MEMILIH INSTRUMEN INVESTASI (BAGIAN 1)
Manusia memutuskan berinvestasi dengan berbagai macam alasan. Dari bermacam alasan itu, ada satu alasan utama, yaitu membuat uang bekerja buat kita. Pasti ada yang komentar begini:” Gimana caranya? Emang uang pegawai kita? Bisakah kita bikin uang jadi pegawai?” Kenapa nggak? Daripada kita yang jadi budak uang!
Saat ini, ada bermacam-macam instrumen investasi. Dari berbagai pilihan yang ada, tentu kita tidak ingin salah pilih dong. Lalu, bagaimana menentukan pilihan? Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memilih instrument investasi:
1. Waktu dan Tujuan Berinvestasi
Seberapa lama kita menetepkan uang kita bertumbuh? Apakah kita men-set dana itu untuk keperluan anak kita kuliah yang notabene masih 5 tahun lagi? Atau malah 15 tahun lagi? Atau malah kita akan gunakan uang itu untuk dana darurat yang harus siap stand-by jika sewaktu-waktu ada keperluan?
2. Resiko
Apakah kita tipe risk taker? Atau safe player? Dalam dunia investasi, ada idiom yang bunyinya: high risk, high gain. Kalau mau untung besar, tentu harus siap rugi besar. Tentu tidak semua orang bisa menerima kerugian besar, walau semua orang pasti siap untung besar. Maka kenali diri anda!
3. Tahu persis instrumen investasi yang akan dipilih
Jangan sampai ada ungkapan begini: “Teman saya invest dengan cara X, eh, untung besar lho! Saya jadi ikut juga deh”. Pas ditanya cara kerjanya, eh, jawabnya: Nggak tau . Percaya teman aja. Aduuuuhhhh..your money is your own responsibility!!! Emang kalo rugi temen lo mau nanggung? Kejadiannya begini deh yang sering saya temukan. Semua keputusan diambil secara emosional. Padahal masa depan itu akan mulus kalau kita berfikir rasional.
Jadi, pertimbangan-pertimbangan di atas memang sangat perlu untuk menentukan instrument mana yang tepat untuk kita ambil. Lalu jenis-jenisnya apa saja? Saya akan ulas di bagian kedua, di tulisan saya selanjutnya….
Related posts:


