<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com &#187; investasi</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/category/investasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 23:36:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Reksa Dana Kena Pajak Final</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/reksa-dana-kena-pajak-final/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/reksa-dana-kena-pajak-final/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 20:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[info keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/reksa-dana-kena-pajak-final/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bertahuntahun bebas pajak, mulai 1 Januari tahun depan penjualan produk reksa dana akan dikenai pajak final.
Pemerintah dan Panitia Kerja DPR dalam rapat tertutup pembahasan Rancangan Undang-Undang Pajak Penghasilan (RUU PPh) kemarin sepakat mengenakan pajak final tersebut dalam industri reksa dana. &#8220;Pemerintah dan DPR sepakat untuk memberikan pajak final, tetapi besaran tarif dan prosedurnya masih [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/info-keuangan/pengurangan-jaminan-atas-dana-masyarakat-oleh-pemeritah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengurangan Jaminan Atas Dana Masyarakat Oleh Pemerintah'>Pengurangan Jaminan Atas Dana Masyarakat Oleh Pemerintah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkan Dana untuk Membeli Rumah'>Siapkan Dana untuk Membeli Rumah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah bertahuntahun bebas pajak, mulai 1 Januari tahun depan penjualan produk reksa dana akan dikenai pajak final.</p>
<p>Pemerintah dan Panitia Kerja DPR dalam rapat tertutup pembahasan Rancangan Undang-Undang Pajak Penghasilan (RUU PPh) kemarin sepakat mengenakan pajak final tersebut dalam industri reksa dana. &#8220;Pemerintah dan DPR sepakat untuk memberikan pajak final, tetapi besaran tarif dan prosedurnya masih akan dibahas lebih lanjut dalam pasal selanjutnya,&#8221; ujar anggota Panja RUU PPh dari Fraksi Keadilan Sejahtera Andi Rahmat seusai rapat tertutup di ruangan Komisi XI DPR Jakarta kemarin.</p>
<p>Pertimbangan utama pengenaan pajak itu, jelas Andi, karena pasar reksa dana di Indonesia telah menjelma menjadi industri besar yang cukup diminati. Artinya, ada potensi penerimaan negara yang cukup menggiurkan dari industri tersebut. Selain itu, imbuh dia, di negara lain pun pajak tersebut sudah diterapkan.</p>
<p>&#8220;Dinegara lain, reksadana ini sudah dipajaki, di Singapura sih tidak karena mereka kan penduduknya sedikit, hanya 4 juta jiwa,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Andi mengatakan, tarif PPh final yang diusulkan pemerintah sebesar 0,05%. Tarif itu dikenakan ketika investor melakukan penjualan (redemption) terhadap produk reksa dananya. Namun, belum ada kesepakatan apakah usulan besaran tarif itu akan disepakati. &#8220;Tapi, tidak memajaki juga tidak masuk akal, jadi kita harus kompromi,&#8221; cetusnya.</p>
<p>Berdasarkan penuturan Andi dan beberapa anggota Pansus RUU PPh lainnya, pemerintah dinilai cukup mendesak agar usulan pajak reksa dana tersebut disepakati. Namun, anggota Panja RUU PPh dari Fraksi Partai Golkar Awal Kusumah mengatakan, DPR bersikap berhati-hati ketika menyepakati pajak final reksa dana itu karena bisa berdampak pada industri keuangan nasional.</p>
<p>&#8220;Kalau berpengaruh kepada pasar, kita harus hatihati memutuskannya. Kalau jatuhnya lebih besar ke pasar, ya jangan dong. Di sinilah alotnya pembahasan, jangan sampai instrumen yang sudah bagus malah hancur,&#8221;tandas Awal.</p>
<p>Kolega Awal di Partai Golkar Harry Azhar Azis mengatakan hal yang sama. Menurut dia, DPR betul-betul menekankan pertimbangan agar sisi positif pengenaan pajak itu lebih besar dibandingkan sisi negatifnya. Sisi positifnya, kata dia, memang akan ada peningkatan pendapatan negara. Namun di sisi lain,kebijakanitu akan dapat menekan pertumbuhan pasar reksa dana. &#8220;Jadi, khusus mengenai masalah reksa dana ini, kita pertimbangkan positif dan negatifnya. Terkena atau nggak,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Wakil Manajer Investasi Indonesia Putut E Andanawarih mengatakan, industri reksa dana seharusnya diberi insentif, bukan pajak, karena ikut menyediakan dana jangka panjang. pemberian pajak itu menurut dia akan berdampak terhadap industri reksa dana.</p>
<p>&#8220;Jika pemberian pajak tersebut terhadap semua industri reksa dana, itu akan membuat reksa dana tidak berkembang,&#8221; kata dia kepada SINDO kemarin.</p>
<p>Dia menilai, besaran 0,05 % memang terbilang tidak terlalu besar. Namun, tegas dia, hal itu pun masih belum jelas. Penerapan pajak ini, kata dia, harus melalui langkah sosialisasi kepada investor agar tidak terjadi kebingungan. Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Danal ndonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto yang dihubungi SINDO mengaku belum bisa berkomentar mengingat informasi mengenai pengenaan pajak reksa dana itu belum jelas.</p>
<p>Namun, dalam sebuah diskusi sebelumnya, Abiprayadi menyampaikan penilaian soal pengenaan pajak terhadap reksa dana. Dia menilai pemberian pajak akan merugikan karena reksa dana adalah sarana yang tepat untuk membangun basis investor untuk mencari dana. Reksa dana, kata dia, adalah sarana membangun dana jangka panjang yang bisa digunakan untuk emiten, bahkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur. &#8220;Untuk itu, perlu diberi kompensasi yang bagus,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara itu, masih dalam diskusi yang sama,Kepala Biro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Djoko Hendratto mengatakan, meski masih belum jelas berapa persen pajak yang akan dikenakan, dia menilai pada akhirnya industri reksa dana akan melakukan penyesuaian. &#8220;Nantinya market akan melakukan penyesuaian sendiri,&#8221; kata dia.</p>
<p><em>Harian Seputar Indonesia; Kamis, 14 Feb 2008</em><br />sumber: http://www.pajak.go.id/berita/reksa-dana-kena-pajak-final</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/info-keuangan/pengurangan-jaminan-atas-dana-masyarakat-oleh-pemeritah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengurangan Jaminan Atas Dana Masyarakat Oleh Pemerintah'>Pengurangan Jaminan Atas Dana Masyarakat Oleh Pemerintah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkan Dana untuk Membeli Rumah'>Siapkan Dana untuk Membeli Rumah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/reksa-dana-kena-pajak-final/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Reksadana</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 17:29:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/tentang-reksadana/</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:Saya mendengar kawan saya berkomentar, bahwa reksadana hanya cocok untuk persiapan pensiun kita, mengingat kondisinya yang naik-turun (volatile). Saya jadi berfikir, kalau setiap hari harus memantau posisi uang saya, ya pusing dong. Apalagi kan kerjaan kita butuh konsentrasi dan perhatian juga. Tolong saya diberi pencerahan.
Terima kasih,
Fanie, Jakarta
Jawab:
Reksadana itu ada bermacam jenis:1. RD Pasar Uang , [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saham itu Halal &amp; Menguntungkan'>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />Saya mendengar kawan saya berkomentar, bahwa reksadana hanya cocok untuk persiapan pensiun kita, mengingat kondisinya yang naik-turun (volatile). Saya jadi berfikir, kalau setiap hari harus memantau posisi uang saya, ya pusing dong. Apalagi kan kerjaan kita butuh konsentrasi dan perhatian juga. Tolong saya diberi pencerahan.</p>
<p>Terima kasih,</p>
<p>Fanie, Jakarta</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Reksadana itu ada bermacam jenis:<br />1. RD Pasar Uang , portofolionya Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan deposito (pasti aman banget dong, tapi gain-nya paling kecil)<br />2. RD Pendapatan tetap, portofolionya obligasi Negara (tingkat keamanannya kurang, gain-nya lebih besar dari pasar uang)<br />3. RD Campuran, portofolionya obligasi Negara dan saham (sedikit lebih bergejoka, gain lebih besar lagi)<br />4. RD  Saham. Isinya saham-saham unggulan (biasanya). Paling bergejolak tapi paling besar gain-nya</p>
<p>Teman  yg menyarankan RD buat dana pensiun sama sekali gak salah. Mungkin yang dia ingat hanya RD saham. Nah, dari urutan yg kuuraikan di atas itu, makin ke bawah adalah instrument yg tepat utk jangka panjang. Jadi nomor 1 itu cocok utk penempatan dana dibawah setahun. Dan hukum investasi itu adalah high risk high gain. Kalo  mau resiko kecil, berarti juga harus mau dapat untung kecil. Dan RD Saham , memang cocok utk penempatan jangka panjang. Lebih safe kalau di atas 3 tahun….</p>
<p>Banyak sekarang orang muda yg sukanya main RD Saham. Uangnya cepat berkembang. Dan kalau kita percayakan pengelolaan uang kita ke <a href="http://instrumenkeuangan.blogspot.com" target="_blank">Manajer Investasi </a>yg handal, maka kita nggak perlu pusing mantau pergerakan saham tiap hari.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saham itu Halal &amp; Menguntungkan'>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 06:28:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/</guid>
		<description><![CDATA[ANAK MUDASAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu muda untuk memikirkan mengenai tabungan. Saya baru mulai dalam kehidupan dan saya juga tidak mempunyai sesuatu untuk ditabung. Saya terlalu sibuk untuk bermain. Suatu hari kelak saya akan menabung
ANAK REMAJASAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya masih muda dan masih sekolah. Saya tidak dapat menabung sementara uang saku [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ANAK MUDA<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu muda untuk memikirkan mengenai tabungan. Saya baru mulai dalam kehidupan dan saya juga tidak mempunyai sesuatu untuk ditabung. Saya terlalu sibuk untuk bermain. Suatu hari kelak saya akan menabung</p>
<p>ANAK REMAJA<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya masih muda dan masih sekolah. Saya tidak dapat menabung sementara uang saku saya masih pas-pasan. Disamping itu, ada hal lebih baik yang dapat saya lakukan dengan uang saya. Jika saya lulus sekolah dan mulai mempunyai penghasilan, maka saya akan menabung</p>
<p>DUA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya baru saja mulai bekerja. Saya harus membayar kembali pinjaman sekolah dan ada pinjaman untuk mobil juga. Saya belum siap membuat komitmen sekarang dan saya ingin bersenang-senang sementara saya dapat. Akan ada waktu kelak untuk memikirkan mengenai tabungan, pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>TIGA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya mempunyai keluarga dan pertanggungan. Biayanya mahal untuk mendidik anak-anak dan ada hipotek atas rumah juga. Seluruh penghasilan saya habis untuk segala keperluan kehidupan. Ketika saya menghasilkan lebih banyak dan anak-anak lebih tua, maka saya akan menabung.</p>
<p>EMPAT PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Anak-anak saya di universitas dan biaya-biayanya memuncak. Kemudian, ada pernikahan. Saya ingin membantu anak-anak memulai kehidupan mereka. Biaya pengeluaran sedang tinggi-tingginya.dan sekarang waktu yang sulit untuk menabung, tetapi situasi akan segera membaik. Pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>LIMA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Hal-hal ternyata tidak berjalan seperti saya perkirakan semula. Tidaklah mudah jika anda terkunci dan tidak ada kesempatan untuk naik pada tangga karier. Saya tidak dapat meninggalkan semuanya dan memulai sebuah karier baru. Saya membantu orangtua saya juga, sekarang ketika mereka memerlukan bantuan. Penghasilan saya hampir saja tidak cukup. Sesuatu akan membuka dan pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>ENAM PULUHAN<br />SAYA TIDAK BISA MENABUNG SEKARANG. Tadinya saya kira kehidupan akan lebih baik. Saya ingin mengambil pensiun lebih awal tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya mencoba membayar sisa-sisa hipotek dan ada tagihan lain yang harus ditangani, dan mereka bertmpuk-tumpuk. Memikirkan cucu-cucu dan hal-hal lain menghabiskan segala sesuatu yang saya miliki. Saya rasa memang hidup demikian. Seandainya saya dapat menabung</p>
<p>TUJUH PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu tua untuk menabung. Cek social security saya dan pensiun saya tidak mencukupi. Tagihan biaya pengobatan dan perawatan jangka panjang benar-benar mencemaskan saya. Saya tidak suka menjadi beban bagi anak-anak saya. Seandainya saya telah menabung ketika seharusnya saya melakukannya. Sekarang sudah terlambat.</p>
<p>SAYA BENAR-BENAR TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Orang Beriman</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 04:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/jadilah-orang-beriman/</guid>
		<description><![CDATA[Apa hubungannya investasi dengan iman ya? Coba aja kita cermati. Tapi jangan sampe kita beriman sama uang, bisa celaka.
Oya, beberapa hari ini emang keliatan ya, ada trend positif dari indeks BEI. Kayaknya sih gak mau ketinggalan sama bursa-bursa dunia yg responsnya positif terhadap penurunan (kembali) suku bunga the Fed minggu lalu. Mudah2an memang naik terusss… [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu'>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa hubungannya investasi dengan iman ya? Coba aja kita cermati. Tapi jangan sampe kita beriman sama uang, bisa celaka.</p>
<p>Oya, beberapa hari ini emang keliatan ya, ada trend positif dari indeks BEI. Kayaknya sih gak mau ketinggalan sama bursa-bursa dunia yg responsnya positif terhadap penurunan (kembali) suku bunga the Fed minggu lalu. Mudah2an memang naik terusss… amin</p>
<p>Lagi puyeng2, ah, ngoceh aja sama seorang Om pelaku pasar modal. Beliau cerita, bahwa inflasi bulan ini sangat mengkhawatirkan. Menurut beliau, hal termudah untuk melihat besarnya inflasi adalah dengan melihat harga cabe. Ha? Hanya cabe? Iya! Lalu dia berargumen,”Kapan inflasi tertinggi sepanjang tahun? Menjelang lebaran. Kok tau? Karena harga cabe pasti melambung. Coba lu sensus orang Indonesia yg gak hobi makan cabe. Semua suka pedes!”</p>
<p>Hmmm…..boleh juga teorinya…..</p>
<p>Dan memang bulan ini harga cabe gila-gilaan… sayangnya, petani cabe kok ya gak kaya-kaya…</p>
<p>Yah, di dunia kapitalis ini, yg pegang permainan ya yang punya uang banyak….dan sepertinya ini memang permainan ‘orang atas’. Au ah, gelap! Pesan sponsor: kalo berbisnis, pake nurani lah…</p>
<p>Tapi memang ya, buat kita2 (setidaknya buat saya) yg kerjanya di dunia perduitan, sepertinya gak ada rasanya tuh, inflasi yg katanya menghebohkan. Yg keliatan hanya angka2 yg (katanya) mengandung arti mengerikan. Tapi pas nonton TV, duh, rasanya , miris banget ya. Ada ibu hamil 7 bulan ditemukan meninggal berdua dengan anaknya. Indikasi: kelaparan. Anak yg lain, masuk UGD karena kelaparan juga. Bapaknya hanya tukang becak. Duh…duh… inflasi memang kurang kerasa buat kita2 yg mampu, tapi untuk golongan menengah ke bawah… mencekik sekali…</p>
<p>Jadi mesti inget kalo di harta kita ada bagian orang gak mampu…</p>
<p>Terakhir, si Om tadi punya kata2 mutiara,”Dalam berinvestasi, jadilah orang beriman. Tau kunci orang beriman? Sabar dan bersyukur. Sabar, nunggu naiknya harga unit yg beberapa bulan ini mencemaskan… lalu bersyukurlah saat naik. Waktu kita perlu uang dan unitnya kita cairkan, maka besar-kecilnya hasil yg kita dapatkan harus disyukuri. Jangan juga jadi orang rakus. Mentang2 trend naik terus, lalu menunda-nunda pencairan dengan harapan besok dapet untung lebih gede lagi. Belum tentu juga, harga besok naik lagi. Lha kalo turun?”</p>
<p>Yang penting juga, kata si Om, jangan sombong karena merasa pinter. Dunia ini bukan kita yg mengendalikan. Jadi saat kita merasa pinter, justru di situlah awal jatuhnya kita. Banyak faktor2 eksternal yg menentukan besaran hasil investasi.</p>
<p>Yang paling penting, last but not least, jangan berinvestasi dari hasil utangan!!<br />Makasih buat wejangannya ya Om&#8230;</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu'>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berinvestasi di Bank Syariah</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 02:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bagi hasil]]></category>
		<category><![CDATA[bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[deposito]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman modal]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[titipan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, bank syariah boleh dikatakan ada di mana-mana. Tapi walau dapat dijangkau dengan mudah, banyak juga anggota masyarakat yang belum paham apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional sehingga belum tertarik untuk menggunakan jasa bank syariah. Malah ada yang menganggap bahwa bank syariah itu bank eksklusif khusus untuk masyarakat yang beragama Islam. Padahal, bank [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan'>TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Syariah'>Asuransi Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, bank syariah boleh dikatakan ada di mana-mana. Tapi walau dapat dijangkau dengan mudah, banyak juga anggota masyarakat yang belum paham apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional sehingga belum tertarik untuk menggunakan jasa bank syariah. Malah ada yang menganggap bahwa bank syariah itu bank eksklusif khusus untuk masyarakat yang beragama Islam. Padahal, bank syariah menawarkan jasa-jasa yang tak kalah menarik dengan bank konvensional. Oleh karenanya, bank ini dapat menjadi alternatif bagi keluarga untuk berinvestasi.</p>
<p><strong>Apa itu Bank Syariah?</strong></p>
<p>Bank syariah adalah bank yang sistem operasionalnya didasarkan pada etika Islam. Berbeda dengan sistem perbankan konvensional, pada sistem perbankan syariah tidak mengenal adanya bunga. Imbalan bagi nasabah diwujudkan dalam bentuk pembagian keuntungan antara bank dengan nasabah. Pembagian keuntungan ini didasarkan pada proporsi tertentu yang ditetapkan di awal, misalnya bank akan menerima 55% dan nasabah 45% dari keuntungan, namun nilai nominalnya sendiri baru diketahui kemudian tergantung dari keuntungan yang diperoleh bank.</p>
<p>Karakteristik yang menonjol dari sistem perbankan syariah adalah keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, serta menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Sebagai suatu  usaha bisnis, bank syariah melayani nasabah dari berbagai golongan tidak terbatas hanya pada umat Islam saja.</p>
<p><strong>Apa Saja Produk Investasi di Bank Syariah?</strong></p>
<p>Bank syariah menawarkan produk dan jasa yang lebih beragam dibandingkan dengan bank konvensional, dengan skema keuangan yang lebih bervariasi, fleksibel dan saling menguntungkan.</p>
<p>Beberapa produk investasi di bank syariah antara lain:</p>
<p>1. Tabungan</p>
<p>Bank syariah menawarkan dua jenis tabungan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan nasabah penabung.</p>
<p style="padding-left: 30px">a. Tabungan dengan skema titipan</p>
<p style="padding-left: 30px">Tabungan ini diperuntukan bagi nasabah yang mengutamakan keamanan dan kemudahan transaksi sehari-hari. Nasabah bebas mengambil uang yang ‘dititipkannya’ di bank syariah setiap saat ia membutuhkannya. Dana nasabah aman tersimpan di bank karena terbebas dari risiko pemotongan dana ketika usaha bank mengalami kerugian. Keuntungan yang diperoleh oleh penabung dengan skema ini adalah berupa bonus, yang besarnya sesuai dengan kebijakan masing-masing bank syariah.</p>
<p style="padding-left: 30px">b. Tabungan dengan skema penanaman modal</p>
<p style="padding-left: 30px">Tabungan ini diperuntukkan bagi nasabah yang menginginkan hasil investasi yang lebih tinggi. Dana yang ditabung oleh nasabah akan ditempatkan oleh bank syariah ke sektor-sektor usaha produktif yang menghasilkan profit. Profit tersebut kemudian akan dibagi antara bank (sebagai pengelola dana) dan nasabah (sebagai pemilik dana) dengan rasio bagi hasil yang telah ditetapkan. Nilai bagi hasil ini berfluktuasi, sesuai dengan imbal hasil yang diperoleh bank syariah dari invetasi yang dilakukan. Bagaimana jika investasi yang dilakukan oleh bank syariah merugi? Jangan kahawatir. Karena masyarakat yang menyimpan uangnya di bank syariah tidak akan ikut mengalami kerugian itu. Saat ini perhitungan bagi hasil antara bank syariah dan nasabah tidak didasarkan pada profit yang diperoleh (<em>profit and loss sharing</em>), namun didasarkan pada pendapatan (<em>revenue sharing</em>). Dengan pola <em>revenue sharing</em>, bagi hasil kepada nasabah diperhitungkan dari pendapatan bank, sedangkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan bank akan diambil dari bagi hasil yang menjadi hak bank. Dengan pola ini, dana nasabah yang diinvestasikan dalam tabungan bank syariah tidak akan berkurang atau hilang meskipun investasi yang dilakukan bank syariah mengalami kerugian. Tabungan yang masuk dalam kategori ini antara lain tabungan pendidikan dan tabungan perencanaan.</p>
<p>Baik tabungan dengan skema titipan maupun penanaman modal dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan Undang-Undang No.24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS hingga nilai maksimal Rp2 miliar.</p>
<p>2. Deposito</p>
<p>Ada dua jenis deposito yang ditawarkan oleh bank syariah, yaitu:</p>
<p>a. Deposito dengan skema penyertaan modal</p>
<p>b. Deposito dengan skema penyertaan modal untuk proyek tertentu sesuai dengan keinginan nasabah</p>
<p>Pada dasarnya kedua jenis deposito tersebut memiliki fitur dan mekanisme yang sama yaitu nasabah menanamkan dananya di bank untuk kemudian diinvestasikan oleh bank ke sektor-sektor usaha yang produktif yang sesuai dengan etika Islam. Perbedaannya adalah pada jenis deposito yang kedua nasabah memberikan batasan-batasan tertentu kepada bank mengenai peruntukan investasi atas dana yang didepositokannya. Hasil investasi yang dilakukan oleh bank kemudian akan dibagi bersama antara nasabah dan bank dengan proporsi/nisbah bagi hasil yang disepakati bersama.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Di Mana Layanan Bank Syariah dapat Ditemui?</strong></p>
<p>Layanan jasa perbankan syariah dapat dengan mudah diperoleh masyarakat pada tempat-tempat yang memasang logo iB (<em>Islamic Banking</em>), apakah itu di Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS)dari Bank Umum Konvensional atau pun layanan syariah (<em>office channeling</em>) di loket-loket Bank Umum Konvensional. Nasabah tidak perlu khawatir dananya akan tercampur pengelolaannya dengan dana dari bank umum konvensional karena setiap iB telah didukung oleh sistem teknologi informasi yang kredibel, yang mempunyai dua <em>user ID </em>berbeda untuk masuk ke dalam sistem pencatatan. Satu <em>user ID </em>untuk rekening konvensional dan satu <em>user ID </em>lain yang berbeda untuk rekening syariah. Setiap kali ada masyarakat yang membuka rekening syariah di cabang konvensional, petugas bank akan membuka dan membukukan transaksi nasabah di rekening dengan <em>user ID </em>syariah.</p>
<p>Lebih dari itu, seluruh kegiatan usaha dan pengelolaan dana UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang juga adalah anggota dari Dewan Syariah Nasional (DSN) dan secara berkala laporan keuangan UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah diawasi dan diperiksa oleh Bank Indonesia untuk menjamin setiap UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah mengelola dana masyarakat dan menjalankan kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.</p>
<p>Jadi, tunggu apalagi? Yuk mulai berinvestasi di bank syariah!</p>
<p>Sumber: Bank Indonesia</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan'>TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Syariah'>Asuransi Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 19:25:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[harga emas]]></category>
		<category><![CDATA[investasi emas]]></category>
		<category><![CDATA[logam mulia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Ketika remaja dulu, saya sering mengamati kebiasaan ibu saya yang selalu membeli perhiasan emas setiap memiliki uang lebih. Saat itu saya sering berkata dalam hati bahwa kalau dewasa nanti dan punya penghasilan sendiri saya tidak akan menyia-nyiakan uang saya untuk membeli emas. Yah, buat apa, toh saya tidak suka menggunakan perhiasan emas. Daripada sudah beli [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi dan Investasi'>Asuransi dan Investasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika remaja dulu, saya sering mengamati kebiasaan ibu saya yang selalu membeli perhiasan emas setiap memiliki uang lebih. Saat itu saya sering berkata dalam hati bahwa kalau dewasa nanti dan punya penghasilan sendiri saya tidak akan menyia-nyiakan uang saya untuk membeli emas. Yah, buat apa, toh saya tidak suka menggunakan perhiasan emas. Daripada sudah beli mahal-mahal hanya untuk disimpan di lemari, lebih baik saya belikan saja barang lain yang lebih berguna.</p>
<p>Namun seiring dengan bertambahnya pengetahuan saya tentang investasi , saya baru mengerti bahwa apa yang dilakukan oleh ibu saya dulu adalah salah satu caranya untuk berinvestasi. Ya, emas atau logam mulia merupakan salah satu sarana investasi yang paling tua.</p>
<p>Sejak jaman dulu, logam mulia (termasuk di dalamnya emas) sudah digunakan masyarakat sebagai alat untuk menyimpan kekayaan yang teruji dalam jangka waktu yang panjang.  Apa pun masalah yang dialami suatu bangsa atau negara, logam mulia, yang salah satunya  adalah emas, tetap menunjukkan keperkasaannya.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, harga emas pada tahun 1996 hanya berkisar Rp26.000/gram dan sampai pertengahan tahun 1997 harga emas masih sekitar Rp27.000/gram. Namun mulai akhir 1997 harga emas melonjak drastis sampai Rp75.000/gram. Pertengahan tahun 1998 harga emas sudah bertengger di atas Rp145.000/gram.Dalam waktu 10 tahun kemudian, tahun 2008, harga emas telah mencapai Rp270.000/gram.</p>
<p>Umumnya harga Emas akan naik apabila:</p>
<p>a. Inflasi lebih tinggi daripada yang diperkirakan semula.</p>
<p>b. Terjadinya kepanikan finansial</p>
<p>c. Perkembangan geopolitik yang mengarah ke Krisis</p>
<p>d. Harga minyak mengalami kenaikan signifikan</p>
<p>e. Naiknya permintaan emas untuk cadangan devisa.</p>
<p>f. Naiknya konsumsi emas dunia.</p>
<p>Ada dua fungsi investasi dengan menggunakan emas, yaitu:</p>
<ul>
<li>memperoleh <em>capital gain</em> yaitu hasil yang diperoleh dari menginvestasikan sejumlah uang ke dalam emas karena terjadinya kenaikan harganya.</li>
<li>lindung nilai ( <em>hedging</em> ), emas merupakan tempat berlindungnya kita terhadap nilai inflasi yang tinggi dan resiko ekonomi yang tinggi, sehingga nilai kekayaan kita relatif tetap dan aman.</li>
</ul>
<p><strong>Keunggulan investasi emas</strong></p>
<ul>
<li>Nilainya yang cenderung stabil. Dengan demikian, investasi emas sesuai untuk pengeluaran rumah tangga jangka panjang seperti biaya naik haji atau pendidikan anak.</li>
<li>Tidak memerlukan ketrampilan apa-apa, hanya butuh sedikit biaya untuk menyewa <em>safe deposit box</em> atau Anda simpan ditempat yang aman di rumah. Berbeda dengan investasi lainnya seperti di saham, reksadana, dll, yang memerlukan perhatian khusus. <strong> </strong></li>
<li>Bila dibandingkan dengan berinvestasi langsung di mata uang USD, emas lebih menguntungkan karena emas setelah dibeli dapat didiamkan saja beberapa lama.Sementara memiliki mata uang USD harus selalu diperbarui karena di Indonesia, <em>money changer</em> relatif rewel. Mereka menghargai murah mata uang keluaran lama atau mata uang yang terlipat. Belum lagi ada risiko nomer seri palsu.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kekurangan Investasi Emas</strong></p>
<ul>
<li>Menyimpan emas dalam jumlah banyak relatif beresiko dan mahal.</li>
<li>Apabila penyimpanan kurang baik, walau dibungkus protective cover, memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khususnya emas dalam bentuk koin, kalau jatuh, penyok, atau cuil, sulit untuk di-<em>treatment</em> ulang dan bisa mengurangi harga. Dalam investasi emas, Anda cenderung harus lebih hati-hati dan memperhatikan dalam hal perawatan dan penyimpanan.</li>
<li>Return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Sehingga, sangat tidak disarankan untuk berinvestasi emas hanya dalam jangka pendek (1 tahun atau kurang).</li>
</ul>
<p><strong>Cara membeli emas</strong></p>
<p>Secara ringkas dapat dikatakan bahwa investasi emas bisa dilakukan dengan 2 jenis:</p>
<ul>
<li>Emas perhiasan, harganya mengandung ongkos pembuatan sehingga pada saat dijual harganya akan dikurangi dengan ongkos pembuatan</li>
<li>Emas logam mulia (emas batangan)</li>
</ul>
<p>Nah, bila tujuan Anda adalah investasi, belilah emas batangan atau koin emas yang berstandar international dan pastikan ada sertifikatnya.<strong> </strong> Anda bisa membelinya di produsennya PT.Logam Mulia – divisi penjualan emas PT.Antam Tbk, bisa dilihat melalui websitenya logammulia.com atau bisa melalui tempat pegadaian, dan juga toko-toko emas yang menjualnya. Untuk menjualnya kembali, anda bisa melakukannya di tempat-tempat tersebut juga, dengan harga pasar yang berlaku.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi dan Investasi'>Asuransi dan Investasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 02:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[hasil.]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik bagi putra/putri kita, termasuk dalam hal pendidikan. Mampu menyekolahkan mereka di sekolah yang berkualitas baik sampai mencapai jenjang tertinggi tentu merupakan mimpi setiap orang tua. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut di tengah biaya pendidikan yang semakin mahal tentu membutuhkan strategi khusus.
Biaya pendidikan anak sebetulnya merupakan jenis biaya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tabungan atau Asuransi Pendidikan'>Tabungan atau Asuransi Pendidikan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi pendidikan'>Asuransi pendidikan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik bagi putra/putri kita, termasuk dalam hal pendidikan. Mampu menyekolahkan mereka di sekolah yang berkualitas baik sampai mencapai jenjang tertinggi tentu merupakan mimpi setiap orang tua. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut di tengah biaya pendidikan yang semakin mahal tentu membutuhkan strategi khusus.</p>
<p>Biaya pendidikan anak sebetulnya merupakan jenis biaya yang sudah dapat diprediksi sejak jauh hari. Karena itu, kita juga bisa mempersiapkannya sejak jauh hari sehingga pada saat dibutuhkan nanti kita tidak lagi kebingungan mencari sumber pembiayaan untuk membayar uang sekolah anak kita. Cara yang paling umum untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak adalah dengan menabung di tabungan pendidikan atau dengan membeli asuransi pendidikan.  Apa sih yang membedakan antara keduanya? Mana yang akan anda pilih tentu sangat tergantung pada kecocokan karakteristik masing-masing dengan tujuan dan penghasilan anda.</p>
<p><strong>Tabungan Pendidikan</strong></p>
<p>Tabungan pendidikan adalah jenis tabungan berjangka, yaitu tabungan yang memiliki jangka waktu tertentu sampai si penabung dapat mempergunakannya. Biasanya, jangka waktu tabungan disesuaikan dengan peruntukan jenjang pendidikan yang akan dibiayai. Misalnya, bila tabungan akan digunakan untuk masuk SD maka bila orang tua mulai menabung saat anak lahir, jangka waktu tabungan pendidikan tersebut cukup 6 tahun saja.</p>
<p>Karakteristik Tabungan Pendidikan</p>
<ol>
<li>Tabungan pendidikan biasanya merupakan produk tambahan dari rekening tabungan utama.</li>
<li>Penabung harus menabung secara periodik dan dananya otomatis didebit/dipindahkan dari rekening tabungan utama ke dalam sebuah rekening, dalam jangka waktu yang telah dipilih.</li>
<li>Selama jangka waktu tersebut, dana di tabungan ini tidak boleh ditarik. Apabila ditarik akan dikenakan pinalti sebesar nilai tertentu.</li>
<li>Karena dana tabungan ini tidak dapat diambil (kecuali dengan penalti), biasanya bank akan menawarkan hasil investasi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa.</li>
<li>Tabungan pendidikan tidak dikenakan biaya administrasi.</li>
<li>Tabungan pendidikan juga dilengkapi dengan asuransi. Artinya, jika Anda sebagai penabung meninggal dunia dan tidak bisa lagi menabung untuk biaya pendidikan anak-anak, maka asuransi akan menggantikan setoran tabungan itu hingga biaya pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.</li>
</ol>
<p><strong>Asuransi Pendidikan</strong></p>
<p>Asuransi pendidikan adalah asuransi plus investasi untuk pendidikan. Fungsi asuransinya akan menanggung risiko bila terjadi kematian atas Anda, sedangkan fungsi investasinya akan mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang Anda bayarkan. Hasil yang diperoleh dari pengelolaan uang Anda itu, akan dibayarkan dalam bentuk sejumlah dana yang besarnya sudah disepakati dalam polis. Waktu pembayarannya pun sudah dijadwal, disesuaikan dengan tahapan sekolah anak Anda.</p>
<p>Karakteristik Asuransi Pendidikan</p>
<ol>
<li>Karena produk dasarnya adalah asuransi jiwa, maka asuransi pendidikan sebetulnya tidak berbeda jauh dengan produk asuransi jiwa lainnya. Asuransi pendidikan akan memberikan keluarga Anda manfaat jika terjadi resiko kematian berupa santunan dan hasil investasi untuk biaya pendidikan. Namun jika tidak terjadi resiko kematian, maka asuransi akan memberikan sejumlah beasiswa pendidikan yang tidak lain berasar dari investasi Anda berupa premi yang sudah dibayarkan.</li>
<li>Investasi ini tidak bisa dicairkan setiap saat. Investasi ini baru bisa dicairkan bila terpenuhi salah satu dari dua kondisi, yaitu : pertama, apabila telah jatuh tempo, dan yang kedua apabila terjadi resiko kematian. Jatuh temponya sendiri bisa diatur dan disesuaikan dengan saat anak-anak kita masuk ke suatu jenjang pendidikan tertentu.</li>
<li>Biasanya hasil investasi di asuransi pendidikan relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan pendidikan. Namun asuransi tidak bisa sefleksibel tabungan. Ada kurun waktu minimum tertentu yang harus terpenuhi sampai ada  nilai tunai untuk diuangkan, umumnya sekitar 3 tahun. Dan biasanya, prosesnya pun lebih sulit dan perlu waktu lebih lama dibandingkan dengan tabungan pendidikan.</li>
</ol>
<p>Dari karakteristik di atas, dapat disimpulkan bahwa tabungan pendidikan sesuai untuk Anda yang ingin menyiapkan dana pendidikan dalam jangka pendek, sedangkan asuransi pendidikan lebih sesuai untuk dana pendidikan jangka panjang. Bila memang Anda memiliki dana yang berlebih, maka tak ada ruginya untuk melakukan investasi keduanya, yaitu tabungan pendidikan untuk membiayai pendidikan anak Anda dalam jangka waktu dekat (tingkat SD-SMA) dan membuat asuransi pendidikan untuk persiapan dana pendidikan anak saat memasuki perguruan tinggi nanti.</p>
<p><em>Dirangkum dari berbagai sumber.</em></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tabungan atau Asuransi Pendidikan'>Tabungan atau Asuransi Pendidikan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi pendidikan'>Asuransi pendidikan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 23:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/saham-itu-halal-menguntungkan/</guid>
		<description><![CDATA[Tak benar anggapan bahwa berinvestasi dalam bentuk pembelian saham itu haram. Karena prinsip pasar modal sangat islami yaitu memaki cara bagi hasil, di mana orang membeli saham setelah perusahaan untung maka pembeli mendapat untung [deviden]
&#8220;Bukankah prinsip tersebut sesuai syariah? Maka tak perlu ragu, apalagi setelah ada legalisasi halal dari MUI yang menyatakan transaksi saham itu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tak benar anggapan bahwa berinvestasi dalam bentuk pembelian saham itu haram. Karena prinsip pasar modal sangat islami yaitu memaki cara bagi hasil, di mana orang membeli saham setelah perusahaan untung maka pembeli mendapat untung [deviden]</p></blockquote>
<p>&#8220;Bukankah prinsip tersebut sesuai syariah? Maka tak perlu ragu, apalagi setelah ada legalisasi halal dari MUI yang menyatakan transaksi saham itu halal,&#8221; tegas Erry sambil mengingatkan dasarnya harus dipahami bahwa membeli saham sama dengan menaruh modal pada perusahaan yang kita percaya memiliki.</p>
<p><b>Bursa Syariah</b><br />Bagi masyarakat muslim ada berita menggembirakan karena Bursa Efek Jakarta sejak tahun 2006 sudah membuka bursa saham syariah. Syariah capital market ini anggotanya adalah perusahaan-perusahaan yang beroperasi secara syariah.</p>
<p>&#8220;Anda bisa memilih berbagai saham syariah yang kini sudah lebih 200 jenis saham dan 30 saham lainnya sudah masuk Jakarta Islamic Index. Jumlah itu terus bertambah,&#8221; kata sarjana Akuntansi UI ini, sambil mengingatkan bahwa semua perusahaan ini sebelumnya harus memenuhi standar syariah dari Dewan Syariah Nasional dan diseleksi oleh Komite Syariah.</p>
<p>Meski belum populer namun Erry optimis bursa saham syariah akan disambut masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Ia membeberkan fakta di mana banyak masyarakat yang berinvestasi dalam MLM dan investasi lain. Bahkan karena tak sabar dan ingin cepat kaya mereka tak berhati-hati dan trejebak dalam perusahaan yang berkedok MLM dan akhirnya rugi karena modalnya dibawa kabur. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat kita sangat suka berinvestasi. &#8220;Nah, BEJ berusaha memberikan jalan investasi yang baik dan aman dengan berbagai pilihan produk.&#8221;</p>
<p>Bagaimana dengan partipasi masyarakat pada bursa? Dibandingkan dengan jumlah penduduk 200juta maka partisipasi masyarakat pada bursa saham masih sangat kecil. Saat ini baru ada 600.000 <i>account member</i>. Bandingkan dengan Singapura dengan 4,5juta penduduk memiliki 1,5juta <i>account</i>, dan Malaysia dengan 21juta penduduk punya 3,5juta.</p>
<p>Sebagai gambaran pasar modal syariah, yang paling maju justru terjadi di Inggris. Di mana pemahaman syariah masyrakat lebih moderat. Masyarakat muslim Indonesia pun tergolong moderat terutama yang di perkotaan.</p>
<p>&#8220;Saya yakin potensi kita sangat besar. Kalau Inggris saja maju mengapa kita tidak bisa?&#8221; retorisnya. Optimisme itu pun dilatari juga oleh fakta bahwa <a href="http://keuangankeluarga.blogspot.com/2007/02/pengurangan-jaminan-atas-dana.html">jaminan simpanan</a> di bank pun kini terbatas sampai 100juta, bunga deposito juga turun dan tinggal satu digit, belum lagi inflasi. Jadi berharap keuntungan pada saham cukup realistis. Untuk itulah Erry berharap di tahun-tahun mendatang masyarakat akan lebih banyak menginvestasikan uangnya ke saham.</p>
<p><b>Keuntungan</b><br />Ada dua keuntungan dalam investasi saham; pertama <i>capital gain</i> [keuntungan hasil selisih jual beli saham]. Misalnya kita beli Rp2.000 kemudian dijual Rp2.500, selisih Rp500 adalah keuntungan [<i>capital gain</i>]. Keuntungan ini semakin besar bila saham yang kita miliki semakin banyak.</p>
<p>Kedua; devide3n yaitu pembagian keuntngan dari perusahaan kepada seluruh pemegang saham.</p>
<p>Sebagaimana investasi lain &#8216;main&#8217; saham pun ada resikonya; pertama <i>capital loss</i> di mana kita menjual saham di bawah harga saat kita beli. MIsalnya saat beli Rp2.500 kemudian harga saham perusahaan itu menurun lalu dijual dengan harga Rp2.400, maka kita rugi Rp100. Kedua; perusahaan dilikuidasi karena dinyatakan bankrut oleh pengadilan. Meski kemungkinan ini sangat kecil, namun hal ini harus diketahui.</p>
<p><b>Tips Bagi Pemula</b><br />Untuk masyarakat yang baru berinvestasi saham, Erry menyarankan agar membeli Reksadana. &#8220;Dengan reksadana, uang kita dikelola oleh manajer investasi yang bagus dan ahli dalam bidangnya. Mereka akan mengelola uang kita untuk mendapat keuntungan.&#8221;</p>
<p>Reksadana juga tak mengharuskan kita memantau perkembangan perusahaan setiap saat. Dengan demikian tugas kita memantau prusahaan dan membaca prospek diambil alih oleh manajer investasi. Investasi reksadanapun tidak mahal, bisa dimulai dengan Rp200.000 &#8211; sampai tak terbatas. Semakin besar jumlah dana yang diinvestasikan semakin besar peluang untungnya.</p>
<p>Untuk yang akan berinvestasi saham langkah pertama adalah berhubungan dengan pialang yang mewakili perusahaan efek di kantor BEJ. Di sana akan dilayani kebutuhan pembelian dan penjualan saham. Pada dasarnya tidak ada minimal danan dan jumlah pembelian saham. Jumlah saham yang diperjualbelikan disebut <i>lot</i> [satu lot = 500 lembar saham]. MIsal harga saham PT. NooR Rp2.000, maka dana minimal untuk mmbeli  1lot menjadi [500xRp2.000] sejumlah Rp1.000.000. Semakin banyak dana yang diinvestasikan semakin besar pula kemungkinan keuntungan yang diperoleh.</p>
<p>Erry memberi saran agar aman dan untung maka pilihlah saham-saham <i>bluechip</i>, saham perusahaan yang bagus. Seperti perusahaan telekomunikasi, Telkom, atau perusahaan yang produknya banyak dibutuhkan masyarakat. Jangan masuk saham yang beresiko tinggi.</p>
<p>Nah, bagi Anda yang tak berani mengambil resiko kerugian dari perdagangan saham bisa memilih membeli surat obligasi pemerintah. Pilihan investasi ini di samping sangat aman dan hanya beresiko bila pemerintah mengalami kebankrutan.</p>
<p>Untuk menjadi nasabah perusahaan efek ternyata mudah. Seperti Anda membuka rekening bank saja, Anda tinggal membuka rekening di satu atau beberapa perusahaan efek. Anda tinggal memasukkan data nama, alamat, nomor telepon,dan data lain. Penting untuk kita memahami perjanjian karena itu termasuk hak dan kewajiban. Setelah itu Anda menjadi investor.</p>
<p>Erry Firmansyah [Direktur Utama Bursa Efek Jakarta]<br />sumber: Majalah NooR edisi April 2007</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tabungan atau Asuransi Pendidikan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 20:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/</guid>
		<description><![CDATA[Produk-produk investasi kian beragam. Nah, untuk si kecil Anda, banyak program yang bisa diambil untuk jaminan masa depannya. Pilih mana antara asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan?
Berikut pertanyaan seputar masalah tersebut:Saya berencana bulan Januari 2008 nanti mendaftarkan anak saya yang genap berusia 2 tahun ke salah satu produk tabungan pendidikan. Namun saya belum terlalu paham bagaimana [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi pendidikan'>Asuransi pendidikan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Produk-produk investasi kian beragam. Nah, untuk si kecil Anda, banyak program yang bisa diambil untuk jaminan masa depannya. Pilih mana antara asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan?</p>
<p>Berikut pertanyaan seputar masalah tersebut:<br />Saya berencana bulan Januari 2008 nanti mendaftarkan anak saya yang genap berusia 2 tahun ke salah satu produk tabungan pendidikan. Namun saya belum terlalu paham bagaimana seluk beluk mengenai tabungan pendidikan itu. Dan juga saya masih bingung antara memilih produk tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Yang ingin saya<br />tanyakan adalah :</p>
<p>1. Produk mana yang sebaiknya saya pilih antara asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan. Apa kelebihan dari masing-masing produk tersebut?</p>
<p>2. Jika saya menyetorkan dana sebesar Rp 200.000 per bulan, bagaimanakah hitung-hitungannya nanti dari masing-masing produk selama masa kepesertaan? </p>
<p>Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas jawabannya.</p>
<p>Jawaban :</p>
<p>Bapak/Ibu di tempat, baik tabungan pendidikan maupun asuransi pendidikan keduanya dapat dipakai untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Kita menguraikannya satu persatu.</p>
<p>Tabungan pendidikan umumnya dijual oleh pihak bank, dengan backup oleh perusahaan asuransi jiwa. Jadi kita dapat datang ke bank yang menjual tabungan pendidikan ini, dan kita menentukan berapa besar target kita dan berapa lama target itu akan dicapai. Lalu pihak bank akan menentukan berapa besar setoran bulanan yang harus dilakukan dengan menyertakan tingkat bunga yang diberikan selama masa kontrak.</p>
<p>Umumnya tabungan pendidikan ini dilengkapi dengan asuransi jiwa atau asuransi lainnya. Jadi saat orangtua yang menyetor setiap bulan mengalami musibah, misalnya meninggal dunia, maka pihak asuransi jiwa akan menggantikannya sebagai pihak penyetor. Jadi target dana pendidikan yang ditetapkan oleh orangtua tetap dapat dinikmati oleh anak.</p>
<p>Sedangkan asuransi pendidikan umumnya dibeli melalui perusahaan asuransi yang ditawarkan oleh para agennya. Nasabah akan menentukan berapa besar uang pertanggungannya setelah melihat manfaat asuransi yang akan dibayarkan. Dan perusahaan asuransi menentukan berapa besar premi yang harus dibayar secara sekaligus atau secara reguler, bisa tahunan, bisa enambulanan, tiga bulanan bahkan bulanan.</p>
<p>Manfaat asuransi yang ditawarkan umumnya prosentase tertentu dari Uang Pertanggungan dan dibayarkan saat anak mau masuk ke tingkat SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi. Dan manfaat tersebut akan tetap dibayarkan meskipun orangtua sebagai pembayar preminya mengalami musibah, misalnya meninggal dunia.</p>
<p>Baik tabungan pendidikan maupun asuransi pendidikan keduanya dapat digunakan sebagai alternatif untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Tabungan pendidikan hanya mempersiapkan di satu titik saja, misalnya untuk masuk SD saja, atau SMP saja.</p>
<p>Jika ingin lengkap seperti asuransi pendidikan, maka kita harus membeli 4 produk tabungan pendidikan ini, dengan target dana dan masa pencapaian yang berbeda. Tetapi justru di sinilah letak fleksibilitas dari tabungan pendidikan. Saat ini tingkat bunga dari tabungan pendidikan mengacu pada deposito atau sedikit di atas deposito yang dijualnya, sedangkan tingkat bunga asuransi pendidikan lebih konservatif.</p>
<p>Ada satu pilihan yang disarankan dengan memecah manfaat asuransi dan pemupukan dananya. Misalnya kita membeli asuransi jiwa berjangka dengan Uang Pertanggungan sesuai target dana pendidikan dan waktu pencapaian yang ditetapkan. Kemudian secara rutin, Bapak menyetorkan sejumlah dana tertentu ke investasi yang diinginkan, misalnya ke reksadana.</p>
<p>Kita juga dapat memilih instrumen investasi yang memiliki tingkat pengembalian yang tinggi dan tentunya risiko tinggi pula. Jadi dengan metode ini, Bapak dapat memperoleh Uang Pertanggungan asuransi yang tinggi dan hasil investasi yang optimal. Kuncinya hanya satu yaitu disiplin.</p>
<p>Selamat mempersiapkan dana pendidikan anak.<br />Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning<br />diambil dari detikFinance</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi pendidikan'>Asuransi pendidikan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hindari Kerugian Investasi Akibat Bias Psikologis</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/hindari-kerugian-investasi-akibat-bias-psikologis/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/hindari-kerugian-investasi-akibat-bias-psikologis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 18:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/hindari-kerugian-investasi-akibat-bias-psikologis/</guid>
		<description><![CDATA[Mengembangkan sebuah perencanaan investasi termasuk langkah yang tidak terlalu sulit, akan tetapi terus berjalan dalam perencanaan yang telah ditetapkan untuk jangka panjang sangatlah sulit. Kebanyakan investor sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu tamak (greed) dan takut (fear). Bila pasar sedang bergejolak, investor jadi takut. Bukannya menjual pada saat harga sedang naik malah menjual saat [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengembangkan sebuah perencanaan investasi termasuk langkah yang tidak terlalu sulit, akan tetapi terus berjalan dalam perencanaan yang telah ditetapkan untuk jangka panjang sangatlah sulit. Kebanyakan investor sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu tamak (greed) dan takut (fear). Bila pasar sedang bergejolak, investor jadi takut. Bukannya menjual pada saat harga sedang naik malah menjual saat turun. “Hot tip” yang diberikan teman terkadang juga dijadikan satu-satunya masukan dengan harapan menjadi miluner dalam waktu pendek.</p>
<p>Mereka melakukan hal tersebut karena mereka manusia dan mereka juga kurang memiliki ketetapan hati dalam melaksanakan perencanaan yang telah dibuat atau malah tidak memiliki perencanaan investasi sama sekali. Kita sering kali mengambil keputusan berdasarkan emosi semata yang bisa sangat merusak investasi yang telah dilakukan.</p>
<p>Dalam pembahasan kali ini kami mencoba memberikan perspektif dalam mengatasi dan mengenali sifat ini dan menjelaskan pentingnya sebuah perencanaan yang berkesinambungan guna mencapai tujuan yang diidamkan.</p>
<p>Tamak (“Greed”)</p>
<p>Sifat Pertama adalah Tamak (Greed). Sering terjadi, akibat ingin buru-buru mendapatkan keuntungan besar, investor lupa untuk berpikir rasional dan bertindak berdasarkan “naluri” yang ternyata lebih bersifat emosional. Misalnya, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat dari level 400-an dan untuk pertama kalinya kembali menembus ke level 700-an, banyak investor baru terangsang emosi tamaknya.</p>
<p>Saat itu, melihat banyak rekan atau tetangga mereka mendadak bisa beli mobil baru karena investasi di saham, para investor lugu tersebut tanpa pikir panjang langsung ikutan beli saham. Sayangnya, tak lama setelah mereka beli saham, IHSG justru menurun.<br />Apa jadinya? Karena kurangnya pengetahuan serta pola investasi yang sesuai bukan keuntungan yang didapat, melainkan kerugian. Maunya untung malah buntung.</p>
<p>Investor sangat dipengaruhi oleh informasi seputar performa sebuah investasi. Keputusan untuk mendapatkan keuntungan didasari oleh performa masa lalu sebuah investasi. Seperti kita ketahui, “past performance is no guarantee of future results”. Mungkin pada masa tersebut sebuah sektor yang dipilih oleh manajer investasi memberikan keuntungan yang tinggi. Begitu Anda mulai melihat pertumbuhan dari investasi tersebut Anda baru masuk. Namun, setelah beberapa waktu, sektor tersebut mulai melemah dan malah merugi.</p>
<p>Ekspektasi yang berlebihan</p>
<p>Karena investor merasa sangat tamak, hal ini bisa mengakibatkan Anda menjadi sangat mengharapkan sesuatu diluar kebiasaan tentang risiko investasi maupun keuntungan investasi. Menabung menjadi kurang dan mengakibatkan tidak tercapai tujuan yang diinginkan karena Anda mengharapkan keuntungan invetsai yang tidak realistik. Bila harapan Anda tidak terwujud Anda harus mencari alternatif investasi lain yang mungkin saja lebih tidak realistik, dengan harapan dapat mengejar kekurangan yang selama ini terjadi.</p>
<p>Takut (“Fear”)</p>
<p>Saat IHSG mulai menurun (lanjutan cerita diatas), pendulum emosi para investor baru tersebut beralih dari tamak menjadi Takut (Fear). Akibatnya mereka beramai-ramai keluar dari pasar. Jadi yang mereka lakukan bukannya beli murah jual mahal, melainkan beli mahal, jual murah, alias rugi.</p>
<p>Timbul rasa takut dikarenakan adanya potensi kerugian. Banyak research yang mengatakan bahwa kita lebih membeci kehilangan atau kekalahan dari pada kita mencintai kemenangan. Mengikuti perkembangan portfolio atau investasi yang Anda miliki setiap saat bisa sangat membahayakan. Seperti halnya bila Anda menginvestasikan dana di saham.</p>
<p>Bila Anda mengikuti perkembangan setiap saat, bila kecenderungan pasar lagi turun, Anda terangsang untuk menjual saham yang Anda miliki. Karena informasi yang diperoleh hampir setiap hari, seringkali sulit untuk tetap bertahan di keputusan yang telah ditetapkan sejak semula.</p>
<p>Dalam hal monitoring investasi yang telah Anda alokasikan dan tempatkan akan lebih baik bila Anda melihat setiap enam bulan atau tiga bulan sekali. Hal ini bisa mungurangi keinginan Anda untuk menjual (karena perubahan sesaat) saham-saham atau investasi yang dimiliki.</p>
<p>Bagaimana Mengatasi Hal Ini?</p>
<p>Untuk menanggulangi emosi yang menghambat investasi Anda, langkah pertama adalah dengan melakukan otomatisasi menabung (menabung dengan memotong secara otomatis setiap bulan dari pendapatan) yang Anda lakukan sehingga tetap berjalan di perencanaan yang telah ditetapkan dan ada tiga tindakan yang sebaiknya dipertimbangkan, Dollar Cost Averaging, Rebalancing (membalance alokasi portfolio) dan Simplifiying (dibuat simpel).</p>
<p>“Dollar Cost Averaging”</p>
<p>Perencanaan keuangan keluarga merupakan perencanaan yang berkesinambungan. Dibutuhkan disiplin dan motivasi yang kuat guna mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan keterbatasan pendapatan yang diperoleh setiap bulan, sangat dianjurkan bagi keluarga untuk memulai menyisihkan dana untuk tujuan keuangan sedini mungkin. Penempatan dan alokasi dana dilakukan secara reguler setiap bulan sesuai kesanggupan keuangan keluarga. Pola investasi ini biasa disebut dengan dollar cost averaging (DCA).</p>
<p>Berikut ini ilustrasi DCA untuk penempatan dana di bursa saham. Konsep DCA ada hubungannya dengan diversifikasi. Para investor di bursa saham berdiversifikasi dengan menanamkan uang tak hanya pada satu saham, tapi menyebarkannya pada banyak saham di pelbagai sektor. Gagasannya: bila satu sektor sedang lesu, mungkin sektor lain bisa mengompensasinya.</p>
<p>Diversifikasi seperti ini sudah lazim dan dikenal banyak orang. Masalahnya, bagaimana jika semua sektor —atau dengan perkataan lain pasar saham— kebetulan pada waktu tertentu sedang merosot? Dalam situasi ini, diversifikasi seperti itu tidak bisa berbuat banyak. Salah satu cara yang pasti ampuh untuk menghindari kerugian akibat merosotnya pasar saham adalah jangan berinvestasi di saham. Memang, dengan tidak berinvestasi di pasar saham berarti tak mengalami kerugian, tapi Anda juga tak akan mengalami keuntungan kalau pasar meroket seperti yang terjadi mulai pertengahan tahun 2003 sampai awal 2004.</p>
<p>Lalu, mesti bagaimana? Jangan khawatir, masih ada harapan. Ada satu jenis diversifikasi lagi yang dapat mengurangi risiko kerugian akibat kemerosotan pasar saham. Konsep yang satu ini bukan diversifikasi biasa, namanya diversifikasi waktu. Konsep aslinya sering disebut DCA.</p>
<p>Misalkan Anda punya uang Rp 1 miliar untuk diinvestasikan dalam bentuk saham. Berdasarkan hitungan rasio harga-pendapatan (price-earning ratio: PER) dan harga-nilai buku (price-to-book value: PBV), Anda pikir saham-saham di Bursa Efek Jakarta kini relatif murah. Kalau pasar meningkat pesat dalam tempo 1- 2 tahun, return yang akan diperoleh bisa sangat besar.</p>
<p>Kendati begitu, dalam jangka pendek Anda masih ragu dengan naik-turunnya pasar. Ada kemungkinan pasar masih melorot sejenak sebelum tinggal landas. Kalau uang Rp 1 miliar ini diinvestasikan sekarang dan ternyata pasar merosot, bisa runyam. Sebaliknya, kalau investasi ditunda dan ternyata pasar segera menguat, Anda ketinggalan kereta dan terpaksa gigit jari. Pendeknya, baik masuk terburu-buru maupun menunggu terlalu lama sama-sama bisa membuat Anda menyesal.</p>
<p>Alternatif konservatif untuk menghindari penyesalan itu adalah dengan menginvestasikan uang Anda secara bertahap, misalnya Rp 100 juta tiap bulan selama 10 bulan. Sambil menunggu, uang yang belum diinvestasi bisa dititip di broker dengan bunga setingkat bunga deposito (tentu saja hal ini harus dikonfirmasi dan dinegosiasikan dengan broker Anda). Dengan cara begitu, bila pasar masih menurun Anda tak akan terlalu menyesal masuk saat pasar masih relatif tinggi. Serupa dengan itu, bila pasar mulai meningkat, Anda juga tak terlalu menyesal terlambat masuk pasar.</p>
<p>Manfaat lain dari DCA: dengan membeli sedikit-sedikit, order belinya tak membuat harga naik. Bayangkan bila seorang investor punya uang Rp 1 triliun yang sekaligus diinvestasikan dalam satu hari. Order beli tersebut tak akan bisa dipenuhi tanpa menyebabkan harga saham naik untuk sementara, terutama bila saham-saham yang dipesan kurang likuid (nilai transaksi normal per harinya hanya sedikit).</p>
<p>DCA juga berlaku bila Anda berencana menginvestasikan sebagian penghasilan Anda setiap bulan secara teratur. Untuk investasi yang relatif sedikit, Anda dianjurkan menggunakan sarana investasi reksadana. Dengan menggunakan reksadana, investasi Anda telah terdiversifikasi dalam banyak saham yang dimiliki oleh reksadana itu. Jadi, diversifikasi saham didelegasikan kepada reksadana, sementara diversifikasi waktu langsung Anda kendalikan sendiri.</p>
<p>Diversifikasi waktu melalui DCA memerlukan disiplin dan horison investasi jangka panjang. Dengan mengabungkan otomatisasi pemotongan dana untuk tabungan, dan pola DCA, potensi tujuan yang diinginkan dalam jangka panjang menjadi meningkat. Dalam banyak hal—-termasuk investasi—-tanpa perencanaan, disiplin, dan kesabaran sulit untuk mencapai hal yang Anda idam-idamkan.</p>
<p>“Rebalancing and Simplifying”</p>
<p>Merancang ulang target alokasi porfolio yang Anda miliki sehingga sesuai dengan investasi yang telah ditetapkan disebut dengan rebalancing. Rebalancing ini bisa dengan membeli saham atau obligasi bila terjadi perubahan harga. Misalkan dari total investasi yang Anda miliki, Anda mengalokasikan 20 persen di saham. Karena pasar modal sedang naik, nilai total investasi di saham jadi meningkat, yang tadinya persentasinya hanya 20 persen menjadi 30 persen dari total investasi. Sehingga Anda befikir untuk mengubah alokasi portfolio seperti semula yaitu dengan menjual sebagai saham yang dimiliki dana dibelikan obligasi atau investasi pasar uang.</p>
<p>Coba untuk menjadi investasi yang Anda lakukan semudah dan sesimpel mungkin. Hindari investasi yang mengharuskan Anda untuk mengambil terlalu banyak keputusan. Tempatkan investasi dalam bentuk reksadana karena produk ini banyak memberikan keunggulan seperti ases ke berbagai instrumen investasi, tingkat likuiditas yang tinggi, dikelola oleh manajer investasi profesional dan lain-lain.</p>
<p>Demikianlah penjelasan kami seputar emosi dalam pengambilan keputusan investasi. Kenali berbagai emosi yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam berinvestasi dan coba untuk emgatasinya dengan menetapkan perencanaan dan melakukan ketiga tindakan dalam jangka panjang. Hal ini akan meningkatkan potensi pencapaian tujuan yang selama ini diidamkan.n<br /><span style="font-style:italic;"><br />Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis<br /></span></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/hindari-kerugian-investasi-akibat-bias-psikologis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

