Dilakukan Dengan Kartu Kredit'>4 Hal Jangan Dilakukan Dengan Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/cara-bijak-menggunakan-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit'>Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/perhitungan-bunga-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perhitungan Bunga Kartu Kredit'>Perhitungan Bunga Kartu Kredit</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/beberapa-kesalahan-yang-seringkali-dilakukan-oleh-pengguna-kartu-kredit-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Membeli Perlengkapan Mandi</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-membeli-perlengkapan-mandi/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-membeli-perlengkapan-mandi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 20:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/tips-membeli-perlengkapan-mandi/</guid>
		<description><![CDATA[Kapan Anda harus membeli barang yang masuk ke dalam kategori toiletries, dalam jumlah yang besar? Bagi sebagian orang, toiletries seperti sabun mandi, shampo, pasta gigi, dan sabun cuci merupakan barang-barang yang bisa dibeli tanpa harus khawatir soal tanggal kadaluarsanya.
Jadi, jika barang-barang itu tak segera dipakai, ya tidak masalah. Itulah sebabnya, banyak orang lebih menyukai membeli [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkan Dana untuk Membeli Rumah'>Siapkan Dana untuk Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-melakukan-perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga'>Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://dbc-network.net/" target="_blank"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_m4LSY1Qwiwo/SBsLX5T50FI/AAAAAAAAAcs/U-nDyUhpbOc/s200/scan0001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195759100251197522" border="0" /></a><br />Kapan Anda harus membeli barang yang masuk ke dalam kategori <span style="font-style: italic;">toiletries</span>, dalam jumlah yang besar? Bagi sebagian orang, <span style="font-style: italic;">toiletries</span> seperti sabun mandi, shampo, pasta gigi, dan sabun cuci merupakan barang-barang yang bisa dibeli tanpa harus khawatir soal tanggal kadaluarsanya.</p>
<p>Jadi, jika barang-barang itu tak segera dipakai, ya tidak masalah. Itulah sebabnya, banyak orang lebih menyukai membeli <span style="font-style: italic;">toiletries</span> dalam jumlah besar sekaligus untuk dipergunakan selama seminggu, bahkan sebulan ke depan. <span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);">Akan tetapi, tepatkah cara belanja seperti ini?</span></p>
<p><span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" ><span style="font-weight: bold;">Keluarga Banyak.</span></span> Secara umum, bagi yang memiliki anggota keluarga banyak membeli <span style="font-style: italic;">toiletries</span> dalam jumlah banyak bisa dianggap suatu keharusan. Sebab, ketika ada barang yang habis dan jumlah yang dibutuhkan cukup banyak, mereka tak perlu repot mendapatkannya. Namun, ketika persedian <span style="font-style: italic;">toiletries</span> masih banyak tersimpan, anggota keluarga cenderung akan jadi boros. Sebab, mereka cenderung akan memakai beberapa jenis <span style="font-style: italic;">toiletries</span> sekaligus di waktu bersamaan untuk masing- masing anggota keluarga. Padahal, satu barang saja bisa dipakai bersama-sama.</p>
<p><span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" ><span style="font-weight: bold;">Jadwal Padat.</span></span> Bagaimana bagi yang memiliki anggota keluarga banyak tapi jadwal kerjanya padat, sementara ia tinggal di kompleks perumahan yang tak dilengkapi warung, at au domisilinya cukup jauh dari supermarket atau hypermarket? Bagi yang mengalami hal ini, pilihannya jelas: harus membeli <span style="font-style: italic;">toiletries</span> dalam jumlah banyak. Tapi ada syaratnya! Sebisa mungkin, carilah produk yang bisa dipakai bersama-sama. Misalnya, sabun mandi cair yang aromanya disukai seluruh anggota keluarga.</p>
<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://dbc-network.net/" target="_blank"><img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_m4LSY1Qwiwo/SBsMv5T50GI/AAAAAAAAAc0/saP3X1kAOM8/s200/scan0002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195760612079685730" border="0" /></a><span style="font-size:130%;"><span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);">Keluarga Kecil.</span></span> Apakah keluarga kecil harus membeli <span style="font-style: italic;">toiletries</span> dalam jumlah sedikit? Secara umum, cara inilah yang harus dilakukan. Tetapi, bagi keluarga kecil yang ayah dan ibunya juga sama sibuknya, cara ini kerap menjadi pilihan yang kurang bijak. Mereka bahkan harus memastikan, toiletries harus siap tersedia kapan pun dibutuhkan, untuk menunjang keseharian mereka. Jadi, keluarga kecil pun bisa saja membelinya dalam jumlah banyak.</p>
<p><span style="font-size:130%;"><span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);">Siapa yang Bekerja?</span></span> Jika memiliki keluarga kecil tapi hanya salah satu pasangan saja, suami atau istri, yang bekerja, sebaiknya membeli <span style="font-style: italic;">toiletries</span> dalam jumlah sedikit atau mengecer. Di supermarket atau minimarket yang kini semakin mudah dijangkau, produk-produk <span style="font-style: italic;">toiletries</span> pun tersedia pada display yang enak dipandang. Dengan keleluasan waktu yang ada, ibu rumah tangga bisa menggunakan kesempatan ini, sambil mencoba beberapa tipe produk atau aroma baru dari <span style="font-style: italic;">toiletries </span>yang dibutuhkan keluarganya.</p>
<p><span style="font-size:85%;"><span style="font-style: italic;">sumber: Tabloid Nova</p>
<p></span></span>Andapun dapat menjadi penggunaan <span style="font-style: italic;">toiletries</span> ini sebagai sumber penghasilan Anda. Untuk mengetahui caranya, silahkan <a href="http://www.dbc-network.net/" target="_blank">klik di sini</a>.<span style="font-size:85%;"><span style="font-style: italic;"><br /></span></span></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkan Dana untuk Membeli Rumah'>Siapkan Dana untuk Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-melakukan-perencanaan-keuangan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga'>Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-membeli-perlengkapan-mandi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuransi pendidikan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2012 18:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/asuransi-pendidikan/</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi pendidikan atau asuransi bea siswa adalah salah satu produk yang sangat populer di-Indonesia, namun produk ini jarang dijual di luar sono karena memang tidak menguntungkan. Beberapa kendala asuransi bea-siswa/pendidikan:

Uang tahapan yang ada bisa jadi tidak akan mencukupi kebutuhan real saat anak kita masuk sekolah, terutama untuk jangka panjang seperti jejang SMA bahkan saat di [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tabungan atau Asuransi Pendidikan'>Tabungan atau Asuransi Pendidikan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asuransi pendidikan atau asuransi bea siswa adalah salah satu produk yang sangat populer di-Indonesia, namun produk ini jarang dijual di luar sono karena memang tidak menguntungkan. Beberapa kendala asuransi bea-siswa/pendidikan:
<ol>
<li>Uang tahapan yang ada bisa jadi tidak akan mencukupi kebutuhan real saat anak kita masuk sekolah, terutama untuk jangka panjang seperti jejang SMA bahkan saat di universitas nanti, kebanyakan dari kita selalu lupa merencanakan bahwa uang pangkal sekolah akan selalu naik dari tahun ke tahun. <br />Contoh jika saat ini biaya kuliah adalah Rp 50 jt, maka proyeksi 18 thn mendatang akan menjadi Rp 278 Jt (asumsi kenaikan 10 % per tahun).</li>
<p>
<li>Manfaat pada asuransi pendidikan hanya mempersiapkan uang-pangkal. Sedang kebutuhan sesungguhnya terutama saat kuliah, di samping uang pangkal, maka masih ada kebutuhan lain yang sama besarnya, yakni biaya tahunan selama kuliah.</li>
<p>
<li>Asuransi bea-siswa, biasanya tidak fleksibel, baik saat kita membutuhkan dan saat kita ingin menambah iuran.</li>
<p>
<li>Last but not least, hasil investasi pada asuransi pendidikan pasti di bawah deposito.<br />Contoh untuk saat ini, bunga deposito 6-7% per tahun, dipastikan hasil investasi pada produk asuransi bea-siswa tak akan lebih dari 2-3 % per tahun. Dampak selisih hasil investasi tersebut untuk jangka panjang akan menyebabkan kerugian akan jumlah dana yang akan kita terima.</li>
</ol>
<p><b>Saran dan pemecahan</b><br />Berikut ini beberapa tips untuk mempersiapkan perencanaan keuangan yang berkaitan dengan pendidikan anak,
<ul>
<li>Pastikan target sekolah yang diharapkan, baik saat di SD, SMP, SMU, dan Univeritas. Kemudian cari tahu berapa biaya yang dibutuhkan saat anak kita membutuhkan.</li>
<p>
<li>Dengan mengetahui besaran dana yang dibutuhkan, maka kita bisa mulai mempersiapkannya dengan mengalokasikan anggaran tiap bulan. Untuk mengoptimalkan hasil yang akan diterima, sebaiknya dipilih produk investasi dengan hasil return yang bersaing.<br />Rekomendasi yang ada untuk dana dari SD- SMA adalah memakai produk niaga pendidikan di mana dapat memberikan bunga tetap selama 5 tahun sebesar 9 % per tahun.</li>
<p>
<li>Untuk persiapan dana pendidikan jenjang perguruan tinggi sangat disarankan memakai reksa-dana, bagi kebutuhan jangka-panjang seperti biaya pendidikan ke universitas, reksadana menjadi solusi yang tepat, hasil investasinya sangat menjanjikan, bisa di atas 15% per tahun.<br />Rekomendasi, produk reksa-dana yang dapat di top-up setiap saat, dan jumlah awal yang  dibutuhkan untuk memulai relatif ringan adalah produk reksa-dana manulife.</li>
<p>
<li>Fungsi asuransi tetap penting, yaitu untuk memastikan adanya keamanan financial guna menjamin adanya aliran dana rutin per bulan yang didapat dari income sang orang tua. Sebegitu pentingnya income, maka sebaiknya income tersebut harus diasuransikan dari kemungkinan hilangnya income saat terjadi resiko meninggal sang orang tua.</li>
</ul>
<p>Salam Proteksi</p>
<p><i>ditulis oleh </i><br />F.Rasdi LUTCF (Praktisi dan perencana keuangan)<br /><i>disunting oleh</i><br />DeA Haryono (Editor in Chief Newsletter KK)</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tabungan atau Asuransi Pendidikan'>Tabungan atau Asuransi Pendidikan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 16:35:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/saham-itu-halal-menguntungkan/</guid>
		<description><![CDATA[Tak benar anggapan bahwa berinvestasi dalam bentuk pembelian saham itu haram. Karena prinsip pasar modal sangat islami yaitu memaki cara bagi hasil, di mana orang membeli saham setelah perusahaan untung maka pembeli mendapat untung [deviden]
&#8220;Bukankah prinsip tersebut sesuai syariah? Maka tak perlu ragu, apalagi setelah ada legalisasi halal dari MUI yang menyatakan transaksi saham itu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tak benar anggapan bahwa berinvestasi dalam bentuk pembelian saham itu haram. Karena prinsip pasar modal sangat islami yaitu memaki cara bagi hasil, di mana orang membeli saham setelah perusahaan untung maka pembeli mendapat untung [deviden]</p></blockquote>
<p>&#8220;Bukankah prinsip tersebut sesuai syariah? Maka tak perlu ragu, apalagi setelah ada legalisasi halal dari MUI yang menyatakan transaksi saham itu halal,&#8221; tegas Erry sambil mengingatkan dasarnya harus dipahami bahwa membeli saham sama dengan menaruh modal pada perusahaan yang kita percaya memiliki.</p>
<p><b>Bursa Syariah</b><br />Bagi masyarakat muslim ada berita menggembirakan karena Bursa Efek Jakarta sejak tahun 2006 sudah membuka bursa saham syariah. Syariah capital market ini anggotanya adalah perusahaan-perusahaan yang beroperasi secara syariah.</p>
<p>&#8220;Anda bisa memilih berbagai saham syariah yang kini sudah lebih 200 jenis saham dan 30 saham lainnya sudah masuk Jakarta Islamic Index. Jumlah itu terus bertambah,&#8221; kata sarjana Akuntansi UI ini, sambil mengingatkan bahwa semua perusahaan ini sebelumnya harus memenuhi standar syariah dari Dewan Syariah Nasional dan diseleksi oleh Komite Syariah.</p>
<p>Meski belum populer namun Erry optimis bursa saham syariah akan disambut masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Ia membeberkan fakta di mana banyak masyarakat yang berinvestasi dalam MLM dan investasi lain. Bahkan karena tak sabar dan ingin cepat kaya mereka tak berhati-hati dan trejebak dalam perusahaan yang berkedok MLM dan akhirnya rugi karena modalnya dibawa kabur. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat kita sangat suka berinvestasi. &#8220;Nah, BEJ berusaha memberikan jalan investasi yang baik dan aman dengan berbagai pilihan produk.&#8221;</p>
<p>Bagaimana dengan partipasi masyarakat pada bursa? Dibandingkan dengan jumlah penduduk 200juta maka partisipasi masyarakat pada bursa saham masih sangat kecil. Saat ini baru ada 600.000 <i>account member</i>. Bandingkan dengan Singapura dengan 4,5juta penduduk memiliki 1,5juta <i>account</i>, dan Malaysia dengan 21juta penduduk punya 3,5juta.</p>
<p>Sebagai gambaran pasar modal syariah, yang paling maju justru terjadi di Inggris. Di mana pemahaman syariah masyrakat lebih moderat. Masyarakat muslim Indonesia pun tergolong moderat terutama yang di perkotaan.</p>
<p>&#8220;Saya yakin potensi kita sangat besar. Kalau Inggris saja maju mengapa kita tidak bisa?&#8221; retorisnya. Optimisme itu pun dilatari juga oleh fakta bahwa <a href="http://keuangankeluarga.blogspot.com/2007/02/pengurangan-jaminan-atas-dana.html">jaminan simpanan</a> di bank pun kini terbatas sampai 100juta, bunga deposito juga turun dan tinggal satu digit, belum lagi inflasi. Jadi berharap keuntungan pada saham cukup realistis. Untuk itulah Erry berharap di tahun-tahun mendatang masyarakat akan lebih banyak menginvestasikan uangnya ke saham.</p>
<p><b>Keuntungan</b><br />Ada dua keuntungan dalam investasi saham; pertama <i>capital gain</i> [keuntungan hasil selisih jual beli saham]. Misalnya kita beli Rp2.000 kemudian dijual Rp2.500, selisih Rp500 adalah keuntungan [<i>capital gain</i>]. Keuntungan ini semakin besar bila saham yang kita miliki semakin banyak.</p>
<p>Kedua; devide3n yaitu pembagian keuntngan dari perusahaan kepada seluruh pemegang saham.</p>
<p>Sebagaimana investasi lain &#8216;main&#8217; saham pun ada resikonya; pertama <i>capital loss</i> di mana kita menjual saham di bawah harga saat kita beli. MIsalnya saat beli Rp2.500 kemudian harga saham perusahaan itu menurun lalu dijual dengan harga Rp2.400, maka kita rugi Rp100. Kedua; perusahaan dilikuidasi karena dinyatakan bankrut oleh pengadilan. Meski kemungkinan ini sangat kecil, namun hal ini harus diketahui.</p>
<p><b>Tips Bagi Pemula</b><br />Untuk masyarakat yang baru berinvestasi saham, Erry menyarankan agar membeli Reksadana. &#8220;Dengan reksadana, uang kita dikelola oleh manajer investasi yang bagus dan ahli dalam bidangnya. Mereka akan mengelola uang kita untuk mendapat keuntungan.&#8221;</p>
<p>Reksadana juga tak mengharuskan kita memantau perkembangan perusahaan setiap saat. Dengan demikian tugas kita memantau prusahaan dan membaca prospek diambil alih oleh manajer investasi. Investasi reksadanapun tidak mahal, bisa dimulai dengan Rp200.000 &#8211; sampai tak terbatas. Semakin besar jumlah dana yang diinvestasikan semakin besar peluang untungnya.</p>
<p>Untuk yang akan berinvestasi saham langkah pertama adalah berhubungan dengan pialang yang mewakili perusahaan efek di kantor BEJ. Di sana akan dilayani kebutuhan pembelian dan penjualan saham. Pada dasarnya tidak ada minimal danan dan jumlah pembelian saham. Jumlah saham yang diperjualbelikan disebut <i>lot</i> [satu lot = 500 lembar saham]. MIsal harga saham PT. NooR Rp2.000, maka dana minimal untuk mmbeli  1lot menjadi [500xRp2.000] sejumlah Rp1.000.000. Semakin banyak dana yang diinvestasikan semakin besar pula kemungkinan keuntungan yang diperoleh.</p>
<p>Erry memberi saran agar aman dan untung maka pilihlah saham-saham <i>bluechip</i>, saham perusahaan yang bagus. Seperti perusahaan telekomunikasi, Telkom, atau perusahaan yang produknya banyak dibutuhkan masyarakat. Jangan masuk saham yang beresiko tinggi.</p>
<p>Nah, bagi Anda yang tak berani mengambil resiko kerugian dari perdagangan saham bisa memilih membeli surat obligasi pemerintah. Pilihan investasi ini di samping sangat aman dan hanya beresiko bila pemerintah mengalami kebankrutan.</p>
<p>Untuk menjadi nasabah perusahaan efek ternyata mudah. Seperti Anda membuka rekening bank saja, Anda tinggal membuka rekening di satu atau beberapa perusahaan efek. Anda tinggal memasukkan data nama, alamat, nomor telepon,dan data lain. Penting untuk kita memahami perjanjian karena itu termasuk hak dan kewajiban. Setelah itu Anda menjadi investor.</p>
<p>Erry Firmansyah [Direktur Utama Bursa Efek Jakarta]<br />sumber: Majalah NooR edisi April 2007</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan Hari Tua</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 16:18:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Iiihhh&#8230;ngapain sih repot-repot nyiapin hari tua..gue kan masih muda booo&#8230;..
Kebanyakan orang berfikir begitu, saat ditanya, apakah anda sudah mempersiapkan hari tua anda?
Apa yang salah dengan nabung buat masa tua? Ato..mungkin pertanyaannya bisa dimodif&#8230;. apa benar kalo dari sekarang kita harus menabung buat hari tua?
Yaaa&#8230;. coba dipikir&#8230;.emang kalo tua, duit kita DIJAMIN tambah banyak? hehehe&#8230;. Gak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Reksadana'>Tentang Reksadana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iiihhh&#8230;ngapain sih repot-repot nyiapin hari tua..gue kan masih muda booo&#8230;..</p>
<p>Kebanyakan orang berfikir begitu, saat ditanya, apakah anda sudah mempersiapkan hari tua anda?</p>
<p>Apa yang salah dengan nabung buat masa tua? Ato..mungkin pertanyaannya bisa dimodif&#8230;. apa benar kalo dari sekarang kita harus menabung buat hari tua?</p>
<p>Yaaa&#8230;. coba dipikir&#8230;.emang kalo tua, duit kita DIJAMIN tambah banyak? hehehe&#8230;. Gak juga lah&#8230; mungkin malah tambah sedikit&#8230;. secara kita kan udah pensiun&#8230;. pasti pemasukan gak ada&#8230;.malah mungkin pengeluaran tambah banyak&#8230;. mungkin untuk bolak-balik ke dokter (hehehe..amit-amit), mungkin untuk jajan cucu&#8230; dan PASTI&#8230; harga2 melambung karena pengaruh inflasi&#8230;</p>
<p>Lah, terus&#8230; mesti gimana dong menyiapkan dananya? Niih..ada tips nya&#8230;</p>
<p>1. Pilih isntrumen yang minim biaya&#8230;misalnya aja.. DPLK (Dana Pensiun lembaga Keuangan). Kalau ikutan DPLK, fasilitas ada pengurangan pajak lhoo&#8230;. PPh 21 dan 25 (untuk perusahaan).</p>
<p>2. Pilih arahan investasi yang sesuai dengan karakter&#8230;Jadi kalau karakter kita gak berani yang  &#8216;nyerempet resiko&#8217;, ya jangan pilih &#8217;saham&#8217;. Tapi perlu saya tambahkan, se-konservatif nya kita, cobalah main di &#8217;saham&#8217; walau hanya 5-10% dari total arahan investasi..karena sifat &#8217;saham&#8217; adalah cocok untuk jangka panjang&#8230; karena return nya bisa melampaui inflasi, dan dengan fluktuasinya, pada saat kita pakai untuk jangka panjang, akan tidak terlalu terasa</p>
<p>3. Konsistenlah menyisihkan uang&#8230;. maksimal 20% dari income bulanan kita. Kalau tidak rutin, tentu hasilnya tidak akan terlalu bagus</p>
<p>4. Earlier is better&#8230;jelas waktu adalah sekutu kita. kalau kita mulai sekarang, dibanding memulai 10 tahun lagi, modal yang kita setorkan lebih sedikit, dengan hasil yang lebih banyak&#8230;..hmmmm&#8230;.asiikkkk&#8230;.</p>
<p>Oke&#8230; selamat menabung buat pensiun&#8230;.!!</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Reksadana'>Tentang Reksadana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BENTUK INVESTASI ALA IBU RUMAH TANGGA</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 14:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini saya melihat iklan suplemen khusus wanita yang mengusik pikiran saya. Di iklan itu, digambarkan seorang wanita yang ‘hebat’ memiliki banyak peran. Sebagai ibu, guru sang anak, menteri keuangan di rumah, bagian pembelanjaan, koki dan juga dia masih bisa berolahraga. Yah…pokoknya ‘banyak tangan banyak kaki’ deh. Yang jelas, peran pria memang ditakdirkan tidak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari ini saya melihat iklan suplemen khusus wanita yang mengusik pikiran saya. Di iklan itu, digambarkan seorang wanita yang ‘hebat’ memiliki banyak peran. Sebagai ibu, guru sang anak, menteri keuangan di rumah, bagian pembelanjaan, koki dan juga dia masih bisa berolahraga. Yah…pokoknya ‘banyak tangan banyak kaki’ deh. Yang jelas, peran pria memang ditakdirkan tidak sebanyak wanita (para wanita, mari kita geer…).</p>
<p>Maaf ya, bapak-bapak… tulisan saya sama sekali tidak ingin membahas keunggulan kaum saya… jadi tolong jangan sewot dulu&#8230;</p>
<p>Kembali ke topik semula… sebenarnya saya merasa tuntutan keluarga terhadap wanita itu terlalu banyak, sampai-sampai sering kita (baca:wanita) tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Boro-boro ke salon buat merawat badan, beres-beres rumah aja sering kita perlu bantuan si bibik. Jadi memang perlu pinter-pinternya wanita untuk mensiasati semua tugas.</p>
<p>Sebagai seorang wanita menikah dan punya anak, tentunya hal yang sangat wajar kalau saya memimpikan selalu ada di dekat anak-anak sepanjang hari. Tentu selama mereka di rumah dan tidak beraktifitas di sekolah atau pergi les. Hanya saja, sering juga saya dihadapkan pada dilema antara berada di rumah atau membantu suami mencari nafkah. Tujuannya, ya menambah penghasilan. Karena hampir tidak mungkin menekan pengeluaran di tengah harga-harga yang tiap hari semakin menggila. Tapi saya akhirnya berfikir, kalau saya bekerja di luar rumah nine-to-five, seringkali hasil yang saya dapat tidak sepadan dengan ‘reward’ yang saya terima. ‘reward’ yang saya maksud adalah, kondisi rumah tangga, termasuk di dalamnya adalah pengurusan anak (belajarnya, makannya, kedekatan psikologisnya dengan orangtua).</p>
<p>Akhirnya saya berkesimpulan bahwa saya harus banyak berada di rumah. Perkara menambah penghasilan, harus dilakukan (sebagian besar) dari rumah. Dan saya juga harus pandai mencari penghasilan lain, tanpa harus kerja. Istilah kerennya passive income&#8230;</p>
<p>Passive income ala ibu-ibu rumah tangga menurut saya adalah berinvestasi. Dengan berinvestasi, uang kita akan berkembang terus. Kenapa sih, istilahnya ‘investasi’? karena kalau saya pakai istilah ‘menabung’, maka asumsinya adalah menggunakan  instrumen keuangan perbankan atau di bawah bantal (jadi bolehlah kita masukkan ‘bantal’ sebagai sebuah tempat menyimpan uang…hehehe)….sehingga, resiko penurunan nilai uang akan semakin besar. Dan, batallah kita punya passive income…<br />Saya mencoba mendata beberapa instrumen investasi ala ibu-ibu, plus kelebihan dan kekurangannya:
<ol>
<li><strong>Tanah</strong>. Jelas kelebihannya adalah harganya akan naik terus dalam jangka panjang. Dan selama kita teliti waktu membeli, tentu tidak akan ada resiko bakal diutak-atik oleh pihak lain. Kekurangannya: sulit mendapat dana likuid. Kalau kita perlu uang, belum tentu ada pembeli dalam waktu singkat. Apalagi kalau ada bencana alam model lumpur Lapindo. Waduh, siapa yang mau beli tanah di situ?</li>
<p>
<li><strong>Rumah/apartemen</strong>. Rumah disini maksudnya adalah rumah kedua selain rumah yang kita tempati. Fungsinya adalah sebagai rumah kontrakan atau kos-kosan. Tentu kalau ada penyewa, setiap bulan/tahun kita akan mendapat uang cash sebagai passive income. Bisa juga kalau nanti kita perlu uang banyak, ya tinggal dijual saja…<br />Kekurangannya jelas: kalau penyewanya nakal, kita yang buntung. Ada seorang rekan saya, punya rumah kontrakan. Ternyata penyewanya kabur dengan meninggalkan tunggakan listrik dan telpon yang nilainya jutaan. Bukannya untung malah akhirnya sang pemilik rumah harus nombok…..<br />Kalau anda punya rumah lebih dari satu, jangan biarkan kosong dalam waktu yang lama. Bukannya takut jadi rumah hantu, tapi biasanya rumah yang kosong akan lebih cepat rusak dibanding rumah yang berpenghuni. Jadi, bukannya mendatangkan uang,malah menguras uang. Lebih baik disewakan saja… dengan catatan semua resiko yang mungkin muncul sudah kita antisipasi.</li>
<p>
<li><strong>Ruko/rukan</strong>. Enak juga punya investasi model seperti ini. Kalau kita jeli melihat lokasi, tentu kita akan selalu mendapatkan penyewa. Resikonya, kurang lebih sama dengan invest di rumah/apartemen.</li>
<p>
<li><strong>Emas</strong>. Nah, ini pasti favorit para ibu. Sambil invest, bisa gaya. Kita semua tahu, tidak pernah ada dalam sejarah,  harga emas bisa turun.  Bahkan saat harga minyak mentah dunia turunpun, harga emas masih saja naik. Kelebihannya jelas: mempercantik penampilan, meningkatkan ‘status’. <br />Kekurangannya: sulit menyimpannya. <br />Kok sulit? Iya. Resiko hilangnya sangat besar. Bisa karena kita teledor menyimpan, atau karena dicuri. Amit-amit dirampok! Nah, kalau mau aman, ya sewa safe deposit box di bank. Masalahnya, menyewa SDB pun perlu uang. Apakah uang yang kita pakai untuk menyewa lebih kecil dibanding keuntungan yang  kita dapat dari selisih nilai jual emas saat kita perlu uang cash? Kalau tidak, maka sekali lagi, bukan passive income, tapi nombok yang kita lakukan…</li>
<p>
<li><strong>Surat berharga</strong>. Bisa berupa surat hutang, obligasi, reksadana…..yang ini memang tidak semua ibu tahu. Hanya yang well informed saja yang mengerti. Kelebihannya jelas: bisa menjadi sumber uang kita saat harga penjualannya lebih tinggi daripada harga saat kita beli. Kekurangannya, tentu saat kita salah menentukan antara jangka waktu uang akan digunakan dengan model investasinya, bisa-bisa celaka limabelas! Misalkan, ambil investasi di reksadana saham, agar keuntungannya bisa dipakai bulan depan. Lha, bulan depan, harga saham turun drastis, ya sudah tamat! Sekedar info, reksadana saham hanya cocok untuk jangka menengah-panjang.<br />Kekurangannya yang lain adalah kita bisa saja tertipu oleh badan yang menawarkan surat-surat berharga ini. Di Indonesia, banyak kasus penipuan investasi. Dan dana yang berhasil dihimpun oleh para penipu ini bisa mencapai trilyunan untuk satu kasus. Gila? Memang. Ini adalah hasil kombinasi dari kecerdikan penipu, keserakahan dan kebodohan manusia, plus kelonggaran pihak otoritas keuangan dalam pengawasan.</li>
</ol>
<p>Akhirnya, memang jadi ibu harus pandai memilih bentuk investasi, supaya gak dipelototin suami….</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

