<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KeuanganKeluarga.com &#187; Artikel Keuangan</title>
	<atom:link href="http://keuangankeluarga.com/category/artikel-keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keuangankeluarga.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 07:22:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Merencanakan Biaya Pernikahan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/merencanakan-biaya-pernikahan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/merencanakan-biaya-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 07:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[adat pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[foto pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[souvenir]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[undangan pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Pernikahan merupakan peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Tentunya, setiap pasangan yang akan menikah mendambakan suatu acara pernikahan yang sesuai dengan keinginannya. Untuk mewujudkannya diperlukan perencanaan keuangan yang matang agar pernikahan yang menjadi impian dapat tercapai. Berikut dijabarkan 5 hal utama yang perlu dilakukan dalam merencanakan biaya pernikahan.
1. Saling Terbuka tentang Kondisi Keuangan Masing-masing
Sebagai [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-liburan-ekonomis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Liburan Ekonomis'>Merencanakan Liburan Ekonomis</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernikahan merupakan peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Tentunya, setiap pasangan yang akan menikah mendambakan suatu acara pernikahan yang sesuai dengan keinginannya. Untuk mewujudkannya diperlukan perencanaan keuangan yang matang agar pernikahan yang menjadi impian dapat tercapai. Berikut dijabarkan 5 hal utama yang perlu dilakukan dalam merencanakan biaya pernikahan.</p>
<p style="padding-left: 30px">1. Saling Terbuka tentang Kondisi Keuangan Masing-masing</p>
<p style="padding-left: 30px">Sebagai pasangan yang akan segera menikah, keterbukaan adalah hal yang mutlak diperlukan. Demikian pula keterbukaan mengenai kondisi keuangan masing-masing. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindarkan masing-masing pihak dari janji atau pun perencanaan acara pernikahan yang di luar kemampuan keuangan.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">2. Tetapkan Limit Anggaran untuk Acara Pernikahan</p>
<p style="padding-left: 30px">Seperti apa acara pernikahan nantinya sangat ditentukan oleh jumlah dana yang tersedia. Penetapan limit anggaran perlu dilakukan untuk menghindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak efektif, misalnya undangan pernikahan yang terlalu mahal ataupun menjahit kebaya pernikahan yang mewah padahal lebih hemat bila menyewa saja. Selain itu, penetapan limit ini juga berfungsi membantu Anda yang sedang menabung sebagai patokan berapa dana yang harus siapkan. Limit anggaraan juga berfungsi sebagai alat kontrol Anda berdua dalam melakukan persiapan acara pernikahan.</p>
<p style="padding-left: 30px">3. Tetapkan Konsep Acara Pernikahan yang Diinginkan</p>
<p style="padding-left: 30px">Berdasarkan anggaran yang telah Anda berdua tetapkan, maka Anda berdua dapat menentukan konsep acara pernikahan yang akan dilakukan. Apabila anggaran yang tersedia cukup besar, tentu alternatif konsep dan rincian acara dapat lebih banyak, misalnya menggunakan adat pernikahan dari daerah Anda berdua secara lengkap. Namun, bila anggaran Anda tidak terlalu besar, pesta yang sederhana pun dapat dibuat indah dan tak terlupakan. Yang penting Anda berdua membuat skala prioritas tentang hal-hal apa saja yang diinginkan dalam rangkaian acara pernikahan. Hal-hal inilah yang harus dipenuhi terlebih dahulu, baru bila dana masih tersedia dapat ditambahkan detail yang lainnya.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">4. Kumpulkan Informasi Sebanyak Mungkin</p>
<p style="padding-left: 30px">Anda berdua perlu melakukan <em>window shopping</em> ke berbagai penyedia barang dan jasa yang Anda perlukan dalam acara pernikahan Anda nantinya seperti misalnya: undangan, souvenir, penyedia jasa foto pernikahan serta catering. Mintalah referensi dari teman, saudara atau orang tua Anda, tak jarang mereka dapat memberikan rekomendasi penyedia barang dan jasa yang sesuai dengan keinginan Anda. Bandingkan dan carilah alternatif yang paling sesuai dengan dana yang Anda berdua miliki.</p>
<p style="padding-left: 30px">5. Berpikirlah untuk Jangka Panjang</p>
<p style="padding-left: 30px">Setelah acara pesta pernikahan Anda berdua selesai, Anda akan memasuki kehidupan pernikahan yang sesungguhnya. Akan ada banyak peristiwa-peristiwa spesial yang Anda berdua akan lalui, yang memiliki konsekuensi finansial, misalnya kelahiran anak, salah satu dari Anda berdua sakit, keinginan untuk memiliki tempat tinggal atau kendaraan sendiri, dan sebagainya. Karena itu, Anda harus ingat untuk mempersiapkan pula kebutuhan dana untuk menjalani kehidupan pernikahan Anda. Jangan terpaku untuk membuat acara pesta pernikahan yang terlalu berlebihan sehingga menghabiskan seluruh tabungan Anda berdua.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/merencanakan-liburan-ekonomis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merencanakan Liburan Ekonomis'>Merencanakan Liburan Ekonomis</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/mempersiapkan-biaya-pendidikan-anak-tabungan-atau-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?'>Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, Tabungan atau Asuransi?</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/biaya-yang-harus-dipersiapkan-saat-membeli-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah'>Biaya Yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/merencanakan-biaya-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keuntungan di balik Berita Ariel Peterpan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/keuntungan-di-balik-berita-ariel-peterpan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/keuntungan-di-balik-berita-ariel-peterpan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 03:57:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[ariel luna]]></category>
		<category><![CDATA[berita ariel peterpan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis media]]></category>
		<category><![CDATA[kasus ariel]]></category>
		<category><![CDATA[keuntungan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[luna maya]]></category>
		<category><![CDATA[video luna ariel]]></category>
		<category><![CDATA[video porno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan mengenai berita ariel peterpan &#8211; luna maya &#8211; cut tari ini, sejujurnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan keuangan keluarga. Tapi pernah gak berpikir, bahwa begitu banyak orang yang menangguk keuntungan dari video luna ariel yang beberapa minggu belakangan ini tersebar di internet.
Ya, MEDIA!!!
Medialah yang mendapatkan keuntungan terbesar dari terkuaknya kasus video porno ini. [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-190" href="http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/keuntungan-di-balik-berita-ariel-peterpan/attachment/ariel_peterpan/" target="_blank"><img class="alignright size-full wp-image-190" title="ariel_peterpan" src="http://keuangankeluarga.com/wp-content/uploads/2010/06/ariel_peterpan.jpg" alt="ariel_peterpan" width="285" height="294" /></a>Tulisan mengenai berita ariel peterpan &#8211; luna maya &#8211; cut tari ini, sejujurnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan keuangan keluarga. Tapi pernah gak berpikir, bahwa begitu banyak orang yang menangguk keuntungan dari video luna ariel yang beberapa minggu belakangan ini tersebar di internet.</p>
<p>Ya, MEDIA!!!<br />
Medialah yang mendapatkan keuntungan terbesar dari terkuaknya kasus video porno ini. Dari pagi hingga malam, sampai pagi lagi, nyaris semua media televisi dan media cetak menbahas video ariel luna. Tujuannya cuma satu, menaikkan oplah mereka, yang berujung pada kenaikan omset. Terlepas dari yang dilakukan oleh para pencari beritanya santun ataupun sudah melanggar batas privacy ariel peterpan, dan luna maya. Semua cara disahkan.</p>
<p>Semua seperti menyalahkan kebobrokan negeri ini pada mereka. Tapi bukankan, kasus-kasus pencabulan sudah terjadi jauh sebelum ada video porno ariel? Lihat saja berita Robot Gedek&#8230; terjadi jauh sebelum kasus luna maya tercuat bukan???</p>
<p>Selalu sjaa ada yang mengambil keuntungan dan kesulitan orang lain&#8230; Tragis!!!</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/keuntungan-di-balik-berita-ariel-peterpan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemasukan Bank</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/pemasukan-bank/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/pemasukan-bank/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 02:42:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga bank]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[deposito]]></category>
		<category><![CDATA[reksadana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini, saya ambil dari twitter-nya Safir Senduk pakar perencana keuangan. Apakah Anda tahu, bank itu mendapatkan pemasukannya dari berbagai sumber, beberapa di antaranya, saya tulis di sini:

Selisih pemasukan bunga peminjam dan bunga simpanan.
Contoh: Bunga Deposito 6%, Bunga KPR 12%
Biaya administrasi.
Contoh: Pembuatan ATM, pergantian token, biaya keterlambatan pembayaran kredit, biaya keterlambatan pembayaran kartu kredit.
Menyewakan aset.
Contoh: [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/4-hal-jangan-dilakukan-dengan-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Hal Jangan Dilakukan Dengan Kartu Kredit'>4 Hal Jangan Dilakukan Dengan Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/memilih-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Kartu Kredit'>Memilih Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini, saya ambil dari twitter-nya <strong>Safir Senduk</strong> pakar <strong>perencana keuangan</strong>. Apakah Anda tahu, bank itu mendapatkan pemasukannya dari berbagai sumber, beberapa di antaranya, saya tulis di sini:</p>
<ul>
<li>Selisih pemasukan bunga peminjam dan bunga simpanan.<br />
Contoh: Bunga Deposito 6%, <strong>Bunga KPR</strong> 12%</li>
<li>Biaya administrasi.<br />
Contoh: Pembuatan ATM, pergantian token, biaya keterlambatan pembayaran kredit, biaya keterlambatan pembayaran <strong>kartu kredit</strong>.</li>
<li>Menyewakan aset.<br />
Contoh: Sewa safe deposit box.</li>
<li>Jual beli Instrumen Surat Berharga, dari sinilah muncul divisi Treasury.</li>
<li>Komisi perantara penjualan.<br />
Contoh: Penjualan <strong>Asuransi</strong>, Penjualan <strong>Reksandana</strong>.</li>
</ul>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/4-hal-jangan-dilakukan-dengan-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Hal Jangan Dilakukan Dengan Kartu Kredit'>4 Hal Jangan Dilakukan Dengan Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/kartu-kredit/memilih-kartu-kredit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Kartu Kredit'>Memilih Kartu Kredit</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/berinvestasi-di-bank-syariah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berinvestasi di Bank Syariah'>Berinvestasi di Bank Syariah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/pemasukan-bank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/mengajarkan-anak-mengelola-keuangan/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/mengajarkan-anak-mengelola-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 14:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[boros]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan.]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[rekening]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah keluarga, pos pengeluaran untuk anak termasuk pos yang nilainya cukup besar. Di luar pengeluaran pokok untuk pendidikan, makan dan pakaian serta transportasi , pengeluaran sampingan untuk jajan atau membeli mainan seringkali juga cukup menguras kantong. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan penghematan pada pos ini adalah dengan mengajarkan  kepada anak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengenalkan-konsep-uang-pada-anak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenalkan konsep uang pada anak'>Mengenalkan konsep uang pada anak</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah keluarga, pos pengeluaran untuk anak termasuk pos yang nilainya cukup besar. Di luar pengeluaran pokok untuk pendidikan, makan dan pakaian serta transportasi , pengeluaran sampingan untuk jajan atau membeli mainan seringkali juga cukup menguras kantong. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan penghematan pada pos ini adalah dengan mengajarkan  kepada anak kita untuk mengelola keuangan sendiri. Beberapa cara yang bisa diterapkan kepada anak agar ia belajar mengelola keuangan sendiri antara lain:</p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>1. Beri Contoh</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Beri contoh secara konsisten dalam tindakan Anda sehari-hari yang menghargai uang dan tidak boros. Anak lebih mudah menyerap pelajaran melalui contoh ketimbang nasihat.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>2. <strong>Ajarkan Anak untuk Menghargai Uang &amp; Barang yang Dimilikinya</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Anak yang memperoleh sesuatu dengan mudah, biasanya mudah pula mencampakkannya. Misalnya mainan yang dengan mudah Anda berikan, anak biasanya tidak berusaha untuk merawatnya. Ia berpikir &#8220;toh, kalau rusak, nanti dibelikan lagi!&#8221; Karena itu, tanamkan pada anak, ia harus menghargai uang dan barang yang ia punya.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>3. <strong>Membiasakan anak untuk menyusun skala prioritas</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Anak seringkali menginginkan beberapa barang sekaligus. Tanamkan pada anak bahwa mereka tidak mungkin mendapatkan semuanya, mereka harus memilih mana yang paling dibutuhkan sesuai dengan dana yang tersedia.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong><strong>4. <strong>Berikan Anak Uang Saku dan Ajar Mereka untuk Mengatur Penggunaannya</strong></strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px">Begitu usianya memadai, mulai berikan ia uang saku untuk jangka waktu tertentu dan ajarkan ia untuk mengaturnya sendiri.  Katakan pada anak, uang itu harus ia kelola dengan baik karena jika boros, ia tidak akan mendapat tambahan uang saku. Dengan begitu pelan-pelan anak bisa mengatur pengeluarannya. Selain itu, anak juga akan terpaksa menyusun prioritasnya. Ajarkan juga kepada anak untuk menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, misalnya untuk memberi barang-barang yang selama ini diinginkan anak dikemudian hari.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>5. <strong>Ambil Keputusan</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Biasakan anak mengambil keputusan atas masalah keuangan sedini mungkin. Uang saku yang Anda berikan, diharapkan dapat mengajarkan anak mengelola uangnya dengan baik. Besarnya uang saku bergantung banyak hal, misalnya usia anak. Uang saku yang berlebihan tidak mendidik anak untuk hemat.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong><strong>6.<strong>Ajarkan Perbedaan antara Kebutuhan dan Keinginan</strong></strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Sedini mungkin ajarkan pada anak tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan. Tanamkan bahwa barang kebutuhan mereka dibeli orangtua dari hasil bekerja dan menabung, tidak asal beli saja, agar anak mengerti bahwa untuk mendapatkan uang harus usaha (bekerja). Dan karenanya, sayang jika uang dihamburkan begitu saja.</p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>7.<strong>Buka Rekening</strong></strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong><span style="font-weight: normal">Beri anak motivasi untuk menyimpan uang. Bukakan rekening tabungan dan beri sejumlah uang untuk &#8220;modal&#8221; awal. Diskusikan dengan mereka untuk menetapkan suatu tujuan tertentu yang akan mereka penuhi dari hasil tabungan, yang nilai nominalnya cukup besar. Beri mereka semangat untuk terbiasa menabung dan tunjukkan saldo tabungannya setiap bulan untuk membuat mereka terpacu menambah terus agar tujuannya bisa tercapai.</span></strong></p>
<p style="padding-left: 30px">
<p style="padding-left: 30px"><strong>8. Dorong Anak untuk Kreatif dan Berhemat</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">Anak juga bisa didorong untuk kreatif mendapatkan uang atau menghemat pengeluaran mereka dengan, misalnya, membuat sendiri mainannya, mendapatkan upah dengan mencuci mobil, atau menyewakan koleksi bukunya kepada teman-temannya.</p>
<p>Bila anak telah terbiasa untuk mengelola keuangannya sendiri, maka ia akan menjadi anak yang lebih bijaksana dalam membelanjakan uangnya dan tentu hal ini akan membantu orang tua dalam mengendalikan salah satu pos pengeluaran keluarga.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang (2)</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengenalkan-konsep-uang-pada-anak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenalkan konsep uang pada anak'>Mengenalkan konsep uang pada anak</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengajarkan-anak-memahami-nilai-uang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang'>Mengajarkan Anak Memahami Nilai Uang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/mengajarkan-anak-mengelola-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips-tips Penghematan dalam Pengeluaran Rumah Tangga</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/tips-tips-penghematan-dalam-pengeluaran-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/tips-tips-penghematan-dalam-pengeluaran-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 08:30:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuli.k</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>
		<category><![CDATA[telepon]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Keterbatasan dalam penghasilan menuntut kita untuk dapat mengelola keuangan secara bijak. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan penghematan dalam pos-pos pengeluaran rumah tangga. Beberapa tips yang dapat dipraktekkan untuk menghemat pengeluaran rumah tangga antara lain:
1. Penghematan makan
Bagi para pekerja, pengeluaran untuk makan di luar tanpa disadari bisa menjadi pos pengeluaran yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/yuk-atur-ulang-cash-flow-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yuk, Atur Ulang Cash Flow Rumah Tangga'>Yuk, Atur Ulang Cash Flow Rumah Tangga</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keterbatasan dalam penghasilan menuntut kita untuk dapat mengelola keuangan secara bijak. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan penghematan dalam pos-pos pengeluaran rumah tangga. Beberapa tips yang dapat dipraktekkan untuk menghemat pengeluaran rumah tangga antara lain:</p>
<p>1. Penghematan makan</p>
<p>Bagi para pekerja, pengeluaran untuk makan di luar tanpa disadari bisa menjadi pos pengeluaran yang sangat besar. Sebagai contoh, seorang karyawan dengan gaji Rp3.000.000,00 yang selalu makan di luar maka total pengeluarannya hanya untuk makan saja adalah sebesar:</p>
<ul>
<li>Makan pagi        :  Rp10.000 x 26 hari   =       Rp260.000</li>
<li>Makan siang      :  Rp20.000 x 26 hari   =       Rp520.000</li>
<li>Makan malam   :  Rp20.000 x 26 hari   =       Rp520.000</li>
<li>Snack                    :  Rp5.000 x 26  hari     =       <span style="text-decoration: underline">Rp130.000</span></li>
</ul>
<p><strong> Total                                             Rp1.430.000</strong></p>
<p>Bayangkan, berapa uang yang dapat Anda hemat bila Anda mengurangi kebiasaan untuk makan di luar? Anda dapat melakukan penghematan dengan cara:</p>
<ul>
<li>Membawa bekal makan dari rumah. Anda tidak perlu malu melakukannya, lebih baik makan bekal daripada makan di luar dan menambah utang.</li>
<li>Sebaiknya makan di rumah sebelum bepergian seperti misalnya jalan-jalan ke mall.</li>
<li>Sesuaikan makan dengan budget. Makanan bergizi tidak harus mahal.</li>
<li>Bila diajak makan oleh rekan kerja ke tempat makan yang melebihi budget, tolaklah secara halus.</li>
<li>Bila sulit membawa bekal makan setiap hari, maka tetapkanlah 3 hari dalam seminggu untuk makan semurah mungkin namun tetap bergizi, dan tidak perlu membeli kudapan pada hari itu.</li>
<li>Bila menonton bioskop, tidak perlu membeli cemilan dan minuman. Usahakan membawa dari rumah.</li>
</ul>
<p>2. Penghematan biaya komunikasi</p>
<p>Pernahkan Anda menghitung berapa kali anda menelepon dan mengirim SMS dalam 1 hari?</p>
<p>Misalnya dalam 1 hari Anda menelepon dengan HP sebanyak 5 kali dan mengirim SMS sebanyak 15 kali, maka perkiraan biaya yang Anda keluarkan adalah:</p>
<ul>
<li>Telepon  :  5 x Rp1.000 x 30 = Rp150.000</li>
<li>SMS        :  15 x Rp150 x 30    =  <span style="text-decoration: underline">Rp67.500</span></li>
</ul>
<p><strong> Total                     = Rp217.500</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bila dijumlahkan dengan pengeluaran untuk makan di poin no 1 tadi, maka sudah melebihi setengah dari gaji sang karyawan tadi.</p>
<p>Hal-hal yang bisa anda lakukan untuk menghemat biaya komunikasi antara lain:</p>
<ul>
<li>Apabila telepon menggunakan HP, bicaralah seperlunya.</li>
<li>Gunakan SMS hanya untuk mengirim informasi penting.</li>
<li>Saat ber-SMS menanyakan suatu hal, biasakan sekaligus mengucapkan terima kasih sehingga tidak perlu membalas sms lagi.</li>
<li>Tidak perlu membuat ringtone tambahan atau nada sambung pribadi, karena akan memotong saldo pulsa.</li>
<li>Jangan tergoda iklan untuk mengirim SMS dengan tarif premium karena akan menghabiskan pulsa Anda.</li>
<li>Pentingkan fungsi dan bukan <em>fancy.</em> Selama HP Anda masih berfungsi dengan baik, jangan tergerak untuk mengganti HP model terbaru.</li>
<li>Koleksi <em>casing</em> dan tempat HP tidak terasa akan menambah pengeluaran.</li>
</ul>
<p>3. Penghematan Belanja</p>
<p>Berapa kali Anda belanja pergi ke mall atau supermarket dalam satu bulan? Semakin sering Anda pergi ke mall atau supermarket, semakin banyak pengeluaran Anda karena sulit sekali untuk menahan diri tidak belanja saat kita berkunjung ke mall atau supermarket. Apabila Anda memang harus belanja, maka hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk menghemat pengeluaran Anda antara lain:</p>
<ul>
<li>Usahakan untuk belanja secara tunai, sesuai dengan uang yang ada di dompet Anda.</li>
<li>Hati-hati bila belanja di supermarket. Biasakan untuk tetap fokus pada barang-barang yang ada pada daftar belanjaan Anda. Umumnya, kebutuhan sehari-hari seperti sabun, pasta gigi atau sabun cuci selalu ditempatkan di rak bagian belakang dan sepanjang jalan menuju ke sana banyak barang-barang yang bisa membuat Anda tergoda.</li>
<li>Ingatlah bahwa promosi, obral maupun diskon semurah apapun tujuan adalah memberi keuntungan bagi penjual.</li>
<li>Janganlah tergoda pada potongan harga untuk kemudian membeli dalam jumlah banyak. Belilah sesuai dengan yang Anda butuhkan.</li>
<li>Teliti saat menghitung di kasir. Ada kemungkinan terjadi selisih jumlah yang dapat merugikan Anda.</li>
<li>Sebisa mungkin belanjalah di pasar tradisional, karena Anda masih bisa menawar dan mendapatkan harga yang lebih murah.</li>
</ul>
<p>4.   Penghematan Biaya Transportasi</p>
<ul>
<li>Untuk jarak pendek, cobalah berjalan kaki</li>
<li>Manfaatkan angkutan umum massal seperti bus atau Trans Jakarta.</li>
<li>Apabila memungkinkan mulailah bersepeda ke tempat kerja, selain murah juga sehat.</li>
<li>Apabila menggunakan kendaraan pribadi, usahakan berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan..</li>
<li>Rawatlah kendaraan pribadi dengan baik untuk menghindari kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan.</li>
</ul>
<p>5.  Berusahalan untuk selalu mengeluarkan uang di bawah budget yang Anda tetapkan dan tabunglah sisanya. Misalnya jika budget belanja harian Anda sebesar Rp30.000, maka usahakan untuk belanja seharga Rp25.000 dan tabunglah Rp5.000 sisanya. Sediakan tempat khusus untuk menyimpan uang ini dan bukalah hanya pada periode tertentu seperti misalnya tiga atau enam bulan sekali. Segera masukkan hasil tabungan Anda tersebut ke rekening bank.</p>
<p>6.  Catatlah pengeluaran Anda setiap hari sedetil mungkin. Lalu jumlahkan dalam 1 bulan. Hal ini akan membantu Anda selanjutnya untuk berpikir lebih bijak sebelum membelanjakan uang.</p>
<p>Sumber: <em>Best Investment Choice</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/mengatur-pengeluaran-rumah-tangga-antara-needs-vs-wants/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants'>Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga, antara Needs vs Wants</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/hemat-pengeluaran-rutin-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga'>Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/yuk-atur-ulang-cash-flow-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yuk, Atur Ulang Cash Flow Rumah Tangga'>Yuk, Atur Ulang Cash Flow Rumah Tangga</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/tips-tips-penghematan-dalam-pengeluaran-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Investasi agar Hasilnya Optimal</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/memilih-investasi-agar-hasilnya-optimal/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/memilih-investasi-agar-hasilnya-optimal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 04:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/memilih-investasi-agar-hasilnya-optimal/</guid>
		<description><![CDATA[Dear Dini,Boleh tanya dong, Kalo saya punya uang 600 jt. (he..he.h.e. khayalan saja, paling ditabungan cuman ada 650 rebu) lebih baik saya belikan tanah+rumah, beli mobil untuk rental, atau saya masukin di bancasuransi saja ?  mana yg kira kira dlm 5 th memberikan ROI paling gede dengan resiko sebanding? Yudi, PapuaHalo Pak Yudi, apa [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: BENTUK INVESTASI ALA IBU RUMAH TANGGA'>BENTUK INVESTASI ALA IBU RUMAH TANGGA</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/memilih-produk-asuransi-yang-tepat-dan-ekonomis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis'>Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Dini,<br/><br/>Boleh tanya dong, Kalo saya punya uang 600 jt. (he..he.h.e. khayalan saja, paling ditabungan cuman ada 650 rebu) lebih baik saya belikan tanah+rumah, beli mobil untuk rental, atau saya masukin di bancasuransi saja ?  mana yg kira kira dlm 5 th memberikan ROI paling gede dengan resiko sebanding?<br/> <br/>Yudi, Papua<br/><br/>Halo Pak Yudi, apa kabar di ujung sana?<br/><br/>Menurut saya, sebaiknya dipecah  saja uangnya di berbagai instrumen. Jangan semua dijadisatukan dalam satu hal. Tanah dan rumah, tidak selalu jadi aset, selama dia tidak mendatangkan uang <br/> ke kantong kita. Perlu diingat, punya tanah+rumah besar, berarti biaya perawatan juga besar. Mereka <br/>bisa jadi aset kalo kita jual atau dikontrakkan. Selama kita huni, itu tidak jadi aset. Mungkin lebih ke gengsi? <br/>Beli mobil untuk rental juga bagus, tapi pertimbangkan kapan balik modal (dengan asumsi market yg ada),<br/>kapan mulai mendatangkan uang buat kita.<br/>terakhir, bancassurance. Wah, ini produknya banyak sekali&#8230;..<br/> saya tidak bisa bilang ini jelek itu bagus. Setiap orang punya preferensinya masing-masing&#8230;<br/>Mungkin Bapak bisa bertanya kepada saya lebih lanjut jika ada lebih dari satu opsi yang bikin Bapak bingung, sehingga kita bisa diskusikan ini lebih lanjut.<br/><br/>Oke, mudah-mudahan inputnya berguna!<br/><br/><br/><script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=1525" type="text/javascript"><br /></script><br/></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/bentuk-investasi-ala-ibu-rumah-tangga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: BENTUK INVESTASI ALA IBU RUMAH TANGGA'>BENTUK INVESTASI ALA IBU RUMAH TANGGA</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/memilih-produk-asuransi-yang-tepat-dan-ekonomis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis'>Memilih Produk Asuransi Yang Tepat dan Ekonomis</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/memilih-investasi-agar-hasilnya-optimal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI (BAGIAN 1)</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/memilih-instrumen-investasi-bagian-1/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/memilih-instrumen-investasi-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 03:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/memilih-instrumen-investasi-bagian-1/</guid>
		<description><![CDATA[Manusia memutuskan berinvestasi dengan berbagai macam alasan. Dari bermacam alasan itu, ada satu alasan utama, yaitu membuat uang bekerja buat kita. Pasti ada yang komentar begini:” Gimana caranya? Emang uang pegawai kita? Bisakah kita bikin uang jadi pegawai?”  Kenapa nggak? Daripada kita yang jadi budak uang!Saat ini, ada bermacam-macam instrumen investasi. Dari berbagai pilihan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/memilih-produk-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH PRODUK ASURANSI'>MEMILIH PRODUK ASURANSI</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tujuan-memiliki-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tujuan Memiliki Rumah'>Tujuan Memiliki Rumah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia memutuskan berinvestasi dengan berbagai macam alasan. Dari bermacam alasan itu, ada satu alasan utama, yaitu membuat uang bekerja buat kita. Pasti ada yang komentar begini:” Gimana caranya? Emang uang pegawai kita? Bisakah kita bikin uang jadi pegawai?”  Kenapa nggak? Daripada kita yang jadi budak uang!<br/>Saat ini, ada bermacam-macam instrumen investasi. Dari berbagai pilihan yang ada, tentu kita tidak ingin salah pilih dong. Lalu, bagaimana menentukan pilihan? Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memilih instrument investasi:<br/><br/>1. Waktu dan Tujuan Berinvestasi<br/><br/>Seberapa lama kita menetepkan uang kita bertumbuh? Apakah kita men-set dana itu untuk keperluan anak kita kuliah yang notabene masih 5 tahun lagi?  Atau malah 15 tahun lagi? Atau malah kita akan gunakan uang itu untuk dana darurat yang  harus siap stand-by jika sewaktu-waktu ada keperluan?<br/><br/><br/>2. Resiko<br/> <br/>Apakah kita tipe risk taker? Atau safe player? Dalam dunia investasi, ada idiom yang bunyinya: high risk, high gain. Kalau mau untung besar, tentu harus siap rugi besar. Tentu tidak semua orang bisa menerima kerugian besar, walau semua orang pasti siap untung besar. Maka kenali diri anda!<br/><br/>3. Tahu persis instrumen investasi yang akan dipilih<br/><br/>Jangan sampai ada ungkapan begini: “Teman saya invest dengan cara X, eh, untung besar lho! Saya jadi ikut juga deh”. Pas ditanya cara kerjanya, eh, jawabnya: Nggak tau .  Percaya teman aja. Aduuuuhhhh..your money is your own responsibility!!! Emang kalo rugi temen lo mau nanggung? Kejadiannya begini deh yang sering saya temukan. Semua keputusan diambil secara emosional. Padahal masa depan itu akan mulus kalau kita berfikir rasional.<br/><br/>Jadi, pertimbangan-pertimbangan di atas memang sangat perlu untuk menentukan instrument mana yang tepat untuk kita ambil. Lalu jenis-jenisnya apa saja? Saya akan ulas di bagian kedua, di tulisan saya selanjutnya….<br/><br/><br/><br/><br/><script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=1525" type="text/javascript"><br /></script><br/></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/memilih-instrumen-investasi-sesuai-tujuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN'>MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI SESUAI TUJUAN</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/asuransi/memilih-produk-asuransi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH PRODUK ASURANSI'>MEMILIH PRODUK ASURANSI</a></li>
<li><a href='http://keuangankeluarga.com/keuangan-keluarga/tujuan-memiliki-rumah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tujuan Memiliki Rumah'>Tujuan Memiliki Rumah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/memilih-instrumen-investasi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2 I = INFLATION and INTEREST</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/2-i-inflation-and-interest/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/2-i-inflation-and-interest/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 08:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dini.indah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/2-i-inflation-and-interest/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang bertanya tanya, gimana sih caranya ngitung uang kita sekian tahun mendatang dengan tingkat pengembalian sekian persen per tahun? Nah, rumusnya gini aja kok:
Mt = Mo (1 + i) ? n
Dimana Mt = nominal uang kita saat tahun ke sekian (n)Mo = modal awal yang disetor     i = interest = [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang bertanya tanya, gimana sih caranya ngitung uang kita sekian tahun mendatang dengan tingkat pengembalian sekian persen per tahun? Nah, rumusnya gini aja kok:<br/><br/><br/>
<div align="center"><strong>Mt = Mo (1 + i) ? n</strong><br/></div>
<p>Dimana <br/>Mt = nominal uang kita saat tahun ke sekian (n)<br/>Mo = modal awal yang disetor<br/>     i = interest = bunga<br/>?    = eksponen<br/> n   = waktu (tahun)<br/><br/>Jadi misalkan dana awal kita Rp.10 juta, lalu dengan tingkat pengembalian 30%, maka di tahun ke 2 akan ada uang sejumlah:<br/><br/>
<div align="center"><strong>Mt =Rp.  10,000,000 (1 + 0.3)?  2     = Rp. 16,900,000<br/></strong><br/></div>
<div align="justify">Rumus ini juga bisa dipakai untuk menghitung tingkat inflasi. Misalkan saja, kalau saat ini biaya masuk sekolah adalah Rp 20 juta, lalu kalau uang pangkal sekolah naik 10% tiap tahunnya, maka 3 tahun lagi berapa uang pangkal masuk sekolah? Maka dengan rumus di atas:<br/><br/>
<div align="center"><strong>Mt = Rp. 20,000,000 (1+0.1)?3 = Rp. 26,620,000<br/></strong><br/></div>
</div>
<div align="justify">Lalu lagi, kapan kita tahu uang kita akan berkembang 2 kali lipat dari semula, jika tingkat pengembaliannya, misalkan   12%/th? Nah, kalo ini, pake aja hukum 72, yaitu:<br/><br/></div>
<div align="center"><strong>72/12 = 6</strong><br/></div>
<p><br/>
<div align="justify">Jadi, uang kita akan berkembang 2 kali lipatnya pada 6 tahun mendatang, jika tingkat pengembaliannya 12%/th.<br/><br/></div>
<div align="justify">Hukum 72 ini juga berlaku untuk menghitung tingkat inflasi. Gimana caranya? Ya sama aja! Gini, kapan harga bensin jadi 2 kali lipat dari harga saat ini, kalau tingkat inflasi diasumsikan tetap 8%/th?<br/></div>
<div align="center"><strong>72/8 = 9</strong><br/></div>
<p><br/>Nah, 9 tahun lagi, harga bensin jadi Rp 8,300,-<br/>Mudah-mudahan berguna, buat estimasi kita, dalam rangka perencanaan keuangan yang lebih terencana.<br/><br/>Rumus2 diambil dari buku : Save or Sorry, by Hendri Hartopo<br/><br/><br/><script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=1525" type="text/javascript"><br /></script><br/></p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/2-i-inflation-and-interest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI</title>
		<link>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/selamat-hari-raya-idul-fitri/</link>
		<comments>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/selamat-hari-raya-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 14:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dea.haryono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keuangankeluarga.com/uncategorized/selamat-hari-raya-idul-fitri/</guid>
		<description><![CDATA[TIM EDITORIAL WEBSITE &#38; NEWSLETTER KEUANGAN KELUARGA
 
mengucapkan
 
Taqaballahu minna wa minkum
Minal Aidin Wal Faidzin
 
MOHON MAAF LAHIR &#38; BATHIN


Related posts:Mempersiapkan Hari Tua



Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center">TIM EDITORIAL WEBSITE &amp; NEWSLETTER KEUANGAN KELUARGA</div>
<div align="center"> </div>
<div align="center">mengucapkan</div>
<div align="center"> </div>
<div align="center"><span style="font-size:130%;">Taqaballahu minna wa minkum</span></div>
<div align="center"><span style="font-size:130%;">Minal Aidin Wal Faidzin</span></div>
<div align="center"><span style="font-size:130%;"></span> </div>
<div align="center"><span style="font-size:180%;color:#009900;"><strong>MOHON MAAF LAHIR &amp; BATHIN</strong></span></div>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://keuangankeluarga.com/investasi/mempersiapkan-hari-tua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mempersiapkan Hari Tua'>Mempersiapkan Hari Tua</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keuangankeluarga.com/artikel-keuangan/selamat-hari-raya-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
