<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 23:36:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Istilah Umum dalam Proposal dan Polis Asuransi</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/asuransi/istilah-umum-dalam-proposal-dan-polis-asuransi/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/asuransi/istilah-umum-dalam-proposal-dan-polis-asuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 23:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[ahli waris]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[insurance]]></category>
		<category><![CDATA[pemegang polis]]></category>
		<category><![CDATA[polis asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/memahami-proposal-dan-polis-asuransi-ii/</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda termasuk bingung dalam membaca hukum polis, maka pertama-tama kita harus mengerti istilah umum asuransi:
Pemegang polis, adalah seseorang atau badan hukum yang memiliki polis tersebut. Ia bertanggung jawab dalam kelangsungan hidup polis tersebut. Perusahaan asuransi sebagai penanggung akan selalu berhubungan dengan pemegang polis, baik dalam hal administrasi maupun pembayaran. Karena pemegang polis adalah pemilik [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-tradisional-vs-asuransi-non-tradisiona/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Tradisional vs. Asuransi Non-Tradisional'>Asuransi Tradisional vs. Asuransi Non-Tradisional</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/memilih-produk-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH PRODUK ASURANSI'>MEMILIH PRODUK ASURANSI</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/memilih-produk-asuransi-yang-tepat-dan-ekonomis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis'>Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda termasuk bingung dalam membaca hukum polis, maka pertama-tama kita harus mengerti istilah umum asuransi:</p>
<li><span style="font-weight: bold;">Pemegang polis</span>, adalah seseorang atau badan hukum yang memiliki polis tersebut. Ia bertanggung jawab dalam kelangsungan hidup polis tersebut. Perusahaan asuransi sebagai penanggung akan selalu berhubungan dengan pemegang polis, baik dalam hal administrasi maupun pembayaran. Karena pemegang polis adalah pemilik polis, maka ia juga berhak penuh atas perubahan apapun yang ada dalam polis, termasuk merubah ahli waris.</li>
<li><span style="font-weight: bold;">Tertanggung</span>, adalah obyek atau orang yang diasuransikan. Pemegang polis bisa jadi orang yang sama dengan tertanggung, atau malah beda. Contoh pemegang polis yang beda dengan tertanggung, adalah jika orangtua mengasuransikan anaknya, atau suami membeli asuransi dengan tertanggung istri.</li>
<li><span style="font-weight: bold;">Ahli waris, atau penerima manfaat yang ditunjuk</span>, adalah pihak yang menerima manfaat jika tertanggung meninggal. Ahli waris bisa jadi orang yang sama dengan pemegang polis, atau bisa berbeda.</li>
<li><span style="font-weight: bold;">Penanggung</span>, adalah perusahaan asuransi tempat pemegang polis membeli polis asuransi jiwa. Penanggung memiliki keterikatan hukum dengan pemegang polis, yaitu membayarkan sejumlah uang jika terjadi klaim, yang diajukan oleh pemegang polis. Begitupun pemegang polis wajib membayarkan premi kepada penanggung</li>
<li><span style="font-weight: bold;">Masa Pertanggungan</span>, yaitu masa berlakunya asuransi. Jika terjadinya klaim di masa ini, maka penanggung akan membayarkan sejumlah uang sesuai dengan perjanjian hukum yang tertera di dalam polis.</li>
<li><span style="font-weight: bold;">Masa Pembayaran Premi</span>, yaitu masa pemegang polis membayarkan preminya kepada penanggung. Untuk produk asuransi tradisional, masa pembayaran premi sangat jelas disebutkan, misalkan 5 tahun, atau 10 tahun. Namun untuk produk unit link, ada yang tertulis,”masa pembayaran premi yang dikehendaki nasabah”. Maksudnya adalah nasabah bebas membayar preminya sesuai yang ia kehendaki, namun biasanya pula disebutkan adanya “masa pembebanan biaya asuansi”, dimana dari nilai polis yang terbentuk akan dipotong cost of insurance (COI), yang lamanya sesuai dengan bunyi kontrak polis</li>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-tradisional-vs-asuransi-non-tradisiona/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Tradisional vs. Asuransi Non-Tradisional'>Asuransi Tradisional vs. Asuransi Non-Tradisional</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/memilih-produk-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH PRODUK ASURANSI'>MEMILIH PRODUK ASURANSI</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/memilih-produk-asuransi-yang-tepat-dan-ekonomis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis'>Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/asuransi/istilah-umum-dalam-proposal-dan-polis-asuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Hemat BBM</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-hemat-bbm/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-hemat-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 22:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/tips-hemat-bbm/</guid>
		<description><![CDATA[Buat yang mempunyai kendaraan bermotor, khususnya mobil, tentunya seringkali kebat-kebit dengan fluktuasi harga BBM di pasar. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untung menghemat penggunaan BBM.

Cek kondisi mobil secara teratur, termasuk di dalamnya ganti oli dan tune-up.

Periksa ban. Selalu periksa tekanan dalam ban. Ban yang kempes (baca: kurang angin red) dapat meningkatkan penggunaan bahan baka [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/cara-merawat-mobil/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara Merawat Mobil'>Cara Merawat Mobil</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat yang mempunyai kendaraan bermotor, khususnya mobil, tentunya seringkali kebat-kebit dengan fluktuasi harga BBM di pasar. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untung menghemat penggunaan BBM.</p>
<ol>
<li>Cek kondisi mobil secara teratur, termasuk di dalamnya ganti oli dan tune-up.</li>
<p>
<li>Periksa ban. Selalu periksa tekanan dalam ban. Ban yang kempes (baca: kurang angin red) dapat meningkatkan penggunaan bahan baka hingga 0.4 persen</li>
<p>
<li>Gunakan oli yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan.</li>
<p>
<li>Jangan nyalakan mesin mobil terlalu lama, jika tidak digunakan. Duduk terlalu lama dalam mobil yang menyala, hanya buang-buang bahan bakar.</li>
<p>
<li>Mengemudi dengan baik. Ngebut-rem a la sopir metromini hanya akan memperboros penggunaan BBM, selain meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Mengemudi dengan meningkatkan kecepatan secara perlahan, akan membuat mesin kendaraan bekerja lebih efisien.</li>
<p>
<li>Jangan ngebut. Lebih aman dan hemat BMM.</li>
<p>
<li>Diet:-) dan hindari membawa barang di atap kendaraan. Kelebihan berat, akan lebih berdampak pada kendaraan-kendaraan kecil.</li>
</ol>
<p>Disadur dari artikel Yahoo!Biz dan saft7 [dot] com</p>
<p>Punya ide lain?? Mari berbagi, kirimkan e-mail anda ke <a href="mailto: dea@keuangankeluarga.com">dea [at] keuangankeluarga [dot] com</a></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/cara-merawat-mobil/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara Merawat Mobil'>Cara Merawat Mobil</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-hemat-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reksa Dana Kena Pajak Final</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/reksa-dana-kena-pajak-final/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/reksa-dana-kena-pajak-final/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 20:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[info keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/reksa-dana-kena-pajak-final/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bertahuntahun bebas pajak, mulai 1 Januari tahun depan penjualan produk reksa dana akan dikenai pajak final.
Pemerintah dan Panitia Kerja DPR dalam rapat tertutup pembahasan Rancangan Undang-Undang Pajak Penghasilan (RUU PPh) kemarin sepakat mengenakan pajak final tersebut dalam industri reksa dana. &#8220;Pemerintah dan DPR sepakat untuk memberikan pajak final, tetapi besaran tarif dan prosedurnya masih [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/info-keuangan/pengurangan-jaminan-atas-dana-masyarakat-oleh-pemeritah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengurangan Jaminan Atas Dana Masyarakat Oleh Pemerintah'>Pengurangan Jaminan Atas Dana Masyarakat Oleh Pemerintah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkan Dana untuk Membeli Rumah'>Siapkan Dana untuk Membeli Rumah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah bertahuntahun bebas pajak, mulai 1 Januari tahun depan penjualan produk reksa dana akan dikenai pajak final.</p>
<p>Pemerintah dan Panitia Kerja DPR dalam rapat tertutup pembahasan Rancangan Undang-Undang Pajak Penghasilan (RUU PPh) kemarin sepakat mengenakan pajak final tersebut dalam industri reksa dana. &#8220;Pemerintah dan DPR sepakat untuk memberikan pajak final, tetapi besaran tarif dan prosedurnya masih akan dibahas lebih lanjut dalam pasal selanjutnya,&#8221; ujar anggota Panja RUU PPh dari Fraksi Keadilan Sejahtera Andi Rahmat seusai rapat tertutup di ruangan Komisi XI DPR Jakarta kemarin.</p>
<p>Pertimbangan utama pengenaan pajak itu, jelas Andi, karena pasar reksa dana di Indonesia telah menjelma menjadi industri besar yang cukup diminati. Artinya, ada potensi penerimaan negara yang cukup menggiurkan dari industri tersebut. Selain itu, imbuh dia, di negara lain pun pajak tersebut sudah diterapkan.</p>
<p>&#8220;Dinegara lain, reksadana ini sudah dipajaki, di Singapura sih tidak karena mereka kan penduduknya sedikit, hanya 4 juta jiwa,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Andi mengatakan, tarif PPh final yang diusulkan pemerintah sebesar 0,05%. Tarif itu dikenakan ketika investor melakukan penjualan (redemption) terhadap produk reksa dananya. Namun, belum ada kesepakatan apakah usulan besaran tarif itu akan disepakati. &#8220;Tapi, tidak memajaki juga tidak masuk akal, jadi kita harus kompromi,&#8221; cetusnya.</p>
<p>Berdasarkan penuturan Andi dan beberapa anggota Pansus RUU PPh lainnya, pemerintah dinilai cukup mendesak agar usulan pajak reksa dana tersebut disepakati. Namun, anggota Panja RUU PPh dari Fraksi Partai Golkar Awal Kusumah mengatakan, DPR bersikap berhati-hati ketika menyepakati pajak final reksa dana itu karena bisa berdampak pada industri keuangan nasional.</p>
<p>&#8220;Kalau berpengaruh kepada pasar, kita harus hatihati memutuskannya. Kalau jatuhnya lebih besar ke pasar, ya jangan dong. Di sinilah alotnya pembahasan, jangan sampai instrumen yang sudah bagus malah hancur,&#8221;tandas Awal.</p>
<p>Kolega Awal di Partai Golkar Harry Azhar Azis mengatakan hal yang sama. Menurut dia, DPR betul-betul menekankan pertimbangan agar sisi positif pengenaan pajak itu lebih besar dibandingkan sisi negatifnya. Sisi positifnya, kata dia, memang akan ada peningkatan pendapatan negara. Namun di sisi lain,kebijakanitu akan dapat menekan pertumbuhan pasar reksa dana. &#8220;Jadi, khusus mengenai masalah reksa dana ini, kita pertimbangkan positif dan negatifnya. Terkena atau nggak,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Wakil Manajer Investasi Indonesia Putut E Andanawarih mengatakan, industri reksa dana seharusnya diberi insentif, bukan pajak, karena ikut menyediakan dana jangka panjang. pemberian pajak itu menurut dia akan berdampak terhadap industri reksa dana.</p>
<p>&#8220;Jika pemberian pajak tersebut terhadap semua industri reksa dana, itu akan membuat reksa dana tidak berkembang,&#8221; kata dia kepada SINDO kemarin.</p>
<p>Dia menilai, besaran 0,05 % memang terbilang tidak terlalu besar. Namun, tegas dia, hal itu pun masih belum jelas. Penerapan pajak ini, kata dia, harus melalui langkah sosialisasi kepada investor agar tidak terjadi kebingungan. Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Danal ndonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto yang dihubungi SINDO mengaku belum bisa berkomentar mengingat informasi mengenai pengenaan pajak reksa dana itu belum jelas.</p>
<p>Namun, dalam sebuah diskusi sebelumnya, Abiprayadi menyampaikan penilaian soal pengenaan pajak terhadap reksa dana. Dia menilai pemberian pajak akan merugikan karena reksa dana adalah sarana yang tepat untuk membangun basis investor untuk mencari dana. Reksa dana, kata dia, adalah sarana membangun dana jangka panjang yang bisa digunakan untuk emiten, bahkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur. &#8220;Untuk itu, perlu diberi kompensasi yang bagus,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara itu, masih dalam diskusi yang sama,Kepala Biro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Djoko Hendratto mengatakan, meski masih belum jelas berapa persen pajak yang akan dikenakan, dia menilai pada akhirnya industri reksa dana akan melakukan penyesuaian. &#8220;Nantinya market akan melakukan penyesuaian sendiri,&#8221; kata dia.</p>
<p><em>Harian Seputar Indonesia; Kamis, 14 Feb 2008</em><br />sumber: http://www.pajak.go.id/berita/reksa-dana-kena-pajak-final</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/info-keuangan/pengurangan-jaminan-atas-dana-masyarakat-oleh-pemeritah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengurangan Jaminan Atas Dana Masyarakat Oleh Pemerintah'>Pengurangan Jaminan Atas Dana Masyarakat Oleh Pemerintah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkan Dana untuk Membeli Rumah'>Siapkan Dana untuk Membeli Rumah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/reksa-dana-kena-pajak-final/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Reksadana</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 17:29:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/tentang-reksadana/</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:Saya mendengar kawan saya berkomentar, bahwa reksadana hanya cocok untuk persiapan pensiun kita, mengingat kondisinya yang naik-turun (volatile). Saya jadi berfikir, kalau setiap hari harus memantau posisi uang saya, ya pusing dong. Apalagi kan kerjaan kita butuh konsentrasi dan perhatian juga. Tolong saya diberi pencerahan.
Terima kasih,
Fanie, Jakarta
Jawab:
Reksadana itu ada bermacam jenis:1. RD Pasar Uang , [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saham itu Halal &amp; Menguntungkan'>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />Saya mendengar kawan saya berkomentar, bahwa reksadana hanya cocok untuk persiapan pensiun kita, mengingat kondisinya yang naik-turun (volatile). Saya jadi berfikir, kalau setiap hari harus memantau posisi uang saya, ya pusing dong. Apalagi kan kerjaan kita butuh konsentrasi dan perhatian juga. Tolong saya diberi pencerahan.</p>
<p>Terima kasih,</p>
<p>Fanie, Jakarta</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Reksadana itu ada bermacam jenis:<br />1. RD Pasar Uang , portofolionya Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan deposito (pasti aman banget dong, tapi gain-nya paling kecil)<br />2. RD Pendapatan tetap, portofolionya obligasi Negara (tingkat keamanannya kurang, gain-nya lebih besar dari pasar uang)<br />3. RD Campuran, portofolionya obligasi Negara dan saham (sedikit lebih bergejoka, gain lebih besar lagi)<br />4. RD  Saham. Isinya saham-saham unggulan (biasanya). Paling bergejolak tapi paling besar gain-nya</p>
<p>Teman  yg menyarankan RD buat dana pensiun sama sekali gak salah. Mungkin yang dia ingat hanya RD saham. Nah, dari urutan yg kuuraikan di atas itu, makin ke bawah adalah instrument yg tepat utk jangka panjang. Jadi nomor 1 itu cocok utk penempatan dana dibawah setahun. Dan hukum investasi itu adalah high risk high gain. Kalo  mau resiko kecil, berarti juga harus mau dapat untung kecil. Dan RD Saham , memang cocok utk penempatan jangka panjang. Lebih safe kalau di atas 3 tahun….</p>
<p>Banyak sekarang orang muda yg sukanya main RD Saham. Uangnya cepat berkembang. Dan kalau kita percayakan pengelolaan uang kita ke <a href="http://instrumenkeuangan.blogspot.com" target="_blank">Manajer Investasi </a>yg handal, maka kita nggak perlu pusing mantau pergerakan saham tiap hari.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saham itu Halal &amp; Menguntungkan'>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Menambah Penghasilan Keluarga</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 17:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan tambahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Eko Endarto (Perencana Keuangan)
Dikutip dari Majalah Bahana
Salah satu e-mail yang pernah saya terima dari pembaca Bahana menanyakan bagaimana caranya agar dia bisa mencari penghasilan tambahan, sementara dirinya dan keluarganya hidup pas-pasan sehingga tidak memiliki modal untuk menjalankan usaha.
Masalah ini mungkin pernah terlintas di pikiran Anda. Saya mau berusaha dan mencari penghasilan tambahan, tapi bagaimana [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-keuangan-keluarga-untuk-tahun-2008/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008'>Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-mengurangi-pengeluaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Mengurangi Pengeluaran'>Kiat Mengurangi Pengeluaran</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami'>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Eko Endarto (Perencana Keuangan)<br />
<a href="http://www.perencanakeuangan.com/files/kiatmenambahpenghasilan.html" target="_blank">Dikutip dari Majalah Bahana</a></p>
<p>Salah satu e-mail yang pernah saya terima dari pembaca Bahana menanyakan bagaimana caranya agar dia bisa mencari penghasilan tambahan, sementara dirinya dan keluarganya hidup pas-pasan sehingga tidak memiliki modal untuk menjalankan usaha.</p>
<p>Masalah ini mungkin pernah terlintas di pikiran Anda. Saya mau berusaha dan mencari penghasilan tambahan, tapi bagaimana bila tidak punya modal? Apakah mungkin mendapatkan penghasilan tambahan tanpa keluar modal?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
TIDAK SELALU UANG</p>
<p>Semua orang pasti mengenal yang namanya Bill Gates, J.K. Rowling atau David Beckham. Mereka terkenal sebagai orang yang kaya di bidang masing-masing. Tetapi bagaimana mere­ka bisa sukses dan kaya? Saya yakin pasti Anda akan berkata Bill Gates kaya karena memiliki Microsoft, J.K. Rowling karena bisa menulis buku laris Harry Potter, dan David Beckham karena ahli dalam permainan sepak bola.</p>
<p>Mereka mendapatkannya bukan karena memiliki modal uang. Mereka bukan anak orang kaya yang mewariskan banyak uang. Bahkan J.K. Rowling adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang telah berkali-kali keluar masuk tempat kerja karena selalu tidak beres kerjanya.</p>
<p>Jadi, apa yang membuat mereka berhasil? Mereka memiliki sesuatu yang diberikan Tuhan yang membuat mereka berbeda dari yang lain.</p>
<p>Ada 4 langkah yang bisa Anda kembangkan:</p>
<ol>
<li>Pergunakan Keahlian<br />
Untuk mencari penghasilan tambahan, jangan terpaku dengan uang. Kita semua diberi kelebihan oleh Tuhan. Apa keahlian Anda? Kalau Bill Gates bisa membuat program, mungkin Anda pintar mereparasi atau membetulkannya. Kalau David Beckham pintar bermain bola, mungkin Anda ahli bermain tenis. Kenapa semua keahlian itu tidak dikembangkan? Ingat, keberhasilan mereka bukan karena memulainya dengan uang tapi dari keahlian yang mereka kuasai.<br />
Jadi, langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah <span style="font-weight:bold;">gunakan keahlian Anda</span>.</li>
<li>Kembangkan Hobi<br />
Punya hobi menarik? Kenapa tidak menjadikannya sebagai dasar untuk mendapatkan penghasilan? Seorang ibu di tempat saya tinggal sangat menyenangi bunga. Ia selalu merawat bunga-bunga tersebut dengan cermat sehingga bunga-bunga peliharaannya menjadi sangat indah dilihat. Tiap minggu ia mempersembahkan sebagian hasil kebunnya itu untuk menjadi bunga penghias altar gereja. Tanpa diduga, bunga itu menarik perhatian seorang pedagang bunga, dan saat ini ibu tersebut menjadi salah satu pemasok bunga di toko tersebut.<br />
Jadi, langkah kedua adalah dengan <span style="font-weight:bold;">memanfaatkan hobi</span>.</li>
<li>Manfaatkan Aset<br />
Mungkin Anda akan berkata bahwa saya tidak kaya sehingga tidak bisa menggunakan aset untuk menambah penghasilan. Tapi coba perhatikan apa yang ada di sekitar Anda. Tetangga saya memanfaatkan petak tanah 1&#215;3m di depan rumahnya untuk berjualan nasi kuning. Apakah berhasil? Tentu saja. Sebab aset yang dia miliki hanya sebagai pendukung. Pelayanan, rasa, dan keramah­an penjual menjadi nilai jualannya yang utama. Langkah ketiga yang bisa Anda gunakan adalah manfaatkan aset.</li>
<li>Manfaatkan Waktu<br />
Waktu adalah kekayaan yang diberikan Allah. Kita semua diberikan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Tapi, seberapa besar kita telah memanfaatkan pemberian Allah itu? Pergunakan waktu luang Anda. Kalau Rowling bisa menggunakan waktunya untuk mengkhayal dan kemudian menjadikannya sebuah buku, kenapa Anda tidak bisa? Kalau Beckham bisa menggunakan waktu luangnya untuk meningkatkan keahliannya bersepak bola, kenapa Anda tidak? Cobalah pergunakan waktu Anda dengan maksimal. Mengajar, melatih tenis atau mungkin menjadi broker, adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan.<br />
Jadi, langkah keempat adalah <span style="font-weight:bold;">maksimalkan waktu</span> Anda</li>
</ol>
<p>Akhirnya, mendapatkan <a href="http://www.dbc-network.com/?id=pureskin&amp;s1=webKK-post-kiat" target="_blank">penghasilan tambahan</a> bukanlah masalah berapa besar uang yang harus dimiliki. Dengan keahlian, hobi, aset, dan waktu yang kita kelola dengan maksimal, penghasilan tambahan bisa kita ciptakan. Raja Salomo berhasil mengembangkan dan membesarkan kerajaannya bukan dari kekayaan, tapi dari hikmat yang dilimpahkan kepadanya. Anda pun bisa!<br />
Selamat mencari penghasilan tambahan.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-keuangan-keluarga-untuk-tahun-2008/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008'>Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-mengurangi-pengeluaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Mengurangi Pengeluaran'>Kiat Mengurangi Pengeluaran</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami'>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 06:28:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/</guid>
		<description><![CDATA[ANAK MUDASAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu muda untuk memikirkan mengenai tabungan. Saya baru mulai dalam kehidupan dan saya juga tidak mempunyai sesuatu untuk ditabung. Saya terlalu sibuk untuk bermain. Suatu hari kelak saya akan menabung
ANAK REMAJASAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya masih muda dan masih sekolah. Saya tidak dapat menabung sementara uang saku [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ANAK MUDA<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu muda untuk memikirkan mengenai tabungan. Saya baru mulai dalam kehidupan dan saya juga tidak mempunyai sesuatu untuk ditabung. Saya terlalu sibuk untuk bermain. Suatu hari kelak saya akan menabung</p>
<p>ANAK REMAJA<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya masih muda dan masih sekolah. Saya tidak dapat menabung sementara uang saku saya masih pas-pasan. Disamping itu, ada hal lebih baik yang dapat saya lakukan dengan uang saya. Jika saya lulus sekolah dan mulai mempunyai penghasilan, maka saya akan menabung</p>
<p>DUA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya baru saja mulai bekerja. Saya harus membayar kembali pinjaman sekolah dan ada pinjaman untuk mobil juga. Saya belum siap membuat komitmen sekarang dan saya ingin bersenang-senang sementara saya dapat. Akan ada waktu kelak untuk memikirkan mengenai tabungan, pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>TIGA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya mempunyai keluarga dan pertanggungan. Biayanya mahal untuk mendidik anak-anak dan ada hipotek atas rumah juga. Seluruh penghasilan saya habis untuk segala keperluan kehidupan. Ketika saya menghasilkan lebih banyak dan anak-anak lebih tua, maka saya akan menabung.</p>
<p>EMPAT PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Anak-anak saya di universitas dan biaya-biayanya memuncak. Kemudian, ada pernikahan. Saya ingin membantu anak-anak memulai kehidupan mereka. Biaya pengeluaran sedang tinggi-tingginya.dan sekarang waktu yang sulit untuk menabung, tetapi situasi akan segera membaik. Pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>LIMA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Hal-hal ternyata tidak berjalan seperti saya perkirakan semula. Tidaklah mudah jika anda terkunci dan tidak ada kesempatan untuk naik pada tangga karier. Saya tidak dapat meninggalkan semuanya dan memulai sebuah karier baru. Saya membantu orangtua saya juga, sekarang ketika mereka memerlukan bantuan. Penghasilan saya hampir saja tidak cukup. Sesuatu akan membuka dan pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>ENAM PULUHAN<br />SAYA TIDAK BISA MENABUNG SEKARANG. Tadinya saya kira kehidupan akan lebih baik. Saya ingin mengambil pensiun lebih awal tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya mencoba membayar sisa-sisa hipotek dan ada tagihan lain yang harus ditangani, dan mereka bertmpuk-tumpuk. Memikirkan cucu-cucu dan hal-hal lain menghabiskan segala sesuatu yang saya miliki. Saya rasa memang hidup demikian. Seandainya saya dapat menabung</p>
<p>TUJUH PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu tua untuk menabung. Cek social security saya dan pensiun saya tidak mencukupi. Tagihan biaya pengobatan dan perawatan jangka panjang benar-benar mencemaskan saya. Saya tidak suka menjadi beban bagi anak-anak saya. Seandainya saya telah menabung ketika seharusnya saya melakukannya. Sekarang sudah terlambat.</p>
<p>SAYA BENAR-BENAR TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Orang Beriman</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 04:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/jadilah-orang-beriman/</guid>
		<description><![CDATA[Apa hubungannya investasi dengan iman ya? Coba aja kita cermati. Tapi jangan sampe kita beriman sama uang, bisa celaka.
Oya, beberapa hari ini emang keliatan ya, ada trend positif dari indeks BEI. Kayaknya sih gak mau ketinggalan sama bursa-bursa dunia yg responsnya positif terhadap penurunan (kembali) suku bunga the Fed minggu lalu. Mudah2an memang naik terusss… [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu'>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa hubungannya investasi dengan iman ya? Coba aja kita cermati. Tapi jangan sampe kita beriman sama uang, bisa celaka.</p>
<p>Oya, beberapa hari ini emang keliatan ya, ada trend positif dari indeks BEI. Kayaknya sih gak mau ketinggalan sama bursa-bursa dunia yg responsnya positif terhadap penurunan (kembali) suku bunga the Fed minggu lalu. Mudah2an memang naik terusss… amin</p>
<p>Lagi puyeng2, ah, ngoceh aja sama seorang Om pelaku pasar modal. Beliau cerita, bahwa inflasi bulan ini sangat mengkhawatirkan. Menurut beliau, hal termudah untuk melihat besarnya inflasi adalah dengan melihat harga cabe. Ha? Hanya cabe? Iya! Lalu dia berargumen,”Kapan inflasi tertinggi sepanjang tahun? Menjelang lebaran. Kok tau? Karena harga cabe pasti melambung. Coba lu sensus orang Indonesia yg gak hobi makan cabe. Semua suka pedes!”</p>
<p>Hmmm…..boleh juga teorinya…..</p>
<p>Dan memang bulan ini harga cabe gila-gilaan… sayangnya, petani cabe kok ya gak kaya-kaya…</p>
<p>Yah, di dunia kapitalis ini, yg pegang permainan ya yang punya uang banyak….dan sepertinya ini memang permainan ‘orang atas’. Au ah, gelap! Pesan sponsor: kalo berbisnis, pake nurani lah…</p>
<p>Tapi memang ya, buat kita2 (setidaknya buat saya) yg kerjanya di dunia perduitan, sepertinya gak ada rasanya tuh, inflasi yg katanya menghebohkan. Yg keliatan hanya angka2 yg (katanya) mengandung arti mengerikan. Tapi pas nonton TV, duh, rasanya , miris banget ya. Ada ibu hamil 7 bulan ditemukan meninggal berdua dengan anaknya. Indikasi: kelaparan. Anak yg lain, masuk UGD karena kelaparan juga. Bapaknya hanya tukang becak. Duh…duh… inflasi memang kurang kerasa buat kita2 yg mampu, tapi untuk golongan menengah ke bawah… mencekik sekali…</p>
<p>Jadi mesti inget kalo di harta kita ada bagian orang gak mampu…</p>
<p>Terakhir, si Om tadi punya kata2 mutiara,”Dalam berinvestasi, jadilah orang beriman. Tau kunci orang beriman? Sabar dan bersyukur. Sabar, nunggu naiknya harga unit yg beberapa bulan ini mencemaskan… lalu bersyukurlah saat naik. Waktu kita perlu uang dan unitnya kita cairkan, maka besar-kecilnya hasil yg kita dapatkan harus disyukuri. Jangan juga jadi orang rakus. Mentang2 trend naik terus, lalu menunda-nunda pencairan dengan harapan besok dapet untung lebih gede lagi. Belum tentu juga, harga besok naik lagi. Lha kalo turun?”</p>
<p>Yang penting juga, kata si Om, jangan sombong karena merasa pinter. Dunia ini bukan kita yg mengendalikan. Jadi saat kita merasa pinter, justru di situlah awal jatuhnya kita. Banyak faktor2 eksternal yg menentukan besaran hasil investasi.</p>
<p>Yang paling penting, last but not least, jangan berinvestasi dari hasil utangan!!<br />Makasih buat wejangannya ya Om&#8230;</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu'>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatur pengeluaran untuk Perawatan Tubuh</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-untuk-perawatan-tubuh/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-untuk-perawatan-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 04:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/mengatur-pengeluaran-untuk-perawatan-tubuh/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menikah, seringkali seorang wanita mengindahkan kebutuhannya akan merawat tubuh (apalagi yang sebelum menikah termasuk golongan yang kurang telaten merawat diri). Padahal perawatan diri, bagi seorang wanita itu sangat penting. Jangan katakan Anda tidak punya waktu atau anggaran:-)
Aturlah pengeluaran Anda, agar dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri. Cari tips dan trik yang murah untuk merawat diri. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-mengurangi-pengeluaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Mengurangi Pengeluaran'>Kiat Mengurangi Pengeluaran</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah menikah, seringkali seorang wanita mengindahkan kebutuhannya akan merawat tubuh (apalagi yang sebelum menikah termasuk golongan yang kurang telaten merawat diri). Padahal perawatan diri, bagi seorang wanita itu sangat penting. Jangan katakan Anda tidak punya waktu atau anggaran:-)</p>
<p>Aturlah pengeluaran Anda, agar dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri. Cari tips dan trik yang murah untuk merawat diri. Merawat diri (baca: sesekali memanjakan diri) merupakan stress relieving activity.</p>
<p>Pengeluaran seputar kebutuhan perawatan tubuh dapat dibagi menjadi:
<ol>
<li>Produk perawatan diri</li>
<p>
<ul>
<li>Perawatan wajah</li>
<p>
<li>Perawatan rambut</li>
<p>
<li>Perawatan tubuh</li>
</ul>
<p>
<li>Produk penampilan</li>
</ol>
<p><b>PRODUK PERAWATAN</b><br />Untuk mengatur pengeluaran, sebaiknya Anda membuat anggaran yang akan keluarkan. Buat list terperinci seputar produk perawatan yang Anda gunakan. Misalnya: Susu pembersih dan penyegar wajah. Jika Anda membersihkan wajah, dua kali sehari, mungkin Anda akan menghabiskan 1botol sebulan. Demikian halnya dengan sabun mandi, setiap bulannya mungkin Anda akan membeli sabun mandi karena pemakaiannya yang rutin setiap hari.</p>
<p>Buat daftar produk yang Anda gunakan selengkap-lengkapnya, sehingga Anda memiliki gambaran, berapa yang Anda habiskan untuk produk perawatan diri selama sebulan.</p>
<p><b>PRODUK PENAMPILAN</b><br />Hampir setiap hari, kita dibanjiri informasi mengenai produk-produk yang meng-klaim dapat mempercantik Anda. Bukan sekali-dua, Andapun tergiur untuk mencoba produk tersebut. Hal inilah yang seringkali menyebabkan pengeluaran Anda membengkak. Seringkali wanita mudah tergiur rayuan iklan ataupun pramuniaga yang sedang menjajakan produknya.<br />Yang paling penting<br />1. Anda harus dapat menentukan berapa besar anggaran bulanan untuk perawatan dan penampilan. Apakah 20%, 30% atau 40%, semuanya tergantung Anda.<br />2. Ingat, hanya beli produk yang Anda butuhkan. Baik itu lipstick, eye liner, ataupun foundation.<br />3. Disiplinkan diri Anda. Jangan mudah tergiur rayuan iklan.</p>
<p><b>MEMBUAT ANGGARAN</b><br />Untuk memudahkan pengaturan anggaran, buat list produk yang Anda gunakan.<br /><i>Perawatan wajah:</i><br />Susu pembersih<br />Toner penyegar<br /><a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2007/04/pelembab-yang-pas-buat-jenis-kulit.html" target="_blank">Pelembab</a><br />Krim malam<br />Krim mata<br />Scrub<br />Masker wajah</p>
<p><i>Perawatan rambut:</i><br />Shampoo dan conditioner<br />Masker rambut<br />Hair Tonic/Vitamin rambut</p>
<p><i>Perawatan tubuh</i><br />Sabun mandi<br />Lulur<br />Hand &amp; Body Lotion<br />Cologne</p>
<p><i>Produk penampilan</i><br /><a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2007/02/memilih-alas-bedak.html" target="_blank">Alas bedak</a><br /><a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2007/04/ragam-bedak.html" target="_blank">Bedak</a><br />Lip liner<br /><a href="http://www.blogger.com/" target="_blank">Lipstick</a> (buat daftar warna yang telah Anda miliki dan Anda butuhkan)<br />Pensil Alis<br /><a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2007/02/teknik-ampuh-gunakan-blush-on.html" target="_blank">Pemulas pipi</a><br />Maskara<br /><a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2007/01/serba-serbi-minyak-wangi.html" target="_blank">Minyak wangi</a><br />Hair gel<br />Styling Mouse<br />Hair Spray</p>
<p>Kemudian tandai produk mana yang Anda gunakan tiap hari, atau hanya pada kesempatan tertentu. Selalu juga perhatikan masa pakai tiap produk, jangan membeli terlalu banyak produk yang masa pakainya singkat. Misalnya, Maskara lama masa pakainya hanya 6bulan setelah pertama kali digunakan.</p>
<p>Lihat artikel: <a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2006/12/cara-cerdik-belanja-kosmetik.html" target="_blank">Cara cerdik belanja Kosmetik</a></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-mengurangi-pengeluaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Mengurangi Pengeluaran'>Kiat Mengurangi Pengeluaran</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-untuk-perawatan-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perhitungan Bunga Kartu Kredit</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/perhitungan-bunga-kartu-kredit/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/perhitungan-bunga-kartu-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 03:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[bunga credit card]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghitung bunga kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[credit card]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung bunga credit card]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, hampir semua rumah tangga sudah tidak asing lagi dengan kartu kredit. Tapi, masih banyak di antara para pemilik kartu kredit yang tidak tahu atau mungkin juga tidak mau ambil pusing untuk mengetahui bagaimana perhitungan bunga kartu kreditnya. Padahal, pemahaman atas cara perhitungan bunga kartu kredit memberikan beberapa keuntungan bagi kita, yaitu antara lain:

mendorong [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/memilih-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Kartu Kredit'>Memilih Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/info-keuangan/kartu-kredit-citibank-dan-uu-perlindungan-konsumen/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kartu Kredit Citibank Dan UU Perlindungan Konsumen'>Kartu Kredit Citibank Dan UU Perlindungan Konsumen</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/cara-bijak-menggunakan-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit'>Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, hampir semua rumah tangga sudah tidak asing lagi dengan kartu kredit. Tapi, masih banyak di antara para pemilik kartu kredit yang tidak tahu atau mungkin juga tidak mau ambil pusing untuk mengetahui bagaimana perhitungan bunga kartu kreditnya. Padahal, pemahaman atas cara perhitungan bunga kartu kredit memberikan beberapa keuntungan bagi kita, yaitu antara lain:</p>
<ul>
<li>mendorong kita untuk lebih bijaksana dalam penggunaan kartu kredit</li>
<li> membantu kita untuk mengatur pengeluaran rumah tangga yang berhubungan dengan kartu kredit seperti misalnya pembelian barang apa saja yang perlu dilakukan dengan kartu kredit serta pembayaran cicilan kartu kredit</li>
<li> mencegah kita dari jeratan utang kartu kredit.</li>
</ul>
<p>Pengertian bunga pada kartu kredit adalah biaya yang dibebankan kepada pemegang kartu kredit yang muncul sebagai akibat dari pembayaran tidak penuh atau pembayaran setelah jatuh tempo.</p>
<p><strong>Rumus Perhitungan Bunga:</strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Tingkat Bunga (%) x 12 bulan x Transaksi (Rp) x Jumlah Hari*</span></p>
<p>360 Hari</p>
<p>*Jumlah Hari dihitung dari tanggal transaksi hingga tanggal pencetakan tagihan</p>
<p><strong>Simulasi</strong></p>
<p>Tn A, seorang pemegang kartu baru, pada tanggal 3 Maret 2010 melakukan transaksi sebesar Rp1.000.000,00. Tagihan kartu dicetak setiap tanggal 10 dengan jatuh tempo tanggal 24 setiap bulannya.  Pada tanggal 10 Maret, Tn. A menerima tagihan pertama sebesar Rp1.000.000,00, dan ia lalu melakukan pembayaran sebesar Rp100.000,00 pada tanggal 15 Maret 2010.</p>
<p>Pada tanggal 10 April, Tn. A menerima tagihan kedua dengan rincian tagihan sbb:</p>
<p>a. Tagihan awal Rp1.000.000,00</p>
<p>b. Pembayaran Rp100.000,00</p>
<p>c. Beban bunga (A+B+C), lihat perhitungan di bawah</p>
<p>d. Tagihan akhir</p>
<p>Untuk perhitungan bunga yang dibebankan pada tagihan 10 April adalah sbb:</p>
<p>1. <span style="text-decoration: underline;">Tingkat Bunga x 12 Bulan x Rp1.000.000,00 x 8 hari* </span>= A</p>
<p>360 Hari</p>
<p>* Jumlah hari dihitung dari tanggal 3 Maret s.d. 10 Maret (8 hari)</p>
<p>2. <span style="text-decoration: underline;">Tingkat Bunga x 12 Bulan x Rp1.000.000,00 x 4 hari *</span>= B</p>
<p>360 Hari</p>
<p>* Jumlah hari dihitung dari tanggal 11 Maret sampai dengan tanggal 14 Maret (4 hari)</p>
<p>Beban bunga atas sisa tagihan setelah melakukan pembayaran Rp100.000,00 pada tanggal 15 Maret:</p>
<p>3. <span style="text-decoration: underline;">Tingkat Bunga x 12 Bulan x Rp900.000,00 x 27 hari*</span> =C</p>
<p>360 Hari</p>
<p>* Jumlah hari dihitung dari tanggal 15 Maret sampai dengan tanggal 10 April (27 hari)</p>
<p>Jumlah bunga yang dibebankan pada tagihan bulan April adalah = A+B+C</p>
<p>Jumlah tagihan pada bulan April adalah Rp1.000.000 &#8211; Rp100.000,00 + Bunga (A+B+C)</p>
<p><strong>Beberapa istilah yang perlu diperhatikan dalam perhitungan bunga</strong></p>
<p>Tanggal cetak tagihan = tanggal cetak lembar penagihan.</p>
<p>Tanggal jatuh tempo = tanggal terakhir pemegang kartu harus melakukan pembayaran tagihan.</p>
<p>Tanggal transaksi = tanggal dilakukannya transaksi, baik pembelanjaan, penarikan tunai atau transaksi lainnya dengan menggunakan kartu kredit.</p>
<p>Pembayaran =  jumlah pembayaran yang dilakukan oleh pemegang kartu untuk menutup tagihan bulan sebelumnya, dapat dilakukan secara penuh atau minimum (10% dari total jumlah penagihan bulan berjalan atau sebesar jumlah tertentu).</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Setelah memahami perhitungan bunga ini maka untuk menghindari beban bunga pada pemakaian kartu kredit, lakukanlah pembayaran secara penuh sesuai tagihan dan sebelum jatuh tempo.</p>
<p>Sumber: Edukasi Bank Indonesia</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/memilih-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Kartu Kredit'>Memilih Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/info-keuangan/kartu-kredit-citibank-dan-uu-perlindungan-konsumen/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kartu Kredit Citibank Dan UU Perlindungan Konsumen'>Kartu Kredit Citibank Dan UU Perlindungan Konsumen</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/cara-bijak-menggunakan-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit'>Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/perhitungan-bunga-kartu-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berinvestasi di Bank Syariah</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 02:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bagi hasil]]></category>
		<category><![CDATA[bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[deposito]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman modal]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[titipan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, bank syariah boleh dikatakan ada di mana-mana. Tapi walau dapat dijangkau dengan mudah, banyak juga anggota masyarakat yang belum paham apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional sehingga belum tertarik untuk menggunakan jasa bank syariah. Malah ada yang menganggap bahwa bank syariah itu bank eksklusif khusus untuk masyarakat yang beragama Islam. Padahal, bank [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan'>TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Syariah'>Asuransi Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, bank syariah boleh dikatakan ada di mana-mana. Tapi walau dapat dijangkau dengan mudah, banyak juga anggota masyarakat yang belum paham apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional sehingga belum tertarik untuk menggunakan jasa bank syariah. Malah ada yang menganggap bahwa bank syariah itu bank eksklusif khusus untuk masyarakat yang beragama Islam. Padahal, bank syariah menawarkan jasa-jasa yang tak kalah menarik dengan bank konvensional. Oleh karenanya, bank ini dapat menjadi alternatif bagi keluarga untuk berinvestasi.</p>
<p><strong>Apa itu Bank Syariah?</strong></p>
<p>Bank syariah adalah bank yang sistem operasionalnya didasarkan pada etika Islam. Berbeda dengan sistem perbankan konvensional, pada sistem perbankan syariah tidak mengenal adanya bunga. Imbalan bagi nasabah diwujudkan dalam bentuk pembagian keuntungan antara bank dengan nasabah. Pembagian keuntungan ini didasarkan pada proporsi tertentu yang ditetapkan di awal, misalnya bank akan menerima 55% dan nasabah 45% dari keuntungan, namun nilai nominalnya sendiri baru diketahui kemudian tergantung dari keuntungan yang diperoleh bank.</p>
<p>Karakteristik yang menonjol dari sistem perbankan syariah adalah keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, serta menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Sebagai suatu  usaha bisnis, bank syariah melayani nasabah dari berbagai golongan tidak terbatas hanya pada umat Islam saja.</p>
<p><strong>Apa Saja Produk Investasi di Bank Syariah?</strong></p>
<p>Bank syariah menawarkan produk dan jasa yang lebih beragam dibandingkan dengan bank konvensional, dengan skema keuangan yang lebih bervariasi, fleksibel dan saling menguntungkan.</p>
<p>Beberapa produk investasi di bank syariah antara lain:</p>
<p>1. Tabungan</p>
<p>Bank syariah menawarkan dua jenis tabungan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan nasabah penabung.</p>
<p style="padding-left: 30px">a. Tabungan dengan skema titipan</p>
<p style="padding-left: 30px">Tabungan ini diperuntukan bagi nasabah yang mengutamakan keamanan dan kemudahan transaksi sehari-hari. Nasabah bebas mengambil uang yang ‘dititipkannya’ di bank syariah setiap saat ia membutuhkannya. Dana nasabah aman tersimpan di bank karena terbebas dari risiko pemotongan dana ketika usaha bank mengalami kerugian. Keuntungan yang diperoleh oleh penabung dengan skema ini adalah berupa bonus, yang besarnya sesuai dengan kebijakan masing-masing bank syariah.</p>
<p style="padding-left: 30px">b. Tabungan dengan skema penanaman modal</p>
<p style="padding-left: 30px">Tabungan ini diperuntukkan bagi nasabah yang menginginkan hasil investasi yang lebih tinggi. Dana yang ditabung oleh nasabah akan ditempatkan oleh bank syariah ke sektor-sektor usaha produktif yang menghasilkan profit. Profit tersebut kemudian akan dibagi antara bank (sebagai pengelola dana) dan nasabah (sebagai pemilik dana) dengan rasio bagi hasil yang telah ditetapkan. Nilai bagi hasil ini berfluktuasi, sesuai dengan imbal hasil yang diperoleh bank syariah dari invetasi yang dilakukan. Bagaimana jika investasi yang dilakukan oleh bank syariah merugi? Jangan kahawatir. Karena masyarakat yang menyimpan uangnya di bank syariah tidak akan ikut mengalami kerugian itu. Saat ini perhitungan bagi hasil antara bank syariah dan nasabah tidak didasarkan pada profit yang diperoleh (<em>profit and loss sharing</em>), namun didasarkan pada pendapatan (<em>revenue sharing</em>). Dengan pola <em>revenue sharing</em>, bagi hasil kepada nasabah diperhitungkan dari pendapatan bank, sedangkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan bank akan diambil dari bagi hasil yang menjadi hak bank. Dengan pola ini, dana nasabah yang diinvestasikan dalam tabungan bank syariah tidak akan berkurang atau hilang meskipun investasi yang dilakukan bank syariah mengalami kerugian. Tabungan yang masuk dalam kategori ini antara lain tabungan pendidikan dan tabungan perencanaan.</p>
<p>Baik tabungan dengan skema titipan maupun penanaman modal dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan Undang-Undang No.24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS hingga nilai maksimal Rp2 miliar.</p>
<p>2. Deposito</p>
<p>Ada dua jenis deposito yang ditawarkan oleh bank syariah, yaitu:</p>
<p>a. Deposito dengan skema penyertaan modal</p>
<p>b. Deposito dengan skema penyertaan modal untuk proyek tertentu sesuai dengan keinginan nasabah</p>
<p>Pada dasarnya kedua jenis deposito tersebut memiliki fitur dan mekanisme yang sama yaitu nasabah menanamkan dananya di bank untuk kemudian diinvestasikan oleh bank ke sektor-sektor usaha yang produktif yang sesuai dengan etika Islam. Perbedaannya adalah pada jenis deposito yang kedua nasabah memberikan batasan-batasan tertentu kepada bank mengenai peruntukan investasi atas dana yang didepositokannya. Hasil investasi yang dilakukan oleh bank kemudian akan dibagi bersama antara nasabah dan bank dengan proporsi/nisbah bagi hasil yang disepakati bersama.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Di Mana Layanan Bank Syariah dapat Ditemui?</strong></p>
<p>Layanan jasa perbankan syariah dapat dengan mudah diperoleh masyarakat pada tempat-tempat yang memasang logo iB (<em>Islamic Banking</em>), apakah itu di Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS)dari Bank Umum Konvensional atau pun layanan syariah (<em>office channeling</em>) di loket-loket Bank Umum Konvensional. Nasabah tidak perlu khawatir dananya akan tercampur pengelolaannya dengan dana dari bank umum konvensional karena setiap iB telah didukung oleh sistem teknologi informasi yang kredibel, yang mempunyai dua <em>user ID </em>berbeda untuk masuk ke dalam sistem pencatatan. Satu <em>user ID </em>untuk rekening konvensional dan satu <em>user ID </em>lain yang berbeda untuk rekening syariah. Setiap kali ada masyarakat yang membuka rekening syariah di cabang konvensional, petugas bank akan membuka dan membukukan transaksi nasabah di rekening dengan <em>user ID </em>syariah.</p>
<p>Lebih dari itu, seluruh kegiatan usaha dan pengelolaan dana UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang juga adalah anggota dari Dewan Syariah Nasional (DSN) dan secara berkala laporan keuangan UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah diawasi dan diperiksa oleh Bank Indonesia untuk menjamin setiap UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah mengelola dana masyarakat dan menjalankan kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.</p>
<p>Jadi, tunggu apalagi? Yuk mulai berinvestasi di bank syariah!</p>
<p>Sumber: Bank Indonesia</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan'>TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Syariah'>Asuransi Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

