<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com &#187; investasi</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/category/investasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 05:41:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tentang Reksadana</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 04:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/tentang-reksadana/</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:Saya mendengar kawan saya berkomentar, bahwa reksadana hanya cocok untuk persiapan pensiun kita, mengingat kondisinya yang naik-turun (volatile). Saya jadi berfikir, kalau setiap hari harus memantau posisi uang saya, ya pusing dong. Apalagi kan kerjaan kita butuh konsentrasi dan perhatian juga. Tolong saya diberi pencerahan.
Terima kasih,
Fanie, Jakarta
Jawab:
Reksadana itu ada bermacam jenis:1. RD Pasar Uang , [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saham itu Halal &amp; Menguntungkan'>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />Saya mendengar kawan saya berkomentar, bahwa reksadana hanya cocok untuk persiapan pensiun kita, mengingat kondisinya yang naik-turun (volatile). Saya jadi berfikir, kalau setiap hari harus memantau posisi uang saya, ya pusing dong. Apalagi kan kerjaan kita butuh konsentrasi dan perhatian juga. Tolong saya diberi pencerahan.</p>
<p>Terima kasih,</p>
<p>Fanie, Jakarta</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Reksadana itu ada bermacam jenis:<br />1. RD Pasar Uang , portofolionya Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan deposito (pasti aman banget dong, tapi gain-nya paling kecil)<br />2. RD Pendapatan tetap, portofolionya obligasi Negara (tingkat keamanannya kurang, gain-nya lebih besar dari pasar uang)<br />3. RD Campuran, portofolionya obligasi Negara dan saham (sedikit lebih bergejoka, gain lebih besar lagi)<br />4. RD  Saham. Isinya saham-saham unggulan (biasanya). Paling bergejolak tapi paling besar gain-nya</p>
<p>Teman  yg menyarankan RD buat dana pensiun sama sekali gak salah. Mungkin yang dia ingat hanya RD saham. Nah, dari urutan yg kuuraikan di atas itu, makin ke bawah adalah instrument yg tepat utk jangka panjang. Jadi nomor 1 itu cocok utk penempatan dana dibawah setahun. Dan hukum investasi itu adalah high risk high gain. Kalo  mau resiko kecil, berarti juga harus mau dapat untung kecil. Dan RD Saham , memang cocok utk penempatan jangka panjang. Lebih safe kalau di atas 3 tahun….</p>
<p>Banyak sekarang orang muda yg sukanya main RD Saham. Uangnya cepat berkembang. Dan kalau kita percayakan pengelolaan uang kita ke <a href="http://instrumenkeuangan.blogspot.com" target="_blank">Manajer Investasi </a>yg handal, maka kita nggak perlu pusing mantau pergerakan saham tiap hari.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saham itu Halal &amp; Menguntungkan'>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 00:45:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/</guid>
		<description><![CDATA[ANAK MUDASAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu muda untuk memikirkan mengenai tabungan. Saya baru mulai dalam kehidupan dan saya juga tidak mempunyai sesuatu untuk ditabung. Saya terlalu sibuk untuk bermain. Suatu hari kelak saya akan menabung
ANAK REMAJASAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya masih muda dan masih sekolah. Saya tidak dapat menabung sementara uang saku [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ANAK MUDA<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu muda untuk memikirkan mengenai tabungan. Saya baru mulai dalam kehidupan dan saya juga tidak mempunyai sesuatu untuk ditabung. Saya terlalu sibuk untuk bermain. Suatu hari kelak saya akan menabung</p>
<p>ANAK REMAJA<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya masih muda dan masih sekolah. Saya tidak dapat menabung sementara uang saku saya masih pas-pasan. Disamping itu, ada hal lebih baik yang dapat saya lakukan dengan uang saya. Jika saya lulus sekolah dan mulai mempunyai penghasilan, maka saya akan menabung</p>
<p>DUA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya baru saja mulai bekerja. Saya harus membayar kembali pinjaman sekolah dan ada pinjaman untuk mobil juga. Saya belum siap membuat komitmen sekarang dan saya ingin bersenang-senang sementara saya dapat. Akan ada waktu kelak untuk memikirkan mengenai tabungan, pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>TIGA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya mempunyai keluarga dan pertanggungan. Biayanya mahal untuk mendidik anak-anak dan ada hipotek atas rumah juga. Seluruh penghasilan saya habis untuk segala keperluan kehidupan. Ketika saya menghasilkan lebih banyak dan anak-anak lebih tua, maka saya akan menabung.</p>
<p>EMPAT PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Anak-anak saya di universitas dan biaya-biayanya memuncak. Kemudian, ada pernikahan. Saya ingin membantu anak-anak memulai kehidupan mereka. Biaya pengeluaran sedang tinggi-tingginya.dan sekarang waktu yang sulit untuk menabung, tetapi situasi akan segera membaik. Pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>LIMA PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Hal-hal ternyata tidak berjalan seperti saya perkirakan semula. Tidaklah mudah jika anda terkunci dan tidak ada kesempatan untuk naik pada tangga karier. Saya tidak dapat meninggalkan semuanya dan memulai sebuah karier baru. Saya membantu orangtua saya juga, sekarang ketika mereka memerlukan bantuan. Penghasilan saya hampir saja tidak cukup. Sesuatu akan membuka dan pada waktu itu saya akan menabung.</p>
<p>ENAM PULUHAN<br />SAYA TIDAK BISA MENABUNG SEKARANG. Tadinya saya kira kehidupan akan lebih baik. Saya ingin mengambil pensiun lebih awal tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya mencoba membayar sisa-sisa hipotek dan ada tagihan lain yang harus ditangani, dan mereka bertmpuk-tumpuk. Memikirkan cucu-cucu dan hal-hal lain menghabiskan segala sesuatu yang saya miliki. Saya rasa memang hidup demikian. Seandainya saya dapat menabung</p>
<p>TUJUH PULUHAN<br />SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu tua untuk menabung. Cek social security saya dan pensiun saya tidak mencukupi. Tagihan biaya pengobatan dan perawatan jangka panjang benar-benar mencemaskan saya. Saya tidak suka menjadi beban bagi anak-anak saya. Seandainya saya telah menabung ketika seharusnya saya melakukannya. Sekarang sudah terlambat.</p>
<p>SAYA BENAR-BENAR TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tips-menabung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menabung'>Tips Menabung</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/saya-tidak-dapat-menabung-sekarang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 16:35:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/saham-itu-halal-menguntungkan/</guid>
		<description><![CDATA[Tak benar anggapan bahwa berinvestasi dalam bentuk pembelian saham itu haram. Karena prinsip pasar modal sangat islami yaitu memaki cara bagi hasil, di mana orang membeli saham setelah perusahaan untung maka pembeli mendapat untung [deviden]
&#8220;Bukankah prinsip tersebut sesuai syariah? Maka tak perlu ragu, apalagi setelah ada legalisasi halal dari MUI yang menyatakan transaksi saham itu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tak benar anggapan bahwa berinvestasi dalam bentuk pembelian saham itu haram. Karena prinsip pasar modal sangat islami yaitu memaki cara bagi hasil, di mana orang membeli saham setelah perusahaan untung maka pembeli mendapat untung [deviden]</p></blockquote>
<p>&#8220;Bukankah prinsip tersebut sesuai syariah? Maka tak perlu ragu, apalagi setelah ada legalisasi halal dari MUI yang menyatakan transaksi saham itu halal,&#8221; tegas Erry sambil mengingatkan dasarnya harus dipahami bahwa membeli saham sama dengan menaruh modal pada perusahaan yang kita percaya memiliki.</p>
<p><b>Bursa Syariah</b><br />Bagi masyarakat muslim ada berita menggembirakan karena Bursa Efek Jakarta sejak tahun 2006 sudah membuka bursa saham syariah. Syariah capital market ini anggotanya adalah perusahaan-perusahaan yang beroperasi secara syariah.</p>
<p>&#8220;Anda bisa memilih berbagai saham syariah yang kini sudah lebih 200 jenis saham dan 30 saham lainnya sudah masuk Jakarta Islamic Index. Jumlah itu terus bertambah,&#8221; kata sarjana Akuntansi UI ini, sambil mengingatkan bahwa semua perusahaan ini sebelumnya harus memenuhi standar syariah dari Dewan Syariah Nasional dan diseleksi oleh Komite Syariah.</p>
<p>Meski belum populer namun Erry optimis bursa saham syariah akan disambut masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Ia membeberkan fakta di mana banyak masyarakat yang berinvestasi dalam MLM dan investasi lain. Bahkan karena tak sabar dan ingin cepat kaya mereka tak berhati-hati dan trejebak dalam perusahaan yang berkedok MLM dan akhirnya rugi karena modalnya dibawa kabur. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat kita sangat suka berinvestasi. &#8220;Nah, BEJ berusaha memberikan jalan investasi yang baik dan aman dengan berbagai pilihan produk.&#8221;</p>
<p>Bagaimana dengan partipasi masyarakat pada bursa? Dibandingkan dengan jumlah penduduk 200juta maka partisipasi masyarakat pada bursa saham masih sangat kecil. Saat ini baru ada 600.000 <i>account member</i>. Bandingkan dengan Singapura dengan 4,5juta penduduk memiliki 1,5juta <i>account</i>, dan Malaysia dengan 21juta penduduk punya 3,5juta.</p>
<p>Sebagai gambaran pasar modal syariah, yang paling maju justru terjadi di Inggris. Di mana pemahaman syariah masyrakat lebih moderat. Masyarakat muslim Indonesia pun tergolong moderat terutama yang di perkotaan.</p>
<p>&#8220;Saya yakin potensi kita sangat besar. Kalau Inggris saja maju mengapa kita tidak bisa?&#8221; retorisnya. Optimisme itu pun dilatari juga oleh fakta bahwa <a href="http://keuangankeluarga.blogspot.com/2007/02/pengurangan-jaminan-atas-dana.html">jaminan simpanan</a> di bank pun kini terbatas sampai 100juta, bunga deposito juga turun dan tinggal satu digit, belum lagi inflasi. Jadi berharap keuntungan pada saham cukup realistis. Untuk itulah Erry berharap di tahun-tahun mendatang masyarakat akan lebih banyak menginvestasikan uangnya ke saham.</p>
<p><b>Keuntungan</b><br />Ada dua keuntungan dalam investasi saham; pertama <i>capital gain</i> [keuntungan hasil selisih jual beli saham]. Misalnya kita beli Rp2.000 kemudian dijual Rp2.500, selisih Rp500 adalah keuntungan [<i>capital gain</i>]. Keuntungan ini semakin besar bila saham yang kita miliki semakin banyak.</p>
<p>Kedua; devide3n yaitu pembagian keuntngan dari perusahaan kepada seluruh pemegang saham.</p>
<p>Sebagaimana investasi lain &#8216;main&#8217; saham pun ada resikonya; pertama <i>capital loss</i> di mana kita menjual saham di bawah harga saat kita beli. MIsalnya saat beli Rp2.500 kemudian harga saham perusahaan itu menurun lalu dijual dengan harga Rp2.400, maka kita rugi Rp100. Kedua; perusahaan dilikuidasi karena dinyatakan bankrut oleh pengadilan. Meski kemungkinan ini sangat kecil, namun hal ini harus diketahui.</p>
<p><b>Tips Bagi Pemula</b><br />Untuk masyarakat yang baru berinvestasi saham, Erry menyarankan agar membeli Reksadana. &#8220;Dengan reksadana, uang kita dikelola oleh manajer investasi yang bagus dan ahli dalam bidangnya. Mereka akan mengelola uang kita untuk mendapat keuntungan.&#8221;</p>
<p>Reksadana juga tak mengharuskan kita memantau perkembangan perusahaan setiap saat. Dengan demikian tugas kita memantau prusahaan dan membaca prospek diambil alih oleh manajer investasi. Investasi reksadanapun tidak mahal, bisa dimulai dengan Rp200.000 &#8211; sampai tak terbatas. Semakin besar jumlah dana yang diinvestasikan semakin besar peluang untungnya.</p>
<p>Untuk yang akan berinvestasi saham langkah pertama adalah berhubungan dengan pialang yang mewakili perusahaan efek di kantor BEJ. Di sana akan dilayani kebutuhan pembelian dan penjualan saham. Pada dasarnya tidak ada minimal danan dan jumlah pembelian saham. Jumlah saham yang diperjualbelikan disebut <i>lot</i> [satu lot = 500 lembar saham]. MIsal harga saham PT. NooR Rp2.000, maka dana minimal untuk mmbeli  1lot menjadi [500xRp2.000] sejumlah Rp1.000.000. Semakin banyak dana yang diinvestasikan semakin besar pula kemungkinan keuntungan yang diperoleh.</p>
<p>Erry memberi saran agar aman dan untung maka pilihlah saham-saham <i>bluechip</i>, saham perusahaan yang bagus. Seperti perusahaan telekomunikasi, Telkom, atau perusahaan yang produknya banyak dibutuhkan masyarakat. Jangan masuk saham yang beresiko tinggi.</p>
<p>Nah, bagi Anda yang tak berani mengambil resiko kerugian dari perdagangan saham bisa memilih membeli surat obligasi pemerintah. Pilihan investasi ini di samping sangat aman dan hanya beresiko bila pemerintah mengalami kebankrutan.</p>
<p>Untuk menjadi nasabah perusahaan efek ternyata mudah. Seperti Anda membuka rekening bank saja, Anda tinggal membuka rekening di satu atau beberapa perusahaan efek. Anda tinggal memasukkan data nama, alamat, nomor telepon,dan data lain. Penting untuk kita memahami perjanjian karena itu termasuk hak dan kewajiban. Setelah itu Anda menjadi investor.</p>
<p>Erry Firmansyah [Direktur Utama Bursa Efek Jakarta]<br />sumber: Majalah NooR edisi April 2007</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bapepam-bei-tolak-pajak-final-reksa-dana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana'>Bapepam &amp; BEI Tolak Pajak Final Reksa Dana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan Hari Tua</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 16:18:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Iiihhh&#8230;ngapain sih repot-repot nyiapin hari tua..gue kan masih muda booo&#8230;..
Kebanyakan orang berfikir begitu, saat ditanya, apakah anda sudah mempersiapkan hari tua anda?
Apa yang salah dengan nabung buat masa tua? Ato..mungkin pertanyaannya bisa dimodif&#8230;. apa benar kalo dari sekarang kita harus menabung buat hari tua?
Yaaa&#8230;. coba dipikir&#8230;.emang kalo tua, duit kita DIJAMIN tambah banyak? hehehe&#8230;. Gak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Reksadana'>Tentang Reksadana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iiihhh&#8230;ngapain sih repot-repot nyiapin hari tua..gue kan masih muda booo&#8230;..</p>
<p>Kebanyakan orang berfikir begitu, saat ditanya, apakah anda sudah mempersiapkan hari tua anda?</p>
<p>Apa yang salah dengan nabung buat masa tua? Ato..mungkin pertanyaannya bisa dimodif&#8230;. apa benar kalo dari sekarang kita harus menabung buat hari tua?</p>
<p>Yaaa&#8230;. coba dipikir&#8230;.emang kalo tua, duit kita DIJAMIN tambah banyak? hehehe&#8230;. Gak juga lah&#8230; mungkin malah tambah sedikit&#8230;. secara kita kan udah pensiun&#8230;. pasti pemasukan gak ada&#8230;.malah mungkin pengeluaran tambah banyak&#8230;. mungkin untuk bolak-balik ke dokter (hehehe..amit-amit), mungkin untuk jajan cucu&#8230; dan PASTI&#8230; harga2 melambung karena pengaruh inflasi&#8230;</p>
<p>Lah, terus&#8230; mesti gimana dong menyiapkan dananya? Niih..ada tips nya&#8230;</p>
<p>1. Pilih isntrumen yang minim biaya&#8230;misalnya aja.. DPLK (Dana Pensiun lembaga Keuangan). Kalau ikutan DPLK, fasilitas ada pengurangan pajak lhoo&#8230;. PPh 21 dan 25 (untuk perusahaan).</p>
<p>2. Pilih arahan investasi yang sesuai dengan karakter&#8230;Jadi kalau karakter kita gak berani yang  &#8216;nyerempet resiko&#8217;, ya jangan pilih &#8217;saham&#8217;. Tapi perlu saya tambahkan, se-konservatif nya kita, cobalah main di &#8217;saham&#8217; walau hanya 5-10% dari total arahan investasi..karena sifat &#8217;saham&#8217; adalah cocok untuk jangka panjang&#8230; karena return nya bisa melampaui inflasi, dan dengan fluktuasinya, pada saat kita pakai untuk jangka panjang, akan tidak terlalu terasa</p>
<p>3. Konsistenlah menyisihkan uang&#8230;. maksimal 20% dari income bulanan kita. Kalau tidak rutin, tentu hasilnya tidak akan terlalu bagus</p>
<p>4. Earlier is better&#8230;jelas waktu adalah sekutu kita. kalau kita mulai sekarang, dibanding memulai 10 tahun lagi, modal yang kita setorkan lebih sedikit, dengan hasil yang lebih banyak&#8230;..hmmmm&#8230;.asiikkkk&#8230;.</p>
<p>Oke&#8230; selamat menabung buat pensiun&#8230;.!!</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Reksadana'>Tentang Reksadana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BENTUK INVESTASI ALA IBU RUMAH TANGGA</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 14:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini saya melihat iklan suplemen khusus wanita yang mengusik pikiran saya. Di iklan itu, digambarkan seorang wanita yang ‘hebat’ memiliki banyak peran. Sebagai ibu, guru sang anak, menteri keuangan di rumah, bagian pembelanjaan, koki dan juga dia masih bisa berolahraga. Yah…pokoknya ‘banyak tangan banyak kaki’ deh. Yang jelas, peran pria memang ditakdirkan tidak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari ini saya melihat iklan suplemen khusus wanita yang mengusik pikiran saya. Di iklan itu, digambarkan seorang wanita yang ‘hebat’ memiliki banyak peran. Sebagai ibu, guru sang anak, menteri keuangan di rumah, bagian pembelanjaan, koki dan juga dia masih bisa berolahraga. Yah…pokoknya ‘banyak tangan banyak kaki’ deh. Yang jelas, peran pria memang ditakdirkan tidak sebanyak wanita (para wanita, mari kita geer…).</p>
<p>Maaf ya, bapak-bapak… tulisan saya sama sekali tidak ingin membahas keunggulan kaum saya… jadi tolong jangan sewot dulu&#8230;</p>
<p>Kembali ke topik semula… sebenarnya saya merasa tuntutan keluarga terhadap wanita itu terlalu banyak, sampai-sampai sering kita (baca:wanita) tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Boro-boro ke salon buat merawat badan, beres-beres rumah aja sering kita perlu bantuan si bibik. Jadi memang perlu pinter-pinternya wanita untuk mensiasati semua tugas.</p>
<p>Sebagai seorang wanita menikah dan punya anak, tentunya hal yang sangat wajar kalau saya memimpikan selalu ada di dekat anak-anak sepanjang hari. Tentu selama mereka di rumah dan tidak beraktifitas di sekolah atau pergi les. Hanya saja, sering juga saya dihadapkan pada dilema antara berada di rumah atau membantu suami mencari nafkah. Tujuannya, ya menambah penghasilan. Karena hampir tidak mungkin menekan pengeluaran di tengah harga-harga yang tiap hari semakin menggila. Tapi saya akhirnya berfikir, kalau saya bekerja di luar rumah nine-to-five, seringkali hasil yang saya dapat tidak sepadan dengan ‘reward’ yang saya terima. ‘reward’ yang saya maksud adalah, kondisi rumah tangga, termasuk di dalamnya adalah pengurusan anak (belajarnya, makannya, kedekatan psikologisnya dengan orangtua).</p>
<p>Akhirnya saya berkesimpulan bahwa saya harus banyak berada di rumah. Perkara menambah penghasilan, harus dilakukan (sebagian besar) dari rumah. Dan saya juga harus pandai mencari penghasilan lain, tanpa harus kerja. Istilah kerennya passive income&#8230;</p>
<p>Passive income ala ibu-ibu rumah tangga menurut saya adalah berinvestasi. Dengan berinvestasi, uang kita akan berkembang terus. Kenapa sih, istilahnya ‘investasi’? karena kalau saya pakai istilah ‘menabung’, maka asumsinya adalah menggunakan  instrumen keuangan perbankan atau di bawah bantal (jadi bolehlah kita masukkan ‘bantal’ sebagai sebuah tempat menyimpan uang…hehehe)….sehingga, resiko penurunan nilai uang akan semakin besar. Dan, batallah kita punya passive income…<br />Saya mencoba mendata beberapa instrumen investasi ala ibu-ibu, plus kelebihan dan kekurangannya:
<ol>
<li><strong>Tanah</strong>. Jelas kelebihannya adalah harganya akan naik terus dalam jangka panjang. Dan selama kita teliti waktu membeli, tentu tidak akan ada resiko bakal diutak-atik oleh pihak lain. Kekurangannya: sulit mendapat dana likuid. Kalau kita perlu uang, belum tentu ada pembeli dalam waktu singkat. Apalagi kalau ada bencana alam model lumpur Lapindo. Waduh, siapa yang mau beli tanah di situ?</li>
<p>
<li><strong>Rumah/apartemen</strong>. Rumah disini maksudnya adalah rumah kedua selain rumah yang kita tempati. Fungsinya adalah sebagai rumah kontrakan atau kos-kosan. Tentu kalau ada penyewa, setiap bulan/tahun kita akan mendapat uang cash sebagai passive income. Bisa juga kalau nanti kita perlu uang banyak, ya tinggal dijual saja…<br />Kekurangannya jelas: kalau penyewanya nakal, kita yang buntung. Ada seorang rekan saya, punya rumah kontrakan. Ternyata penyewanya kabur dengan meninggalkan tunggakan listrik dan telpon yang nilainya jutaan. Bukannya untung malah akhirnya sang pemilik rumah harus nombok…..<br />Kalau anda punya rumah lebih dari satu, jangan biarkan kosong dalam waktu yang lama. Bukannya takut jadi rumah hantu, tapi biasanya rumah yang kosong akan lebih cepat rusak dibanding rumah yang berpenghuni. Jadi, bukannya mendatangkan uang,malah menguras uang. Lebih baik disewakan saja… dengan catatan semua resiko yang mungkin muncul sudah kita antisipasi.</li>
<p>
<li><strong>Ruko/rukan</strong>. Enak juga punya investasi model seperti ini. Kalau kita jeli melihat lokasi, tentu kita akan selalu mendapatkan penyewa. Resikonya, kurang lebih sama dengan invest di rumah/apartemen.</li>
<p>
<li><strong>Emas</strong>. Nah, ini pasti favorit para ibu. Sambil invest, bisa gaya. Kita semua tahu, tidak pernah ada dalam sejarah,  harga emas bisa turun.  Bahkan saat harga minyak mentah dunia turunpun, harga emas masih saja naik. Kelebihannya jelas: mempercantik penampilan, meningkatkan ‘status’. <br />Kekurangannya: sulit menyimpannya. <br />Kok sulit? Iya. Resiko hilangnya sangat besar. Bisa karena kita teledor menyimpan, atau karena dicuri. Amit-amit dirampok! Nah, kalau mau aman, ya sewa safe deposit box di bank. Masalahnya, menyewa SDB pun perlu uang. Apakah uang yang kita pakai untuk menyewa lebih kecil dibanding keuntungan yang  kita dapat dari selisih nilai jual emas saat kita perlu uang cash? Kalau tidak, maka sekali lagi, bukan passive income, tapi nombok yang kita lakukan…</li>
<p>
<li><strong>Surat berharga</strong>. Bisa berupa surat hutang, obligasi, reksadana…..yang ini memang tidak semua ibu tahu. Hanya yang well informed saja yang mengerti. Kelebihannya jelas: bisa menjadi sumber uang kita saat harga penjualannya lebih tinggi daripada harga saat kita beli. Kekurangannya, tentu saat kita salah menentukan antara jangka waktu uang akan digunakan dengan model investasinya, bisa-bisa celaka limabelas! Misalkan, ambil investasi di reksadana saham, agar keuntungannya bisa dipakai bulan depan. Lha, bulan depan, harga saham turun drastis, ya sudah tamat! Sekedar info, reksadana saham hanya cocok untuk jangka menengah-panjang.<br />Kekurangannya yang lain adalah kita bisa saja tertipu oleh badan yang menawarkan surat-surat berharga ini. Di Indonesia, banyak kasus penipuan investasi. Dan dana yang berhasil dihimpun oleh para penipu ini bisa mencapai trilyunan untuk satu kasus. Gila? Memang. Ini adalah hasil kombinasi dari kecerdikan penipu, keserakahan dan kebodohan manusia, plus kelonggaran pihak otoritas keuangan dalam pengawasan.</li>
</ol>
<p>Akhirnya, memang jadi ibu harus pandai memilih bentuk investasi, supaya gak dipelototin suami….</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 12:40:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[hasil.]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik bagi putra/putri kita, termasuk dalam hal pendidikan. Mampu menyekolahkan mereka di sekolah yang berkualitas baik sampai mencapai jenjang tertinggi tentu merupakan mimpi setiap orang tua. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut di tengah biaya pendidikan yang semakin mahal tentu membutuhkan strategi khusus.
Biaya pendidikan anak sebetulnya merupakan jenis biaya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tabungan atau Asuransi Pendidikan'>Tabungan atau Asuransi Pendidikan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi pendidikan'>Asuransi pendidikan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik bagi putra/putri kita, termasuk dalam hal pendidikan. Mampu menyekolahkan mereka di sekolah yang berkualitas baik sampai mencapai jenjang tertinggi tentu merupakan mimpi setiap orang tua. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut di tengah biaya pendidikan yang semakin mahal tentu membutuhkan strategi khusus.</p>
<p>Biaya pendidikan anak sebetulnya merupakan jenis biaya yang sudah dapat diprediksi sejak jauh hari. Karena itu, kita juga bisa mempersiapkannya sejak jauh hari sehingga pada saat dibutuhkan nanti kita tidak lagi kebingungan mencari sumber pembiayaan untuk membayar uang sekolah anak kita. Cara yang paling umum untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak adalah dengan menabung di tabungan pendidikan atau dengan membeli asuransi pendidikan.  Apa sih yang membedakan antara keduanya? Mana yang akan anda pilih tentu sangat tergantung pada kecocokan karakteristik masing-masing dengan tujuan dan penghasilan anda.</p>
<p><strong>Tabungan Pendidikan</strong></p>
<p>Tabungan pendidikan adalah jenis tabungan berjangka, yaitu tabungan yang memiliki jangka waktu tertentu sampai si penabung dapat mempergunakannya. Biasanya, jangka waktu tabungan disesuaikan dengan peruntukan jenjang pendidikan yang akan dibiayai. Misalnya, bila tabungan akan digunakan untuk masuk SD maka bila orang tua mulai menabung saat anak lahir, jangka waktu tabungan pendidikan tersebut cukup 6 tahun saja.</p>
<p>Karakteristik Tabungan Pendidikan</p>
<ol>
<li>Tabungan pendidikan biasanya merupakan produk tambahan dari rekening tabungan utama.</li>
<li>Penabung harus menabung secara periodik dan dananya otomatis didebit/dipindahkan dari rekening tabungan utama ke dalam sebuah rekening, dalam jangka waktu yang telah dipilih.</li>
<li>Selama jangka waktu tersebut, dana di tabungan ini tidak boleh ditarik. Apabila ditarik akan dikenakan pinalti sebesar nilai tertentu.</li>
<li>Karena dana tabungan ini tidak dapat diambil (kecuali dengan penalti), biasanya bank akan menawarkan hasil investasi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa.</li>
<li>Tabungan pendidikan tidak dikenakan biaya administrasi.</li>
<li>Tabungan pendidikan juga dilengkapi dengan asuransi. Artinya, jika Anda sebagai penabung meninggal dunia dan tidak bisa lagi menabung untuk biaya pendidikan anak-anak, maka asuransi akan menggantikan setoran tabungan itu hingga biaya pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.</li>
</ol>
<p><strong>Asuransi Pendidikan</strong></p>
<p>Asuransi pendidikan adalah asuransi plus investasi untuk pendidikan. Fungsi asuransinya akan menanggung risiko bila terjadi kematian atas Anda, sedangkan fungsi investasinya akan mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang Anda bayarkan. Hasil yang diperoleh dari pengelolaan uang Anda itu, akan dibayarkan dalam bentuk sejumlah dana yang besarnya sudah disepakati dalam polis. Waktu pembayarannya pun sudah dijadwal, disesuaikan dengan tahapan sekolah anak Anda.</p>
<p>Karakteristik Asuransi Pendidikan</p>
<ol>
<li>Karena produk dasarnya adalah asuransi jiwa, maka asuransi pendidikan sebetulnya tidak berbeda jauh dengan produk asuransi jiwa lainnya. Asuransi pendidikan akan memberikan keluarga Anda manfaat jika terjadi resiko kematian berupa santunan dan hasil investasi untuk biaya pendidikan. Namun jika tidak terjadi resiko kematian, maka asuransi akan memberikan sejumlah beasiswa pendidikan yang tidak lain berasar dari investasi Anda berupa premi yang sudah dibayarkan.</li>
<li>Investasi ini tidak bisa dicairkan setiap saat. Investasi ini baru bisa dicairkan bila terpenuhi salah satu dari dua kondisi, yaitu : pertama, apabila telah jatuh tempo, dan yang kedua apabila terjadi resiko kematian. Jatuh temponya sendiri bisa diatur dan disesuaikan dengan saat anak-anak kita masuk ke suatu jenjang pendidikan tertentu.</li>
<li>Biasanya hasil investasi di asuransi pendidikan relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan pendidikan. Namun asuransi tidak bisa sefleksibel tabungan. Ada kurun waktu minimum tertentu yang harus terpenuhi sampai ada  nilai tunai untuk diuangkan, umumnya sekitar 3 tahun. Dan biasanya, prosesnya pun lebih sulit dan perlu waktu lebih lama dibandingkan dengan tabungan pendidikan.</li>
</ol>
<p>Dari karakteristik di atas, dapat disimpulkan bahwa tabungan pendidikan sesuai untuk Anda yang ingin menyiapkan dana pendidikan dalam jangka pendek, sedangkan asuransi pendidikan lebih sesuai untuk dana pendidikan jangka panjang. Bila memang Anda memiliki dana yang berlebih, maka tak ada ruginya untuk melakukan investasi keduanya, yaitu tabungan pendidikan untuk membiayai pendidikan anak Anda dalam jangka waktu dekat (tingkat SD-SMA) dan membuat asuransi pendidikan untuk persiapan dana pendidikan anak saat memasuki perguruan tinggi nanti.</p>
<p><em>Dirangkum dari berbagai sumber.</em></p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tabungan atau Asuransi Pendidikan'>Tabungan atau Asuransi Pendidikan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi pendidikan'>Asuransi pendidikan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuransi dan Investasi</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 11:11:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/asuransi-dan-investasi/</guid>
		<description><![CDATA[Perencana Keuangan seperti Pak Safir Senduk, bahkan Penulis/Pembicara terkemuka seperti TDW, Michael LeBoeuf, Ph.D dalam bukunya &#8220;the Millionaire in You&#8221; menegaskan bahwa:
Jangan campur adukkan asuransi dan investasi, maksudnya:1. Belilah asuransi untuk proteksi dan perlindungan untuk memberikan jaminan keuangandari berbagai musibah, termasuk sakit dan kematian.2. Ber-investasi-lah di Perusahaan Investasi.
Ada beberapa hal dasar penyampaian 2 hal tsb. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perencana Keuangan seperti Pak Safir Senduk, bahkan Penulis/Pembicara terkemuka seperti TDW, Michael LeBoeuf, Ph.D dalam bukunya &#8220;the Millionaire in You&#8221; menegaskan bahwa:</p>
<p>Jangan campur adukkan asuransi dan investasi, maksudnya:<br />1. Belilah asuransi untuk proteksi dan perlindungan untuk memberikan jaminan keuangan<br />dari berbagai musibah, termasuk sakit dan kematian.<br />2. Ber-investasi-lah di Perusahaan Investasi.</p>
<p>Ada beberapa hal dasar penyampaian 2 hal tsb. di atas:<br />1. Ber-investasi sendiri akan memberikan RETURN yang lebih besar dan SEGERA<br />2. Ber-investasi sendiri memberikan akses yang lebih luas kepada kita untuk<br />mengatur port-folio dan memindah2kan<br />3. Ber-investasi sendiri tidak dikenakan biaya yang besar</p>
<p>Ber-investasi di Perusahaan Asuransi dengan membeli UNIT-LINK ada beberapa kekurangan:<br />1. Dana Anda baru akan mencapai Break Even Point pada tahun ke 4, ada yang tahun ke 5 atau 6<br />Jadi akan mengalami kerugian bila mencairkannya sebelum tahun ke 4.</p>
<p>Mengapa??? Karena Perusahaan Asuransi membayar biaya komisi agen yang besar, biaya iklan Agen di Surat Kabar yang sangat besar, dan biaya Jalan2 ke Luar Negri</p>
<p>2. Akses Anda kepada investasi tidak se-leluasa Anda ber-investasi sendiri</p>
<p>Investasi di Asuransi memiliki kelebihan sbb.:<br />1. Anda yang repot dan tidak punya waktu, maka instrumen ini cocok<br />2. Anda yang tidak disiplin dan tidak mampu mengendalikan diri, instrumen ini pas<br />3. Anda yang awam dan tidak mau belajar bagaimana ber-investasi sendiri, instrumen ini OK</p>
<p>Sekali lagi kami sampaikan tanpa memiliki kepentingan apapun dibalik tulisan kami, maka kami sarankan kepada Anda untuk memisahkan ke 2 (dua) unsur ini.</p>
<p>Asuransi harus dibeli untuk &#8220;Financial Security &#038; Peace of Mind&#8221;<br />Investasi harus ditata untuk &#8220;Financial Independent &amp; Happy Life&#8221;</p>
<p>Demikian dan semoga bermanfaat.</p>
<p>Freddy Pieloor, Praktisi &#038; Konsultan Asuransi &amp; Perencana Keuangan</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 04:29:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[harga emas]]></category>
		<category><![CDATA[investasi emas]]></category>
		<category><![CDATA[logam mulia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Ketika remaja dulu, saya sering mengamati kebiasaan ibu saya yang selalu membeli perhiasan emas setiap memiliki uang lebih. Saat itu saya sering berkata dalam hati bahwa kalau dewasa nanti dan punya penghasilan sendiri saya tidak akan menyia-nyiakan uang saya untuk membeli emas. Yah, buat apa, toh saya tidak suka menggunakan perhiasan emas. Daripada sudah beli [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi dan Investasi'>Asuransi dan Investasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika remaja dulu, saya sering mengamati kebiasaan ibu saya yang selalu membeli perhiasan emas setiap memiliki uang lebih. Saat itu saya sering berkata dalam hati bahwa kalau dewasa nanti dan punya penghasilan sendiri saya tidak akan menyia-nyiakan uang saya untuk membeli emas. Yah, buat apa, toh saya tidak suka menggunakan perhiasan emas. Daripada sudah beli mahal-mahal hanya untuk disimpan di lemari, lebih baik saya belikan saja barang lain yang lebih berguna.</p>
<p>Namun seiring dengan bertambahnya pengetahuan saya tentang investasi , saya baru mengerti bahwa apa yang dilakukan oleh ibu saya dulu adalah salah satu caranya untuk berinvestasi. Ya, emas atau logam mulia merupakan salah satu sarana investasi yang paling tua.</p>
<p>Sejak jaman dulu, logam mulia (termasuk di dalamnya emas) sudah digunakan masyarakat sebagai alat untuk menyimpan kekayaan yang teruji dalam jangka waktu yang panjang.  Apa pun masalah yang dialami suatu bangsa atau negara, logam mulia, yang salah satunya  adalah emas, tetap menunjukkan keperkasaannya.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, harga emas pada tahun 1996 hanya berkisar Rp26.000/gram dan sampai pertengahan tahun 1997 harga emas masih sekitar Rp27.000/gram. Namun mulai akhir 1997 harga emas melonjak drastis sampai Rp75.000/gram. Pertengahan tahun 1998 harga emas sudah bertengger di atas Rp145.000/gram.Dalam waktu 10 tahun kemudian, tahun 2008, harga emas telah mencapai Rp270.000/gram.</p>
<p>Umumnya harga Emas akan naik apabila:</p>
<p>a. Inflasi lebih tinggi daripada yang diperkirakan semula.</p>
<p>b. Terjadinya kepanikan finansial</p>
<p>c. Perkembangan geopolitik yang mengarah ke Krisis</p>
<p>d. Harga minyak mengalami kenaikan signifikan</p>
<p>e. Naiknya permintaan emas untuk cadangan devisa.</p>
<p>f. Naiknya konsumsi emas dunia.</p>
<p>Ada dua fungsi investasi dengan menggunakan emas, yaitu:</p>
<ul>
<li>memperoleh <em>capital gain</em> yaitu hasil yang diperoleh dari menginvestasikan sejumlah uang ke dalam emas karena terjadinya kenaikan harganya.</li>
<li>lindung nilai ( <em>hedging</em> ), emas merupakan tempat berlindungnya kita terhadap nilai inflasi yang tinggi dan resiko ekonomi yang tinggi, sehingga nilai kekayaan kita relatif tetap dan aman.</li>
</ul>
<p><strong>Keunggulan investasi emas</strong></p>
<ul>
<li>Nilainya yang cenderung stabil. Dengan demikian, investasi emas sesuai untuk pengeluaran rumah tangga jangka panjang seperti biaya naik haji atau pendidikan anak.</li>
<li>Tidak memerlukan ketrampilan apa-apa, hanya butuh sedikit biaya untuk menyewa <em>safe deposit box</em> atau Anda simpan ditempat yang aman di rumah. Berbeda dengan investasi lainnya seperti di saham, reksadana, dll, yang memerlukan perhatian khusus. <strong> </strong></li>
<li>Bila dibandingkan dengan berinvestasi langsung di mata uang USD, emas lebih menguntungkan karena emas setelah dibeli dapat didiamkan saja beberapa lama.Sementara memiliki mata uang USD harus selalu diperbarui karena di Indonesia, <em>money changer</em> relatif rewel. Mereka menghargai murah mata uang keluaran lama atau mata uang yang terlipat. Belum lagi ada risiko nomer seri palsu.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kekurangan Investasi Emas</strong></p>
<ul>
<li>Menyimpan emas dalam jumlah banyak relatif beresiko dan mahal.</li>
<li>Apabila penyimpanan kurang baik, walau dibungkus protective cover, memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khususnya emas dalam bentuk koin, kalau jatuh, penyok, atau cuil, sulit untuk di-<em>treatment</em> ulang dan bisa mengurangi harga. Dalam investasi emas, Anda cenderung harus lebih hati-hati dan memperhatikan dalam hal perawatan dan penyimpanan.</li>
<li>Return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Sehingga, sangat tidak disarankan untuk berinvestasi emas hanya dalam jangka pendek (1 tahun atau kurang).</li>
</ul>
<p><strong>Cara membeli emas</strong></p>
<p>Secara ringkas dapat dikatakan bahwa investasi emas bisa dilakukan dengan 2 jenis:</p>
<ul>
<li>Emas perhiasan, harganya mengandung ongkos pembuatan sehingga pada saat dijual harganya akan dikurangi dengan ongkos pembuatan</li>
<li>Emas logam mulia (emas batangan)</li>
</ul>
<p>Nah, bila tujuan Anda adalah investasi, belilah emas batangan atau koin emas yang berstandar international dan pastikan ada sertifikatnya.<strong> </strong> Anda bisa membelinya di produsennya PT.Logam Mulia – divisi penjualan emas PT.Antam Tbk, bisa dilihat melalui websitenya logammulia.com atau bisa melalui tempat pegadaian, dan juga toko-toko emas yang menjualnya. Untuk menjualnya kembali, anda bisa melakukannya di tempat-tempat tersebut juga, dengan harga pasar yang berlaku.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi dan Investasi'>Asuransi dan Investasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Orang Beriman</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 03:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/jadilah-orang-beriman/</guid>
		<description><![CDATA[Apa hubungannya investasi dengan iman ya? Coba aja kita cermati. Tapi jangan sampe kita beriman sama uang, bisa celaka.
Oya, beberapa hari ini emang keliatan ya, ada trend positif dari indeks BEI. Kayaknya sih gak mau ketinggalan sama bursa-bursa dunia yg responsnya positif terhadap penurunan (kembali) suku bunga the Fed minggu lalu. Mudah2an memang naik terusss… [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu'>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa hubungannya investasi dengan iman ya? Coba aja kita cermati. Tapi jangan sampe kita beriman sama uang, bisa celaka.</p>
<p>Oya, beberapa hari ini emang keliatan ya, ada trend positif dari indeks BEI. Kayaknya sih gak mau ketinggalan sama bursa-bursa dunia yg responsnya positif terhadap penurunan (kembali) suku bunga the Fed minggu lalu. Mudah2an memang naik terusss… amin</p>
<p>Lagi puyeng2, ah, ngoceh aja sama seorang Om pelaku pasar modal. Beliau cerita, bahwa inflasi bulan ini sangat mengkhawatirkan. Menurut beliau, hal termudah untuk melihat besarnya inflasi adalah dengan melihat harga cabe. Ha? Hanya cabe? Iya! Lalu dia berargumen,”Kapan inflasi tertinggi sepanjang tahun? Menjelang lebaran. Kok tau? Karena harga cabe pasti melambung. Coba lu sensus orang Indonesia yg gak hobi makan cabe. Semua suka pedes!”</p>
<p>Hmmm…..boleh juga teorinya…..</p>
<p>Dan memang bulan ini harga cabe gila-gilaan… sayangnya, petani cabe kok ya gak kaya-kaya…</p>
<p>Yah, di dunia kapitalis ini, yg pegang permainan ya yang punya uang banyak….dan sepertinya ini memang permainan ‘orang atas’. Au ah, gelap! Pesan sponsor: kalo berbisnis, pake nurani lah…</p>
<p>Tapi memang ya, buat kita2 (setidaknya buat saya) yg kerjanya di dunia perduitan, sepertinya gak ada rasanya tuh, inflasi yg katanya menghebohkan. Yg keliatan hanya angka2 yg (katanya) mengandung arti mengerikan. Tapi pas nonton TV, duh, rasanya , miris banget ya. Ada ibu hamil 7 bulan ditemukan meninggal berdua dengan anaknya. Indikasi: kelaparan. Anak yg lain, masuk UGD karena kelaparan juga. Bapaknya hanya tukang becak. Duh…duh… inflasi memang kurang kerasa buat kita2 yg mampu, tapi untuk golongan menengah ke bawah… mencekik sekali…</p>
<p>Jadi mesti inget kalo di harta kita ada bagian orang gak mampu…</p>
<p>Terakhir, si Om tadi punya kata2 mutiara,”Dalam berinvestasi, jadilah orang beriman. Tau kunci orang beriman? Sabar dan bersyukur. Sabar, nunggu naiknya harga unit yg beberapa bulan ini mencemaskan… lalu bersyukurlah saat naik. Waktu kita perlu uang dan unitnya kita cairkan, maka besar-kecilnya hasil yg kita dapatkan harus disyukuri. Jangan juga jadi orang rakus. Mentang2 trend naik terus, lalu menunda-nunda pencairan dengan harapan besok dapet untung lebih gede lagi. Belum tentu juga, harga besok naik lagi. Lha kalo turun?”</p>
<p>Yang penting juga, kata si Om, jangan sombong karena merasa pinter. Dunia ini bukan kita yg mengendalikan. Jadi saat kita merasa pinter, justru di situlah awal jatuhnya kita. Banyak faktor2 eksternal yg menentukan besaran hasil investasi.</p>
<p>Yang paling penting, last but not least, jangan berinvestasi dari hasil utangan!!<br />Makasih buat wejangannya ya Om&#8230;</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu'>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2012 18:43:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Bancassurance adalah suatu produk asuransi yang memberikan perlindungan sekaligus produk investasi untuk memenuhi kebutuhan finansial jangka panjang yang ditawarkan melalui bank kepada nasabahnya.
Beberapa keuntungan berinvestasi dalam bancassurance antara lain:

Dapat digunakan untuk berbagai tujuan investasi, misalnya untuk dana pendidikan, tabungan atau dana hari tua. Produk ini dapat memenuhi kebutuhan untuk menabung, perencanaan keuangan, proteksi sekaligus untuk [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bancassurance</em> adalah suatu produk asuransi yang memberikan perlindungan sekaligus produk investasi untuk memenuhi kebutuhan finansial jangka panjang yang ditawarkan melalui bank kepada nasabahnya.</p>
<p>Beberapa keuntungan berinvestasi dalam <em>bancassurance</em> antara lain:</p>
<ul>
<li>Dapat digunakan untuk berbagai tujuan investasi, misalnya untuk dana pendidikan, tabungan atau dana hari tua. Produk ini dapat memenuhi kebutuhan untuk menabung, perencanaan keuangan, proteksi sekaligus untuk investasi.</li>
<li>Pilihan dana investasi yang beragam, disesuaikan dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang diinginkan oleh nasabah.</li>
<li>Jumlah perlindungan jiwa dapat dipilih sesuai kebutuhan, dan dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.</li>
<li>Kebebasan untuk melakukan penambahan maupun penarikan dana sewaktu-waktu dan perlindungan asuransi nasabah tetap berjalan.</li>
<li>Pertumbuhan dana investasi dapat dipantau setiap hari.</li>
</ul>
<p>Layaknya sebuah instrumen investasi, selain memberikan keuntungan <em>bancassurance</em> juga mengandung risiko. Karena potensi hasilnya yang lebih tinggi maka risiko investasinya pun lebih besar, dan hasil investasinya tidak dijamin oleh bank. Dalam hal ini, nasabah menentukan jenis investasi yang sesuai dengan rencana keuangannya.</p>
<p>Melalui produk <em>bancassurance</em>, nasabah akan mendapatkan manfaat antara lain adanya  rekomendasi atau advise yang diberikan oleh <em>financial adviser </em>di cabang-cabang bank. Bagi bank, <em>bancassurance</em> dapat memaksimalkan potensi penjualan dan <em>costumer data based</em> yang ada di cabang atau di bank. Manfaat lainnya adalah untuk mendapatkan pendapatan <em>fee based</em> dan <em>product holdings ratio</em>.</p>
<p id="bte_opp"><small>Republished by  <a href="http://www.blogtrafficexchange.com/old-post-promoter/">Blog Post Promoter</a></small></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

