<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com &#187; keuangan keluarga</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/category/keuangan-keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 00:45:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Siapkan Dana untuk Membeli Rumah</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 00:45:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[biaya kpr]]></category>
		<category><![CDATA[kpr]]></category>
		<category><![CDATA[kpr rumah]]></category>
		<category><![CDATA[membeli rumah]]></category>
		<category><![CDATA[uang muka kpr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Selain dana-dana yang telah di sebutkan di tulisan ini.
Biasanya, bank hanya memberikan pinjaman yang besarnya 70 &#8211; 90% dari jumlah total harga rumah.
Paling penting Anda harus mempersiapkan Uang Muka yang jumlahnya berkisar antara 10 &#8211; 40% dari jumlah total harga rumah. Semakin besar jumlah uang muka yang Anda keluarkan, maka beban kredit Anda akan lebih [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/faktor-penting-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Faktor penting Saat Membeli Rumah'>Faktor penting Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dokumen-untuk-pengajuan-kpr/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dokumen untuk Pengajuan KPR'>Dokumen untuk Pengajuan KPR</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain dana-dana yang telah di sebutkan di <a href="http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/">tulisan ini</a>.</p>
<p>Biasanya, bank hanya memberikan pinjaman yang besarnya 70 &#8211; 90% dari jumlah total harga rumah.</p>
<p>Paling penting Anda harus mempersiapkan Uang Muka yang jumlahnya berkisar antara 10 &#8211; 40% dari jumlah total harga rumah. Semakin besar jumlah uang muka yang Anda keluarkan, maka beban kredit Anda akan lebih ringan. Saat ini banyak developer yang memberi kemudahan berupa cicilan uang muka.</p>
<p>Jika bank pilihan Anda memberikan kemudahan berupa pinjaman 90% dari total harag rumah, sebenarnya Anda hanya menggeser beban yang harusnya Anda bayar di muka jadi pindah ke belakang. Ini berarti cicilan bulan KPR Anda akan lebih tinggi juga.</p>
<p>Selain Uang Muka, dana apa lagi yang perlu Anda persiapkan?<br />
Biasanya pihak bank pemberi KPR meminta Anda untuk menyiapkan dana sebesar 3 x uang angsuran per bulan sebagai deposit.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/faktor-penting-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Faktor penting Saat Membeli Rumah'>Faktor penting Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dokumen-untuk-pengajuan-kpr/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dokumen untuk Pengajuan KPR'>Dokumen untuk Pengajuan KPR</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Hemat BBM</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-hemat-bbm/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-hemat-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 22:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/tips-hemat-bbm/</guid>
		<description><![CDATA[Buat yang mempunyai kendaraan bermotor, khususnya mobil, tentunya seringkali kebat-kebit dengan fluktuasi harga BBM di pasar. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untung menghemat penggunaan BBM.

Cek kondisi mobil secara teratur, termasuk di dalamnya ganti oli dan tune-up.

Periksa ban. Selalu periksa tekanan dalam ban. Ban yang kempes (baca: kurang angin red) dapat meningkatkan penggunaan bahan baka [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/cara-merawat-mobil/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara Merawat Mobil'>Cara Merawat Mobil</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat yang mempunyai kendaraan bermotor, khususnya mobil, tentunya seringkali kebat-kebit dengan fluktuasi harga BBM di pasar. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untung menghemat penggunaan BBM.</p>
<ol>
<li>Cek kondisi mobil secara teratur, termasuk di dalamnya ganti oli dan tune-up.</li>
<p>
<li>Periksa ban. Selalu periksa tekanan dalam ban. Ban yang kempes (baca: kurang angin red) dapat meningkatkan penggunaan bahan baka hingga 0.4 persen</li>
<p>
<li>Gunakan oli yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan.</li>
<p>
<li>Jangan nyalakan mesin mobil terlalu lama, jika tidak digunakan. Duduk terlalu lama dalam mobil yang menyala, hanya buang-buang bahan bakar.</li>
<p>
<li>Mengemudi dengan baik. Ngebut-rem a la sopir metromini hanya akan memperboros penggunaan BBM, selain meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Mengemudi dengan meningkatkan kecepatan secara perlahan, akan membuat mesin kendaraan bekerja lebih efisien.</li>
<p>
<li>Jangan ngebut. Lebih aman dan hemat BMM.</li>
<p>
<li>Diet:-) dan hindari membawa barang di atap kendaraan. Kelebihan berat, akan lebih berdampak pada kendaraan-kendaraan kecil.</li>
</ol>
<p>Disadur dari artikel Yahoo!Biz dan saft7 [dot] com</p>
<p>Punya ide lain?? Mari berbagi, kirimkan e-mail anda ke <a href="mailto: dea@keuangankeluarga.com">dea [at] keuangankeluarga [dot] com</a></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/cara-merawat-mobil/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara Merawat Mobil'>Cara Merawat Mobil</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-hemat-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Menambah Penghasilan Keluarga</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 17:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan tambahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Eko Endarto (Perencana Keuangan)
Dikutip dari Majalah Bahana
Salah satu e-mail yang pernah saya terima dari pembaca Bahana menanyakan bagaimana caranya agar dia bisa mencari penghasilan tambahan, sementara dirinya dan keluarganya hidup pas-pasan sehingga tidak memiliki modal untuk menjalankan usaha.
Masalah ini mungkin pernah terlintas di pikiran Anda. Saya mau berusaha dan mencari penghasilan tambahan, tapi bagaimana [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-keuangan-keluarga-untuk-tahun-2008/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008'>Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-mengurangi-pengeluaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Mengurangi Pengeluaran'>Kiat Mengurangi Pengeluaran</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami'>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Eko Endarto (Perencana Keuangan)<br />
<a href="http://www.perencanakeuangan.com/files/kiatmenambahpenghasilan.html" target="_blank">Dikutip dari Majalah Bahana</a></p>
<p>Salah satu e-mail yang pernah saya terima dari pembaca Bahana menanyakan bagaimana caranya agar dia bisa mencari penghasilan tambahan, sementara dirinya dan keluarganya hidup pas-pasan sehingga tidak memiliki modal untuk menjalankan usaha.</p>
<p>Masalah ini mungkin pernah terlintas di pikiran Anda. Saya mau berusaha dan mencari penghasilan tambahan, tapi bagaimana bila tidak punya modal? Apakah mungkin mendapatkan penghasilan tambahan tanpa keluar modal?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
TIDAK SELALU UANG</p>
<p>Semua orang pasti mengenal yang namanya Bill Gates, J.K. Rowling atau David Beckham. Mereka terkenal sebagai orang yang kaya di bidang masing-masing. Tetapi bagaimana mere­ka bisa sukses dan kaya? Saya yakin pasti Anda akan berkata Bill Gates kaya karena memiliki Microsoft, J.K. Rowling karena bisa menulis buku laris Harry Potter, dan David Beckham karena ahli dalam permainan sepak bola.</p>
<p>Mereka mendapatkannya bukan karena memiliki modal uang. Mereka bukan anak orang kaya yang mewariskan banyak uang. Bahkan J.K. Rowling adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang telah berkali-kali keluar masuk tempat kerja karena selalu tidak beres kerjanya.</p>
<p>Jadi, apa yang membuat mereka berhasil? Mereka memiliki sesuatu yang diberikan Tuhan yang membuat mereka berbeda dari yang lain.</p>
<p>Ada 4 langkah yang bisa Anda kembangkan:</p>
<ol>
<li>Pergunakan Keahlian<br />
Untuk mencari penghasilan tambahan, jangan terpaku dengan uang. Kita semua diberi kelebihan oleh Tuhan. Apa keahlian Anda? Kalau Bill Gates bisa membuat program, mungkin Anda pintar mereparasi atau membetulkannya. Kalau David Beckham pintar bermain bola, mungkin Anda ahli bermain tenis. Kenapa semua keahlian itu tidak dikembangkan? Ingat, keberhasilan mereka bukan karena memulainya dengan uang tapi dari keahlian yang mereka kuasai.<br />
Jadi, langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah <span style="font-weight:bold;">gunakan keahlian Anda</span>.</li>
<li>Kembangkan Hobi<br />
Punya hobi menarik? Kenapa tidak menjadikannya sebagai dasar untuk mendapatkan penghasilan? Seorang ibu di tempat saya tinggal sangat menyenangi bunga. Ia selalu merawat bunga-bunga tersebut dengan cermat sehingga bunga-bunga peliharaannya menjadi sangat indah dilihat. Tiap minggu ia mempersembahkan sebagian hasil kebunnya itu untuk menjadi bunga penghias altar gereja. Tanpa diduga, bunga itu menarik perhatian seorang pedagang bunga, dan saat ini ibu tersebut menjadi salah satu pemasok bunga di toko tersebut.<br />
Jadi, langkah kedua adalah dengan <span style="font-weight:bold;">memanfaatkan hobi</span>.</li>
<li>Manfaatkan Aset<br />
Mungkin Anda akan berkata bahwa saya tidak kaya sehingga tidak bisa menggunakan aset untuk menambah penghasilan. Tapi coba perhatikan apa yang ada di sekitar Anda. Tetangga saya memanfaatkan petak tanah 1&#215;3m di depan rumahnya untuk berjualan nasi kuning. Apakah berhasil? Tentu saja. Sebab aset yang dia miliki hanya sebagai pendukung. Pelayanan, rasa, dan keramah­an penjual menjadi nilai jualannya yang utama. Langkah ketiga yang bisa Anda gunakan adalah manfaatkan aset.</li>
<li>Manfaatkan Waktu<br />
Waktu adalah kekayaan yang diberikan Allah. Kita semua diberikan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Tapi, seberapa besar kita telah memanfaatkan pemberian Allah itu? Pergunakan waktu luang Anda. Kalau Rowling bisa menggunakan waktunya untuk mengkhayal dan kemudian menjadikannya sebuah buku, kenapa Anda tidak bisa? Kalau Beckham bisa menggunakan waktu luangnya untuk meningkatkan keahliannya bersepak bola, kenapa Anda tidak? Cobalah pergunakan waktu Anda dengan maksimal. Mengajar, melatih tenis atau mungkin menjadi broker, adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan.<br />
Jadi, langkah keempat adalah <span style="font-weight:bold;">maksimalkan waktu</span> Anda</li>
</ol>
<p>Akhirnya, mendapatkan <a href="http://www.dbc-network.com/?id=pureskin&amp;s1=webKK-post-kiat" target="_blank">penghasilan tambahan</a> bukanlah masalah berapa besar uang yang harus dimiliki. Dengan keahlian, hobi, aset, dan waktu yang kita kelola dengan maksimal, penghasilan tambahan bisa kita ciptakan. Raja Salomo berhasil mengembangkan dan membesarkan kerajaannya bukan dari kekayaan, tapi dari hikmat yang dilimpahkan kepadanya. Anda pun bisa!<br />
Selamat mencari penghasilan tambahan.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-keuangan-keluarga-untuk-tahun-2008/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008'>Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-mengurangi-pengeluaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Mengurangi Pengeluaran'>Kiat Mengurangi Pengeluaran</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengelola-keuangan-keluarga-secara-islami/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami'>Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 06:28:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/</guid>
		<description><![CDATA[ANAK MUDASAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu muda untuk memikirkan mengenai tabungan. Saya baru mulai dalam kehidupan dan saya juga tidak mempunyai sesuatu untuk ditabung. Saya terlalu sibuk untuk bermain. Suatu hari kelak saya akan menabung
ANAK REMAJASAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya masih muda dan masih sekolah. Saya tidak dapat menabung sementara uang saku [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ANAK MUDA<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu muda untuk memikirkan mengenai tabungan. Saya baru mulai dalam kehidupan dan saya juga tidak mempunyai sesuatu untuk ditabung. Saya terlalu sibuk untuk bermain. Suatu hari kelak saya akan menabung</p>
<p>ANAK REMAJA<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya masih muda dan masih sekolah. Saya tidak dapat menabung sementara uang saku saya masih pas-pasan. Disamping itu, ada hal lebih baik yang dapat saya lakukan dengan uang saya. Jika saya lulus sekolah dan mulai mempunyai penghasilan, maka saya akan menabung</p>
<p>DUA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya baru saja mulai bekerja. Saya harus membayar kembali pinjaman sekolah dan ada pinjaman untuk mobil juga. Saya belum siap membuat komitmen sekarang dan saya ingin bersenang-senang sementara saya dapat. Akan ada waktu kelak untuk memikirkan mengenai tabungan, pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>TIGA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya mempunyai keluarga dan pertanggungan. Biayanya mahal untuk mendidik anak-anak dan ada hipotek atas rumah juga. Seluruh penghasilan saya habis untuk segala keperluan kehidupan. Ketika saya menghasilkan lebih banyak dan anak-anak lebih tua, maka saya akan menabung.</p>
<p>EMPAT PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Anak-anak saya di universitas dan biaya-biayanya memuncak. Kemudian, ada pernikahan. Saya ingin membantu anak-anak memulai kehidupan mereka. Biaya pengeluaran sedang tinggi-tingginya.dan sekarang waktu yang sulit untuk menabung, tetapi situasi akan segera membaik. Pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>LIMA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Hal-hal ternyata tidak berjalan seperti saya perkirakan semula. Tidaklah mudah jika anda terkunci dan tidak ada kesempatan untuk naik pada tangga karier. Saya tidak dapat meninggalkan semuanya dan memulai sebuah karier baru. Saya membantu orangtua saya juga, sekarang ketika mereka memerlukan bantuan. Penghasilan saya hampir saja tidak cukup. Sesuatu akan membuka dan pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>ENAM PULUHAN<br />SAYA TIDAK BISA MENABUNG SEKARANG. Tadinya saya kira kehidupan akan lebih baik. Saya ingin mengambil pensiun lebih awal tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya mencoba membayar sisa-sisa hipotek dan ada tagihan lain yang harus ditangani, dan mereka bertmpuk-tumpuk. Memikirkan cucu-cucu dan hal-hal lain menghabiskan segala sesuatu yang saya miliki. Saya rasa memang hidup demikian. Seandainya saya dapat menabung</p>
<p>TUJUH PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu tua untuk menabung. Cek social security saya dan pensiun saya tidak mencukupi. Tagihan biaya pengobatan dan perawatan jangka panjang benar-benar mencemaskan saya. Saya tidak suka menjadi beban bagi anak-anak saya. Seandainya saya telah menabung ketika seharusnya saya melakukannya. Sekarang sudah terlambat.</p>
<p>SAYA BENAR-BENAR TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatur pengeluaran untuk Perawatan Tubuh</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-untuk-perawatan-tubuh/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-untuk-perawatan-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 04:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/mengatur-pengeluaran-untuk-perawatan-tubuh/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menikah, seringkali seorang wanita mengindahkan kebutuhannya akan merawat tubuh (apalagi yang sebelum menikah termasuk golongan yang kurang telaten merawat diri). Padahal perawatan diri, bagi seorang wanita itu sangat penting. Jangan katakan Anda tidak punya waktu atau anggaran:-)
Aturlah pengeluaran Anda, agar dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri. Cari tips dan trik yang murah untuk merawat diri. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-mengurangi-pengeluaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Mengurangi Pengeluaran'>Kiat Mengurangi Pengeluaran</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah menikah, seringkali seorang wanita mengindahkan kebutuhannya akan merawat tubuh (apalagi yang sebelum menikah termasuk golongan yang kurang telaten merawat diri). Padahal perawatan diri, bagi seorang wanita itu sangat penting. Jangan katakan Anda tidak punya waktu atau anggaran:-)</p>
<p>Aturlah pengeluaran Anda, agar dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri. Cari tips dan trik yang murah untuk merawat diri. Merawat diri (baca: sesekali memanjakan diri) merupakan stress relieving activity.</p>
<p>Pengeluaran seputar kebutuhan perawatan tubuh dapat dibagi menjadi:
<ol>
<li>Produk perawatan diri</li>
<p>
<ul>
<li>Perawatan wajah</li>
<p>
<li>Perawatan rambut</li>
<p>
<li>Perawatan tubuh</li>
</ul>
<p>
<li>Produk penampilan</li>
</ol>
<p><b>PRODUK PERAWATAN</b><br />Untuk mengatur pengeluaran, sebaiknya Anda membuat anggaran yang akan keluarkan. Buat list terperinci seputar produk perawatan yang Anda gunakan. Misalnya: Susu pembersih dan penyegar wajah. Jika Anda membersihkan wajah, dua kali sehari, mungkin Anda akan menghabiskan 1botol sebulan. Demikian halnya dengan sabun mandi, setiap bulannya mungkin Anda akan membeli sabun mandi karena pemakaiannya yang rutin setiap hari.</p>
<p>Buat daftar produk yang Anda gunakan selengkap-lengkapnya, sehingga Anda memiliki gambaran, berapa yang Anda habiskan untuk produk perawatan diri selama sebulan.</p>
<p><b>PRODUK PENAMPILAN</b><br />Hampir setiap hari, kita dibanjiri informasi mengenai produk-produk yang meng-klaim dapat mempercantik Anda. Bukan sekali-dua, Andapun tergiur untuk mencoba produk tersebut. Hal inilah yang seringkali menyebabkan pengeluaran Anda membengkak. Seringkali wanita mudah tergiur rayuan iklan ataupun pramuniaga yang sedang menjajakan produknya.<br />Yang paling penting<br />1. Anda harus dapat menentukan berapa besar anggaran bulanan untuk perawatan dan penampilan. Apakah 20%, 30% atau 40%, semuanya tergantung Anda.<br />2. Ingat, hanya beli produk yang Anda butuhkan. Baik itu lipstick, eye liner, ataupun foundation.<br />3. Disiplinkan diri Anda. Jangan mudah tergiur rayuan iklan.</p>
<p><b>MEMBUAT ANGGARAN</b><br />Untuk memudahkan pengaturan anggaran, buat list produk yang Anda gunakan.<br /><i>Perawatan wajah:</i><br />Susu pembersih<br />Toner penyegar<br /><a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2007/04/pelembab-yang-pas-buat-jenis-kulit.html" target="_blank">Pelembab</a><br />Krim malam<br />Krim mata<br />Scrub<br />Masker wajah</p>
<p><i>Perawatan rambut:</i><br />Shampoo dan conditioner<br />Masker rambut<br />Hair Tonic/Vitamin rambut</p>
<p><i>Perawatan tubuh</i><br />Sabun mandi<br />Lulur<br />Hand &amp; Body Lotion<br />Cologne</p>
<p><i>Produk penampilan</i><br /><a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2007/02/memilih-alas-bedak.html" target="_blank">Alas bedak</a><br /><a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2007/04/ragam-bedak.html" target="_blank">Bedak</a><br />Lip liner<br /><a href="http://www.blogger.com/" target="_blank">Lipstick</a> (buat daftar warna yang telah Anda miliki dan Anda butuhkan)<br />Pensil Alis<br /><a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2007/02/teknik-ampuh-gunakan-blush-on.html" target="_blank">Pemulas pipi</a><br />Maskara<br /><a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2007/01/serba-serbi-minyak-wangi.html" target="_blank">Minyak wangi</a><br />Hair gel<br />Styling Mouse<br />Hair Spray</p>
<p>Kemudian tandai produk mana yang Anda gunakan tiap hari, atau hanya pada kesempatan tertentu. Selalu juga perhatikan masa pakai tiap produk, jangan membeli terlalu banyak produk yang masa pakainya singkat. Misalnya, Maskara lama masa pakainya hanya 6bulan setelah pertama kali digunakan.</p>
<p>Lihat artikel: <a href="http://oriflame-tokodea.blogspot.com/2006/12/cara-cerdik-belanja-kosmetik.html" target="_blank">Cara cerdik belanja Kosmetik</a></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/kiat-mengurangi-pengeluaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Mengurangi Pengeluaran'>Kiat Mengurangi Pengeluaran</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-untuk-perawatan-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berinvestasi di Bank Syariah</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 02:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bagi hasil]]></category>
		<category><![CDATA[bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[deposito]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman modal]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[titipan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, bank syariah boleh dikatakan ada di mana-mana. Tapi walau dapat dijangkau dengan mudah, banyak juga anggota masyarakat yang belum paham apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional sehingga belum tertarik untuk menggunakan jasa bank syariah. Malah ada yang menganggap bahwa bank syariah itu bank eksklusif khusus untuk masyarakat yang beragama Islam. Padahal, bank [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan'>TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Syariah'>Asuransi Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, bank syariah boleh dikatakan ada di mana-mana. Tapi walau dapat dijangkau dengan mudah, banyak juga anggota masyarakat yang belum paham apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional sehingga belum tertarik untuk menggunakan jasa bank syariah. Malah ada yang menganggap bahwa bank syariah itu bank eksklusif khusus untuk masyarakat yang beragama Islam. Padahal, bank syariah menawarkan jasa-jasa yang tak kalah menarik dengan bank konvensional. Oleh karenanya, bank ini dapat menjadi alternatif bagi keluarga untuk berinvestasi.</p>
<p><strong>Apa itu Bank Syariah?</strong></p>
<p>Bank syariah adalah bank yang sistem operasionalnya didasarkan pada etika Islam. Berbeda dengan sistem perbankan konvensional, pada sistem perbankan syariah tidak mengenal adanya bunga. Imbalan bagi nasabah diwujudkan dalam bentuk pembagian keuntungan antara bank dengan nasabah. Pembagian keuntungan ini didasarkan pada proporsi tertentu yang ditetapkan di awal, misalnya bank akan menerima 55% dan nasabah 45% dari keuntungan, namun nilai nominalnya sendiri baru diketahui kemudian tergantung dari keuntungan yang diperoleh bank.</p>
<p>Karakteristik yang menonjol dari sistem perbankan syariah adalah keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, serta menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Sebagai suatu  usaha bisnis, bank syariah melayani nasabah dari berbagai golongan tidak terbatas hanya pada umat Islam saja.</p>
<p><strong>Apa Saja Produk Investasi di Bank Syariah?</strong></p>
<p>Bank syariah menawarkan produk dan jasa yang lebih beragam dibandingkan dengan bank konvensional, dengan skema keuangan yang lebih bervariasi, fleksibel dan saling menguntungkan.</p>
<p>Beberapa produk investasi di bank syariah antara lain:</p>
<p>1. Tabungan</p>
<p>Bank syariah menawarkan dua jenis tabungan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan nasabah penabung.</p>
<p style="padding-left: 30px">a. Tabungan dengan skema titipan</p>
<p style="padding-left: 30px">Tabungan ini diperuntukan bagi nasabah yang mengutamakan keamanan dan kemudahan transaksi sehari-hari. Nasabah bebas mengambil uang yang ‘dititipkannya’ di bank syariah setiap saat ia membutuhkannya. Dana nasabah aman tersimpan di bank karena terbebas dari risiko pemotongan dana ketika usaha bank mengalami kerugian. Keuntungan yang diperoleh oleh penabung dengan skema ini adalah berupa bonus, yang besarnya sesuai dengan kebijakan masing-masing bank syariah.</p>
<p style="padding-left: 30px">b. Tabungan dengan skema penanaman modal</p>
<p style="padding-left: 30px">Tabungan ini diperuntukkan bagi nasabah yang menginginkan hasil investasi yang lebih tinggi. Dana yang ditabung oleh nasabah akan ditempatkan oleh bank syariah ke sektor-sektor usaha produktif yang menghasilkan profit. Profit tersebut kemudian akan dibagi antara bank (sebagai pengelola dana) dan nasabah (sebagai pemilik dana) dengan rasio bagi hasil yang telah ditetapkan. Nilai bagi hasil ini berfluktuasi, sesuai dengan imbal hasil yang diperoleh bank syariah dari invetasi yang dilakukan. Bagaimana jika investasi yang dilakukan oleh bank syariah merugi? Jangan kahawatir. Karena masyarakat yang menyimpan uangnya di bank syariah tidak akan ikut mengalami kerugian itu. Saat ini perhitungan bagi hasil antara bank syariah dan nasabah tidak didasarkan pada profit yang diperoleh (<em>profit and loss sharing</em>), namun didasarkan pada pendapatan (<em>revenue sharing</em>). Dengan pola <em>revenue sharing</em>, bagi hasil kepada nasabah diperhitungkan dari pendapatan bank, sedangkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan bank akan diambil dari bagi hasil yang menjadi hak bank. Dengan pola ini, dana nasabah yang diinvestasikan dalam tabungan bank syariah tidak akan berkurang atau hilang meskipun investasi yang dilakukan bank syariah mengalami kerugian. Tabungan yang masuk dalam kategori ini antara lain tabungan pendidikan dan tabungan perencanaan.</p>
<p>Baik tabungan dengan skema titipan maupun penanaman modal dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan Undang-Undang No.24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS hingga nilai maksimal Rp2 miliar.</p>
<p>2. Deposito</p>
<p>Ada dua jenis deposito yang ditawarkan oleh bank syariah, yaitu:</p>
<p>a. Deposito dengan skema penyertaan modal</p>
<p>b. Deposito dengan skema penyertaan modal untuk proyek tertentu sesuai dengan keinginan nasabah</p>
<p>Pada dasarnya kedua jenis deposito tersebut memiliki fitur dan mekanisme yang sama yaitu nasabah menanamkan dananya di bank untuk kemudian diinvestasikan oleh bank ke sektor-sektor usaha yang produktif yang sesuai dengan etika Islam. Perbedaannya adalah pada jenis deposito yang kedua nasabah memberikan batasan-batasan tertentu kepada bank mengenai peruntukan investasi atas dana yang didepositokannya. Hasil investasi yang dilakukan oleh bank kemudian akan dibagi bersama antara nasabah dan bank dengan proporsi/nisbah bagi hasil yang disepakati bersama.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Di Mana Layanan Bank Syariah dapat Ditemui?</strong></p>
<p>Layanan jasa perbankan syariah dapat dengan mudah diperoleh masyarakat pada tempat-tempat yang memasang logo iB (<em>Islamic Banking</em>), apakah itu di Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS)dari Bank Umum Konvensional atau pun layanan syariah (<em>office channeling</em>) di loket-loket Bank Umum Konvensional. Nasabah tidak perlu khawatir dananya akan tercampur pengelolaannya dengan dana dari bank umum konvensional karena setiap iB telah didukung oleh sistem teknologi informasi yang kredibel, yang mempunyai dua <em>user ID </em>berbeda untuk masuk ke dalam sistem pencatatan. Satu <em>user ID </em>untuk rekening konvensional dan satu <em>user ID </em>lain yang berbeda untuk rekening syariah. Setiap kali ada masyarakat yang membuka rekening syariah di cabang konvensional, petugas bank akan membuka dan membukukan transaksi nasabah di rekening dengan <em>user ID </em>syariah.</p>
<p>Lebih dari itu, seluruh kegiatan usaha dan pengelolaan dana UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang juga adalah anggota dari Dewan Syariah Nasional (DSN) dan secara berkala laporan keuangan UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah diawasi dan diperiksa oleh Bank Indonesia untuk menjamin setiap UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah mengelola dana masyarakat dan menjalankan kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.</p>
<p>Jadi, tunggu apalagi? Yuk mulai berinvestasi di bank syariah!</p>
<p>Sumber: Bank Indonesia</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan'>TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Syariah'>Asuransi Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MAHALNYA GENGSI, CAPEKNYA NGUTANG….</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mahalnya-gengsi-capeknya-ngutang%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mahalnya-gengsi-capeknya-ngutang%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 21:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/mahalnya-gengsi-capeknya-ngutang%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja saya ber-hai hai dengan seorang sahabat yang telah lama tidak saya hubungi….biasa lah, ibu-ibu ngerumpi…..anak-anak sekolah, yang bayi tidur, ya apa lagi? Ya kita cari rumpian lah…hehehe…kadang dari rumpian kan juga ada manfaatnya. Sering juga kita dapat peluang bisnis, atau pengembangan diri….Cerita bergulir ke achievement ekonomi….ada satu ceritanya yang membuat saya berfikir keras…
Sahabat [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja saya ber-hai hai dengan seorang sahabat yang telah lama tidak saya hubungi….biasa lah, ibu-ibu ngerumpi…..anak-anak sekolah, yang bayi tidur, ya apa lagi? Ya kita cari rumpian lah…hehehe…kadang dari rumpian kan juga ada manfaatnya. Sering juga kita dapat peluang bisnis, atau pengembangan diri….<br />Cerita bergulir ke achievement ekonomi….ada satu ceritanya yang membuat saya berfikir keras…</p>
<p>Sahabat saya ini punya kakak, yang baru saja membangun rumah. Dia cerita, rumahnya bagus sekali….keramik kelas satu, kloset kelas wahid (plis deh, buat buang kotoran aja perlu duit di atas 5 juta?), pokoknya oke banget deh! Tadinya saya pikir, wuah, si kakak dapet duren jatuh! Dapet proyek dengan fee berapa M sampe bisa bikin rumah segitu canggihnya? Hebat bener….</p>
<p>Lalu, si kakak akhirnya mengeluh sama sahabat saya ini,” Aduh, pusingnya….aku nggak pernah loh, se-berharap ini sama tanggal 1…” ternyata eh ternyata, si kakak ngutang sama beberapa bank, yang kalo ditotal mencapai angka 500 juta!!! Padahal juga, si kakak hanya pegawai, bukan wiraswasta yg punya kemungkinan dapet proyek besar. Dan menurut perkiraan sih, paling si kakak dapet gaji sekitar 15-20 juta sebulan (berdua suami)…</p>
<p>Rusak deh hidup!! Bayangin aja, mestinya bisa hidup nyaman, sekarang tiap hari ngejar duit dengan semangat demi gajian tanggal 1, yang setelah itu harus langsung disetor untuk bayar utang. Kalo untuk biaya hidup perlu uang sekitar 5-10 juta/ sebulan, paling banter bayar utang sebulan 10 juta. Berarti perlu 50 bulan untuk bayar utang (ini baru perkiraan dari pokok pinjaman, yang tanpa melibatkan bunga). Berarti perlu 5 tahun untuk menyelesaikan kewajiban. Berarti perlu menahan capek, bête, suntuk, kesel sampe 5 tahun. Gimana gak rusak hidup?</p>
<p>Mikir2, kalo uang ditaruh di reksadana, dalam kondisi normal tanpa krisis keuangan, tanpa gonjang-ganjing politik, dengan estimasi return per tahun 60 %, maka dengan modal 100 juta, 5 tahun lagi bisa dapet 1 M. Enak kali ya? Berarti, kalo inflasi per tahun sekitar 8%, maka andai kita membangun rumah 5 tahun lagi, maka  modal yg diperlukan memang bukan hanya 500 juta, tapi ‘hanya’ sekitar 700 jutaan. Yah, masih lebih 300 juta kok, dari tabungan kita yang modalnya hanya 100 juta….harga yang harus dibayar? Kalah gengsi selama 5 tahun!! Juga harus rela dicap orang ‘gagal berkarier’ selama 5 tahun, dengan imbalan ketenangan hidup dan keamanan finansial dalam jangka panjang </p>
<p>Nah, kalo dihadapkan pada 2 pilihan tadi, anda pilih memenangkan gengsi atau ketenangan hidup?</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mahalnya-gengsi-capeknya-ngutang%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merencanakan Liburan Ekonomis</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-liburan-ekonomis/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-liburan-ekonomis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 21:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[budget]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[murah]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<category><![CDATA[tiket]]></category>
		<category><![CDATA[tour]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Pergi berlibur merupakan saat yang ditunggu-tunggu bagi seluruh anggota keluarga karena saat tersebut masing-masing anggota keluarga dapat melepaskan diri dari rutinitasnya sehari-hari. Selain itu, dengan pergi berlibur bersama juga dapat menjadi momen untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga. Namun, pergi berlibur sekeluarga tentunya membutuhkan biaya yang tak sedikit yang tentunya harus disisihkan dari keuangan rumah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-keuangan-keluarga-untuk-tahun-2008/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008'>Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/memilih-produk-asuransi-yang-tepat-dan-ekonomis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis'>Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pergi berlibur merupakan saat yang ditunggu-tunggu bagi seluruh anggota keluarga karena saat tersebut masing-masing anggota keluarga dapat melepaskan diri dari rutinitasnya sehari-hari. Selain itu, dengan pergi berlibur bersama juga dapat menjadi momen untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga. Namun, pergi berlibur sekeluarga tentunya membutuhkan biaya yang tak sedikit yang tentunya harus disisihkan dari keuangan rumah tangga. Agar kegiatan liburan dapat terlaksana dengan baik tanpa membahayakan keuangan keluarga, maka kita harus menjadikan rencana pengeluaran untuk liburan sebagai salah satu tujuan finansial, yang melibatkan proses perencanaan, perancangan budget dan menabung. Karena itu, perencanaan liburan yang matang dan dilakukan secara ekonomis sangat membantu kita untuk dapat mewujudkan liburan yang menyenangkan. Berikut tips-tips yang dapat diterapkan dalam merencanakan liburan keluarga secara ekonomis:</p>
<p style="padding-left: 30px">1. Tetapkan tujuan liburan sejak jauh hari</p>
<p style="padding-left: 30px">Tujuan liburan sangat menentukan besarnya biaya yang perlu kita persiapkan. Sekedar berwisata di dalam kota tentu membutuhkan biaya yang berbeda dengan wisata ke luar kota atau pun ke luar negeri.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">2. Buat detail rencana perjalanan</p>
<p style="padding-left: 30px">Tentukan berapa lama keluarga Anda akan berlibur, moda transportasi apa yang akan digunakan, di mana akan tinggal, tempat-tempat apa saja yang akan dikunjungi, apakah akan ikut rombongan tour ataukah merancang perjalanan sendiri.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">3. Cari informasi transportasi dan penginapan</p>
<p style="padding-left: 30px">Bila anda akan berlibur menggunakan pesawat terbang dan menginap di hotel, saat ini banyak sekali penawaran penerbangan murah, tempat penginapan (hotel) yang menawarkan harga promosi ataupun paket-paket liburan dengan berbagai tingkat harga. Umumnya, semakin awal Anda mencari informasi ini, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Pilihlah tanggal liburan <em>low season</em>. Umumnya biaya tiket dan hotel 10% lebih murah ketimbang saat <em>high season</em>. Jangan ragu membandingkan harga agen perjalanan dengan membeli langsung ke perusahaan penerbangan dan penginapan secara online. Masing-masing agen mengambil besaran <em>fee</em> yang berbeda. Bandingkan beberapa pilihan, dan kemudian tetapkan yang sesuai dengan budget Anda serta buat konfirmasi.</p>
<p style="padding-left: 30px">4. Cari informasi tempat dan harga makanan</p>
<p style="padding-left: 30px">Bila liburan Anda ini juga dimaksudkan untuk melakukan wisata kuliner khas daerah setempat, maka Anda perlu mencari informasi tempat dan harganya. Namun bila makanan tidak menjadi prioritas wisata Anda, maka Anda perlu mencari informasi kisaran harga makanan standar di sekitar tempat Anda menginap nantinya atau sekitar daerah wisata Anda.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">5. Cari informasi harga tiket tempat wisata</p>
<p style="padding-left: 30px">Bila Anda akan mengunjungi tempat-tempat wisata di kota yang akan Anda kunjungi, maka informasi harga tiket masuk tempat-tempat wisata tersebut penting untuk diketahui untuk memperhitungkan budget yang dibutuhkan.</p>
<p style="padding-left: 30px">6. Belanja</p>
<p style="padding-left: 30px">Setelah biaya utama disiapkan, jangan lupa persiapkan biaya belanja. Ini adalah dana yang akan Anda dan keluarga pakai untuk. Tambahkan dana sebesar 15% untuk mempersiapkan biaya jajan. Sebab selalu terjadi saat kita belanja kita atau anak ingin makanan dan minuman. Sebaiknya, jangan campurkan uang makan dan jajan selama belanja ini dengan pos uang makan yang ditetapkan di atas tadi.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p><strong> </strong></p>
<p style="padding-left: 30px">7. Oleh-oleh</p>
<p style="padding-left: 30px">Meskipun oleh-oleh tidak wajib sifatnya, namun ada baiknya Anda persiapkan juga pos pengeluaran untuk itu. Biasanya kita ingin memberikan oleh-oleh, yakni berupa aneka cenderamata atau<strong> </strong>makanan khas untuk teman atau kerabat terdekat. Nmaun ingat, lakukan pengeluaran ini diakhir masa liburan. Jangan terpancing untuk mengeluarkannya di awal. Kalau ternyata ada biaya lain di atas yang tidak cukup, tentu biaya oleh-oleh ini yang harus Anda pangkas.</p>
<p>Setelah semua informasi tersebut kita peroleh, kita sudah bisa membuat perkiraan anggaran yang diperlukan untuk liburan. Setelah itu, kita bisa menetapkan berapa dana yang harus kita sisihkan untuk membiayai liburan yang kita telah rencanakan. Sumber dana untuk berlibur dapat diambil dari bonus atau tunjangan liburan yang biasanya diperoleh setahun sekali atau dua kali. Bila anggaran cukup besar, maka Anda harus menyisihkannya dari penghasilan bulanan ke tabungan atau investasi.</p>
<p>Sebagai patokan, bila liburan direncanakan dalam jangka waktu kurang setahun, pilihannya adalah menabung. Kalau diatas setahun, investasi dalam bentuk reksa dana merupakan salah satu solusi.</p>
<p>Sebisa mungkin hanya gunakan kartu kredit saat darurat. Jangan sampai Anda terjebak untuk membiayai liburan Anda menggunakan kartu kredit tanpa didukung oleh kemampuan membayar lunas saat jatuh tempo.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-keuangan-keluarga-untuk-tahun-2008/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008'>Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/memilih-produk-asuransi-yang-tepat-dan-ekonomis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis'>Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-liburan-ekonomis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyiasati Biaya Rekreasi untuk Anak</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/menyiasati-biaya-rekreasi-untuk-anak/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/menyiasati-biaya-rekreasi-untuk-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 19:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[mall]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[olah raga]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, rekreasi nampaknya telah menjadi kebutuhan bagi anak-anak terutama mereka yang telah mencapai usia sekolah. Faktor pendorongnya bisa karena beban pelajaran sekolah yang berat ataupun pengaruh dari pergaulan. Tuntutan untuk berekreasi ini seringkali disikapi oleh para orang tua dengan mengajak mereka pergi ke pusat-pusat perbelanjaan/mall.  Maraknya pusat perbelanjaan/mall dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan menjadi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dokumen-untuk-pengajuan-kpr/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dokumen untuk Pengajuan KPR'>Dokumen untuk Pengajuan KPR</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menyiasati-disentifinsentif-tarif-listrik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TIPS: Menyiasati Disentif/Insentif Tarif Listrik'>TIPS: Menyiasati Disentif/Insentif Tarif Listrik</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, rekreasi nampaknya telah menjadi kebutuhan bagi anak-anak terutama mereka yang telah mencapai usia sekolah. Faktor pendorongnya bisa karena beban pelajaran sekolah yang berat ataupun pengaruh dari pergaulan. Tuntutan untuk berekreasi ini seringkali disikapi oleh para orang tua dengan mengajak mereka pergi ke pusat-pusat perbelanjaan/mall.  Maraknya pusat perbelanjaan/mall dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Umumnya keluarga menghabiskan waktu di mall untuk membawa anak-anaknya ke tempat permainan, menonton bioskop atau sekedar makan di restaurant yang ada di mall, atau bahkan ketiganya.</p>
<p>Disadari atau tidak, cara rekreasi semacam ini sungguh sangat menguras keuangan keluarga. Bayangkan, biaya yang harus dikeluarkan untuk satu kali permainan saja bervariasi antara Rp1.500-Rp3.500, padahal tentu bagi anak-anak tidak akan merasa cukup hanya bermain sebanyak 5 permainan saja, belum lagi biaya untuk makan atau bila ditambah lagi dengan nonton film. Paling tidak untuk keluarga dengan 2 orang anak perlu menyisihkan sedikitnya Rp200.000,00 untuk sekali berekreasi ke mall. Nah, kalau rekreasi seperti ini dilakukan setiap minggu, maka sedikitnya kita perlu menyisihkan Rp800.000,00 setiap bulannya. Jumlah ini tentu cukup besar bagi sebagian keluarga. Nah untuk dapat menekan biaya rekreasi keluarga, Anda dapat menyiasatinya dengan mulai mengubah cara berekreasi keluarga Anda dengan beberapa alternatif berikut ini:</p>
<ol>
<li><strong>Mengunjungi museum</strong></li>
</ol>
<p style="padding-left: 30px">Berekreasi ke museum memang belum menjadi budaya pada masyarakat Indonesia. Namun sebenarnya banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kunjungan ke museum. Paling tidak, setelah mengunjungi museum kita akan mendapat tambahan pengetahuan. Rekreasi ke museum selain memberikan banyak manfaat bagi anak-anak juga merupakan rekreasi yang relatif murah. Harga tanda masuk museum-museum di Indonesia tidak lebih dari Rp3.000,00/orang, bahkan ada beberapa yang gratis.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>2. Ajak anak ke perpustakaan</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Bagi anak-anak yang suka membaca, perpustakaan dapat menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan karena di sana mereka bisa memuaskan keinginan mereka untuk membaca berbagai jenis buku. Ajak anak-anak anda menjadi anggota perpustakaan di sekitar wilayah tempat tinggal Anda atau perpusatakaan-perpustakaan yang memiliki koleksi yang lengkap.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>3. Berolahraga bersama</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Berolahraga bersama selain murah juga memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan. Ada banyak jenis olah raga yang bisa Anda lakukan bersama keluarga, misalnya berlari pagi keliling kompleks, bersepeda bersama, bermain basket ataupun badminton. Mengajak anak-anak berolahraga ke pusat-pusat olah raga umum seperti Kawasan Senayan atau Lapangan Monas (di Jakarta) atau pun alun-alun di kota Anda juga dapat menambah semangat mereka.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>4. Bermain ke taman/kebun raya</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Hampir di semua kawasan tempat tinggal terdapat taman-taman yang dilengkapi dengan sarana permainan atau olah raga. Bila di kawasan tempat Anda tinggal tidak terdapat taman seperti itu, Anda bisa saja mengajak anak-anak Anda ke taman-taman lain yang ada di kota Anda atau pun ke kebun raya di mana anak-anak dapat meluapkan keinginan bermainnya di alam terbuka sekaligus menghirup udara yang lebih segar.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>5. Melakukan kegiatan hobi bersama-sama</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Berekreasi tidak selalu identik dengan pergi ke luar rumah. Anda bisa juga mengajak anak-anak Anda melakukan kegiatan seputar hobi dan kreativitas seperti misalnya membuat prakarya dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah Anda yang idenya bisa Anda cari dari buku, majalah atau pun internet. Atau, Anda juga bisa melakukan kegiatan lainnya seperti bermain ular tangga, catur atau pun menyanyi/karaoke bersama di rumah disesuaikan dengan hobi keluarga Anda.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dokumen-untuk-pengajuan-kpr/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dokumen untuk Pengajuan KPR'>Dokumen untuk Pengajuan KPR</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menyiasati-disentifinsentif-tarif-listrik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TIPS: Menyiasati Disentif/Insentif Tarif Listrik'>TIPS: Menyiasati Disentif/Insentif Tarif Listrik</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/menyiasati-biaya-rekreasi-untuk-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 19:25:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[harga emas]]></category>
		<category><![CDATA[investasi emas]]></category>
		<category><![CDATA[logam mulia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Ketika remaja dulu, saya sering mengamati kebiasaan ibu saya yang selalu membeli perhiasan emas setiap memiliki uang lebih. Saat itu saya sering berkata dalam hati bahwa kalau dewasa nanti dan punya penghasilan sendiri saya tidak akan menyia-nyiakan uang saya untuk membeli emas. Yah, buat apa, toh saya tidak suka menggunakan perhiasan emas. Daripada sudah beli [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi dan Investasi'>Asuransi dan Investasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika remaja dulu, saya sering mengamati kebiasaan ibu saya yang selalu membeli perhiasan emas setiap memiliki uang lebih. Saat itu saya sering berkata dalam hati bahwa kalau dewasa nanti dan punya penghasilan sendiri saya tidak akan menyia-nyiakan uang saya untuk membeli emas. Yah, buat apa, toh saya tidak suka menggunakan perhiasan emas. Daripada sudah beli mahal-mahal hanya untuk disimpan di lemari, lebih baik saya belikan saja barang lain yang lebih berguna.</p>
<p>Namun seiring dengan bertambahnya pengetahuan saya tentang investasi , saya baru mengerti bahwa apa yang dilakukan oleh ibu saya dulu adalah salah satu caranya untuk berinvestasi. Ya, emas atau logam mulia merupakan salah satu sarana investasi yang paling tua.</p>
<p>Sejak jaman dulu, logam mulia (termasuk di dalamnya emas) sudah digunakan masyarakat sebagai alat untuk menyimpan kekayaan yang teruji dalam jangka waktu yang panjang.  Apa pun masalah yang dialami suatu bangsa atau negara, logam mulia, yang salah satunya  adalah emas, tetap menunjukkan keperkasaannya.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, harga emas pada tahun 1996 hanya berkisar Rp26.000/gram dan sampai pertengahan tahun 1997 harga emas masih sekitar Rp27.000/gram. Namun mulai akhir 1997 harga emas melonjak drastis sampai Rp75.000/gram. Pertengahan tahun 1998 harga emas sudah bertengger di atas Rp145.000/gram.Dalam waktu 10 tahun kemudian, tahun 2008, harga emas telah mencapai Rp270.000/gram.</p>
<p>Umumnya harga Emas akan naik apabila:</p>
<p>a. Inflasi lebih tinggi daripada yang diperkirakan semula.</p>
<p>b. Terjadinya kepanikan finansial</p>
<p>c. Perkembangan geopolitik yang mengarah ke Krisis</p>
<p>d. Harga minyak mengalami kenaikan signifikan</p>
<p>e. Naiknya permintaan emas untuk cadangan devisa.</p>
<p>f. Naiknya konsumsi emas dunia.</p>
<p>Ada dua fungsi investasi dengan menggunakan emas, yaitu:</p>
<ul>
<li>memperoleh <em>capital gain</em> yaitu hasil yang diperoleh dari menginvestasikan sejumlah uang ke dalam emas karena terjadinya kenaikan harganya.</li>
<li>lindung nilai ( <em>hedging</em> ), emas merupakan tempat berlindungnya kita terhadap nilai inflasi yang tinggi dan resiko ekonomi yang tinggi, sehingga nilai kekayaan kita relatif tetap dan aman.</li>
</ul>
<p><strong>Keunggulan investasi emas</strong></p>
<ul>
<li>Nilainya yang cenderung stabil. Dengan demikian, investasi emas sesuai untuk pengeluaran rumah tangga jangka panjang seperti biaya naik haji atau pendidikan anak.</li>
<li>Tidak memerlukan ketrampilan apa-apa, hanya butuh sedikit biaya untuk menyewa <em>safe deposit box</em> atau Anda simpan ditempat yang aman di rumah. Berbeda dengan investasi lainnya seperti di saham, reksadana, dll, yang memerlukan perhatian khusus. <strong> </strong></li>
<li>Bila dibandingkan dengan berinvestasi langsung di mata uang USD, emas lebih menguntungkan karena emas setelah dibeli dapat didiamkan saja beberapa lama.Sementara memiliki mata uang USD harus selalu diperbarui karena di Indonesia, <em>money changer</em> relatif rewel. Mereka menghargai murah mata uang keluaran lama atau mata uang yang terlipat. Belum lagi ada risiko nomer seri palsu.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kekurangan Investasi Emas</strong></p>
<ul>
<li>Menyimpan emas dalam jumlah banyak relatif beresiko dan mahal.</li>
<li>Apabila penyimpanan kurang baik, walau dibungkus protective cover, memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khususnya emas dalam bentuk koin, kalau jatuh, penyok, atau cuil, sulit untuk di-<em>treatment</em> ulang dan bisa mengurangi harga. Dalam investasi emas, Anda cenderung harus lebih hati-hati dan memperhatikan dalam hal perawatan dan penyimpanan.</li>
<li>Return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Sehingga, sangat tidak disarankan untuk berinvestasi emas hanya dalam jangka pendek (1 tahun atau kurang).</li>
</ul>
<p><strong>Cara membeli emas</strong></p>
<p>Secara ringkas dapat dikatakan bahwa investasi emas bisa dilakukan dengan 2 jenis:</p>
<ul>
<li>Emas perhiasan, harganya mengandung ongkos pembuatan sehingga pada saat dijual harganya akan dikurangi dengan ongkos pembuatan</li>
<li>Emas logam mulia (emas batangan)</li>
</ul>
<p>Nah, bila tujuan Anda adalah investasi, belilah emas batangan atau koin emas yang berstandar international dan pastikan ada sertifikatnya.<strong> </strong> Anda bisa membelinya di produsennya PT.Logam Mulia – divisi penjualan emas PT.Antam Tbk, bisa dilihat melalui websitenya logammulia.com atau bisa melalui tempat pegadaian, dan juga toko-toko emas yang menjualnya. Untuk menjualnya kembali, anda bisa melakukannya di tempat-tempat tersebut juga, dengan harga pasar yang berlaku.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi dan Investasi'>Asuransi dan Investasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

