<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com &#187; investasi</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/category/investasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 07:22:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 05:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[hasil.]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik bagi putra/putri kita, termasuk dalam hal pendidikan. Mampu menyekolahkan mereka di sekolah yang berkualitas baik sampai mencapai jenjang tertinggi tentu merupakan mimpi setiap orang tua. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut di tengah biaya pendidikan yang semakin mahal tentu membutuhkan strategi khusus.
Biaya pendidikan anak sebetulnya merupakan jenis biaya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tabungan atau Asuransi Pendidikan'>Tabungan atau Asuransi Pendidikan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi pendidikan'>Asuransi pendidikan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik bagi putra/putri kita, termasuk dalam hal pendidikan. Mampu menyekolahkan mereka di sekolah yang berkualitas baik sampai mencapai jenjang tertinggi tentu merupakan mimpi setiap orang tua. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut di tengah biaya pendidikan yang semakin mahal tentu membutuhkan strategi khusus.</p>
<p>Biaya pendidikan anak sebetulnya merupakan jenis biaya yang sudah dapat diprediksi sejak jauh hari. Karena itu, kita juga bisa mempersiapkannya sejak jauh hari sehingga pada saat dibutuhkan nanti kita tidak lagi kebingungan mencari sumber pembiayaan untuk membayar uang sekolah anak kita. Cara yang paling umum untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak adalah dengan menabung di tabungan pendidikan atau dengan membeli asuransi pendidikan.  Apa sih yang membedakan antara keduanya? Mana yang akan anda pilih tentu sangat tergantung pada kecocokan karakteristik masing-masing dengan tujuan dan penghasilan anda.</p>
<p><strong>Tabungan Pendidikan</strong></p>
<p>Tabungan pendidikan adalah jenis tabungan berjangka, yaitu tabungan yang memiliki jangka waktu tertentu sampai si penabung dapat mempergunakannya. Biasanya, jangka waktu tabungan disesuaikan dengan peruntukan jenjang pendidikan yang akan dibiayai. Misalnya, bila tabungan akan digunakan untuk masuk SD maka bila orang tua mulai menabung saat anak lahir, jangka waktu tabungan pendidikan tersebut cukup 6 tahun saja.</p>
<p>Karakteristik Tabungan Pendidikan</p>
<ol>
<li>Tabungan pendidikan biasanya merupakan produk tambahan dari rekening tabungan utama.</li>
<li>Penabung harus menabung secara periodik dan dananya otomatis didebit/dipindahkan dari rekening tabungan utama ke dalam sebuah rekening, dalam jangka waktu yang telah dipilih.</li>
<li>Selama jangka waktu tersebut, dana di tabungan ini tidak boleh ditarik. Apabila ditarik akan dikenakan pinalti sebesar nilai tertentu.</li>
<li>Karena dana tabungan ini tidak dapat diambil (kecuali dengan penalti), biasanya bank akan menawarkan hasil investasi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa.</li>
<li>Tabungan pendidikan tidak dikenakan biaya administrasi.</li>
<li>Tabungan pendidikan juga dilengkapi dengan asuransi. Artinya, jika Anda sebagai penabung meninggal dunia dan tidak bisa lagi menabung untuk biaya pendidikan anak-anak, maka asuransi akan menggantikan setoran tabungan itu hingga biaya pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.</li>
</ol>
<p><strong>Asuransi Pendidikan</strong></p>
<p>Asuransi pendidikan adalah asuransi plus investasi untuk pendidikan. Fungsi asuransinya akan menanggung risiko bila terjadi kematian atas Anda, sedangkan fungsi investasinya akan mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang Anda bayarkan. Hasil yang diperoleh dari pengelolaan uang Anda itu, akan dibayarkan dalam bentuk sejumlah dana yang besarnya sudah disepakati dalam polis. Waktu pembayarannya pun sudah dijadwal, disesuaikan dengan tahapan sekolah anak Anda.</p>
<p>Karakteristik Asuransi Pendidikan</p>
<ol>
<li>Karena produk dasarnya adalah asuransi jiwa, maka asuransi pendidikan sebetulnya tidak berbeda jauh dengan produk asuransi jiwa lainnya. Asuransi pendidikan akan memberikan keluarga Anda manfaat jika terjadi resiko kematian berupa santunan dan hasil investasi untuk biaya pendidikan. Namun jika tidak terjadi resiko kematian, maka asuransi akan memberikan sejumlah beasiswa pendidikan yang tidak lain berasar dari investasi Anda berupa premi yang sudah dibayarkan.</li>
<li>Investasi ini tidak bisa dicairkan setiap saat. Investasi ini baru bisa dicairkan bila terpenuhi salah satu dari dua kondisi, yaitu : pertama, apabila telah jatuh tempo, dan yang kedua apabila terjadi resiko kematian. Jatuh temponya sendiri bisa diatur dan disesuaikan dengan saat anak-anak kita masuk ke suatu jenjang pendidikan tertentu.</li>
<li>Biasanya hasil investasi di asuransi pendidikan relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan pendidikan. Namun asuransi tidak bisa sefleksibel tabungan. Ada kurun waktu minimum tertentu yang harus terpenuhi sampai ada  nilai tunai untuk diuangkan, umumnya sekitar 3 tahun. Dan biasanya, prosesnya pun lebih sulit dan perlu waktu lebih lama dibandingkan dengan tabungan pendidikan.</li>
</ol>
<p>Dari karakteristik di atas, dapat disimpulkan bahwa tabungan pendidikan sesuai untuk Anda yang ingin menyiapkan dana pendidikan dalam jangka pendek, sedangkan asuransi pendidikan lebih sesuai untuk dana pendidikan jangka panjang. Bila memang Anda memiliki dana yang berlebih, maka tak ada ruginya untuk melakukan investasi keduanya, yaitu tabungan pendidikan untuk membiayai pendidikan anak Anda dalam jangka waktu dekat (tingkat SD-SMA) dan membuat asuransi pendidikan untuk persiapan dana pendidikan anak saat memasuki perguruan tinggi nanti.</p>
<p><em>Dirangkum dari berbagai sumber.</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/dana-pendidikan-anak-asuransi-atau-tabungan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?'>Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabungan-atau-asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tabungan atau Asuransi Pendidikan'>Tabungan atau Asuransi Pendidikan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-pendidikan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi pendidikan'>Asuransi pendidikan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berinvestasi di Bank Syariah</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 16:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bagi hasil]]></category>
		<category><![CDATA[bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[deposito]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman modal]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[titipan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, bank syariah boleh dikatakan ada di mana-mana. Tapi walau dapat dijangkau dengan mudah, banyak juga anggota masyarakat yang belum paham apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional sehingga belum tertarik untuk menggunakan jasa bank syariah. Malah ada yang menganggap bahwa bank syariah itu bank eksklusif khusus untuk masyarakat yang beragama Islam. Padahal, bank [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan'>TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Syariah'>Asuransi Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, bank syariah boleh dikatakan ada di mana-mana. Tapi walau dapat dijangkau dengan mudah, banyak juga anggota masyarakat yang belum paham apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional sehingga belum tertarik untuk menggunakan jasa bank syariah. Malah ada yang menganggap bahwa bank syariah itu bank eksklusif khusus untuk masyarakat yang beragama Islam. Padahal, bank syariah menawarkan jasa-jasa yang tak kalah menarik dengan bank konvensional. Oleh karenanya, bank ini dapat menjadi alternatif bagi keluarga untuk berinvestasi.</p>
<p><strong>Apa itu Bank Syariah?</strong></p>
<p>Bank syariah adalah bank yang sistem operasionalnya didasarkan pada etika Islam. Berbeda dengan sistem perbankan konvensional, pada sistem perbankan syariah tidak mengenal adanya bunga. Imbalan bagi nasabah diwujudkan dalam bentuk pembagian keuntungan antara bank dengan nasabah. Pembagian keuntungan ini didasarkan pada proporsi tertentu yang ditetapkan di awal, misalnya bank akan menerima 55% dan nasabah 45% dari keuntungan, namun nilai nominalnya sendiri baru diketahui kemudian tergantung dari keuntungan yang diperoleh bank.</p>
<p>Karakteristik yang menonjol dari sistem perbankan syariah adalah keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, serta menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Sebagai suatu  usaha bisnis, bank syariah melayani nasabah dari berbagai golongan tidak terbatas hanya pada umat Islam saja.</p>
<p><strong>Apa Saja Produk Investasi di Bank Syariah?</strong></p>
<p>Bank syariah menawarkan produk dan jasa yang lebih beragam dibandingkan dengan bank konvensional, dengan skema keuangan yang lebih bervariasi, fleksibel dan saling menguntungkan.</p>
<p>Beberapa produk investasi di bank syariah antara lain:</p>
<p>1. Tabungan</p>
<p>Bank syariah menawarkan dua jenis tabungan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan nasabah penabung.</p>
<p style="padding-left: 30px">a. Tabungan dengan skema titipan</p>
<p style="padding-left: 30px">Tabungan ini diperuntukan bagi nasabah yang mengutamakan keamanan dan kemudahan transaksi sehari-hari. Nasabah bebas mengambil uang yang ‘dititipkannya’ di bank syariah setiap saat ia membutuhkannya. Dana nasabah aman tersimpan di bank karena terbebas dari risiko pemotongan dana ketika usaha bank mengalami kerugian. Keuntungan yang diperoleh oleh penabung dengan skema ini adalah berupa bonus, yang besarnya sesuai dengan kebijakan masing-masing bank syariah.</p>
<p style="padding-left: 30px">b. Tabungan dengan skema penanaman modal</p>
<p style="padding-left: 30px">Tabungan ini diperuntukkan bagi nasabah yang menginginkan hasil investasi yang lebih tinggi. Dana yang ditabung oleh nasabah akan ditempatkan oleh bank syariah ke sektor-sektor usaha produktif yang menghasilkan profit. Profit tersebut kemudian akan dibagi antara bank (sebagai pengelola dana) dan nasabah (sebagai pemilik dana) dengan rasio bagi hasil yang telah ditetapkan. Nilai bagi hasil ini berfluktuasi, sesuai dengan imbal hasil yang diperoleh bank syariah dari invetasi yang dilakukan. Bagaimana jika investasi yang dilakukan oleh bank syariah merugi? Jangan kahawatir. Karena masyarakat yang menyimpan uangnya di bank syariah tidak akan ikut mengalami kerugian itu. Saat ini perhitungan bagi hasil antara bank syariah dan nasabah tidak didasarkan pada profit yang diperoleh (<em>profit and loss sharing</em>), namun didasarkan pada pendapatan (<em>revenue sharing</em>). Dengan pola <em>revenue sharing</em>, bagi hasil kepada nasabah diperhitungkan dari pendapatan bank, sedangkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan bank akan diambil dari bagi hasil yang menjadi hak bank. Dengan pola ini, dana nasabah yang diinvestasikan dalam tabungan bank syariah tidak akan berkurang atau hilang meskipun investasi yang dilakukan bank syariah mengalami kerugian. Tabungan yang masuk dalam kategori ini antara lain tabungan pendidikan dan tabungan perencanaan.</p>
<p>Baik tabungan dengan skema titipan maupun penanaman modal dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan Undang-Undang No.24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS hingga nilai maksimal Rp2 miliar.</p>
<p>2. Deposito</p>
<p>Ada dua jenis deposito yang ditawarkan oleh bank syariah, yaitu:</p>
<p>a. Deposito dengan skema penyertaan modal</p>
<p>b. Deposito dengan skema penyertaan modal untuk proyek tertentu sesuai dengan keinginan nasabah</p>
<p>Pada dasarnya kedua jenis deposito tersebut memiliki fitur dan mekanisme yang sama yaitu nasabah menanamkan dananya di bank untuk kemudian diinvestasikan oleh bank ke sektor-sektor usaha yang produktif yang sesuai dengan etika Islam. Perbedaannya adalah pada jenis deposito yang kedua nasabah memberikan batasan-batasan tertentu kepada bank mengenai peruntukan investasi atas dana yang didepositokannya. Hasil investasi yang dilakukan oleh bank kemudian akan dibagi bersama antara nasabah dan bank dengan proporsi/nisbah bagi hasil yang disepakati bersama.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Di Mana Layanan Bank Syariah dapat Ditemui?</strong></p>
<p>Layanan jasa perbankan syariah dapat dengan mudah diperoleh masyarakat pada tempat-tempat yang memasang logo iB (<em>Islamic Banking</em>), apakah itu di Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS)dari Bank Umum Konvensional atau pun layanan syariah (<em>office channeling</em>) di loket-loket Bank Umum Konvensional. Nasabah tidak perlu khawatir dananya akan tercampur pengelolaannya dengan dana dari bank umum konvensional karena setiap iB telah didukung oleh sistem teknologi informasi yang kredibel, yang mempunyai dua <em>user ID </em>berbeda untuk masuk ke dalam sistem pencatatan. Satu <em>user ID </em>untuk rekening konvensional dan satu <em>user ID </em>lain yang berbeda untuk rekening syariah. Setiap kali ada masyarakat yang membuka rekening syariah di cabang konvensional, petugas bank akan membuka dan membukukan transaksi nasabah di rekening dengan <em>user ID </em>syariah.</p>
<p>Lebih dari itu, seluruh kegiatan usaha dan pengelolaan dana UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang juga adalah anggota dari Dewan Syariah Nasional (DSN) dan secara berkala laporan keuangan UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah diawasi dan diperiksa oleh Bank Indonesia untuk menjamin setiap UUS dan kantor cabang bank konvensional yang membuka layanan syariah mengelola dana masyarakat dan menjalankan kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.</p>
<p>Jadi, tunggu apalagi? Yuk mulai berinvestasi di bank syariah!</p>
<p>Sumber: Bank Indonesia</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tabunganku-produk-tabungan-baru-yang-mudah-dan-ringan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan'>TabunganKu, Produk Tabungan Baru yang Mudah dan Ringan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi Syariah'>Asuransi Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 03:02:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[harga emas]]></category>
		<category><![CDATA[investasi emas]]></category>
		<category><![CDATA[logam mulia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Ketika remaja dulu, saya sering mengamati kebiasaan ibu saya yang selalu membeli perhiasan emas setiap memiliki uang lebih. Saat itu saya sering berkata dalam hati bahwa kalau dewasa nanti dan punya penghasilan sendiri saya tidak akan menyia-nyiakan uang saya untuk membeli emas. Yah, buat apa, toh saya tidak suka menggunakan perhiasan emas. Daripada sudah beli [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi dan Investasi'>Asuransi dan Investasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika remaja dulu, saya sering mengamati kebiasaan ibu saya yang selalu membeli perhiasan emas setiap memiliki uang lebih. Saat itu saya sering berkata dalam hati bahwa kalau dewasa nanti dan punya penghasilan sendiri saya tidak akan menyia-nyiakan uang saya untuk membeli emas. Yah, buat apa, toh saya tidak suka menggunakan perhiasan emas. Daripada sudah beli mahal-mahal hanya untuk disimpan di lemari, lebih baik saya belikan saja barang lain yang lebih berguna.</p>
<p>Namun seiring dengan bertambahnya pengetahuan saya tentang investasi , saya baru mengerti bahwa apa yang dilakukan oleh ibu saya dulu adalah salah satu caranya untuk berinvestasi. Ya, emas atau logam mulia merupakan salah satu sarana investasi yang paling tua.</p>
<p>Sejak jaman dulu, logam mulia (termasuk di dalamnya emas) sudah digunakan masyarakat sebagai alat untuk menyimpan kekayaan yang teruji dalam jangka waktu yang panjang.  Apa pun masalah yang dialami suatu bangsa atau negara, logam mulia, yang salah satunya  adalah emas, tetap menunjukkan keperkasaannya.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, harga emas pada tahun 1996 hanya berkisar Rp26.000/gram dan sampai pertengahan tahun 1997 harga emas masih sekitar Rp27.000/gram. Namun mulai akhir 1997 harga emas melonjak drastis sampai Rp75.000/gram. Pertengahan tahun 1998 harga emas sudah bertengger di atas Rp145.000/gram.Dalam waktu 10 tahun kemudian, tahun 2008, harga emas telah mencapai Rp270.000/gram.</p>
<p>Umumnya harga Emas akan naik apabila:</p>
<p>a. Inflasi lebih tinggi daripada yang diperkirakan semula.</p>
<p>b. Terjadinya kepanikan finansial</p>
<p>c. Perkembangan geopolitik yang mengarah ke Krisis</p>
<p>d. Harga minyak mengalami kenaikan signifikan</p>
<p>e. Naiknya permintaan emas untuk cadangan devisa.</p>
<p>f. Naiknya konsumsi emas dunia.</p>
<p>Ada dua fungsi investasi dengan menggunakan emas, yaitu:</p>
<ul>
<li>memperoleh <em>capital gain</em> yaitu hasil yang diperoleh dari menginvestasikan sejumlah uang ke dalam emas karena terjadinya kenaikan harganya.</li>
<li>lindung nilai ( <em>hedging</em> ), emas merupakan tempat berlindungnya kita terhadap nilai inflasi yang tinggi dan resiko ekonomi yang tinggi, sehingga nilai kekayaan kita relatif tetap dan aman.</li>
</ul>
<p><strong>Keunggulan investasi emas</strong></p>
<ul>
<li>Nilainya yang cenderung stabil. Dengan demikian, investasi emas sesuai untuk pengeluaran rumah tangga jangka panjang seperti biaya naik haji atau pendidikan anak.</li>
<li>Tidak memerlukan ketrampilan apa-apa, hanya butuh sedikit biaya untuk menyewa <em>safe deposit box</em> atau Anda simpan ditempat yang aman di rumah. Berbeda dengan investasi lainnya seperti di saham, reksadana, dll, yang memerlukan perhatian khusus. <strong> </strong></li>
<li>Bila dibandingkan dengan berinvestasi langsung di mata uang USD, emas lebih menguntungkan karena emas setelah dibeli dapat didiamkan saja beberapa lama.Sementara memiliki mata uang USD harus selalu diperbarui karena di Indonesia, <em>money changer</em> relatif rewel. Mereka menghargai murah mata uang keluaran lama atau mata uang yang terlipat. Belum lagi ada risiko nomer seri palsu.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kekurangan Investasi Emas</strong></p>
<ul>
<li>Menyimpan emas dalam jumlah banyak relatif beresiko dan mahal.</li>
<li>Apabila penyimpanan kurang baik, walau dibungkus protective cover, memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khususnya emas dalam bentuk koin, kalau jatuh, penyok, atau cuil, sulit untuk di-<em>treatment</em> ulang dan bisa mengurangi harga. Dalam investasi emas, Anda cenderung harus lebih hati-hati dan memperhatikan dalam hal perawatan dan penyimpanan.</li>
<li>Return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Sehingga, sangat tidak disarankan untuk berinvestasi emas hanya dalam jangka pendek (1 tahun atau kurang).</li>
</ul>
<p><strong>Cara membeli emas</strong></p>
<p>Secara ringkas dapat dikatakan bahwa investasi emas bisa dilakukan dengan 2 jenis:</p>
<ul>
<li>Emas perhiasan, harganya mengandung ongkos pembuatan sehingga pada saat dijual harganya akan dikurangi dengan ongkos pembuatan</li>
<li>Emas logam mulia (emas batangan)</li>
</ul>
<p>Nah, bila tujuan Anda adalah investasi, belilah emas batangan atau koin emas yang berstandar international dan pastikan ada sertifikatnya.<strong> </strong> Anda bisa membelinya di produsennya PT.Logam Mulia – divisi penjualan emas PT.Antam Tbk, bisa dilihat melalui websitenya logammulia.com atau bisa melalui tempat pegadaian, dan juga toko-toko emas yang menjualnya. Untuk menjualnya kembali, anda bisa melakukannya di tempat-tempat tersebut juga, dengan harga pasar yang berlaku.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi dan Investasi'>Asuransi dan Investasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 07:39:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Bancassurance adalah suatu produk asuransi yang memberikan perlindungan sekaligus produk investasi untuk memenuhi kebutuhan finansial jangka panjang yang ditawarkan melalui bank kepada nasabahnya.
Beberapa keuntungan berinvestasi dalam bancassurance antara lain:

Dapat digunakan untuk berbagai tujuan investasi, misalnya untuk dana pendidikan, tabungan atau dana hari tua. Produk ini dapat memenuhi kebutuhan untuk menabung, perencanaan keuangan, proteksi sekaligus untuk [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bancassurance</em> adalah suatu produk asuransi yang memberikan perlindungan sekaligus produk investasi untuk memenuhi kebutuhan finansial jangka panjang yang ditawarkan melalui bank kepada nasabahnya.</p>
<p>Beberapa keuntungan berinvestasi dalam <em>bancassurance</em> antara lain:</p>
<ul>
<li>Dapat digunakan untuk berbagai tujuan investasi, misalnya untuk dana pendidikan, tabungan atau dana hari tua. Produk ini dapat memenuhi kebutuhan untuk menabung, perencanaan keuangan, proteksi sekaligus untuk investasi.</li>
<li>Pilihan dana investasi yang beragam, disesuaikan dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang diinginkan oleh nasabah.</li>
<li>Jumlah perlindungan jiwa dapat dipilih sesuai kebutuhan, dan dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.</li>
<li>Kebebasan untuk melakukan penambahan maupun penarikan dana sewaktu-waktu dan perlindungan asuransi nasabah tetap berjalan.</li>
<li>Pertumbuhan dana investasi dapat dipantau setiap hari.</li>
</ul>
<p>Layaknya sebuah instrumen investasi, selain memberikan keuntungan <em>bancassurance</em> juga mengandung risiko. Karena potensi hasilnya yang lebih tinggi maka risiko investasinya pun lebih besar, dan hasil investasinya tidak dijamin oleh bank. Dalam hal ini, nasabah menentukan jenis investasi yang sesuai dengan rencana keuangannya.</p>
<p>Melalui produk <em>bancassurance</em>, nasabah akan mendapatkan manfaat antara lain adanya  rekomendasi atau advise yang diberikan oleh <em>financial adviser </em>di cabang-cabang bank. Bagi bank, <em>bancassurance</em> dapat memaksimalkan potensi penjualan dan <em>costumer data based</em> yang ada di cabang atau di bank. Manfaat lainnya adalah untuk mendapatkan pendapatan <em>fee based</em> dan <em>product holdings ratio</em>.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan Hari Tua</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 11:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Iiihhh&#8230;ngapain sih repot-repot nyiapin hari tua..gue kan masih muda booo&#8230;..
Kebanyakan orang berfikir begitu, saat ditanya, apakah anda sudah mempersiapkan hari tua anda?
Apa yang salah dengan nabung buat masa tua? Ato..mungkin pertanyaannya bisa dimodif&#8230;. apa benar kalo dari sekarang kita harus menabung buat hari tua?
Yaaa&#8230;. coba dipikir&#8230;.emang kalo tua, duit kita DIJAMIN tambah banyak? hehehe&#8230;. Gak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Reksadana'>Tentang Reksadana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iiihhh&#8230;ngapain sih repot-repot nyiapin hari tua..gue kan masih muda booo&#8230;..</p>
<p>Kebanyakan orang berfikir begitu, saat ditanya, apakah anda sudah mempersiapkan hari tua anda?</p>
<p>Apa yang salah dengan nabung buat masa tua? Ato..mungkin pertanyaannya bisa dimodif&#8230;. apa benar kalo dari sekarang kita harus menabung buat hari tua?</p>
<p>Yaaa&#8230;. coba dipikir&#8230;.emang kalo tua, duit kita DIJAMIN tambah banyak? hehehe&#8230;. Gak juga lah&#8230; mungkin malah tambah sedikit&#8230;. secara kita kan udah pensiun&#8230;. pasti pemasukan gak ada&#8230;.malah mungkin pengeluaran tambah banyak&#8230;. mungkin untuk bolak-balik ke dokter (hehehe..amit-amit), mungkin untuk jajan cucu&#8230; dan PASTI&#8230; harga2 melambung karena pengaruh inflasi&#8230;</p>
<p>Lah, terus&#8230; mesti gimana dong menyiapkan dananya? Niih..ada tips nya&#8230;</p>
<p>1. Pilih isntrumen yang minim biaya&#8230;misalnya aja.. DPLK (Dana Pensiun lembaga Keuangan). Kalau ikutan DPLK, fasilitas ada pengurangan pajak lhoo&#8230;. PPh 21 dan 25 (untuk perusahaan).</p>
<p>2. Pilih arahan investasi yang sesuai dengan karakter&#8230;Jadi kalau karakter kita gak berani yang  &#8216;nyerempet resiko&#8217;, ya jangan pilih &#8217;saham&#8217;. Tapi perlu saya tambahkan, se-konservatif nya kita, cobalah main di &#8217;saham&#8217; walau hanya 5-10% dari total arahan investasi..karena sifat &#8217;saham&#8217; adalah cocok untuk jangka panjang&#8230; karena return nya bisa melampaui inflasi, dan dengan fluktuasinya, pada saat kita pakai untuk jangka panjang, akan tidak terlalu terasa</p>
<p>3. Konsistenlah menyisihkan uang&#8230;. maksimal 20% dari income bulanan kita. Kalau tidak rutin, tentu hasilnya tidak akan terlalu bagus</p>
<p>4. Earlier is better&#8230;jelas waktu adalah sekutu kita. kalau kita mulai sekarang, dibanding memulai 10 tahun lagi, modal yang kita setorkan lebih sedikit, dengan hasil yang lebih banyak&#8230;..hmmmm&#8230;.asiikkkk&#8230;.</p>
<p>Oke&#8230; selamat menabung buat pensiun&#8230;.!!</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Reksadana'>Tentang Reksadana</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membeli Apartment</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/membeli-apartment/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/membeli-apartment/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 03:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Akte Jual Beli]]></category>
		<category><![CDATA[Akte Pembebanan Hak Tanggungan]]></category>
		<category><![CDATA[alasan membeli apartment]]></category>
		<category><![CDATA[APHT]]></category>
		<category><![CDATA[membeli apartment]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun]]></category>
		<category><![CDATA[SHM-SRS]]></category>
		<category><![CDATA[Strata Title]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini banyak sekali pilihan hunian dengan berbagai range harga. Rumah dimulai dengan KPR ber-DP hanya 10%, ataupun apartement bersubsidi dengan lokasi tengah kota.
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa memilih tinggal di apartement:

 Lokasi dekat dengan pusat aktivitas,
 lebih praktis,
 privasi terjaga, dan
 keamanan terjamin
tersedia fasilitas sosial terintegrasi, seperti arena bermain, tempat berolahraga, dll

Apa yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/faktor-penting-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Faktor penting Saat Membeli Rumah'>Faktor penting Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkan Dana untuk Membeli Rumah'>Siapkan Dana untuk Membeli Rumah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini banyak sekali pilihan hunian dengan berbagai range harga. Rumah dimulai dengan KPR ber-DP hanya 10%, ataupun apartement bersubsidi dengan lokasi tengah kota.<br />
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa memilih tinggal di apartement:</p>
<ul>
<li> Lokasi dekat dengan pusat aktivitas,</li>
<li> lebih praktis,</li>
<li> privasi terjaga, dan</li>
<li> keamanan terjamin</li>
<li>tersedia fasilitas sosial terintegrasi, seperti arena bermain, tempat berolahraga, dll</li>
</ul>
<p>Apa yang harus diperhatikan saat membeli apartment:</p>
<ol>
<li> Penandatanganan PPJB yaitu Perjanjian Pengikatan Jual Beli (antara developer dengan anda).</li>
<li> Jika melakukan pembelian dengan fasilitas kredit dari Bank, biasanya bank hanya akan memberikan kredit sebesar 80% dari nilai jual beli sedangkan sisanya harus anda bayar sendiri ke developer (dalam bentuk DP).</li>
<li> Saat terjadi akad kredit (pada saat bank akan melakukan pelunasan dengan developer), diperlukan kehadiran 4 pihak yaitu bank, developer dan anda dan pasangan (suami dan istri), serta PPAT. Dokumen yang akan ditandatangani saat akad kredit:</li>
</ol>
<ul>
<li> <strong>Akte Jual Beli </strong>, yang menerangkan pembelian apartemen tersebut oleh &#8230;&#8230; (nama anda). Akte ini dibuat oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akte Tanah) yang ditandatangani oleh penjual dan pembeli di hadapan bank dan PPAT.</li>
<li>Akte jual beli ini sebagai dasar peralihan kepemilikan atas apartemen tersebut. Akte yang telah ditanda tangani ini akan didaftarkan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) beserta <strong>Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (SHM-SRS, Strata Title)</strong> untuk kemudian dengan dasar ini, BPN akan melakukan pencoretan nama developer sebagai pemilik pada SHM &#8211; SRS tersebut dan ditulislah nama anda sebagai pemilik yang baru. proses ini disebut<strong> proses balik nama</strong>.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>APHT, Akte Pembebanan Hak Tanggungan. </strong>Dokumen ini secara intinya adalah pembeli memberi kuasa kepada bank utnuk meletakkan jaminan atas Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (SHM-SRS, Strata Title) yang telah dibaliknamakan ke nama anda.</li>
<li>Dalam SHM-SRS tersebut akan tercantum nama dan tanggal lahir anda sebagai pemilik atas SHM-SRS tersebut dan juga nama bank sebagai kreditur anda. nanti akan tertulis &#8221; jaminan peringkat I PT. Bank &#8230;&#8230;. dengan nilai tanggungan sebesar Rp&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. (jumlah hutang anda) berdasarkan Akte Pembebanan Hak Tanggungan No&#8230;.. Notaris &#8230;&#8230;.</li>
<li>c. Setelah semua proses dijalani maka setelah proses balik nama selesai, sertifikat tersebut tidak diserahkan kepada anda melainkan akan disimpan oleh Bank (sebagai jaminan) namun anda bisa meminta foto copynya.</li>
<li>Setelah anda melakukan pelunasan terhadap seluruh kredit maka Bank akan mengeluarkan surat penghapusan hutang (istilahnya roya). yang menyatakan bahwa kreditur &#8230;.. telah melakukan pelunasan terhadap pinjamannya sebesar&#8230; untuk itu meminta BPN untuk melakukan penghapusan terhadap jaminan tersebut.</li>
<li>Bank akan memberikan semua dokumen yang dulu pernah anda tanda tangani kepada anda (akte jual beli, sertifikat dll) untuk kemudian menjadi milik anda sepenuhnya.</li>
<li>tugas anda adalah datang ke BPN dengan membawa sertifikat tersebut, surat roya, akte jual beli dan dokumen pribadi lainnya, untuk meminta agar BPN mencoret jaminan tersebut (hal in bisa juga meminta jasa notaris untuk melakukannya). Proses ini memakan waktu kurang lebih 2 &#8211; 3hari.</li>
</ul>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/faktor-penting-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Faktor penting Saat Membeli Rumah'>Faktor penting Saat Membeli Rumah</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/siapkan-dana-untuk-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkan Dana untuk Membeli Rumah'>Siapkan Dana untuk Membeli Rumah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/membeli-apartment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 21:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai janji saya di bulan lalu, mengenai pemilihan instrumen investasi, maka kali ini saya akan mengulas berbagai pilihan investasi sesuai tujuan kita. Tentu pemilihan instrumen investasi juga erat kaitannya dengan time frame yang kita tetapkan. Ada empat  tujuan investasi yang jadi acuan kita dalam memilih instrument:1. Capital PreservationContohnya adalah rencana untuk membayar uang muka [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi dan Investasi'>Asuransi dan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai janji saya di bulan lalu, mengenai pemilihan instrumen investasi, maka kali ini saya akan mengulas berbagai pilihan investasi sesuai tujuan kita. Tentu pemilihan instrumen investasi juga erat kaitannya dengan time frame yang kita tetapkan. Ada empat  tujuan investasi yang jadi acuan kita dalam memilih instrument:<br/><br/><br/><i><strong>1. Capital Preservation</strong></i><br/><br/><br/>Contohnya adalah rencana untuk membayar uang muka rumah; menyekolahkan anak ke perguruan tinggi dalam 3 tahun mendatang, investasi jangka pendek untuk dana darurat bagi berbagai hal yang tidak diperkiraka,  atau dana untuk liburan<br/><br/><br/>Instrumen yang dapat digunakan adalah tabungan, dana-dana pasar uang, sertifikat deposito, obligasi berperingkat baik, emas<br/><br/><br/><strong><i>2. Current Income</i><br/><br/></strong><br/>Contohnya adalah bila Anda seorang pensiunan dan menginginkan uang tunai untuk membiayai hidup Anda, atau memberikan derma.<br/><br/>Instrumen yang dapat digunakan adalah  dengan membeli saham-saham perusahaan yang memiliki sejarah panjang yang baik dalam melakukan pembayaran deviden, obligasi dengan masa jatuh tempo antara 5-8 tahun, real estate melalui REIT*<br/><br/><strong><i>3. Capital Appreciation</i><br/><br/></strong><br/>Contohnya adalah Lulusan perguruan tinggi yang sedang membangun kekayaan; orang yang punya waktu lebih dari 10 tahun atau lebih untuk berinvestasi sebelum pensiun.<br/><br/>Instrumen yang dapat digunakan adalah dengan membeli saham-saham dari perusahaan-perusahaan berkualitas yang merupakan pemimpin industri dan memiliki kondisi keuangan keuangan yang sangat kuat, reksadana, real estate melalui REIT*<br/><br/><i><strong>4. Speculation</strong></i><br/><br/>Untuk tujuan ini, biasanya hanya untuk orang yang membutuhkan hiburan dalam bentuk lain selain judi. Contohnya adalah memilih saham, trading on margin, membeli saham perusahaan yang tidak Anda ketahui kinerjanya<br/><br/><br/><br/>Oke, mudah-mudahan dengan adanya penjelasan ini Anda tidak salah langkah dalam memilih instrumen investasi<br/><br/><br/><i>* REIT = Real Estate Investment Trust, perusahaan property</i><br/><br/>Disadur dari:  buku &#8221; Investing&#8221;, Jilid Ketiga,  karangan Edward T. Koch, Debra deSalvo,dan Joshua A. Kennon<br/><br/><br/><strong><br/></strong></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/asuransi-dan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asuransi dan Investasi'>Asuransi dan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/bancassurance-sebagai-alternatif-investasi-jangka-panjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang'>Bancassurance sebagai Alternatif Investasi Jangka Panjang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Reksadana</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 07:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/tentang-reksadana/</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:Saya mendengar kawan saya berkomentar, bahwa reksadana hanya cocok untuk persiapan pensiun kita, mengingat kondisinya yang naik-turun (volatile). Saya jadi berfikir, kalau setiap hari harus memantau posisi uang saya, ya pusing dong. Apalagi kan kerjaan kita butuh konsentrasi dan perhatian juga. Tolong saya diberi pencerahan.
Terima kasih,
Fanie, Jakarta
Jawab:
Reksadana itu ada bermacam jenis:1. RD Pasar Uang , [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saham itu Halal &amp; Menguntungkan'>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />Saya mendengar kawan saya berkomentar, bahwa reksadana hanya cocok untuk persiapan pensiun kita, mengingat kondisinya yang naik-turun (volatile). Saya jadi berfikir, kalau setiap hari harus memantau posisi uang saya, ya pusing dong. Apalagi kan kerjaan kita butuh konsentrasi dan perhatian juga. Tolong saya diberi pencerahan.</p>
<p>Terima kasih,</p>
<p>Fanie, Jakarta</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Reksadana itu ada bermacam jenis:<br />1. RD Pasar Uang , portofolionya Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan deposito (pasti aman banget dong, tapi gain-nya paling kecil)<br />2. RD Pendapatan tetap, portofolionya obligasi Negara (tingkat keamanannya kurang, gain-nya lebih besar dari pasar uang)<br />3. RD Campuran, portofolionya obligasi Negara dan saham (sedikit lebih bergejoka, gain lebih besar lagi)<br />4. RD  Saham. Isinya saham-saham unggulan (biasanya). Paling bergejolak tapi paling besar gain-nya</p>
<p>Teman  yg menyarankan RD buat dana pensiun sama sekali gak salah. Mungkin yang dia ingat hanya RD saham. Nah, dari urutan yg kuuraikan di atas itu, makin ke bawah adalah instrument yg tepat utk jangka panjang. Jadi nomor 1 itu cocok utk penempatan dana dibawah setahun. Dan hukum investasi itu adalah high risk high gain. Kalo  mau resiko kecil, berarti juga harus mau dapat untung kecil. Dan RD Saham , memang cocok utk penempatan jangka panjang. Lebih safe kalau di atas 3 tahun….</p>
<p>Banyak sekarang orang muda yg sukanya main RD Saham. Uangnya cepat berkembang. Dan kalau kita percayakan pengelolaan uang kita ke <a href="http://instrumenkeuangan.blogspot.com" target="_blank">Manajer Investasi </a>yg handal, maka kita nggak perlu pusing mantau pergerakan saham tiap hari.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/beberapa-pilihan-investasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Beberapa Pilihan Investasi'>Beberapa Pilihan Investasi</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/saham-itu-halal-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saham itu Halal &amp; Menguntungkan'>Saham itu Halal &amp; Menguntungkan</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/produk-asuransi-atau-investasi-apa-yang-benar-benar-menguntungkan-untuk-nasabahnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya'>Produk asuransi atau investasi apa yang benar- benar menguntungkan untuk nasabahnya</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/tentang-reksadana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Orang Beriman</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 12:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/jadilah-orang-beriman/</guid>
		<description><![CDATA[Apa hubungannya investasi dengan iman ya? Coba aja kita cermati. Tapi jangan sampe kita beriman sama uang, bisa celaka.
Oya, beberapa hari ini emang keliatan ya, ada trend positif dari indeks BEI. Kayaknya sih gak mau ketinggalan sama bursa-bursa dunia yg responsnya positif terhadap penurunan (kembali) suku bunga the Fed minggu lalu. Mudah2an memang naik terusss… [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu'>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa hubungannya investasi dengan iman ya? Coba aja kita cermati. Tapi jangan sampe kita beriman sama uang, bisa celaka.</p>
<p>Oya, beberapa hari ini emang keliatan ya, ada trend positif dari indeks BEI. Kayaknya sih gak mau ketinggalan sama bursa-bursa dunia yg responsnya positif terhadap penurunan (kembali) suku bunga the Fed minggu lalu. Mudah2an memang naik terusss… amin</p>
<p>Lagi puyeng2, ah, ngoceh aja sama seorang Om pelaku pasar modal. Beliau cerita, bahwa inflasi bulan ini sangat mengkhawatirkan. Menurut beliau, hal termudah untuk melihat besarnya inflasi adalah dengan melihat harga cabe. Ha? Hanya cabe? Iya! Lalu dia berargumen,”Kapan inflasi tertinggi sepanjang tahun? Menjelang lebaran. Kok tau? Karena harga cabe pasti melambung. Coba lu sensus orang Indonesia yg gak hobi makan cabe. Semua suka pedes!”</p>
<p>Hmmm…..boleh juga teorinya…..</p>
<p>Dan memang bulan ini harga cabe gila-gilaan… sayangnya, petani cabe kok ya gak kaya-kaya…</p>
<p>Yah, di dunia kapitalis ini, yg pegang permainan ya yang punya uang banyak….dan sepertinya ini memang permainan ‘orang atas’. Au ah, gelap! Pesan sponsor: kalo berbisnis, pake nurani lah…</p>
<p>Tapi memang ya, buat kita2 (setidaknya buat saya) yg kerjanya di dunia perduitan, sepertinya gak ada rasanya tuh, inflasi yg katanya menghebohkan. Yg keliatan hanya angka2 yg (katanya) mengandung arti mengerikan. Tapi pas nonton TV, duh, rasanya , miris banget ya. Ada ibu hamil 7 bulan ditemukan meninggal berdua dengan anaknya. Indikasi: kelaparan. Anak yg lain, masuk UGD karena kelaparan juga. Bapaknya hanya tukang becak. Duh…duh… inflasi memang kurang kerasa buat kita2 yg mampu, tapi untuk golongan menengah ke bawah… mencekik sekali…</p>
<p>Jadi mesti inget kalo di harta kita ada bagian orang gak mampu…</p>
<p>Terakhir, si Om tadi punya kata2 mutiara,”Dalam berinvestasi, jadilah orang beriman. Tau kunci orang beriman? Sabar dan bersyukur. Sabar, nunggu naiknya harga unit yg beberapa bulan ini mencemaskan… lalu bersyukurlah saat naik. Waktu kita perlu uang dan unitnya kita cairkan, maka besar-kecilnya hasil yg kita dapatkan harus disyukuri. Jangan juga jadi orang rakus. Mentang2 trend naik terus, lalu menunda-nunda pencairan dengan harapan besok dapet untung lebih gede lagi. Belum tentu juga, harga besok naik lagi. Lha kalo turun?”</p>
<p>Yang penting juga, kata si Om, jangan sombong karena merasa pinter. Dunia ini bukan kita yg mengendalikan. Jadi saat kita merasa pinter, justru di situlah awal jatuhnya kita. Banyak faktor2 eksternal yg menentukan besaran hasil investasi.</p>
<p>Yang paling penting, last but not least, jangan berinvestasi dari hasil utangan!!<br />Makasih buat wejangannya ya Om&#8230;</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/emas-investasi-yang-tak-lekang-oleh-waktu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu'>Emas, Investasi yang Tak Lekang oleh Waktu</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/jadilah-orang-beriman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BENTUK INVESTASI ALA IBU RUMAH TANGGA</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/investasi/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/investasi/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 06:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini saya melihat iklan suplemen khusus wanita yang mengusik pikiran saya. Di iklan itu, digambarkan seorang wanita yang ‘hebat’ memiliki banyak peran. Sebagai ibu, guru sang anak, menteri keuangan di rumah, bagian pembelanjaan, koki dan juga dia masih bisa berolahraga. Yah…pokoknya ‘banyak tangan banyak kaki’ deh. Yang jelas, peran pria memang ditakdirkan tidak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/yuk-atur-ulang-cash-flow-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yuk, Atur Ulang Cash Flow Rumah Tangga'>Yuk, Atur Ulang Cash Flow Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari ini saya melihat iklan suplemen khusus wanita yang mengusik pikiran saya. Di iklan itu, digambarkan seorang wanita yang ‘hebat’ memiliki banyak peran. Sebagai ibu, guru sang anak, menteri keuangan di rumah, bagian pembelanjaan, koki dan juga dia masih bisa berolahraga. Yah…pokoknya ‘banyak tangan banyak kaki’ deh. Yang jelas, peran pria memang ditakdirkan tidak sebanyak wanita (para wanita, mari kita geer…).</p>
<p>Maaf ya, bapak-bapak… tulisan saya sama sekali tidak ingin membahas keunggulan kaum saya… jadi tolong jangan sewot dulu&#8230;</p>
<p>Kembali ke topik semula… sebenarnya saya merasa tuntutan keluarga terhadap wanita itu terlalu banyak, sampai-sampai sering kita (baca:wanita) tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Boro-boro ke salon buat merawat badan, beres-beres rumah aja sering kita perlu bantuan si bibik. Jadi memang perlu pinter-pinternya wanita untuk mensiasati semua tugas.</p>
<p>Sebagai seorang wanita menikah dan punya anak, tentunya hal yang sangat wajar kalau saya memimpikan selalu ada di dekat anak-anak sepanjang hari. Tentu selama mereka di rumah dan tidak beraktifitas di sekolah atau pergi les. Hanya saja, sering juga saya dihadapkan pada dilema antara berada di rumah atau membantu suami mencari nafkah. Tujuannya, ya menambah penghasilan. Karena hampir tidak mungkin menekan pengeluaran di tengah harga-harga yang tiap hari semakin menggila. Tapi saya akhirnya berfikir, kalau saya bekerja di luar rumah nine-to-five, seringkali hasil yang saya dapat tidak sepadan dengan ‘reward’ yang saya terima. ‘reward’ yang saya maksud adalah, kondisi rumah tangga, termasuk di dalamnya adalah pengurusan anak (belajarnya, makannya, kedekatan psikologisnya dengan orangtua).</p>
<p>Akhirnya saya berkesimpulan bahwa saya harus banyak berada di rumah. Perkara menambah penghasilan, harus dilakukan (sebagian besar) dari rumah. Dan saya juga harus pandai mencari penghasilan lain, tanpa harus kerja. Istilah kerennya passive income&#8230;</p>
<p>Passive income ala ibu-ibu rumah tangga menurut saya adalah berinvestasi. Dengan berinvestasi, uang kita akan berkembang terus. Kenapa sih, istilahnya ‘investasi’? karena kalau saya pakai istilah ‘menabung’, maka asumsinya adalah menggunakan  instrumen keuangan perbankan atau di bawah bantal (jadi bolehlah kita masukkan ‘bantal’ sebagai sebuah tempat menyimpan uang…hehehe)….sehingga, resiko penurunan nilai uang akan semakin besar. Dan, batallah kita punya passive income…<br />Saya mencoba mendata beberapa instrumen investasi ala ibu-ibu, plus kelebihan dan kekurangannya:
<ol>
<li><strong>Tanah</strong>. Jelas kelebihannya adalah harganya akan naik terus dalam jangka panjang. Dan selama kita teliti waktu membeli, tentu tidak akan ada resiko bakal diutak-atik oleh pihak lain. Kekurangannya: sulit mendapat dana likuid. Kalau kita perlu uang, belum tentu ada pembeli dalam waktu singkat. Apalagi kalau ada bencana alam model lumpur Lapindo. Waduh, siapa yang mau beli tanah di situ?</li>
<p>
<li><strong>Rumah/apartemen</strong>. Rumah disini maksudnya adalah rumah kedua selain rumah yang kita tempati. Fungsinya adalah sebagai rumah kontrakan atau kos-kosan. Tentu kalau ada penyewa, setiap bulan/tahun kita akan mendapat uang cash sebagai passive income. Bisa juga kalau nanti kita perlu uang banyak, ya tinggal dijual saja…<br />Kekurangannya jelas: kalau penyewanya nakal, kita yang buntung. Ada seorang rekan saya, punya rumah kontrakan. Ternyata penyewanya kabur dengan meninggalkan tunggakan listrik dan telpon yang nilainya jutaan. Bukannya untung malah akhirnya sang pemilik rumah harus nombok…..<br />Kalau anda punya rumah lebih dari satu, jangan biarkan kosong dalam waktu yang lama. Bukannya takut jadi rumah hantu, tapi biasanya rumah yang kosong akan lebih cepat rusak dibanding rumah yang berpenghuni. Jadi, bukannya mendatangkan uang,malah menguras uang. Lebih baik disewakan saja… dengan catatan semua resiko yang mungkin muncul sudah kita antisipasi.</li>
<p>
<li><strong>Ruko/rukan</strong>. Enak juga punya investasi model seperti ini. Kalau kita jeli melihat lokasi, tentu kita akan selalu mendapatkan penyewa. Resikonya, kurang lebih sama dengan invest di rumah/apartemen.</li>
<p>
<li><strong>Emas</strong>. Nah, ini pasti favorit para ibu. Sambil invest, bisa gaya. Kita semua tahu, tidak pernah ada dalam sejarah,  harga emas bisa turun.  Bahkan saat harga minyak mentah dunia turunpun, harga emas masih saja naik. Kelebihannya jelas: mempercantik penampilan, meningkatkan ‘status’. <br />Kekurangannya: sulit menyimpannya. <br />Kok sulit? Iya. Resiko hilangnya sangat besar. Bisa karena kita teledor menyimpan, atau karena dicuri. Amit-amit dirampok! Nah, kalau mau aman, ya sewa safe deposit box di bank. Masalahnya, menyewa SDB pun perlu uang. Apakah uang yang kita pakai untuk menyewa lebih kecil dibanding keuntungan yang  kita dapat dari selisih nilai jual emas saat kita perlu uang cash? Kalau tidak, maka sekali lagi, bukan passive income, tapi nombok yang kita lakukan…</li>
<p>
<li><strong>Surat berharga</strong>. Bisa berupa surat hutang, obligasi, reksadana…..yang ini memang tidak semua ibu tahu. Hanya yang well informed saja yang mengerti. Kelebihannya jelas: bisa menjadi sumber uang kita saat harga penjualannya lebih tinggi daripada harga saat kita beli. Kekurangannya, tentu saat kita salah menentukan antara jangka waktu uang akan digunakan dengan model investasinya, bisa-bisa celaka limabelas! Misalkan, ambil investasi di reksadana saham, agar keuntungannya bisa dipakai bulan depan. Lha, bulan depan, harga saham turun drastis, ya sudah tamat! Sekedar info, reksadana saham hanya cocok untuk jangka menengah-panjang.<br />Kekurangannya yang lain adalah kita bisa saja tertipu oleh badan yang menawarkan surat-surat berharga ini. Di Indonesia, banyak kasus penipuan investasi. Dan dana yang berhasil dihimpun oleh para penipu ini bisa mencapai trilyunan untuk satu kasus. Gila? Memang. Ini adalah hasil kombinasi dari kecerdikan penipu, keserakahan dan kebodohan manusia, plus kelonggaran pihak otoritas keuangan dalam pengawasan.</li>
</ol>
<p>Akhirnya, memang jadi ibu harus pandai memilih bentuk investasi, supaya gak dipelototin suami….</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/yuk-atur-ulang-cash-flow-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yuk, Atur Ulang Cash Flow Rumah Tangga'>Yuk, Atur Ulang Cash Flow Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-biaya-belanja-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga'>Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/investasi/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
